Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 53. menendang semua lawan.


__ADS_3

sedangkan ke 14 peserta itu terdiam di tempat setelah mendengar ucapan Ling Tian, mereka merasa bodoh dan saling lirik.


"hei kenapa kalian diam, apa perlu aku menendang kalian semua keluar arena...?"


ucap Ling Tian.


"sialan kau meremehkan kami, walaupun kau kuat bagamanapu kau hanya di ranah murid beladiri tahap puncak, sedangkan kami sudah mencapai ranah senior beladiri dan lagi jumlah kami lebih banyak, aku yakin energimu akan terkuras banyak untuk bergerak secepat itu, jadi kalian ayo kita bersatu dan tendang ia keluar dari arena setelah itu kita akan menentukan 10 orang yg akan lanjut..?"


ucap salah satu perserta.


"benar sekali apa yg di ucapkannya, ayo kita urus dulu bocah itu, energinya tidak akan lebih banyak dengan kita"


sahut peserta lain.


semua peserta selain Ling Tian langsung mengangguk, mereka langsung bergerak ke arah Ling Tian dengan cukup cepat.


"heh..kalian ini"


ucap long Tian.


salah satu peserta sudah sampai di samping Ling Tian yg sedang duduk dan langsung mengayunkan tombaknya.


wuuss...


"mati kau bocah..


tombak itu melesat cukup cepat ke arah pundak Ling Tian.


Ling Tian tidak menghindar, ia mengangkat tangannya dan langsung menahan tombah itu lalu mencengkramnya.


"bom..


suara benturan tombak dan tlapak tangan terdengar.


"apa..bagaimana mungkin kau bisa menahan tombaku...?"


ucap peserta itu.


"dasar bodoh jangan gegabah"


ucap salah satu peserta yg langsung mengayunkan rantainya untuk mengikat tubuh Ling Tian.


wusss..


suara rantai menembus udara terdengan cukup keras.


rantai itu mengarah ke leher Ling Tian.


"heh dasar mainan anak kecil, melemparkan rantai saja tidak bisa"


ucap Ling Tian, ia menarik tombak yg ia tangkap dan secara langsung mata tombak itu tertarik ke belakang Ling Tian dan pas sekali menusuk tepat di lubang rantai.


karna rantai itu di tabrak oleh ujung tombak, serangan rantai itu langsung terpental berbeda arah..


kllanngg...kkraaakkk..


suara benturan rantai dan mata tombak terdengar, kejadian itu terjadi cukup cepat.


"apa..bagaimana mungkin, kau mampu menepis rantaiku...


Ling Tian yg mendengar itu hanya acuh, dan dia masih duduk di tempatnya.


"jurus pedang, angin pembelah batu...!"


triak salah satu peserta lain sambil mengeksekusi jurus pedangnya.


tiba-tiba muncul siluet pedang melengkung melesat ke arah Ling Tian..


wusss...


siluet pedang melengkung itu bergerak cukup cepat hanya beberapa detik saja sudah sampai di depan Ling Tian.


sedangkan orang yg menyerang Ling Tian dengan tombaknya langsung menghindar.


"bajingan apa kau ingin membelahku ha..!"


teriaknya kesal.


Ling Tian yg melihat itu, hanya melambaikan tangannya lalu muncul penghalang dari qi.


"bom..


suara benturan penghalang yg di buat ling Tian dan siluet pedang itu terdengar nyaring.


"wah serangan itu sangat kuat, apa pemuda itu bisa selamat..?"


ucap salah satu penonton.


"itu adalah jurus tingkat 3, hebat sekali pemuda itu bisa menguasainya, pasti dia salah satu anggota klan besar"


ucap salah satu penonton lagi.


mereka tidak bisa melihat Ling Tian karna asab debu masih mengepul di udara menutup pandangan mereka.


sedangkan ke 14 peserta itu langsung menjauh dan mengamati Ling Tian.


"rasakan itu, itu adalah jurus pembelah batu dari klanku, jurus tingkat tiga bahkan bisa membelah batu besar dengan rapi, senjata tingkat dua bahkan akan rusak karna menahannya"


ucap peserta yg melancarkan jurus itu dengan sombong dan bangga.


