Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 18.tetua sekte gunung pedang.


__ADS_3

"berhenti..."


suara teriakan dari seorang pria paruh baya.


peria paruh baya itu memakai jubah putih dan mulai mendekat ke arah Ling Tian dan pemuda yg ada di depannya.


pemuda yg melihat kalau itu adalah tetua sektenya menjadi lega sekaligus gembira.


"tetua, selamatkan kami, bocah ini tanpa alasan yg kuat menghajar kami"


ucap pemuda itu yg langsung lari ke sebelah peria paruh baya itu.


peria paruh baya itu yg mendengar ucapan salah satu murid sektenya hanya menyipitkan matanya.


"anak muda kenapa kau menyerang murid sekteku, apa mereka telah menyinggungmu..?"


ucap pria paruh baya itu.


"apa paman adalah tetua dari sekte gunung pedang..?"


ucap Ling tian yg tidak menjawab pertanyaan peria paruh baya itu tapi malah balik bertanya.


"benar aku adalah tetua pelataran tengah dari sekte gunung pedang"


jawab pria paruh baya itu.


"apa sekte gunung pedang adalah sekte aliran putih atau aliran hitam..?"


ucap Ling Tian.


peria paruh baya itu menyipitkan matanya heran, sektenya adalah sekte besar dan semua orang sudah pasti tau tentang sekte gunung pedang, tapi pemuda di depannya ini malah memberikan pertanyaan seperti itu.


"tentu saja sekte gunung pedang adalah sekte aliran putih anak muda"


ucap peria paruh baya itu.


"kalau memang sekte paman adalah sekte aliran putih, kenapa murid-murid paman itu tidak mencerminkan setatus sektenya sebagai sekte aliran putih"


ucap Ling Tian dengan nada tenang.


peria paruh baya itu langsung mengerti apa yg di maksud oleh Ling Tian, ia sekarang paham mungkin ke 4 muridnya ini telah membuat masalah dengan pemuda yg ada di depannya ini.


"anak muda apa ke 4 muridku ini membuat masalah denganmu..?"


ucap peria paruh baya itu.

__ADS_1


"ke 4 murid paman itu terlalu arogan, hanya karna mereka adalah murid sekte besar mereka bertindak semau mereka, memandang rendah orang lain, apa menurut tetua itu mencerminkan setatus sekte gunung pedang yg termasuk sekte aliran putih..?"


ucap Ling Tian tenang.


"sialan bocah, jangan memutar balikan fakta"


ucap pemuda itu d Ngan tubuh gemetaran karna takut jika mendapat hukuman dari sektenya.


"heh memutar balikan fakta katamu, semua orang yg m nonton di sini bisa menjadi saksi atas kelakuanmu dan ke 3 temanmu, kau bilang aku memutar balikan fakta, lucu sekali hahahahahahaha"


ucap Ling Tian sambil tertawa.


sedangkan di antara kerumunan ada beberapa murid sekte besar lainnya juga sedang menonton.


"sungguh murid sekte gunung pedang itu sangat memalukan"


ucapnya.


"saudara ucapanmu sangat benar, mereka terlalu sombong"


ucap teman di sampingnya.


"sudah lah jangan ikut campur urusan mereka, kita cukup melihat saja tindakan dari tetua sekte gunung pedang itu"


peria paruh baya yg merupakan tetua pelataran dalam sekte gunung pedang itu langsung gram kepada ke 4 murid bodohnya, di sini jelas muridnya lah yg memancing keributan.


"anak muda jika begitu aku sebagai tetua sekte gunung pedang sungguh meminta maaf karna kelakuan ke 4 murid sekteku ini, yakinlah sekte akan memberikan hukuman yg sepada kepada ke 4 murid ini"


ucap peria paruh baya sambil menangkupkan tangannya.


Ling Tian yg melihat itu langsung tersenyum.


"sesuai dengan namanya sekte gunung pedang aliran putih, tetuanya tidak malu meminta maaf atas kesalahan muridnya walaupun harus merendahkan harga dirinya"


batin Ling Tian.


