Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 93.masalah kecil dan rempah wangi.


__ADS_3

"tuan muda hebat, walaupun kami memiliki umur yg sudah ratusan tahun tapi kami masih tergolong pemuda di ras kami, dan kami termasuk generasi terbaik ras kami jadi kami mengemban tugas ini"


ucap long wi.


"aku tau itu saudara wi, yah walaupun ratusan tahun tapi untuk menembus ranah abadi awal cukup sulit, bagai manapun semakin tinggi ranah akan semakin sulit untuk naik, walaupun itu hanya ranah kecil sekalipun, membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun hanya untuk naik ranah kecil di tingkatan abadi, saudara wi termasuk jenius karna hanya ratusan tahun saja sudah sampai ke ranah ini"


ucap Ling Tian sambil tersenyum.


"tuan muda benar"


ucap long wi.


"baiklah ayo kita pergi, seperti nya sudah tidak ada barang berharga lagi, mungkin masih ada beberapa, tapi tingkatan mereka tidak memenuhi syarat untuk menjadi harta koleksiku"


ucap Ling Tian santai.


"tuan muda benar, masih ada beberapa hari tingkat raja dan saint, ini tidak masuk ke dalam hitungan tuan muda"


ucap long wi membenarkan, bagai manapun tuan muda nya adalah calon penguasa semesta dan harganya pasti lah tidak sedikit, senjata setingkat itu tidak berharga di matanya.


setelah itu mereka pergi dan kembali ke penginapan.


tapi di tengah jalan kejadian tak terduga terjadi.


"hei kalian hanyalah petani kecil dari desa pelosok, sudah untung aku mau membeli dagangan kalian dengan harga 2 koin perak per biji nya, tapi kalian meminta lebih, enyah lah, cari orang lain yg ingin membeli dagangan mu dengan harga yg lebih tinggi dari ku"


ucap seorang pria bertubuh kekar dengan lantang sampai-sampai menarik perhatian orang yg ada di sekitarnya.


"tuan biasanya harga satu jenis rempah-rempah wangi kami berharga 3 koin perak, dan kualitas rempah-rempah kami juga sangat baik, jika tuan membeli nya hanya dengan 2 koin perak kami akan rugi, sedangkan tuan menjualnya dengan harga 20 koin perak di pelanggan tuan yg para bangsawan itu.


walaupun i i masih harus di oleh, tapi biaya pengolahan paling hanya 2-3 koin perak, tuan sudah untung banyak"


ucap seorang pria paruh baya dan di sampingnya ada seorang wanita paruh baya.


Ling Tian yg mendengar keributan itu langsung menoleh ke arah kerumunan.


"hei ko, kau terlalu banyak mengambil untung dari nya, di pasaran memang harganya 3 koin perak dengan kualitas baik, sedangkan yg di bawa tuan ini sepertinya memiliki kualitas terbaik, ini bisa di hargai 4-5 koin perak per bijinya, rempah-rempah ini seharusnya akan menjadi primadona bagi bangsawan, tapi kau malah menurunkan harganya.


tuan, nyonya, jual saja ke pedaganga rempah dan ramuan wangi lain, mereka akan menghargai lebih tinggi"


ucap salah satu pedagang kedai teh.


"hei kau tua Bangka, apa yg kau mengerti tentang rempah-rempah wangi, kau itu hanya pemilik kedai teh jadi urus sendiri urusanmu"


ucap pria paruh baya penjual ramuan wangi dan rempah wangi.


"lebih baik kami menjual nya ke tempat lain"


ucap pria paruh baya yg terlihat sebagai petani dari desa.


saat pria paruh baya dan wanita paruh baya itu ingin pergi membawa gerobak kecil berisi rempah wangi, Lin Tian langsung memanggilnya.


"nyonya, tuan tunggu sebentar"

__ADS_1


ucap Ling Tian.


ke dua orang itu yg mendengar triakan Ling Tian langsung menoleh.


"apa tuan muda memanggil kami..?"


ucap pria paruh baya itu dengan ramah.


