Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 89.artefak pagoda emas semesta.


__ADS_3

"syukurlah, bagai mana bisa tuan penasehat dan pangeran ke tiga menyinggung monster seperti mereka, alas tuan penasehat tau, mereka adalah orang yg tidak dapat di singgung, saya harap tuan penasehat mengerti apa yg saya maksud, kekaisaran bukan lah lawan mereka tuan, pangeran"


ucap tuan kota.


"apa kau tau identitas mereka tuan kota..?"


ucap penasehat.


"maaf tuan penasehat, identitas mereka terlalu tabu untuk di sebutkan, aku sama sekali tidak berani mengambil resiko"


ucap tuan kota sambil menggelengkan kepalanya.


penasehat dan juga pangeran ke tiga semakin penasaran akan identitas kelompok Lin Tian.


"apa mereka berasal dari kekaisaran Han kita tuan kota..?"


ucap penasehat.


"tidak penasehat, yg jelas identitas mereka sangatlah tabu, tidak semua orang dapat mengetahuinya, jika kau tidak suka mengoleksi buku sejarah dan buku kuno maka aku tidak akan tau tentang identitas mereka"


ucap tuan kota.


pangeran ke tiga dan penasehat yg mendengar itu langsung mengambil kesimpulan.


"dugaan pertama mereka berasal dari klan kuno tersembunyi yg memiliki kekuatan yg sangat hebat, sampai-sampai kekaisaran bukan lawan mereka, ini semakin kuat setelah melihat kemampuan pemuda tadi, sungguh pengeram menyinggung orang yg salah"


batin penasehat.


sedangkan pengeram ke tiga sendiri juga berfikir begitu, tubuhnya langsung gemetar, untung pemuda tadi tidak membunuhnya, jika dia membunuh nya dapat di pastikan jika kekaisaran tidak akan berani balas dendam.


"pengeram, tuan penasehat semua perajurit sudah di urus oleh penjaga, sebaiknya pangeran dan tuan penasehat beristirahat di tempatku dulu"


ucap tuan kota.


"baik tuan kota, trimakasi telah menghentikan pemuda tadi, jika tidak aku akan mati"


ucap pangeran ke tiga, dirinya sadar jika dia baru saja menyinggung orang yg salah, dan hal ini dapat menghancurkan kekasaran han, kosekuensi nya terlalu tinggi.


setelah berbicara sebentar, akhirnya mereka pergi ke tempat tuan kota.


sedangkan Ling Tian saat ini sedang membeli mainan untuk ke dua adik nya.


"ayo kalian pilihlah mainan yg kalian suka, di toko ini seharusnya sangat lengkap"


ucap Ling tian.


"yey...kakak memang baik, ayo Meimei cepat pilih mainan yg kita suka"


ucap miyi semangat.

__ADS_1


"nona tolong kumpulkan apa yg mereka suka, sekalian temani mereka apa bisa..?"


ucap Ling Tian ramah.


"tentu bisa tuan muda, ini sudah menjadi kewajiban kami"


ucap pelayan toko mainan itu sambil tersenyum tipis, sebelum meninggalkan Ling Tian untuk mengikuti ke dua gadis kecil itu.


"tuan muda, selanjutnya kita kemana..?"


ucap long wu.


"saudara wu, dulu aku pernah mendapatkan gulungan peta misterius, yg mengarah ke tempat misterius, tapi sudah banyak yg mencarinya pada akhirnya mereka tidak menemukan tempat itu, semua jalur tidak ada yg cocok dengan jalur yg ada di peta itu.


tapi aku yakin ini masihlah ada di alam rendah, itu semua karna aku melihat sebagian jalur kecil yg sama dengan peta alam rendah, walaupun sebagian besar jalurnya berubah dan tidak ada di lokasi, tapi yg aku yakini, tempat ini pasti berada di dimensi yg berbeda, sedangkan peta ini menunjukan jalan ke tempat gerbang dimensi berada, hal ini bisa menjelaskan kenapa jalur pada peta itu tidak sama dengan tempat yg ada di seluruh alam rendah"


ucap Ling Tian, ia ingat dengan peta yg ia menangkan di pelelangan.


