Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 94.fihon, yuhi dan desa kapas putih.


__ADS_3

"aku tidak menjual nya paman, aku akan menggunakan nya sendiri, kurasa koin hasil rempah ini bukan nya sangat penting untuk warga desa paman"


ucap Ling Tian sambil tersenyum.


Pria paruh baya dan wanita paruh baya itu langsung tertegun, mereka terkejut akan ucapan Ling Tian.


"tu..tuan muda tau tentang kondisi desa kami..?"


ucap pria paruh baya itu tergagap.


"paman tidak baik kita berbicara di sini, Ayo kita cari restoran untuk membicarakan hal ini agar lebih nyaman"


ucap Ling Tian ramah.


sedangkan long bersaudara dan ke dua gadis kecil itu hanya diam saja, long bersaudara tau jika tuan muda mereka memiliki tehnik mata yg hebat.


"tapi tuan muda kami belum menjual hasil kebun kami sama sekali, kami tidak memiliki koin perak yg cukup untuk pergi ke restoran"


ucap pria paruh baya itu.


"tuan tenang saja, jangan fikirkan soal koin perak atau pun emas, itu akan menjadi urusan ku nanti, ayo ikut saja dengan ku dan para saudaraku"


ucap Ling Tian ramah.


"baik tuan muda, maaf karna merepotkan tuan muda sekalian"


ucap pria paruh baya itu dengan tulus.


"tak merepotkan tuan, ayo ikut dengan kami, dan bawa rempah taun dan nyonya"


ucap Ling Tian sambil melangkah pergi mencari restoran.


pria paruh baya dan wanita paruh baya itu mengikuti Ling Tian sambil menjalankan gerobak kecil yg mereka bawa.


setelah berjalan beberapa menit, Ling Tian berhenti di depan restoran yg cukup besar, walaupun tidak sebesar penginapan yg ia sewa.


"ayo kita masuk tuan dan nyonya"


ucap Ling Tian.


akhirnya rombongan itu masuk ke restoran itu, dan langsung di sambut oleh pelayan.


"selamat datang tuan-tuan, silahkan ingin pesan apa...?"


sapa pelayan.


"apa ada ruang VVIP, kami ingin memesan ruang VVIP jika ada"


ucap Ling Tian.

__ADS_1


"tentu ada tuan muda, ayo mari saya antar ke ruang VVIP yg kosong"


ucap pelayan itu dengan ramah, walaupun ada 2 orang yg berpakaian compang-camping khas orang pedesaan, tapi karna ia melihat kelompok Ling Tian yg berpakaian cukup mewah walaupun terkesan sederhana, tapi sebagai pelayan ia sering melihat para pelanggan bangsawan jadi dia bisa membedakan bahan pakaian yg mereka kenakan.


setelah beberapa saat mengikuti pelayan itu, akhirnya mereka sampai di ruangan VVIP dengan interior mewah.


"silahkan tuan muda dan tuan-tuan sekalian, ini adalah VVIP kami, tuan-tuan bisa memilih menunya di buku menu di atas meja, saya akan mencatatnya"


ucap pelayan itu ramah.


"tolong siapkan saja menu terbaik restoran ini, dan berbagai menu yg enak, soal harga jangan kawatir yg terpenting aku ingin pelayanan penuh"


ucap Ling Tian santai dan ramah.


"baik tuan muda, silahkan di tunggu pesanan akan segera di antar"


ucap pelayan itu ramah, sebelum pergi menyiapkan pesanan Ling Tian.


,ayo duduk tuan, nyonya"


ucap Ling Tian mempersilakan.


sedangkan ke dua gadis kecil sudah sibuk bermain dengan mainan baru mereka.


"kakak apa kakak membawa minuman..?*


ucap Meimei.


ucap Ling Tian sambil mengeluarkan botol yg berisi air dari cicin ruang nya, tentu saja air yg ia bawa bukan air biasa, air yg ia bawa berasal dari dunia jiwa nya yg sudah ia campur dengan satu tetes air sepiritual.


"tidak apa kakak, aku sudah haus"


ucap Meimei sambil mengambil botol yg terbuat dari tanah liat yg di pegang oleh Ling Tian.


"jadi tuan, nyonya, bagai mana dengan tawaranku tadi, soal masalah di desa kalian aku akan mengurusnya"


ucap Ling Tian ramah.


"kami akan sangat senang dengan tawaran tuan muda, tapi kami merasa tidak enak karna tuan muda tidak mendapat untung, soal masalah desa kami bagai mana tuan muda tau"


ucap pria paruh baya itu ramah.


