Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 42.serikat alkemis dan peng chu lagi.


__ADS_3

setelah puas memandangi gedung itu Ling Tian mulai berjalan masuk, di samping kanan dan kiri pintu di jaga oleh beberapa penjaga.


Ling Tian masuk tanpa halangan hingga ia sampai di loket pembelian berbagai sumberdaya herbal dan pil, di depan loket itu sudah mengantri cukup banyak pengunjung.


"ramai sekali hah..."


ucap Ling Tian sambil menghela nafas, ia yakin kali ini ia akan mengantri cukup lama dan itu sangat membosankan.


"tuan muda bukan kah itu adalah pemuda yg menyinggungmu kemarin, dan karna dia kita mendapatkan masalah dengan serikat perdagangan"


ucap pengawal, yg ternyata adalah rombongan peng Li.


"apa yg kau maksud anak muda itu..?"


ucap salah satu teman pengawal itu yg baru datang mengantar koin emas kepada peng chu.


"kau benar, kemarin aku dan tuan muda mendapatkan masalah dengan serikat perdagangan karna bocah itu, kurasa masalah ini tidaklah kecil"


ucap pengawal itu.


"ini saatnya memberikan dia pelajaran, hanya manusia biasa beraninya menyinggungku, kalian ber 2 awasi dia dari luar gedung alkemis dan kau tetap bersamaku, jika nanti anak itu keluar ikuti dia jika ada kesempatan habisi dia untukku"


ucap peng chu dengan seringai liciknya.


"baik tuan muda"


ucap ke 2 pengawal itu, sedangkan pengawal peng chu yg pertama masih tetap menemaninya di serikat alkemis.


setelah cukup lama mengantri akhirnya giliran Ling Tian.


"apa yg anda butuhkan tuan muda..?"


ucap pelayan loket itu.


"nona aku membutuhkan inti api, dan aku dengar di serikat alkemis ini memiliki inti api bumi jika ada aku akan membayarnya"


ucap Ling Tian tanpa basa basi.


"apa tuan muda sedang bercanda..?".


ucap pelayan itu sambil memincibgkan matanya, ia melihat ke arah Ling Tian, ia berfikir apakah anak muda yg ia layani ini sedang main-main dengannya karna dari pakaiannya mana mungkin ia sanggub membeli api bumi itu, dan lagi anak di depannya itu tidak memiliki pancaran apapun yg berarti hanya manusia biasa, apa ia ingin menjadi abu.

__ADS_1


"aku tidak bercanda sama sekali nona, jadi jika ada aku akan membayarnya sesuai dengan harga umumnya"


ucap Ling Tian dengan wajah serius.


"maaf tuan muda, bukannya aku meremehkan tuan muda tapi aku sama sekali tidak bisa merasakan energi dari tuan muda, yg artinya tuan muda hanya manusia biasa jika tuan muda menyentuh api bumi itu maka tuan muda akan langsung menjadi abu dalam sekejap"


ucap pelayan itu.


"nona tenang saja soal itu, nona hanya perlu menjawab ada atau tidak dan di jual atau tidak"


ucap Ling Tian.


"hah..kami memang memiliki beberapa tuan muda, dan biasanya itu akan di beli oleh calon alkemis yg memasuki tingkat 5 itu pun jika mereka mampu membelinya dan mampu mengendalikannya jika tidak maka kami tidak akan memberikannya karna akan membahayakan orang lain terutama alkemis itu, jadi harganya cukup mahal, dan transaksi sebesar ini hanya akan di tangani oleh manajer kami, itupun jika tuan muda mampu menyentuh dan mengendalikannya"


ucap pelayan itu.


"hahahahahahahha dasar sampah, kau terlalu sombong untuk ukuran manusia biasa, dan sekarang kau berniat membeli salah satu api tingkat atas yg cukup langka bahkan alkemis tingkat 7 belum tentu sanggub memiliki dan mengendalikannya, dan kau yg hanya manusia rendahan ingin mendapatkannya hahahahhahaha"


ucap peng Chu dengan tawa cukup keras, semua orang langsung menoleh ke arahnya termasuk Ling Tian dan pelayan loket.