"tuan muda, jika tuan muda menyimpulkan begitu maka kesimpulan tuan muda benar, bagai manapun di jaman kuno, banyak seorang master yg membuat domain nya sendiri di dimensi lain, kemungkinan dimensi itu adalah dimensi yg sudah di tinggalkan, atau pemilik dimensi itu sudah mati, pasti di sana ada warisan yg cukup berguna tuan muda, walaupun tidak bisa di bandingan dengan harta yg kita bawa, tapi masihlah berguna untuk orang lain, contoh nya ke dua nona kecil, pasti mereka akan membutuhkan nya nanti saat sudah berlatih kultivasi"


ucap long wi.


"maka dari itu saudari wi, aku ingin segera pergi ke tempat itu, tapi aku belum menemukan orang yg bisa merawat ke dua adikku itu di dunia jiwaku"


ucap Ling Tian.


"apa tuan muda akan memperkerjakan orang, tapi jika mereka akan tinggal di dunia jiwa maka akan sangat berbahaya bagi tuan muda"


ucap long wu.


"yah kita harap kita dapat menemukan orang dengan kriteria yg tuan muda inginkan"


ucap long ba.


"tuan muda, ini beberapa mainan yg di pilih oleh ke dua nona kecil"


ucap pelayan yg baru saja datang di ikuti oleh ke dua gadis kecil.


"baik nona, tolong di hitung saja berapa yg harus aku bayar"


ucap Ling Tian ramah.


"baik tuan muda, mohon di tunggu"


ucap.pelyan itu yg mulai menghitung.


"apa ada lagi yg kalian sukai, jika ada kalian ambil lah"


ucap Ling Tian sambil berlutut agar tingginya sejajar dengan ke dua gadis kecil itu.

__ADS_1


"semua nya 120 koin emas tuan muda"


ucap pelayan itu yg sudah selesai menghitung.


"baik, ini nona"


ucap Ling Tian sambil mengeluarkan kantong kecil berisi 130 koin emas.


pelayan itu langsung menerima dan menghitung nya.


"tuan muda kelebihan 10 koin emas"


ucap pelayan itu.


"sisanya untuk nona saja, kalau begitu kami pergi dulu"


ucap Ling Tian sambil menggandeng ke dua gadis kecil itu.


"trimakasi banyak tuan muda, semoga harimu menyenangkan"


ucap pelayan itu senang.


setelah Ling Tian keluar dari toko mainan itu, mereka melanjutkan jalan-jalan nya.


"tuan aku merasakan energi dan aura pagoda emas, ini adalah artefak semesta, artefak ini adalah artefak untuk berlatih, di alam atas atau alam dewa memiliki pagoda ini di setiap sekte, tapi pagoda yg mereka miliki adalah pagoda hasil tiruan dari pagoda emas ini, walaupun fungsinya sama untuk berlatih, tapi yg membedakan pagoda emas ini seperti alam semesta, jadi yg berlatih di dalam nya sama dengan berpetualang di alam semesta dan juga akan ada lawan yg lebih kuat dari mereka untuk teman berlatih"


suara pedang semesta terdengar di fikiran Ling Tian.


"apa kau tau arah di mana pagoda emas i i berada..?"


ucap Ling Tian dalam hati.


"ke arah timur, tidak jauh dari lokasi tuan, sekitar 200 meter"


ucap pedang semesta.


"kawan, ayo ikuti aku, aku memerlukan sesuatu"


ucap Ling Tian kepada ke tiga long bersaudara.


"kemana tuan muda"


ucap long ba.


"ayo ikuti saja"


ucap Ling Tian.


setelah berjalan sebentar, pedang semesta kembali bersuara.

__ADS_1


"gang di sebelah tuan, dari sini 100 meter tuan"


ucap pedang semesta.


__ADS_2