"baiklah paman, aku masih menghargai sekte gunung pedang sebagai sekte aliran putih dan aku masih memandang paman yg sangat bijak tanpa melihat hargadiri paman demi kebenaran, aku akan melupakan kejadian ini, tapi untuk kalian ber 4, ingatlah alam semesta ini sangat luas, belum tentu orang yg kalian lihat hanya orang biasa dan lemah adalah orang yg lemah seperti yg kalian lihat, bisa jadi orang itu adalah orang kuat yg sebenarnya, kalian masih katak di dalam sumur, keluarlah melihat dunia yg lebih luas maka kalian akan mengerti"


ucap Ling Tian bijak.


semua orang terdiam kaena kata-kata yg keluar dari mulut Ling Tian.


peria tua tetua sekte harimau putih itu tersenyum saat mendengar ucapan Ling Tian yg sangat bijak.


"anak muda itu sangat menarik, ia seperti sudah pernah melewati pengalaman hidup yg sangat banyak, dan seperti seorang ahli yg sudah berumur ribuan tahun, tidak sesuai dengan umurnya yg masih 15 tahun"

__ADS_1


ucap orang tua itu yg masih dapat di dengar oleh para murid sektenya.


peria paruh baya yg mendengar ucapan Ling Tian langsung tersenyum tipis.


anak muda di depannya ini memiliki fikiran yg sangat luas, ia seperti bicara dengan ahli tua yg sudah menjalani hidup selama ribuan tahun.


"terimakasih karna telah memberikan yg tua ini wajah anak muda dan terimakasi atas nasehatnya untuk ke 4 murid sekteku ini, yakinlah aku akan mendisiplinkan mereka dengan tanganku sendiri"


ucap peria paruh baya itu.


"baiklah paman, aku pamit dulu dan maaf telah membuat murid paman cedera"


ucap Ling Tian sambil menangkupkan ke 2 tangannya tanda hormat sebelum berbalik pergi dari lokasi itu.


setelah kepergian Ling Tian para penjaga kota sampai di lokasi tapi kerumunan sudah mulai bubar tinggal pria paruh baya dan ke 4 murid sektenya saja yg masih di sana karna ke 3 muridnya masih pingsan dan 1 lagi masih cidera.


"kau dengar ucapan pemuda itu, dia lebih berpengalaman darimu dan berpengetahuan luas darimu, bahkan aku tidak dapat menembus batas kultivasi dari pemuda itu yg artinya pemuda itu bukan anak muda sederhana dasar bodoh, kalian mencoreng nama baik sekte gunung pedang"


ucap peria paruh baya itu dengan nada marah.


"tuan kenapa kalian membuat keributan di kota kami, apa kalian dapat memberi penjelasan..?"


ucap salah satu penjaga ke amanan kota itu kepada tetua gunung pedang.


"maafkan kami tuan penjaga, murid-muridku ini masih sangat muda dan darah panas mereka sedang dalam puncaknya jadi mereka sedikit membuat keributan, saya akan memberikan kompensasi akan kerusakan di sini"


ucap tetua itu menjelaskan.


sedangkan Ling Tian sekarang ini sudah berada di restoran terbesar di kota bulu emas, ia ingin mencoba makanan di restoran yg katanya mewah itu.


"selamat datang tuan muda, tuan muda ingin pesan apa..?"


ucap pelayan dengan sopan.


"Nona aku ingin makanan terbaik di sini dan minuman terbaik di sini, jangan ada araknya"


ucap Ling Tian sambil tersenyum.


"baiklah tuan muda pesanan tuan muda akan segera datang mohon di tunggu"


ucap pelayan itu sebelum pergi.


"restoran ini cukup ramai, ada 3 lantai di restoran ini, aku tidak tau seperti apa lantai 2 dan 3, aku cukup di lantai satu ini saja"


gumam Ling Tian.

__ADS_1


__ADS_2