"jangan senang dulu, tetap awasi bocah itu"


ucap salah satu peserta yg masih warpada penuh.

__ADS_1


arena satu langsung hening.


setelah debu menghilang, terlihat jelas Ling Tian yg masih duduk di tempatnya tanpa bergeser se inci pun, di lantai sekitarnya terdapat bekas belahkan pedang cukup dalam sekitar 20 cm.


"a...apa..bagaimana mungkin ia bertahan dari jurusku, itu adalah jurus andalanku bahkan aku hanya bisa menggunakan sebanyak 2 kali dengan energiku sekarang"


ucap peserta itu.


para penonton yg melihat itu langsung bersorak.


"lihat pemuda itu tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya, padahal dia menerima serangan sekuat itu"


ucap salah satu penonton.


"kiyyyaaa.....tuan muda kau keren sekali"


ucap para gadis yg menonton.


"apa benar maka itu masih di ranah murid beladiri..?"


ucap utusan sekte pedang langit.


"mau di lihat darimanapun ia hanya murid beladiri, dan lagi ia masih berusia 15 tahun, itu ranah setandar pemuda seusianya"


ucap rekannya.


"heh apa hanya ini serangan kalian...?"


ucap Ling Tian malas.


"sialan terima ini, pukulan penghancur Bomi..!"


ucap salah satu peserta yg melesat cukup cepat dan memukul ke arah kepala Ling Tian.


"Hem.."


Ling Tian hanya melirih serangan pemuda itu, ia melambaikan tangannya dan angin cukup kencang langsung menabrak pemuda itu.


alhasil pemuda itu terpental ke belakang, walaupun ia tidak jatuh tapi ia cukup terkejut, karna serangannya di hentikan semudah itu.


"sialan dia terlalu kuat, apa benar ranahnya hanya murid bela diri"


ucap nya sambil mengeratkan giginya.


"sudah i bermain-mainnya, aku sudah bosan"


ucap Ling Tian yg langsung menghilang dari tempatnya.


hanya kurang dari satu detik ia sudah muncul di depan pemuda yg ingin memukulnya.


"akan aku tunjukan kepadamu pukulan yg benar"


bisik Ling Tian terdengar di telinga pemuda itu.


"sejak kapan dia ada di sampingku"


ucapnya sambil menelan ludah.


baru saja ia selesai membatin, Ling Tian sudah sampai di sampingnya lagi dan satu pukulan mentah langsung mendarat di pipinya.


buukk...


wusssa...


aaarrhhkkk..


pemuda itu langsung terlempar dengan kecepatan mencengangkan, dan berhenti saat keluar dari arena dan menabrak dinding pembatas.


bomm....


dinding itu seketika retak.


suasana kembali sunyi..


"itu di namakan jurus pukulan perontok gigi, semoga gigimu bisa tumbuh lagi"


ucap Ling Tian dengan santai.


sedangkan pemuda yg masih menempel di dinding itu langsung meludahkan darah di sertai beberapa giginy patah.


"uhuk..


hhukkm..


sialan..


ucapnya sebelum pingsan.


melihat itu ke 13 peserta yg tersisa langsung merinding.


"sekarang giliran kalian"


ucap Ling Tian sambil melirik ke arah salah satu peserta.


peserta itu langsung bergetar hebat.


Ling Tian langsung menghilang dari tempatnya dan hanya butuh beberapa detik ia sudah muncul di depan pemuda itu.


"aku tidak akan memukulmu, tapi aku akan melemparmu"


ucap Ling Tian, ia langsung menjambak rambut pemuda itu dan dengan kekuatan fisiknya ia langsung mengangkat dan melempar pemuda itu dengan cukup mudah.


"aarrhhkk..

__ADS_1


wuusss..


bom..


pemuda itu menabrak tembok pembatas, walaupun tidak separah pemuda yg tadi tapi itu sudah membuatnya tak sadarkan diri.


