Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 162.masuk ke dimensi kuno celestial


__ADS_3

Ling Tian langsung menggunakan batu roh hasil tambang, tentu saja dia menggunakan batu roh yg sudah di pecah sesuai ukuran yg umum.


Dengan perlahan dia meletakan batu roh itu di tempat yg sudah di siapkan untuk menaruh batu roh.


"baik mari kita aktifkan"


ucap Ling Tian, dia mulai membuat segel tangan dan dan membentuk sedikit pola Aray kuno lalu mengirim nya ke gerbang dimensi, perlahan batu itu bergetar dan cahaya putih yg menyilaukan muncul.


energi di sekitar mereka juga mulai terserap, perlahan di pusat cahaya itu muncul pusaran hitam yg perlahan membesar.


"baik sudah aktif, mati kita masuk"


ucap Ling Tian dengan tenang, dia perlahan melangkah masuk ke pusaran hitam itu dan perlahan menghilang masuk ke dalam pusaran hitam itu.


Long ba, long wu dan juga xiao bersaudara yg melihat itu langsung saling pandang dan mengangguk, mereka dengan cepat mengikuti Ling Tian, tentu saja mereka kawatir jika mereka akan terpisah, tapi Ling Tian sudah terlebih dulu masuk dan mereka berharap tidak akan terpisah saat mendarat di dalam dimensi itu.


Setelah mereka semua masuk, tak lama pusaran hitam itu mengecil dan menghilang, tempat itu kembali sunyi tanpa ada tanda-tanda pergerakan energi apapun seakan tidak pernah ada orang sebelum nya.


Di sisi Ling Tian saat ini dia muncul di dalam hutan yg cukup lebat seperti belum pernah terjamah manusia sebelum nya, tidak ada jalan setapak ataupun bekas jalan yg di gunakan mahluk hidup untuk lewat.


"hutan ini sangat lebat dan energi di sini juga cukup padat"


ucap Ling Tian dengan tenang sambil mengawasi sekeliling nya.


Sedangkan di sisi ke empat bersaudara, mereka saat ini muncul di berbagai tempat yg berbeda.


"hah sudah ku duga pasti akan muncul ditempat yg berbeda dengan yg lain"


ucap long wu sambil menghela nafas.


Dia melihat dan mengamati sekeliling nya, saat ini dia muncul di tepian sungai yg berada di bawah tebing yg cukup tinggi, jika di ukur tebing itu setinggi kurang lebih 30 meter.


"ku harap tuan muda baik-baik saja, aku tidak merasakan keberadaan nya di sekitar sini, ku rasa tempat ini cukup luas"


ucap long wu sekali lagi.


Di sisi long ba, saat ini dia muncul di lembah yg cukup dalam dan juga gelap, dia melihat sekeliling nya, walaupun gelap tapi karena dia adalah ras naga yg memiliki mata yg sangat tajam dan juga sepesial, dia bisa melihat dan mengamati sekeliling nya dengan mudah.

__ADS_1


"ternyata aku ada di lembah, sial nya sekarang aku terpisah dengan yg lain, kenapa setiap dimensi kuno seperti ini selalu memisah kelompok orang yg memasuki nya, ini benar-benar menyebalkan"


umpat long ba dengan kesal.


"tunggu, bau apa ini"


ucap long ba tiba-tiba, dengan cepat dia melihat kembali sekeliling nya dengan lebih serius, tak lama mata nya terbelalak.


"sialan lembah ini di penuhi dengan bunga pemakan bangkai kuno, sepeti nya mereka.mulai mencium keberadaan ku, tak ku sangka di tempat ini ada jenis tanaman langka seperti ini, tepat nya monster jenis tanaman"


ucap Long ba sambil memijat kening nya, di sekitar nya ada bunga pemakan bangkai yg berukuran 3 meter tiap katup nya, dan mereka terus bergoyang menggeliat seperti mencari mangsa, batang nya perlahan juga bergerak dan memanjang seperti ular.


