
"sekarang giliran kalian ber dua"
ucap Ling Tian sambil menyeringai.
ucapan Ling Tian terdengar di telinga tetua agung dan pria yg bersamanya, membuat mereka berdua sadar dari keterkejutan mereka.
"sialan dia kuat"
ucap tetua agung sekte gunung api.
"jadi tidak heran jika penasehat sampai tidak bisa bergerak saat bocah itu menyerang pangeran, sepertinya aku harus pergi"
ucap pria paruh baya itu dalam hati, ia tidak yakin bisa mengalahkan Ling Tian bahkan orang yg datang bersamanya dan memiliki kekuatan yg sama dengannya saja tidak dapat berkutik, dia tidak ingin mati konyol.
"tetua agung, aku akan menyerang secara diam-diam, sedangkan tetua agung serang secara langsung, bagai manapun kau lebih kuat dariku"
ucap pria paruh baya itu.
"kenapa kita tidak serang bersama-sama saja, itu akan berpeluang besar untuk mengalahkan nya"
ucap tetua agung sekte gunung api, dia tidak bodoh untuk bergerak dulu.
"apa kalian sudah selesai, jika sudah saatnya kalian mati"
ucap Ling Tian, ia langsung menghilang dari tempatnya.
"sllaassss...
buk...
suara benda jatuh di atas atap dapat di dengar, beruntung sudah larut malam jadi sangat sepi.
"ti..tidak mungkin, usiamu baru 15 tahun tapi kenap Akau sangat kuat..?"
ucap tetua agung tidak percaya.
pria paruh baya yg memiliki tujuan yg sama dengannya mati terpenggal tidak membutuhkan waktu lama, hanya dalam waktu 2 detik saja.
ia mulai ketakutan, entah mengapa.dia merasakan jika pemuda yg berada di depannya ini, jauh lebih kuat darinya.
"heh di dunia ini tidak ada yg tidak mungkin, bahkan di luaran sana ada anak muda seusia ku yg jauh lebih kuat dariku, tempat ini hanyalah setitik debu di alam semesta, kau masihlah katak di dalam sumur, karna kau sudah berani berniat buruk kepadaku, maka kau akan mati hari ini"
ucap Ling Tian lalu ia menghilang lagi.
tiba-tiba Ling Tian muncul di belakang tetua agung dan langsung menebaskan pedangnya untuk memenggal kepala nya.
slaaasss....
plukk...
darah menyembur dengan deras dari leher tetua agung yg sudah tanpa kepala.
"sebenarnya aku ingin bermain sebentar dengan kalian, tapi hari sudah sangat larut, aku juga tidak mau membuat keributan di sini, semoga kau di sambut oleh dewa neraka"
ucap Ling Tian, ia langsung menghilang dan muncul di kamar penginapannya, ia langsung melanjutkan untuk berkultivasi.
waktu terus berlalu, tak terasa pagi hari pun tiba.
__ADS_1
miyi masih tertidur nyenyak, sedangkan di luar sedang terjadi keributan karna di temukan nya mayat tiga orang pria, tapi ke dua mayat itu tidak ada yg mengenali,.hanya tetua agung sekte gunung api saja yg di kenali.
berita ini menjadi heboh di dalam kota.
di serikat perdagangan, Huo Li juga mendengar berita itu, dan ia memiliki ke simpulan sendiri.
"jika melihat dari lokasinya, itu dekat dengan penginapan Ling Tian, sepertinya anak itu yg membunuh nya, dasar bodoh, beraninya kalian memprovokasi monster sepertinya"
batin Huo Li sambil membelai jenggotnya.
sama dengan sui Hong, ia juga memiliki tebakan yg sama, bagai manapun ia adalah manajer serikat alkemis, tentu ia tau penginapan yg di sewa Ling Tian, dan lagi kejadian ini terjadi tidak jauh dari penginapan.
"sepertinya mereka bertiga salah memilih lawan"
ucap sui Hong.
"apa tuan tau siapa yg melakukannya..?"
ucap seorang pria yg berada di belakang sui Hong dan memakai pakaian serba hitam.
"aku tau, mereka ber tiga sungguh bodoh, mereka berani memprovokasi seseorang yg memiliki kekuatan besar dan juga latar belakang yg misterius"
ucap sui Hong.
di sekte gunung api.
berita kematian tetua agung mereka menjadi berita heboh di dalam sekte, bahkan banyak murid atau tetua yg marah dan ingin pergi mencari pelaku.
di aula pertemuan sekte gunung emas, sekarang ini sedang di adakan rapat darurat.
