Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 6.sedikit masalah.


__ADS_3

setalah terbang sebentar akhirnya Ling Tian sampai di pinggiran hutan, sampainya di pinggir hutan ia memutuskan turun dan melanjutkan dengan berjalan kaki ke arah gubuk yg selama ini menjadi tempat tinggalnya dengan kakeknya.


tak lama Ling Tian sampai di depan gubuk yg sudah tak layak huni.


"sudah 6 bulan aku meninggalkan tempat ini, sudah waktunya aku pergi dari sini dan melakukan petualanganku, tapi sebelum itu aku akan pergi ke mahkam kakek dulu"


ucap Ling Tian sambil berjalan ke belakang gubuknya.


sesampainya di belakang gubuk ia menuju ke arah gundukan batu yg tak lain adalah mahkam kakeknya.


"kakek maaf aku baru bisa berkunjung, selama ini berlatih dan sekarang aku sudah menjadi kultivator dan siap untuk melakukan petualanganku, aku mohon restu darimu kakek"


ucap Ling Tian sambil bersujud sebanyak 3 kali di mahkam kakeknya.


setelah berpamitan dan meminta restu, Ling Tian membuat Aray untuk melindungi mahkam kakeknya, setelah itu ia mulai melanjutkan perjalanan ke kota bulu emas.


setelah berjalan cukup lama akhirnya ia sampai di depan pintu gerbang kota bulu emas, saat ini di depan kota bulu emas sedang ada antrian masuk cukup panjang.


setelah menunggu giliran cukup lama akhirnya giliran ia yg di priksa.


"identitasmu anak muda"


ucap penjaga gerbang dengan sinis.


Ling Tian langsung menunjukan token klan xiao miliknya, karena hanya itu yg ia miliki, dulu ia tak perlu menggunakan token untuk masuk kota tapi karna dirinya saat ini sudah berubah dan para penjaga sudah tak mengenalinya lagi jadi ia di mintai token tanda pengenal.


penjaga yg melihat token milik Ling Tian menjadi heran, setaunya tidak ada klan xiao di benua timur ini.


*penjelasan tentang dunia tempat tinggal Ling Tian*


tempat tinggal Ling Tian berada di alam rendah.


di alam rendah sendiri memiliki 4 kekaisaran kekaisaran itu antara lain


kekaisaran han benua timur.


kekaisaran dong benua barat.


kekaisaran Wei benua selatan.


kekaisaran Hong benua tengah.


"baiklah kau boleh masuk dengan 1 koin emas"


ucap penjaga itu sambil menyerahkan token atau lencana tanda pengenal Ling Tian.


Ling Tian yg mendengar itu tentu saja tau kalau penjaga di hadapannya ini mencoba memerasnya, biasanya hanya 1 koin perak untuk orang luar.


tapi karna ia tak ingin membuat masalah dan ingin segera membeli pakaian jadi ia turuti saja kemauan penjaga itu.


"Hem ini, ambillah"

__ADS_1


ucap Ling Tian sambil melemparkan 1 koin emas.


"oh ya ini hanya untuk bayaran masuk saja, untuk keamanan 2 koin emas"


ucap penjaga itu dengan sinis dan licik.


"kurasa kau perlu mengerti batasanmu"


ucap Ling Tian dingin.


"heh kenapa, ini memang aturan dari kota ini"


ucap penjaga itu dengan nada sinis.


semua orang yg mendengar itu menjadi iba kepada Ling Tian, dari pakaian yg di kenakannya mereka tau pasti uang sebesar itu sangatlah berharga, tapi di sini ia malah di palak oleh para penjaga.


"lebih baik kau mengetahui batasanmu, aku sudah tau biaya masuk ke kota ini hanyalah 3 koin perak dan gratis untuk penduduk kota atau penduduk sekitar yg berada di luar kota bulu emas"


ucap Ling Tian dingin.


"hei bocah, ini adalah peraturan baru, aku hanya menjalankannya, terserah kau mau percaya atau tidak bukan urusanku, jika kau tidak bisa membayar lebih baik kau pergi dari sisi, antrian masih panjang"


ucap penjaga itu dengan nada tinggi dan sinis.


