
"kau benar saudara Ba, kita akan menelusuri daerah di mana kita muncul saat ini, pertama adalah kota-kota besarnya, atau pusat pemerintahan, tidak mungkin kan penguasa menjadi orang sederhana, pasti ia sangat misterius dari pada orang lain"
ucap long wu.
"saudara wu benar, jadi kemana arah yg kita tuju nanti, kita sama-sama belum mendapat informasi di sini"
ucap long wi.
"dasar kau ini, gunakan presepsi jiwamu, cari tau di sekitar daerah ini apa ada kota atau desa, jika ada kita akan mencari informasi dari orang yg ada di sana"
ucap long wu.
"benar kata saudara wu, baiklah saudara wi kau saja yg melakukannya, dengan kekuatan jiwamu jangkauan yg kau cakuppasti lebih luas dari pada aku"
ucap long ba sambil menggigit daging.
"baiklah, tapi biarkan aku selesai makan dulu"
ucap long wi sambil terus menggigit daging yg ada di tangannya.
waktu terus berlalu, tak terasa matahari mulai menampakan wajahnya.
di penginpan sendiri saat ini Ling Tian sudah berada di lantai satu dan menikmati sarapannya.
"pertama ke tempat tuan kota, walaupun agak malas, tapi hadiahnya memang tidak terlalu berguna untukku"
batin Ling Tian.
"eh..kenapa aku tidak menyuruh Diao mo menggantikan ku saja, ia cukup baik dan tidak sombong, dan ia juga tulus berteman denganku, baiklah sudah aku putuskan hadiah ini jika bisa akan aku wakilkan kepada Diao mo, tapi aku tidak tau di mana posisi nya sekarang"
batin Ling Tian sambil mengunyah sarapannya.
setelah selesai sarapan Ling Tian langsung membayar pesanannya dan langsung keluar dari penginapannya.
"bagaimana aku mencarinya"
batin Ling Tian sambil berfikir.
"kenapa aku bisa lupa, aku bisa menggunakan presepsi jiwaku, jika keberuntungan si Diao mo itu baik maka ia akan langsung bertemu denganku"
ucap Ling Tian dalam hati sambil menyebarkan presepsi jiwanya.
setelah berjalan beberapa saat ia bisa merasakan aura Diao mo.
"heh apa anak itu ada di penginpan ini"
ucap Ling Tian sambil melihat ke arah penginapan tidak terlalu besar.
"baiklah mungkin ini memang keberuntungan dia, lebih baik aku menemuinya dulu"
ucap Ling Tian sambil berjalan masuk ke penginapan, ia langsung menuju meja resepsionis.
"selamat pagi tuan muda, apa ada yg bisa saya bantu..?"
__ADS_1
ucap pelayan itu.
"begini nona, aku mencari temanku yg menginap di penginapan ini, namanya adalah Diao mo, dia adalah salah satu peserta turnamen kota kemarin"
ucap Ling Tian.
"begitu ya, tentu bisa tuan muda, biar saya panggilkan"
ucap pelayan itu.
"silahkan nona"
ucap Ling Tian.
pelayan itu langsung berjalan ke arah lorong yg mengarah ke arah kamar Diao mo.
setelah beberapa saat, pelayan itu datang dan di ikuti oleh Diao mo dari belakang.
Diao mo yg melihat Ling Tian menjadi heran.
"hei saudara Tian, kenapa kau bisa tau kalau aku menginap di penginapan ini..?"
ucap Diao mo.
"itu tidak penting, nona di sini juga ada makanan kan..?"
ucap Ling Tian.
ucap pelayan itu sambil menunjukan pintu yg menuju ke bangunan sebelah dari bangunan penginapan.
"baik trimakasi nona"
ucap Ling Tian.
"ayo saudara mo, kita sarapan dulu yah walaupun aku sudah sarapan tadi, tapi aku yakin kau belum, dan ada hal yg ingin aku sampaikan kepadamu sebelum kau berangkat ke sekte pedang langit"
ucap Ling Tian sambil berjalan ke arah gedung sebelah.
"baiklah saudara Tian"
ucap Diao mo sambil mengikuti Ling Tian.
setelah sampai mereka berdua langsung duduk di meja yg kosong.
