
"Patriak tenangkan dirimu, jika kau tidak bisa tenang, maka klan dai akan hancur....!"
teriak tetua le.
dia tentu tau seberapa kuat pemuda yg ada di depan nya.
"diam kau, kau tidak pernah berada di posisi ku tetua le...!"
ucap dai bio.
tekanan aura ranah kaisar *7 ters meluap dari tubuh nya, banyak prajurit dan tetua yg tertekan oleh aura itu.
"aku akan membunuh mu dengan tangan ku, kau harus menemani putraku dan menjadi pelayan nya di alam baka"
ucap dai bio.
"oh...jika begitu maka buktikan lah ucapanmu itu"
ucap Ling Tian acuh.
"hahahahahahaha benar kata tuan muda ku, maju lah, kalian para anggota klan dai, jika ada yg ingin membantu atau marah silakhan maju hahahahahaha"
ucap long wi dengan arogan dan sombong.
Ling tian yg mendengar tawa long wi hanya bisa menggelengkan kepala nya.
"hah..memang ciri khas naga yg selalu mendominasi"
batin Ling Tian.
"jangan sombong bocah..!"
teriak dai bio, dia langsung melesat menyerang Ling Tian.
wusss....
suara angin dapat di dengar semua orang akibat pergerakan dari dai bio.
Ling Tian yg melihat itu hanya diam acuh, seakan itu bukan ancaman bagi nya.
dai bio muncul di depan Ling Tian dan mencoba meraih leher Ling Tian.
"kau harus mati bocah...!"
ucap dai bio dengan sangat marah.
tangan dai bio sangat cepat jika di lihat oleh orang lain, tapi tidak untuk Ling Tian.
"tap....
tangan dai bio dengan muda di tangkap oleh Ling Tian.
"kau terlalu naif pak tua, apa kau pikir trik kecil seperti ini bisa mencelakai ku"
ucap Ling Tian sambil mempererat cengkraman tangan nya.
__ADS_1
semua orang tentu terkejut akan hal itu, mereka sama sekali tidak bisa melihat gerakan dari Patriak mereka, tapi pemuda di depan mereka mampu menangkap pergerakan yg begitu cepat menurut mereka.
Ling Tian memiliki tehnik mata jiwa, tentu saja dia mampu melihat pergerakan dai bio, walaupun tehnik mata nya bernama tehnik mata jiwa, tapi kemampuan dari tehnik itu tidak lah sebatas untuk jiwa saja, melainkan juga meningkatkan daya ketajaman mata bahkan mampu mematahkan ilusi.
"bagai mana mungkin, kau seharus nya tidak bisa melihat pergerakan ku, jurusku adalah jurus dengan elemen angin, bahkan kultivator ranah kaisar puncak pun cukup kesulitan menangkis gerakanku, tapi kau, bagai mana mungkin....'
ucap dai bio, dia tidak percaya akan apa yg dia lihat dan alami.
"kau masih terlalu lemah, mungkin di kota ini dan beberapa kota lain nya ku cukup hebat, tapi tidak jika kau berhadapan denganku, apa aku tau, aku sangat benci dengan orang yg menindas orang yg lebih lemah tanpa tau dan memandang kesalahan mereka, seperti yg di lakukan putramu dan antek nya"
ucap Ling Tian dengan nada dingin sambil menambah kekuatan cengkraman nya.
"kraaakkcc...
uhhhhh....
suara tulang patah dapat di dengar oleh semua orang.
aaarrgggkk...
"bajingan lepaskan aku"
ucap dai bio sambil berusaha melepaskan tangan nya dari cengkraman Ling Tian.
semua orang yg melihat itu langsung gemetar, Patriak mereka adalah ahli alam kaisar *7, tapi dengan muda nya pemuda di depan mereka mematahkan tulang nya.
"baik lah, aku akan melepaskanmu, tapi setelah kau mati"
ucap Ling Tian dingin.
cahaya emas itu sangat lah cepat, bahkan semua orang seperti melihat sekelebatan cahaya saja.
dai bio langsung terbelalak dan refelek memegangi leher nya, dan tak lama darah seperti tali langsung terlihat dari bekas tebasan cahaya emas Ling Tian.
"i..ini, aku mati di tangan bocah, ini tidak mungkin, aku tidak terima"
batin dai bio dengan mata terbelalak tidak percaya.
buk...
tubuh dai bio langsung jatuh dan kepala nya langsung terlepas.
"Patriak...!"
teriak para tetua dan anggota klan dai yg melihat Patriak mereka tewas di depan mata mereka.
mata semua orang terbelalak tak percaya.
"jangan berteriak terlalu keras, orang tua itu sekarang sudah bersama putra nya, jadi kalian seharus nya bahagia untuk nya kan"
ucap Ling Tian sambil tersenyum main-main.
semua orang terdiam, mereka masih tidak percaya dengan apa yg mereka lihat.
"pa...Patriak mati..."
__ADS_1
ucap salah satu anggota klan dai.
"tuan muda, bagai mana dengan mereka....?"
ucap long wi sambil menunjuk gerombolan anggota klan dai.
ucapan long wi menyadarkan semua orang, tubuh mereka gemetar, rasa takut mulai menguasai hati pikiran dan tubuh mereka.
"kalian para tetua, oh tidak, tepat nya semua tetua klan dai tanpa terkecuali, cepat maju dan berkumpul di sini, jika tidak aku akan langsung memusnahkan klan dai dan semua anggota klan kalian"
ucap Ling Tian datar.
semua orang yg melihat itu langsung gemetar, terutama para tetua klan dai, mereka semua merasakan leher mereka sudah di cuci oleh malaikat pencabut nyawa.
"tuan muda, tuan boleh membunuh orang tua ini, tapi lepaskan anggota klan dai kami yg tidak bersalah, terutama generasi muda klan kami"
ucap tetua le.
"oh...kau masih memiliki hati rupa nya, lalu bagai mana dengan anak-anak atau bahkan rakyat biasa yg kalian tindas bahkan kalian bunuh, apa kalian pernah mengampuni mereka, dan lagi seperti nya orang tua Bau tanah kalian sudah bergerak kemari, seperti nya dia merasakan bahwa keturunan nya mati"
ucap Ling Tian sambil melihat ke arah langit.
ucapan Ling Tian membuat semua orang bingung, mereka juga ikut melihat ke arah Ling Tian melihat.
"apa yg dia maksud"
batin seorang anggota klan dai.
tak lama tekanan kuat tiba-tiba muncul dari langit, aura membunuh yg cukup pekat dan mampu membuat semua orang klan dai atau pun yg menonton tertekan hingga berlutut.
"oh ranah half saint awal ya, tapi di lihat dari umur nya, dia sama sekali tidak berbakat"
ucap long wi sambil melihat ke arah orang yg sedang terbang ke arah mereka.
"dia memiliki aura darah yg kental, seperti nya dia menggunakan jalan yg cukup kejam"
ucap Ling Tian dengan santai, dia mampu bertarung dengan ranah half saint, jika hanya tingkat awal mereka bukan lah lawan Ling Tian.
"benar tuan muda, seperti nya dia menjalan kan tehnik sesat"
ucap long wi.
wusss...
angin kencang menerpa semua orang.
seorang pria tua dengan jubah hitam dan rambut putih panjang melayang di langit, mata nya melihat setumpuk mayat, saat mata nya melihat dua mayat yg familiar untuk nya, mata nya langsung terbelalak.
"siapa yg membunuh keturunanku....!"
teriak nya marah.
"sesepuh"
gumam salah satu tetua sambil.melirik ke langit.
__ADS_1