Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 30.keributan kecil di kota teratai putih.


__ADS_3

"hah sudah 3 hari aku tidak merasakan segarnya air, kamar ini cukup mewah tak heran kamar ini adalah kamar VVIP"


ucap Ling Tian.


"aku akan istirahat dulu untuk hari ini, besok aku akan jalan-jalan sekaligus mendaftar turnamen dan mencari informasi terbaru di kota ini, siapa tau ada hal yg menarik lagi, seharusnya di kota sebesar kota bulu emas ini juga ada serikat perdagangan phonix emas, biasanya mereka akan melakukan lelang mingguan, kuharap aku bisa mengikuti lelang itu siapa tau ada barang yg menarik, dan entah mengapa aku selalu senang saat mengikuti lelang"


ucap Ling Tian, lalu ia mulai tidur.


waktu terus berlalu, matahari mulai memunculkan sinarnya, Ling Tian bangun lebih wala dan membersihkan dirinya.


"baiklah lebih baik aku sarapan dulu sebelum jalan-jalan menikmati indahnya kota teratai putih ini"


ucap Ling Tian sambil keluar dari kamar dan menuju lantai 1 untuk sarapan.


"selamat pagi tuan muda, apa tuan muda ingin memesan sarapan..?"


ucap pelayan yg melihat Ling Tian turun dari tangga.


"benar nona, aku ingin pesan menu terbaik untuk pagi hari ini"


ucap Ling Tian.


"baik tuan muda, kebetulan menu terbaik untuk pagi hari dari penginapan kami adalah bubur kacang di tabur rempah sepiritual yg sangat baik untuk menjaga setamina tubuh tuan muda"


ucap pelayan itu ramah.


"kebetulan nona, menu itu sangat cocok di santap saat sarapan, jadi aku pesan itu saja dan untuk meinumya cuku 1 teko kecil teh hangat terbaik"


ucap Ling Tian.


"baik tuan muda, mohon di tunggu di meja yg membuat tuan nyaman, saya akan menyiapkan pesanan tuan muda"


ucap pelayan itu.


"baik nona"


ucap Ling Tian.


"ku harap ada informasi terbaru yg menarik untuk pagi hari ini, aku perlu pergi ke serikat perdagangan biasanya di sana ada informasi yg menarik"


ucap Ling Tian.


waktu terus berlalu, Ling Tian saat ini sudah mulai berjalan-jalan menikmati suasana kota, ia ingin menuju ke alun-alun kota karna pendaftaran turnamen ada di alun-alun kota, sebelumnya Ling Tian sudah bertanya kepada pelayan penginapan setelah dirinya selesai makan.


"kota ini mulai ramai, banyak kelompok kultivator muda yg juga berjalan-jalan sepertiku"


ucap Ling Tian dalam hati.


saat Ling tain sedang berjalan santai di antara kerumunan ia tak sengaja di senggol oleh seorang pemuda yg bersama dengan 2 temannya.


"hei bocah jika berjalan pakai matamu, kau menabrakku dan membuat suana hatiku yg sebelumnya baik menjadi tidak baik, jadi sekarang kemarilah dan bersujud di kakiku"


ucap pemuda itu dengan nada sombong kepada Ling Tian, orang-orang pejalan kaki di sana langsung menoleh.


"huh kau sendiri yg menabrakku, seharusnya kau yg meminta maaf dan bersujud kepadaku tapi kenapa malah sebaliknya"


ucap Ling Tian datar.


"hahahahahahaha apa kau bilang, kalian dengar itu dia menyuruhku untuk minta maaf dan bersujud kepadanya hahahahha, hei bocah kau itu hanya manusia biasa atau bisa di bilang sampah, kau berani menyinggungku yg seorang kultivator, apa kau tidak takut mati dan lagi di dunia ini orang kuatlah yg berkuasa"


ucap pemuda itu dengan senyum sinis.


"hahahaha benar kata tuan muda kami, kau itu hanya rakyat jelata jadi sebaiknya turuti kemauan tuan muda kami sebelum kau menyesal"


ucap salah satu teman pemuda itu.


"heeeh aku tidak perduli, aku tidak ingin bermain dengan kalian, jadi aku akan pergi saja"


ucap Ling Tian yg sedang malas membuat masalah.


"hei apa aku menyuruhmu pergi bocah, sebelum pergi kau harus berlutut dulu dan panggil aku kakek hahahahah"


ucap pemuda itu dengan sombong.

__ADS_1


"dasar tidak tau luasnya dunia"


ucap Ling Tian sambil berjalan pergi.


"apa kau bilang bocah, kalian seret dia ke hadapanku"


ucap pumuda itu dengan geram sambil memerintahkan ke 2 pengikutnya untuk menyeret Ling Tian.


"baik tuan muda"


ucap mereka serempak.


"hei lebih baik kau diam di sana bocah dan biarkan kami berdua menyeretmu ke sini dengan begitu kau tidak akan babak belur karna kami hajar hahahahhahah"


ucap salah satu pemuda itu.