"selamat datang tuan muda, apa tuan muda berdua ingin memesan makanan atau minuman..?"
ucap pelayan.
"iya nona, kami pesan menu terbaik di sini berserta minumannya, tapi jangan ada arak"
ucap Ling Tian.
"baik tuan muda, mohon di tunggu pesanan tuan muda berdua akan segera tiba"
__ADS_1
ucap pelayan itu, kemudian pergi menyiapkan pesanan Ling tian.
"jadi apa yg ingin kau bicarakan saudara Tian..?"
ucap Diao mo.
"Hem begini saudara mo, sejujurnya kolam sepiritual dan hadiah koin emas itu tidak berguna untukku, jika aku melakukan kultivasi di sana maka semua peserta yg berkultivasi di dalamnya akan langsung terganggu dan tidak akan mendapat apa-apa, dal lagi itu sudah tidak bermanfaat untukku yg sekarang ini, itu lebih bermanfaat untukmu, jadi aku akan mewakilkan seluruh hadiah yg aku terima itu untukmu.
ini akan menjadi kesempatan yg bagus untukmu menerobos ke aranah senior tingkat menengah bahkan tingkat puncak, ingat lah dunia ini kejam saudara mo, sebagai teman aku hanya bisa membantumu dengan ini, yah anggap saja sebagai salam perpisahan karna bagaimanapun juga aku akan melanjutkan perjalananku, mungkin suatu saat kita akan bertemu lagi, ku harap kau tidak lupa denganku hahahahhaha"
ucap Ling Tian.
"ta..tapi itu adalah hadiah kemenangan mu saudara Tian, aku tidak bisa mengambilnya"
ucap Diao mo menolak.
"jika itu bermanfaat untukku maka aku akan langsung mengambilnya tanpa membuatmu untuk mewakili saudara mo, tapi mau bagaimana lagi kolam sepiritual itu sama sekali tidak bermanfaat banyak untukku, saudara mo perlu kau tau kemampuanku sudah jauh dari bayanganmu jadi kolam sepiritual seperti itu tidak lagi berefek banyak untuk dan hanya akan meganggu peserta lainnya saat berkuktivasi"
ucap Ling Tian.
"jadi maksudmu kekuatanmu saat ini bukan kekuatan aslimu saudara tian..?"
ucap Diao mo terkejut.
"hahahahahhaha begitulah saudara mo, kekuatanku sudah di luar imajinasi mu, jadi manfaatkan lah kolam sepiritual itu, kau lebih membutuhkannya dari pada aku, dan ini saat kau sudah di ambang trobosan makanlah pil ini, pil ini adalah pil penempaan tubuh dan pil roh tingkat 9, pil roh ini bisa membantumu menerobos hingga ranah guru beladiri tahap awal dan tahap menengah jika kau beruntung, tapi sebelum itu kau makan dulu pil penempaan tubuh ini dengan begitu pondasi mu akan tetap kokoh walaupun menerobos hingga 8 ranah kecil, setelah kau menerobos besar-besaran kau harus mulai melatih keterampilan pedangmu dan asah sampai pondasiku benar-benar kuat.
jangan terburu-buru menerobos lagi sebelum pondasimu benar-benar kuat dan setabil lagi"
ucap Ling Tian sambil menyerahkan 2 pil dengan jenis yg berbeda itu.
"saudara Tian..ini...ini terlalu berlebihan untukku, paling tidak pil ini berharga jutaan koin emas, aku tidak pantas mendapatkannya"
ucap Diao mo.
"hahahahahaha pil seperti ini aku masih memilikinya saudara mo, aku bisa membuatnya lagi, dan lagi aku juga tidak kekurangan koin emas,"
ucap Ling Tian sambil tertawa.
"apa maksudmu membuatnya lagi saudara..?"
ucap Diao mo.
"apa kau seorang alkemis saudara Tian..?"
ucap Diao mo lagi.
"benar saudara, jadi kau harus merahasiakannya"
ucap Ling Tian.
"kau sungguh monster saudara Tian, selain kau berbakat di bidang beladiri kau juga seorang master alkemis"
ucap Diao mo sambil tersenyum masam, ia tak menyangka jika ia akan berteman dengan seorang monster.
__ADS_1