Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 12. rencana Li Wen.


__ADS_3

setelah Ling Tian keluar dari serikat perdagangan ia mulai menelusuri kota, ia mencari penginapan yg cocok untuknya, walaupun ia tau lokasi penginapan terbaik di kota ini tapi ia tidak ingin mencolok dan mendapatkan masalah yg tidak perlu.


"Hem sepertinya penginapan ini coco, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil dan lagi di sini tidak banyak bangsawan yg sering membuat onar itu"


ucap Ling Tian.


ia pun masuk ke penginapan itu, di lantai bawah ternyata adalah restoran kecil dan di lantai 2 adalah penginapan.


"selamat sore tuan muda, tuan muda ingin makan atau menginap..?"


ucap pelayan yg menyambut Ling Tian.


"apa masih ada kamar kosong nona..?"


ucap Ling Tian.


"tentu ada tuan, dan kebetulan kamar kosong yg tersedia di penginapan kami hanya tersisa 2 kamar"


ucap pelayan itu dengan ramah.


"oh kalau begitu aku pesan satu kamar selama 1 Minggu dulu nona"


ucap Ling Tian.


"oh tentu tuan muda, mari saya antar ke meslja resepsionis untuk mencatat identitas tuan muda dan mengambil kunci kamarnya"


ucap pelayan itu sambil mengajak Ling Tian untuk mendaftar.


setelah semua selesai akhirnya Ling Tian di berikan kunci kamar yg ia sewa.


"apa tuan muda ingin makan dulu sebelum istirahat..?"


tanya pelayan itu, kebetulan di lantai bawah tidak terlalu ramai hanya terdapat beberapa pengunjung yg sedang makan.


"oh boleh juga nona, kalau begitu aku pesan teh hangat dan makanan terbaik di sini"


ucap Ling Tian.


"baiklah tuan muda, silakan tuan muda mencari tempat duduk yg menurut tuan muda nyaman, saya akan menyiapkan pesanan tuan muda"


ucap pelayan itu sebelum pergi ke belakang untuk menyiapkan pesanan Ling Tian.


Ling Tian sendiri memilik duduk di dekat jendela, ia ingin menikmati suasana kota pada sore hari.


"sudah 6 bulan aku tidak menikmati suasana kota bulu emas ini, tak terasa takdirku akan berubah dalam waktu 6 bulan"


batin Ling Tian sambil melihat lalu-lalang orang yg sedang beraktivitas di jalan.


"hei apa kau sudah dengar informasi terbaru dari serikat perdagangan soal lelang yg di adakan 3 hari lagi..?"


ucap salah satu pengunjung kepada temannya.


"informasi apa, aku belum mendengarnya"

__ADS_1


ucap temannya penasaran.


"aku tadi membaca pengumuman saat aku pergi ke serikat perdagangan, pengumuman itu berisi, bahwa mereka akan melelang pil tingkat 8 kualitas sempurna dan pil tingkat 9 kualitas sempurna"


ucapnya kepada temannya.


"apa kau tidak salah baca..?"


tanya temannya dengan ragu.


"mana mungkin aku salah baca, kalau tidak percaya kau bisa datang sendiri ke sana untuk melihatnya"


ucapnya dengan jengkel.


"jika benar maka besok, kota pasti akan ramai karna kedatangan orang-orang dari luar kota"


ucap temannya.


Ling Tian yg mendengar itu hanya tersenyum.


"ternyata pil buatanku itu sangat di minati"


ucap Ling Tian sambil tersenyum tipis.


setelah beberapa saat menunggu, akhirnya pesanan Ling Tian sampai juga.


"silahkan di nikmati tuan muda, saya permisi dulu"


ucap pelayan itu setelah menyajikan pesanan Ling Tian di mejanya.


ucap Ling Tian sambil mengenang masa-masa kecilnya dulu.