"hah...kenapa setiap aku keluar akan bertemu dengan sampah masyarakat seprti dia"


ucap Ling Tian sambil menghela nafas.


ucap pengawal peng chu.


"hei tikus, itu kenyataan, setelah kalian di usir dari serikat perdagangan sekarang kalian mencoba mencari keributan di sini, apa klan kecilmu itu mampu menanggung resikonya"


ucap Ling Tian dengan nada datar.


"nona tolong kau serahkan ini kepada manajer mu, nanti dia akan memutuskan apa kah dia bersedia menemuiku dan bertransaksi denganku apa tidak"


ucap Ling Tian sambil menyerahkan kartu berwarna hitam, kartu langka tamu VVIP serikat perdagangan.


semua orang yg melihat itu langsung melotot, karna mereka tau pemegang kartu itu bukanlah orang yg sederhana karna bisa menjadi tamu VVIP serikat perdagangan.


sedangkan pelayan yg menerima kartu itu langsung mematung di tempat sambil melihat ke arah kartu hitam yg ada di tangannya.


"ii..ini adalah kartu VVIP serikat perdagangan"


ucap pelayan itu dengan tergagap.

__ADS_1


sedangkan peng Chu dan pengawalnya juga ikut terkejut, orang yg ia katakan sebagai sampah ternyata memiliki kartu VVIP, tak heran kalau dia di usir kemarin dan mendapatkan masalah cukup serius dengan serikat perdagangan.


tapi pengki tidak mau menyerah begitu saja dan membiarkan orang yg ia benci melangkah sesuka hatinya.


"tunggu nona, kuarasa itu hanya kartu palsu, banyak sekali orang yg memalsukan kartu penting seperti itu, dan lihat saja sampah ini, dia tidak memiliki kultivasi sama sekali, pakaiannya juga hanya pakaian biasa seperti rakyat jelata, apa kau yakin jika kartu itu adalah kartu asli"


ucap peng chu.


semua orang yg mendengar itu juga langsung berfikiran sama dengan peng chu.


"hah..nona kartu itu asli, aku bisa menjaminnya, kau berikan saja dulu kepada manajer mu maka ia akan mengetahui kartu itu asli atau tidak, jika kau tidak memberikannya kau akan menyesal seumur hidupmu karna tidak menghargai kartu VVIP serikat perdagangan sebagai tanda orang penting mereka"


ucap Ling Tian dengan nada datarnya.


pelayan itu delima seketika, ia juga berfikiran seperti peng Li, tapi jika ia mengabaikannya tanpa tau kejelasannya ia takut akan berdampak buruk untuknya jika kartu ini memang asli.


"baiklah tuan muda aku akan menunjukan kartu ini kepada manajer kami, mohon tunggu sebentar"


ucap pelayan itu sambil berlari ke lantai atas tepat ruangan manajer serikat alkemis.


"cih kita lihat saja, itu pasti kartu palsu yg sengaja kau pesan untuk menipu, rakyat jelata sepertimu tidak mungkin memiliki kartu kehormatan seperti itu"


ucap peng chu dan dapat di dengar oleh orang-orang yg ada di sekitarnya.


"kau sudah menyinggungku sebanyak 2 kali, kurasa kau ingin mati"


ucap Ling Tian sambil menatap tajam mata peng Li.


peng Chu yg mendapat tatapan tajam dari Ling Tian langsung bergetar hebat, ia merasa seperti di tatap oleh hewan buas yg siap merenggut nyawanya kapan saja, tubuhnya tidak dapat di gerakkan, butiran keringat dingin mulai keluar dari dahi dan punggungnya.


pengawal peng Chu yg melihat itu menjadi heran, ada apa dengan tuan mudanya.


setelah menunggu beberapa saat, dari tangga turun seorang pria tua mengenakan jubah alkmis dan di ikuti oleh pelayan loket tadi.


setelah orang tua itu sampai di depan Ling Tian, orang tua itu langsung bertanya tanpa basa-basi.


"apa kartu ini milikmu anak muda .?"


ucap orang tua itu.


"benar sekali tuan, aku pemilik kartu itu"

__ADS_1


ucap Ling Tian dengan nada tenangnya.


__ADS_2