"kenapa di setiap kota pasti ada saja cecunguk seperti mereka, sungguh sial sekali nasibku"


ucap Ling Tian pelan tapi masih dapat di dengar oleh semua orang.


"bajian kalian jagan biarkan dia baik-baik saja pukuli dia langsung, dia tidak tau siapa yg ia singgung, aku tuan muda fei Lang tidak akan melepaskan orang yg menghinanya dengan mudah"


ucap pemuda itu yg ternyata adalah tuan muda dari klan Fei salah satu 3 klan terbesar di kota teratai emas.


"kau dengar itu, jadi jagan salahkan kami jika kasar"


ucap pengikut Fei Lang sambil berlari ke arah Ling Tian berniat memukul.


"huh dasar keroco tak berguna"


ucap Ling Tian.


wuuusss...


terima pukulanku ini sampah, hiiyyaaa.....


long Tian yg melihat itu hanya menggeser tubuhnya ke kanan sedikit dan tinju itu tidak mengenai Ling Tian, dengan gerakan yg cepat Ling Tian langsung menendang perut pemuda yg memukulnya itu.


ucap Ling Tian datar sambil menendang.


"buukkk....


uhukkk..


couuoiggg...


pemuda itu langsung terpental 8 meter dan memuntahkan seteguk darah.


semua orang langsung linglung, mereka jelas melihat Ling Tian hanya orang biasa tanpa kultivasi dan pemuda yg ia tendang setidaknya sudah berada di ranah senior beladiri dengan usia 17 tahun, tapi ia tidak bisa menerima satu tendangan dari Ling Tian.


"dasar sampah, beraninya kau menendang saudaraku....!" kubunuh kau.!"


hiiyyyyaaa...


pemuda itu langsung mengeluarkan pedangnya untuk menyerang Ling Tian ia mengincar leher Ling Tian, gerakannya cukup cepat untuk ukuran ranah senior.


wwuusss...


ssstrrringgss...


suara pedang di ayunkan.


" kau juga anjing"


ucap Ling Tian yg langsung menahan pedang yg menyerang ke arah lehernya menggunakan 2 jari saja.


"aa.apa..bagaimana mungkin, kau bisa menangkap pedangku hanya menggunakan 2 jari saja"


ucap pemuda itu tidak percaya.


"huh sudah ku bilang kau itu hanya anjing"


ucap Ling Tian langsung mengeraskan jari telunjuknya.

__ADS_1


"kerraakk..prrangg..


pedang itu langsung hancur menjadi serpihan kecil.


semua orang langsung terkejut.


"ap..apa yg kau lakukan, bagaimana mungkin pedangku adalah pedang sepiritual tingkat 3 bagaimana kau bisa menghancurkannya..?"


ucap pemuda itu tak percaya dengan adengan di depan matanya itu.


"sudah ku bilang kau tidak tau luasnya dunia"


ucap Ling tiang yg langsung menendang pemuda itu.


buuukkk..


uuhhukk..cuuoogg..


uhukk..


pemuda itu langsung terpental dan memuntahakan 2 teguk darah dari mulutnya.


"bajingan aku terlalu meremehkanmu, lalu apa kalau kau berhasil mengalahkan pemgikutku, mereka hanya berada di ranah senior beladiri tahap menengah sedangkan aku senior tahap puncak, aku akan membunuhmu"


ucap Fei Lang dengan nada lantang yg langsung mengeluarkan pedangnya.


"heh cukup menarik pedang sepiritual tingkat 5, yah wajar lah kau kan tuan muda klan besar di kota ini walaupun tak sebesar ibu kota, baiklah majulah aku tidak akan bergerak dari tempatku"


ucap Ling Tian memprovokasi.


"hyaa...jurus tebasan bulan api..!"


teriak Fei Lang mengeluarkan jurusnya.


tiba-tiba muncul tepasan berbentuk melengkung dan di selimuti api yg cukup besar.


semua orang langsung menjauh.


"itu adalah salah satu jurus andalan milik klan Fei, tuan muda fei sudah menguasainya"


ucap salah satu orang yg menonton.


kerumunan itu langsung ricuh karna itu.


Fei Lang yg mendengar itu langsung tersenyum sinis dan bangga.


"rasakan itu sampah"


ucap Fei Lang.


"jurus mainan ini saja kau bangga, sungguh katak dalam sumur"


ucap Ling Tian.


kemudian Ling Tian langsung meniup tebasan itu.


"wwuuuhhh...


angin kecang langsung muncul dan membentuk bola angin dan melesat ke arah tebasan itu.


"boommm...


wuusss...


debu berterbangan, semua orang dapat melihat jika tebasan api milik fei lang langsung hancur hanya dengan tiupan Ling Tian.


semua orang langsung terdiam membisu.


hening, sunyi itulah yg terjadi sekarang.


"ba....bagaiman bisa kau menghancurkan jurusku dengan menggunakan tiupan mu saja, siapa kau sebenarnya..?"


ucap Fei Lang dengan tubuh gemetar.

__ADS_1


__ADS_2