"benar tuan, bisa kah saya melihat rempah kalian..?"


ucap Ling Tian.


"tentu saja boleh tuan muda, silakan di lihat"


ucap peria paruh baya itu membuka tutup gerobak kecil nya.


"cih jangan percaya anak muda, rempahnya hanyalah rempah kelas rendah"


ucap pria paruh baya penjual ramuan wangi.


"apa yg kau tau pak tua, kau terlalu serakah, jadi jangan berbicara dengan ku soal.kualitas rempah ataupun herbal"


ucap Ling Tian sinis.


"hei apa kau tidak di ajari sopan santun oleh orang tuamu..!"


ucap pria paruh baya itu dengan nada marah.


Ling Tian yg mendengar itu menjadi kesal.


ia berjalan ke arah pria paruh baya itu.


pria paruh baya yg melihat long ba berjalan ke arahnya dengan tatapan tajam langsung berteriak.


"hei apa yg ingin kau lakukan, jangan membuat keributan di kota jika tidak para penjaga kota akan menangkapmu..!"


ucap pria paruh baya itu.


"kau sudah menghina tuan muda ku, kau hanya pedagang kecil berani sekali, tuan muda ku adalah orang yg baik tapi jika kau berani menghinanya apa lagi orang tua nya, kau tidak pantas hidup"


ucap long ba, tanpa pikir panjang ia langsung menampar pria paruh baya itu.


plakk..


....


..


bam....


aarrgggghhhkkm...


suara tamparan dan jeritan dapat terdengar nyaring.

__ADS_1


pria paruh baya itu langsung meludahkan darah dari mulutnya, giginya rontok dan dia di terbangkan hingga menabrak dagangan nya sendiri.


long ba tidak berhenti, ia dengan santai nya menghampiri pria paruh baya itu.


"bajingan, klan co tidak akan melepaskanmu, keparat...!"


ucap pria paruh baya itu sambil berusaha berdiri dengan marah.


"heh klan co yg Patriak nya menjadi cacat itu, apa kau ingin seperti nya, aku akan mengabulkan nya"


ucap.long ba dengan seringai kejam.


ia langsung menginjak kaki pria paruh baya itu.


kerrraaakkk....


aaarrkkkhhhccgg...


kakiku...!"


triakan pria paruh baya itu nyaring, kaki kanannya hancur.


semua orang yg melihat itu langsung menelan ludah nya.


"cuihh hanya keroco sudah berani menghina tuan muda ku"


ucap long ba sombong.


sedangkan Ling Tian yg minat itu hanya acuh saja.


"tuan, mari kita lanjutkan, maaf karna saudaraku membuat ribut, tapi sebenarnya dia sangat baik hanya saja dia tidak Suka dengan rang yg memiliki sifat serakah seperti keroco itu"


ucap Ling Tian.


"ah..tentu tuan muda, mari silahkan di lihat dulu dagangan kami, ini adalah rempah-rempah yg kami tanam langsung di dalam hutan, jadi habitatnya sama dengan rempah liar, tentu kualitas nya sangat baik"


ucap pria paruh baya itu sambil tersenyum.


Lin tian hanya tersenyum dan ia langsung menuju ke gerobak kecil yg berisi rempah wangi.


"ini memang berkualitas sangat baik, tak berlebihan jika rempah ini menjadi rempah tingkat atas"


ucap Ling Tian.


"tuan muda memang sangat hebat bisa mengenali rempah ini dengan sangat baik"


ucap pria paruh itu.


"paman aku akan membeli semuanya, hitung saja aku akan membelinya sebesar 70 koin perak perbijinya"


ucap Ling Tian santai.


pria paruh baya dan wanita paruh baya itu langsung terkejut.

__ADS_1


"tuan muda bukan nya itu akan merugikan tuan muda, di pasaran satu botol ramuan wangi hanya di hargai 20 koin perak dengan kualitas baik sedangkan tuan muda ingin membayar satu biji rempah dengan harga 70 koin perak"


ucap pria paruh baya itu.


__ADS_2