
waktu terus berlalu, saat ini sudah waktunya Ling Tian untuk melakukan petualangnnya.
"hah sekarang tujuanku adalah kota teratai putih, dari sini aku perlu waktu 3 hari untuk sampai di sana"
batin Ling Tian yg sudah keluar dari kota bulu emas.
"Hem...ada yg mengikutinya, dari auranya mereka hanya berada di ranah jendral bela diri, 10 orang di ranah jendral beladiri dan satu di ranah raja bela diri tahap awal, cukup kuat, tapi masih lemah untukku"
ucap Ling Tian yg merasakan di ikuti oleh 11 orang, dan dia yakin dari aura yg mereka pancarkan tidak ada niat baiknya.
setelah berjalan cukup jauh dari kota bulu emas akhirnya ke 11 orang itu langsung muncul di depan Ling Tian.
"berhenti bocah..!"
ucap pemimpin kelompok itu.
"kalian siapa, dari tadi kalian terus mengikutiku....?"
ucap Ling Tian dengan nada datarnya.
"hahhahaha kau tidak perlu tau kami ini siapa bocah, karna sebentar lagi kau akan mati hahahahhaha"
ucap pemimpi kelompok itu lalu tertawa dengan semua anak buahnya.
"oh...sepertinya kalian suruhan salah satu tuan muda di kota bulu emas ya..?"
ucap Ling Tian sambil tersenyum tipis.
"oh tebakannmu cukup benar bocah, baiklah karna kau sebentar lagi akan menjadi mayat maka aku akan memberi tahumu siapa kami ini.
kami adalah pasukan bayangan klan wu kami bisa juga di bilang sebagai pasukan elit klan wi, kekuatanku sudah setara dengan tetua tingkat tinggi klan wu, dan beberapa hari yg lalu kau telah menyinggung tuan muda kami, jadi kau harus mati"
ucap pemimpin kelompok itu sambil menyeringai
"heh..kau hanya berada di ranah raja beladiri tahap awal, dan lagi umurmu sudah tua, dengan umurmu itu kau masih berada di ranah raja beladiri tahap awal, itu sungguh memalukan, kau setara dengan murid elit suatu sekte besar sungguh memalukan"
ucap Ling Tian.
pemimpin kelompok itu langsung tertegun, bagaimana bocah yg ada di depannya ini bisa tau tentang ranah kultivasinya, padahal bocah ini seperti orang biasa tanpa aura kultivasi, dia berfikir kalau yg menghajar tuan mudanya adalah pengawal bocah ini, tapi selama penyelidikan beberapa hari yg lalu mereka yakin kalau pemuda di depannya ini tidak memiliki pengawal.
"kenapa kau bisa tau tentang ranah kultivasiku, jangan-jangan kau menyembunyikan ranah kultivasimu"
ucap pemimpin kelompok itu dengan nada yg cukup kaget.
"dasar sampah, jangan melihat orang dari tampilannya saja pak tua, dengan umurmu yg sudah tua tapi kau masih bodoh"
ucap Ling Tian.
"sialan kalian hajar dia, dengan jumlah kita aku yakin dia tidak akan mampu bertahan..!"
ucap ketua kelompok itu.
"baik komandan..!"
ucap mereka serempak.
"hhyyhaaaa......!
__ADS_1
mereka semua maju menyerang Ling Tian dengan barbagai senjata.
salah satu orang itu sudah sampai de samping Ling Tian, ia menebaskan pedangnya ke arah leher Ling Tian.
"dasar sampah"
ucap Ling Tian yg langsung menangkis pedang itu menggunakan jarinya.
traaaang...
pedang itu seperti membentur besi baja.
ccrraaaakkk..
suara pedang patah terdengar nyaring.
"bagaimana mungkin, pedangku adalah pedang kelas 4 , kenapa begitu rapuh.."
ucap orang yg menyerang Ling Tian itu sambil melompat mundur.
semua orang langsung berhenti menyerang Ling Tian.