Ling Tian yg sudah cukup bersabar akhirnya memutuskan untuk memberi pelajaran kepada penjaga itu.


"huh dasar sampah"


penjaga itu tiba-tiba mematung, keringat dingin bercucuran, tubuhnya gemetaran, ia melihat mata yg sangat besar dan tajam menatap dirinya, tubuhnya terasa tersiksa seperti di tusuk-tusuk pedang.


arrrrrrkkkgggggggg....


aaarrgghhcccccc.....


teriak penjaga itu kesakitan dan tergeletak ke tanah.


semua orang kaget dengan kejadian itu.


"apa yg terjadi dengan penjaga itu...?"


ucap salah satu orang yg berada di kerumunan dengan nada heran.


"sepertinya penjaga itu kesakitan"


ucap kerumunan lain.


keadaanpun menjadi ricuh karna kejadian ini.


di belakang barisan ada kereta kuda mewah, di dalamnya ada seorang peria tua dan wanita muda berumur 25 an.


"penjaga itu sepertinya mendapat serangan, tapi serangan macam apa yg menyerang penjaga itu...?"

__ADS_1


ucap pelan wanita itu dengan heran.


"Hem penjaga itu mendapat serangan jiwa dari anak muda yg sedang di peras itu, pemuda itu bukan pemuda sederhana"


ucap orang tua di sampingnya.


"kakek aku tidak bisa melihat ranah dari pemuda itu"


ucap wanita itu.


"dia menyembunyikan ranah serta auranya dengan sangat baik, hingga terlihat seperti orang biasa tanpa kultivasi, kekuatan jiwanya sungguh kuat"


ucap lorong tua di sebelahnya.


orang tua dan wanita itu adalah petinggi serikat perdagangan phonix emas cabang kota bulu emas.


"sungguh pemuda yg sangat jenius, di lihat dari pakaiannya ia sepertinya baru turun gunung kakek"


ucap wanita itu yg bernama Huo meyi.


"kau benar, pakaian yg ia kenakan sudah tidak layak, mungkin ia memasuki kota ini ingin mencari pakaian baru dan penginapan, di lihat dari saat ia mengeluarkan uang tadi, sepertinya ia tidak lah kekurangan uang"


ucap pria tua yg bernama Huo Tian.


Huo meyi yg mendengar ucapan kakeknya hanya menganggukkan kepalanya membenarkan, ia sudah berhubungan bisnis dengan banyak orang jadi ia tau mana yg memiliki uang atau tidak.


kembali ke Ling Tian.


"hei apa yg kau lakukan ke pada teman kami bocah"


teriak teman dari penjaga itu.


"apa kau buta, aku tidak menyentuh temanmu, bahkan aku tidak bergerak dari tempatku berdiri, bagaimana kau bisa menyalahkan ku"


ucap Ling Tian dengan menatap tajam ke arah penjaga itu.


penjaga itu yg melihat tatapan long Shanenjadi gemetar.


"sebenarnya apa yg terjadi, tatapan pemuda ini sungguh mengerikan, padahal ia tak memiliki basis kultivasi"


bangun penjaga itu.


"sekarang minggirlah, sadarilah posisi kalian, aku ingin masuk jika kalian masih membuat masalah lagi, akan aku tunjukan kematian yg sesungguhnya"


ucap ling Tian sambilengeluarkan sedikit aura membunuh kepada penjaga itu, walaupun sedikit tapi nyatanya itu sudah mampu menekan penjaga itu.


sang penjaga yg menerima tekanan aura kematian dari Ling Tian, langsung mematung di tempat, keringat dingin bercucuran dari tubuhnya, ia langsung jatuh berlutut dengan syok.


Ling Tian tidak memperdulikannya, ia langsung masuk tanpa halangan, beruntung ia tidak membunuh para penjaga itu.


setelah Ling Tian masuk, tempat itu menjadi gempar, banyak pembicaraan dari kerumunan orang yg sedang mengantri.

__ADS_1


di sisi huo meyi sendiri, ia langsung menyuruh kusir kudanya untuk menerobos antrian, dengan setatusnya ia dengan mudah menerobos antrian itu.


__ADS_2