"aku memiliki tehnik khusus tuan, dan lagi aku juga melihat jika di dalam tubuh tuan dan nyonya ada sedikit racun gelap, seharusnya racun ini tidak akan muncul secara alami, ini adalah buatan seseorang dan efeknya akan seperti kutukan yg akan mengganggu kesehatan dan fikiran korban yg terkena racun ini, racun ini tidak berbau dan berwarna, hanya para kultivator tingkat atas yg bisa melihatnya dengan aura"


ucap Ling Tian menjelaskan.


pria paruh baya dan wanita paruh baya itu langsung tertegun dan terkejut.


"tuan muda, sebelum nya perkenalkan nama saya fihon dan ini istriku yuhi kami datang dari desa kapas putih, desa kami adalah desa penghasil.rempah terbaik, karna kami menenam.rempah langsung di alam tepat nya di dalam hutan di dekat desa kami, dengan begitu kualitas rempah kami sangat baik.

__ADS_1


tapi semenjak 3 bulan yg lalu, banyak warga desa kami yg terjangkit penyakit aneh,.mereka menjadi gila, tubuh mereka mengeluarkan bau yg sangat menyengat, mata mereka juga menjadi merah dan lama-lama tubuh mereka menjadi sangat kurus, sudah ada 4 orang yg meninggal, kami sudah mendatangkan tabib dan tabib tidak tau akan penyakit yg di derita para warga, kami sudah berusaha mencari obat sesuai kemampuan kami tapi usaha kami sia-sia"


ucap pria paruh baya itu.


"suami saya benar tuan muda, jika pun kami akan menjadi seperti warga yg lain, Ki tidak masalah selama warga yg lain bisa selamat, kamu sudah berusaha dan memanen rempah kami dan menjual nya untuk mendapat koin emas dan mencari tabib yg lebih hebat lagi, tapi usaha kami tentu tidak mulus, seperti kejadian tadi, rempah kami hanya di hargai 2 koin perak"


ucap wanita paruh baya itu dengan sedih.


Ling Tian yg mendengar itu langsung tersenyum, ia tidak menyangka jika ia akan bertemu pasangan yg memiliki hati yg begitu baik.


"paman, bibi apa kalian memiliki anak..?"


ucap Ling Tian sambil tersenyum ramah.


"kami tidak memiliki anak kandung tuan muda, tapi kami memiliki beberapa anak angkat yg berasal dari desa kami, kami merawat mereka, bagai manapun kami bahagia dengan kondisi kami karna kami di kelilingi oleh anak-anak asuh kami, tapi sekarang mereka terkena racun seperti yg tuan muda katakan, tapi kami tidak tau jika itu adalah racun"


ucap pria bernama fihon itu dengan sedih.


"paman dan bibi orang yg baik, aku akan membantu kalian, ada berapa orang di desa kapas putih kalian..?"


ucap Ling Tian.


"desa kami hanya desa kecil tuan muda, kami para warga desa selalu damai dan saling gotong royong mencari koin perak bersama dengan cara menjual hasil rempah kami, jumlah kami juga tidak banyak hanya sekitar 50 orang saja termasuk anak-anak"


ucap fihon.


"baiklah besok kita akan pergi ke desa paman dan bibi, soal rempah aku akan membeli nya"


ucap Ling Tian sambil tersenyum.


"apa tuan muda seorang tabib..?"


ucap fihon.


"bisa di bilang seperti itu paman"


ucap Ling Tian santai.


"tuan dan nyonya jangan kawatir, tuan muda kami tentu bisa di andalkan, kami juga akan membantu seperti tuan muda kami"


ucap long wu sambil tersenyum.


"trimakasi tuan muda sekalian, saya tidak tau harus meminta tolong kepada siapa lagi, karna desa kami sangat kecil, kami di abaikan oleh pemerintah, kami selama ini berjuang sendiri untuk hidup kami"


ucap fihon sambil meneteskan air mata karna terharu.


"paman dan bibi jangan sungkan, paman dan bibi adalah orang yg baik, kenaikan akan selalu di balas dengan kebaikan, jadi ini mungkin sudah takdir karna paman dan bibi bertemu dengan kami, paman dan bibi malam ini menginap saja di penginapan kami, tenang saja aku yg akan membayarnya"


ucap Ling Tian.

__ADS_1


sedangkan ke tiga sudara long menjadi semakin kagum dengan tuan muda mereka, selain tuan muda mereka ini sangat baik, tapi tuan muda mereka juga sangat berhati-hati dalam menolong orang, buktinya ada di depan mata mereka, tuan muda mereka mampu melihat kesulitan orang lain yg benar-benar memerlukan bantuan tanpa ada kebohongan.


tak lama pesanan yg Ling Tian pesan sampai dan mereka langsung memakan pesanan itu dengan lahap dan di iringi dengan obrolan ringan.


__ADS_2