"hah sudahlah, sekarang kakek sudah bahagia, jadi aku akan menjalani hidupku ini dengan bahagia juga"


ucap Ling Tian lalu mulai makan.


setelah beberapa saat Ling Tian pun selesai dengan ritual makannya, ia pun memutuskan langsung pergi ke kamarnya dan istirahat.


sesampainya di kamar, ia langsung membersihkan diri.


sedangkan di kediaman klan Li sendiri sekarang ini Li Wen sedang menyelidiki keberadaan Ling Tian, ia sebelumya sudah menyuruh orangnya untuk mengawasi Ling Tian.


"lapor tuan muda, target berada di penginapan teratai, salah satu penginapan kalangan menengah kebawah"


lapor seorang peria dengan memakai penutup kepala.


"huh dasar rakyat jelata, aku tau kalau kau miskin tapi baru memiliki koin emas sedikit saja sudah berlagak kaya di depanku, dan lagi kau sudah berani mempermalukan ku di depan umum"


gumam Li Wen.


"baiklah, nanti malam kau dan teman-temanmu culik bocah itu, jika sempat bunuh saja tapi jika menimbulkan kericuhan maka culik saja dan habisi di luar kota"


ucap Li Wen dengan nada arogan.

__ADS_1


"siap laksanakan tuan muda"


ucap peria itu sebelum menghilang dari tempatnya.


"dasar sampah, jangan salahkan aku karna kejam, salahkan dirimu sendiri karna berani menyinggungku tuan muda klan Li"


ucap Li Wen sambil menyeringai kejam.


sedangkan di sisi long Tian sendiri saat ini ia sedang menikmati teh hangat yg ia pesan sambil melihat pemandangan kota bulu emas dari jendela kamarnya.


"masih banyak misteri yg harus aku pecahkan, dan ini baru awal perjalananku"


ucap Ling Tian.


"semoga saat pelelangan nanti ada barang berharga yg muncul hehehehehe"


ucap Ling Tian.


"sebenarnya apa yg ada di dalam batu ini, sampai-sampai di pasang Aray tingkat tinggi untuk melindunginya..?"


batin Ling Tian sambil mengamati batu yg tadi siang ia beli dari serikat perdagangan.


" aku tidak bisa membukanya di sini, nanti akan aku buka di dunia jiwa saja, yg pasti aku merasakan perasaan akrap dengan isi dari batu ini"


batin Ling Tian.


waktu terus berlalu, tak terasa sudah tengah malam dan jalanan kota sudah mulai sepi sedangkan Ling Tian sendiri masih menikmati tehnya dengan santai.


"dasar para semut, kalian membuat masalah kepada orang yg salah dasar bodoh"


batin Ling Tian sambil tersenyum karna merasakan aura dari 7 orang yg jelas memiliki niat buruk kepadanya.


tapi Ling Tian tidaklah panik, dengan ranahnya yg sudah mencapai ranah kaisar beladiri *9 dan ia mampu melawan hingga half saints *3, ia tidak kawatir ia sudah termasuk ahli tingkat tinggi yg pilih tanding di alam rendah ini jadi ia bisa tenang.


tak lama 7 orang yg jelas adalah suruhan Li Wen sudah mengepung penginapan yg Ling Tian sewa.


"sepertinya kalian sudah ahli dalam bersembunyi ya..?"


ucap Ling Tian dengan tenang dan masih menikmati teh hangatnya.


sedangkan ke 7 orang yg mengepung Ling Tian mulai kaget, setau mereka Ling Tian hanya manusia biasa tanpa kultivasi, tapi kenapa bisa ia melihat pergerakan mereka.


"tidak perlu kaget begitu, sebaiknya kalian keluar, yah kalau tidak keluar biar aku yg akan menyeret kalian keluar"


ucap Ling Tian santai sambil menyeruput tehnya.


akhirnya ke 7 orang itu keluar dari tempat persembunyiannya.


"sepertinya aku salah menilai mu bocah, kau menyembunyikan diri terlalu dalam, tapi bagaimanapun dengan umurmu itu kurasa ranahmu hanya sampai di senior beladiri"


ucap pemimpin kelompok 7 orang itu.


"ho..apa kau yakin"

__ADS_1


ucap Ling Tian masih dengan tenangnya meyeruput teh.


__ADS_2