"sialan sepertinya kami telah meremehkanmu bocah..!"
ucap pemimpin kelompok itu.
"hah kalian memakan waktuku terlalu lama, biar aku tunjukan kepada kalian apa itu kekuatan yg sebenarnya"
ucap Ling Tian dengan nada datar ya.
"si..sial ranah kaisar bela diri, bagaimana bocah yg sangat muda sepertinya memiliki ranah setinggi ini, ini sama dengan ranah yg di miliki leluhur bahkan lebih kuat"
ucap pemimpin kelompok itu dengan keringat dingin bercucuran.
"kenapa kalian semua berlutut seperti itu, apa kalian sudah lelah..?"
ucap Ling Tian dengan nada polosnya.
"apanya yg lelah, kau sungguh monster"
batin salah satu orang di kelompok itu.
"hah baiklah kalian sebaiknya mati saja, aku sangat benci kepada orang yg ingin membunuhku"
ucap Ling Tian, ia langsung menghilang dari tempatnya dan muncul di depan salah satu orang yg ada di kelompok itu.
"kau mati saja"
ucap Ling Tian dingin.
ssllaassshh..
Sura tebasan pedang terdengar.
kepala orang itu langsung terpenggal tanpa sempat bisa berteriak.
sedangan teman-temannya yg melihat itu langsung bergetar hebat.
__ADS_1
Ling Tian terus bergerak memenggal kepala kelompok itu satu persatu.
slaaahh...
Selas....
....
"sekarang tinggal kau yg tersisa pak tua"
ucap Ling Tian yg muncul di depan pemimpin kelompok itu.
pemimpin kelompok itu sudah pasrah akan hidupnya, semua anak buahnya tewas kurang dari satu menit dan dia juga tidak dapat menggerakkan tubuhnya.
"tuu..tuan muda tolong ampuni saya, saya berjanji tidak akan menyinggung tuan muda lagi"
ucap pemimpin kelompok itu dengan tubuh bergetar.
"apa jika aku tadi memohon kepadamu untuk mengampuni nyawaku, kau akan mengampuninya pak tua..?"
tentu saja tidak bukan, jadi saat kau hidup lagi di kehidupan ke 2 mu ku harap kau akan menjadi lebih baik lagi"
ucap Ling Tian, lalu menebaskan pedangnya untuk memenggal kepala pemimpin kelompok itu.
slllasss...
"huh dasar sampah"
ucap Ling Tian.
ia langsung mengambil cicin ruang mereka.
"sungguh sayang kan jika harta yg ada di depan mata kita bunang begitu saja, walaupun isinya tidak seberapa"
ucap Ling Tian setelah mengambil cicin ruang kelompok itu.
setelah itu, ia melanjutkan perjalananya.
waktu terus berlalu, tak terasa sudah 1 hari Ling Tian berjalan, ia memutuskan beristirahat di pinggir jalan, di pinggir jalan ini cukup ramai orang lewat karna jalan ini adalah jalan utama yg menghubungkan antar kota dan jalur perdagangan antar kota.
"sebaiknya aku membakar daging di sini, sekalian menikmati perjalanan, tidak perlu terburu-buru kan"
ucap Ling Tian yg mulai membuat api.
setelah api jadi, ia mulai memanggang daging yg sudah ia beli saat di kota bulu emas.
"sungguh nikmat, jarang-jarang aku memakan daging seperti ini, aku sungguh puas kaki ini heheheh"
ucap Ling Tian sambil tertawa dan menikmati daging yg sudah ia bakar.
waktu terus berlalu, saat tengah malam Ling Tian juga belum kunjung bisa tidur.
ia berada di ranting pohon besar, ia memutuskan beristirahat di atas pohon untuk berjaga-jaga bila nanti ada hewan buas atau orang yg berniat ingin buruk, walaupun ia sekarang berada di pinggir jalan utama, yg relatif aman tapi lebih baik warpada daripada celaka.
"ku harap kota teratai putih akan ada yg menarik"
ucap Ling Tian.
__ADS_1