Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 64.mengangkat adik.


__ADS_3

"apa miyi tidak akan menjadi beban untuk kakak..?"


ucap gadis kecil itu.


"tentu saja tidak, miyi nanti akan menjadi adik kakak, nama kakak adalah xiao Ling Tian, miyi bisa memanggil kakak Tian saja"


ucap Ling Tian sambil tersenyum.


tok..


tok..


tuan muda ini sebagian pesanan tuan muda, saya menyiapkan pesanan ini dulu agar bisa segera di makan oleh nona muda, sedangkan menu lainnya akan segera di antar"


ucap pelayan itu dengan hormat sambil membantu temannya menata beberapa menu di meja Ling Tian.


"tidak masalah yg penting adikku ini bisa makan dulu, jangan terlalu buru-buru, karna yg penting bagiku adalah adik kecilku ini bisa segera makan"


ucap Ling Tian.


"ah..baiklah tuan muda"


ucap pelayan itu lega.


setelah menata makanan di meja Ling Tian, para pelayan itu pergi.


"miyi ayo makanlah yg banyak, kakak membelikan makanan ini untuk miyi"


ucap Ling Tian lembut.


"terimakasi kakak"


ucap miyi sambil mengambil makanan yg ada di depannya dan langsung memakannya.


tapi gadis kecil itu meneteskan air matanya sambil makan dan Ling Tian juga tau akan hal itu.


"sudah jangan menangis, mulai sekarang miyi tidak perlu mencari makanan lagi karna kakak akan menyiapkannya untuk miyi"


ucap Ling Tian sambil mengusap air mata gadis kecil itu.


"trimakasi kak"


ucap miyi sambil tersenyum.

__ADS_1


miyi terus makan dengan lahapnya dan Ling Tian hanya melihatnya saja.


tak lama pesanan yg lain sudah datang lagi dan Ling Tian akhirnya ikut makan karna tidak mungkin gadis kecil yg ada di sebelahnya bisa menghabiskan semua nya.


waktu terus berlalu, akhirnya setelah selesai makan dan membayar dan membayar lebih, Ling Tian langsung membawa miyi ke toko pakaian terbesar di kota itu.


"toko bulan, ini katanya adalah toko pakaian terbesar di kota teratai putih ini"


batin Ling Tian sambil memasuki toko itu, setelah masuk dirinya langsung di sambut oleh pelayan wanita.


"selamat datang di toko bulan kami tuan muda, apa ada pakaian yg tuan muda inginkan, mari saya antar untuk melihat-lihat koleksi pakaian kami"


ucap pelayan itu dengan ramah.


"nona tolong Carikan pakaian yg cocok untuk adiku ini, soal harga tidak masalah untuk ku, jika ada pakaian yg ia suka tolong langsung bungkus"


ucap Ling Tian.


"tentu tuan muda"


ucap pelayan itu ramah.


"miyi ikut dengan nona ini ya, nona ini akan mencarikan pakaian untuk miyi, jika ada pakaian yg miyi suka langsung sambil saja, jangan memikirkan harganya karna koin emas kakak sangat banyak"


ucap Ling Tian sambil tersenyum.


ucap gadis kecil itu.


"ayo nona kecil ikut kakak, kita akan berbelanja dan nona kecil boleh memilih apapun seperti kata kakak nona"


ajak pelayan itu sambil tersenyum, walaupun pakaian gadis kecil yg ia layani sudah tak layak pakai tapi ia tetap profesional.


setalah pelayan itu pergi bersama miyi untuk memilihkan pakaian, Ling Tian hanya duduk di kursi yg sudah di siapkan.


waktu terus berlalu, akhirnya acara membeli pakaian itu selesai.


Ling Tian melanjutkan berjalan ke arah rumah miyi.


sampai ia tiba di lokasi kumuh, banyak rumah yg sudah hampir hancur dan tidak ada penguninya di sana .


"apa ini rumah miyi..?"


ucap Ling Tian sambil melihat rumah yg tidak terlalu besar dan sudah banyak yg lapuk.

__ADS_1


"ia kakak, ini adalah rumah miyi"


ucap gadis kecil itu.