"mau bagai mana lagi, aku harus segera keluar dari lembah ini dan mencari saudara lain nya, semoga tuan muda baik-baik saja"


ucap long ba sambil mengeluarkan tombak panjang yg memiliki ujung yg sangat tajam dan mengeluarkan aura kekerasan yg cukup pekat.


di tempat lain, tepat nya di pinggiran hutan dekat Padang rumput yg cukup luas, saat ini xiao luhi sedang bertarung dengan mahluk yg berbentuk aneh dan juga cukup kuat.


Wus...


Bum..


Buk


Wuss...


Aaarrrrrrrrt....


Uuuuuuuaaaaaa...


"sialan mahluk aneh, jangan main-main dengan ku, akan baru saja datang tapi kau sudah ingin memakanku dasar tidak tau tata kerama sama sekali"


umpat xiao luhi dengan kesal.


Wuss...


Dia kembali melesat dengan pedang besar di tangan nya.

__ADS_1


Slas...


Sals...


slas...


Uaaaaarrr....


Mahluk berbentuk seperti gorila berkepala kelelawar itu meraung setelah terkena tebasan dari xiao luhi, berbagai macam goresan pedang sudah terukir indah di tubuh dan lengan nya, dia semakin marah karena terluka tapi dengan tubuh besar nya dia sama sekali tidak bisa mengenai xiao luhi, gerakan xiao luhi yg cepat dan juga gesit membuat nya kesulitan dan alhasil membuat nya tekanan serangan pedang berkali-kali tanpa bisa menghindar.


"hahahhaha rasakan, kau sudah menyerangku diam-diam sekarang rasakan lah sedikit ukiran dari pedang ku ini hahhahaha"


ucap xiao luhi.


di suatu wilayah yg penuh dengan bukit berbatu, saat ini xiao bin sedang berdiri dengan tenang, dia mengamati sekeliling nya dengan tenang.


"wilayah ini adalah wilayah berbatu, jika pun ada monster ataupun hewan buas di sini, pasti rata-rata memiliki elmen tanah yg bisa memanipulasi elemen batu, sungguh merepotkan, pasti pertahanan mereka yg kuat"


ucap xiao bin sambil menggelengkan kepala nya pelan, dia masih berdiri di puncak bukit batu dengan tenang, di sekeliling nya juga cukup banyak tanaman merambat yg biasa hidup di bebatuan yg keras.


"ku harap tuan muda baik-baik saja"


ucap xiao bin.


di sisi ling Tian saat ini, dia perlahan berjalan ke arah acak, setelah beberapa menit berjalan dia kembali lagi ke tempat nya sebelum nya.


"kenapa kau kembali lagi ke tempat ini, apa ada aray ilusi di sini, tapi bagai mana mungkin aku tidak akan terjebak Aray seperti ini kan"


ucap Ling Tian sambil mengaktifkan mata jiwa nya, setelah beberapa saat mengamati dia sama sekali tidak menemukan jejak Aray di wilayah itu yg arti nya dia sama sekali tidak tekanan Aray jebakan.


"ini aneh, aku sama sekali tidak menemukan Aray di sini, yg arti nya aku tidak pernah terkena Aray ilusi, tapi kenapa aku kembali lagi ke tempat ini"


bati nya, dia terus mengamati sekeliling nya dengan lebih seksama.


perlahan dia mulai melihat gelombang ruang di wilayah itu, dia beberapa kali melihat lipatan ruang di sekitar wilayah itu, walaupun tipis tapi dia bisa melihat nya, bagai manapun dia sudah memahami konsep ruang walaupun belum membangkitkan elemen ruang.


"tidak salah lagi, ini adalah pergerakan ruang, seperti nya dari tadi aku memasuki ruang tipis tanpa aku sadari karena tipis nya ruang itu yg membuat aku berbelok arah tanpa ku sadari"

__ADS_1


ucap Ling Tian sambil mengelus dagu nya.


__ADS_2