"Patriak bagai mana tindakan kita, apa kita mengirim seseorang untuk menyelidikinya secara langsung...?"
"jangan gegabah, tetua agung sudah berada di ranah kaisar *6 dan sedikit lagi akan menerobos ke ranah kaisar *7, ranahnya tidak rendah sama sekali, tapi berita yg aku dapatkan dari penyelidikan tuan kota, tetua agung sama sekali tidak bisa melawan, itu artinya kemampuannya jauh di atas tetua agung.
tunggu aku menerobos ranah half saint, setelah itu kita akan mencari pelakunya"
Patriak sekte gunung api.
"tapi bagai mana jika orang itu pergi dari kota Patriak, itu akan semakin sulit"
ucap tetua ke dua.
"tetua ke 3, utuslah para murid elit yg sudah terlatih untuk menyelidiki masalah ini, dan selidiki juga apa yg tetua agung dapatkan dari pelelangan, mungkin dari sana kit akan mendapatkan petunjuk"
ucap Patriak sekte Gung api.
"baik Patriak"
ucap tetua ke 3.
sedangkan di kamar Ling Tian saat ini ia sudah bangun dari kultivasinya, ia melihat ke arah miyi yg masih tidur.
"sepertinya tadi malam terlalu larut untuk miyi, sampai-sampai ia belum bangun"
ucap Ling Tian dalam hati.
Ling Tian langsung membersihkan tubuhnya, ia berniat melanjutkan perjalanannya menuju ke ibu kota kekaisaran Han, entah mengapa perasaan nya menuntun nya untuk pergi ke sana.
__ADS_1
setelah mbersihkan dirinya, Ling Tian langsung membangunkan miyi dan menyuruhnya untuk membersihkan diri juga.
setelah selesai, Ling Tian langsung turun ke bawah bersama miyi untuk menyerahkan kunci kamar sekaligus untuk sarapan.
"miyi mau makan apa..?"
ucap Ling Tian lembut.
"miyi ingin makan daging dan manisan kakak"
ucap miyi.
"baiklah"
"nona tolong menu daging terbaik di sini dan manisan jika ada"
ucap Ling Tian ke ada pelayan.
"baik tuan muda, bagai mana dengan minumannya tuan..?"
ucap pelayan itu.
"berikan saja minuman terbaik di sini, tapi jangan mengandung arak karna adiku masih kecil"
ucap Ling Tian.
"baik, mohon di tunggu tuan muda"
ucap pelayan itu sebelum pergi menyiapkan pesanan Ling Tian.
"nanti kita akan pergi dari kota ini miyi, kakak ingin pergi ke ibu kota, sekalian jalan-jalan"
ucap Ling Tian lembut.
"apa ibu kota itu indah kakak..?"
ucap miyi.
"kalau itu kakak belum tau miyi, karna kakak baru pertama kali pergi ke sana, yah seharusnya di sana lebih bagus dari pada di kota ini"
ucap Ling Tian sambil tersenyum tipis.
"miyi kan selalu ikut dengan kakak saja"
ucap miyi dengan polos nya.
"hahahhaha baik, nanti di sana kita akan berbelanja lagi"
ucap Ling Tian sambil tertawa renyah.
setelah menunggu sambil mengobrol ringan dengan gadis kecil ini, akhirnya pesanan Ling Tian tiba.
mereka mulai makan dengan lahap, terutama miyi yg sangat jarang makan, makanan yg enak dan mewah, mungkin belum pernah ia makan.
setelah sarapan, Ling Tian langsung membayar dan langsung pergi ke luar dari kota sambil menggendong miyi di punggungnya.
Ling Tian juga mendengar kabar di temukan ya tiga pria yg tewas di bunuh, ia hanya tersenyum saja, ia akan menghormati dan baik kepada orang yg baik juga dengannya, tapi jika orang itu ingin menindas dan mencelakai nya tau keluarganya maka ia tak akan segan melenyapkan nya.
__ADS_1
setelah berjalan cukup lama, akhirnya Ling Tian keluar dari kota, ia langsung berjalan melewati jalan utama yg menghubungkan kota-kota di kekaisaran Han.