"baiklah ayo masuk dan bawa barang-barang miyi yg berharga yg tidak berharga dan tidak penting untuk miyi tinggalkan saja"


ucap Ling Tian sambil menggandeng gadis kecil itu.


Saat Ling Tian sudah berada di dalam rumah ia bisa melihat kondisi di dalam rumah itu hanya ada prabotan lusuh dari kayu dan beberapa dari tembaga.


dan yg paling menyita perhatiannya adalah keberadaan satu guci yg di tutup dengan ukuran kepala orang dewasa, dia sekitar guci itu ada bunga yg sepertinya masih cukup segar.


ia menduga guci itu berisi abu dari itu miyi.


sedangkan miyi langsung berjalan ke arah guci itu dan memberikan penghormatan.


"ibu, miyi pulang dan sekarang miyi bersama dengan kakak Ling Tian, kakak ingin miyi ikut dengannya dan menjadi adiknya, kakak Ling Tian sangat baik dengan miyi, sekarang miyi memiliki keluarga lagi dan miyi akan ikut dengan kakak Ling Tian, ibu juga ikut dengan miyi dan miyi nanti akan memakamkan ibu di tempat yg indah seperti laut yg sering ibu ceritakan"


ucap miyi sambil meneteskan air matanya tapi ia juga tersenyum.


Ling Tian yg melihat itu juga menjadi sedih.


"bibi sekarang miyi adalah adiku, biarkan aku yg merawat dan menjaganya hingga ia menikah suatu hari nanti, bibi tenang saja di sana dan menunggu reinkarnasi bibi, di sini serahkan saja padaku, dan bibi bisa yakin jika miyi akan selalu dalam perlindungan dan perawatan ku"


ucap Ling Tian sambil tersenyum, ia teringat dengan kakek long yu.


"miyi, sekarang sudah waktunya pergi, bawa ibu miyi bersama kita, nanti kakak akan membawanya di tempat kakak, nanti kita akan pergi ke laut yg indah untuk mengantarkan ibu miyi ke sana, agar ibu miyi dapat bereinkarnasi lagi dan tidak sedih saat melihat miyi dari surga sana, sekarang miyi sudah punya kakak jadi miyi jangan sedih lagi, jika miyi sedih maka ibu miyi akan sedih melihatnya"


ucap Ling Tian sambil tersenyum.


"iya kakak, sekarang miyi tidak sedih lagi, kata ibu jika orang yg sudah meninggal orang itu sudah tidak ada lagi di dunia ini dan pergi ke surga untuk mengawasi keluarganya dari sana, dan tubuhnya itu akan menjadi kosong dan harus segera di sucikan dan di kembalikan ke alam agar segera ikut pergi ke surga"


ucap miyi dengan polosnya.


"miyi pintar, sekarang ibu miyi sudah di surga bersama dengan kakek kakak, pasti mereka sekarang sudah bertemu dan melihat kita dari sana, jadi miyi tenang saja, ibu miyi sekarang pasti sedang tersenyum melihat kita dan berharap kita segera mengirim tubuh nya ke laut agar bisa ikut naik ke surga"


ucap Ling Tian.


"baik kakak, pasti sekarang ibu sedang minum teh di sana"


ucap miyi sambil tersenyum.


akhirnya mereka mulai beres-beres dan memilah barang yg penting untuk miyi terutama guci yg berisi abu ibu miyi yg langsung Ling Tian masukkan ke dalam dunia jiwanya, karna nanti miyi akan tinggal di sana setelah ia mendapatkan teman untuk miyi.

__ADS_1


setelah itu mereka keluar dari rumah miyi, dan mulai berpamitan kepada para tetangga, para tetangga miyi yg tau jika miyi sudah ada yg merawat dan orang yg merawatnya juga orang baik tentu saja senang, mereka juga di beri koin emas cukup banyak dan bisa untuk membuka usaha di kota itu dan memperbaiki rumah mereka.


mereka yg mendapatkan itu tentu sangat bersyukur dan berterimakasi kepada Ling Tian.


__ADS_2