"heh..dia pingsan, lemah sekali"


ucap Ling Tian sambil melihat ke arah peserta yg baru ia lempar keluar arena.


penonton yg melihat itu langsung bersorak.


"Ling Tian...!"


"Ling Tian..!"


Ling Tian..!


suara sorakan penonton memanggil namanya terdengar di seluruh bagian arena.


hingga arena lain seakan terabaikan, pandangan para penonton mengarah ke arena satu tempat Ling Tian saja.


"sekarang giliran kalian"


ucap Ling Tian, ia sudah bosan dan ingin makan cemilan lagi.


ia langsung bergerak cukup cepat dan menendang para peserta yg tersisa.


buk..


bomm..


aarrhh..


bom..


bom..


bom..


bom..


buk..


ahhkk...


suara pukulan, benturan dan teriakan terdengar saling bersahutan seperti paduan suara.


ke 12 peserta yg tersisa sudah terlempar semua dari arena, kejadian ini cukup cepat kurang dari satu menit.


"kkiyyaaa...tuan muda Ling aku mencintaimu..!


ucap para wanita yg menonton turnamen itu.


"tuan muda Ling, kau begitu tampan..!"


triak wanita lainnya.


Ling Tian hanya berdiri sambil melihat ke luar arena tepatnya ke arah peserta yg sudah tergeletak di luar arena.


"anak itu memiliki jurus gerakan yg sangat cepat, mungkin jurus itu berada di tingkat 5"


ucap utusan sekte tombak awan.


"kau benar, dia hanya memerlukan qinya untuk melakukan jurus itu, sedangan untuk pukulannya aku tidak melihat ia menggunakan qi, tubuh pemuda itu cukup kuat, dia berbakat"


ucap rekannya.


sorakan penonton terus terdengar, menyoraki Ling Tian.


"tuan kota apa pemuda itu berasal dari kota ini..?"


ucap utusan sekte pedang langit.


"itu..pemuda itu bukan dari kota ini tetua, setauku aku belum pernah melihat pemuda itu"


ucap tuan kota.


"sepertinya ia anak dari luar kota yg ingin mengikuti turnamen tahunan di sini"


ucap utusan itu.


"mungkin saja tetua, karna cukup banyak pemuda jenius atau bakat biasa dari luar kota yg mengikuti turnamen ini, dan maksimal umur yg boleh mengikuti turnamen ini adalah 25 tahun ke bawah"


ucap tuan kota.


"murid yg terkuat dari daftar berada di ranah prajurit beladiri tahap awal di usia 25 tahun, sedangkan yg lain hanya berada di ranah senior beladiri tahap puncak, umur mereka cukup muda, rata-rata berumur 18 tahun ke atas"


ucap tuan kota lagi.


"di usia 25 tahun hanya mencapai ranah prajurit beladiri, dia cukup baik di usianya itu ia bisa melakukan. tes keniakan untuk memasuki murid pelataran dalam di sekteku, sedangkan untuk memasuki pelataran inti murid itu harus berada di ranah jendral bela diri, untuk menjadi murid khusus di gunung tetua inti, murid inti itu harus bisa mencapai ranah raja beladiri tahap awal, di sana ia kan di bimbing hingga sampai pada ranah kaisar beladiri tahap awal, setelah itu mereka akan lulus dari sekte atau jika umurnya masih muda ia kan menjadi pasukan khusus sekte pedang langit dan mendapatkan jurus khusus serta sumberdaya yg baik untuk mereka, tapi sayang rata-rata murid inti sudah cukup berumur, dan hanya murid berbakat di usia muda sekita 35 tahun saja yg bisa menjadi pasukan khusus"


ucap tetua utusan sekte pedang langit.


kembali ke MC.


"tetua Batai, maaf karna aku terpaksa menendang mereka semua"


ucap Ling Tian yg menyadarkan Batai dari almunanya.


"hah..sudahlah bagaimanapun juga tidak berbuat curang, baik aku umumkan pemenang di arena satu adalah perserta bernama Ling Tian..!"


ucap Batai.

__ADS_1


__ADS_2