
sorak Sorai penonton bergema di turnamen itu.
Ling Tian yg sudah mendapatkan kemenangan langsung turun dari arena dan duduk kembali di tempatnya.
ia melihat pertarungan di arena 2 dan tiga.
"heh si mo itu lumayan juga dapat bertahan sejauh itu"
ucap Ling Tian sambil melihat pertarungan Diao mo di temani biji teratai bakarnya.
di tempat VVIP tamu undangan, 2 orang pria tua hanya bisa tersenyum masam.
"bagaimana boch-bocah itu akan mengalahkannya, ranahnya sangat jauh di atas mereka semua"
batin sui Hong.
tak berbeda dengan Huo li, ia juga tersenyum masam.
"orang tua Huo darimana kau bisa kenal dengan pemuda Ling Tian itu..?"
ucap sui Hong.
"sebenarnya bukan aku yg pertama kali kenal pida itu, dan lagi bukan aku juga yg memberikan kartu itu, melainkan Huo Tian, saudaraku yg memegang cabang kota bulu emas yg memberikannya, oh ya aku ingin memberi taumu orang tua, serikatku akan melelang pil yg sangat langka, mungkin kau akan pusing untuk membuatnya"
ucap Huo Li.
"heh..kau percaya diri sekali, aku memang sudah mendengarnya tapi aku juga harus melihatnya sendiri"
ucap sui Hong.
"tidak bisa, itu adalah barang langka, jadi kau harus membelinya dan lagi aku juga hanya melelangnya"
ucap Huo Li.
"sialan, aku hanya melihat ya saja tidak akan mengambilnya"
ucap sui Hong.
"tidak-tidak jika segampang itu maka tidak akan menarik"
ucap Huo Li sambil tersenyum mengejek.
"hei orang tua peyot, setidaknya aku bisa mempelajarinya dan nanti jika ku butuh kau bisa menyiapkan bahannya kepadaku"
ucap sui Hong.
"eh..bukannya aku meremehkanmu tapi apa kau bisa membuat pil kualitas sempurna..?"
ucap Huo Li.
__ADS_1
"yah mungkin kemurnian 90% tidak mustahil bagiku jika berusaha"
ucap sui Hong sambil membelai jenggot panjangnya.
"cih..dasar orang tua, setidaknya buatlah pil yg memiliki kemurnian 99%"
ucap Huo Li.
"kau juga sudah tua bodoh, dan lagi apa ku pikir gampang membuat pil tingkat 9 kualitas setinggi itu"
ucap sui Hong.
"hei orang tua, aku juga sudah berhasil membuat pil tulang baja, dengan kemurnian 90%, apa kau tidak tertarik..?"
ucap sui Hong sambil menarik turunkan alisnya.
"cih aku bisa menyuruh alkemis yg melelang pil itu"
ucap Huo Li.
sui Hong yg mendengar itu, wajahnya langsung jelek.
"sialan kau membandingkan aku dengan alkemis yg meramu pil setinggi itu, tunggu dulu memang siapa alkemis itu.?"
ucap sui Hong.
"heh itu rahasia, aku tidak akan memberi taumu, kecuali kau memberiku teratai suci 9 warna hehehehehehe"
ucap Huo Li.
ucap sui Hong.
*teratai suci sembilan warna adalah herbal yg sangat langka bahkan di alam atas, untuk memunculkan 9 warna di tiap klopaknya, teratai suci itu membutuhkan waktu ratusan tahun, itulah sebabnya herbal ini sangat langka, jika pun ada usianya pasti tergolong masih muda dan klopaknya juga belum berubah warna dengan sempurna, herbal ini bisa di gunakan untuk membuat pil roh suci 9 warna, pil ini bisa di gunakan untuk menerobos kemacetan pada kultivator yg mengalami kemacetan dalam kultivasinya bahkan setelah ratusan tahun kemacetan itu bisa di trobos dengan pil ini, bahkan bisa menaikan 1 tingkatan di semua ranah kecuali ranah kaisar dewa*
kembali ke MC.
"heh siapa itu, lumayan juga kemampuannya"
ucap Ling Tian sambil melihat seorang pemuda yg bermain pedang dengan cukup lincah hanya memerlukan waktu cukup singkat untuk mengalahkan lawannya.
di arena tiga, sisa perserta juga tinggal sedikit kurang dari 20 orang yg tersisa, dan di sana ada sorang pemuda yg sangat lihai memainkan pedang, pemuda itu bergerak sangat cepat, setiap ayunan pedangnya sangat tajam dan akurat.
"hei siapa pemuda itu, dia cukup hebat jurusnya cukup tinggi sepertinya"
ucap salah satu penonton.
"dia itu adalah anggota klan Li, dia terkenal dengan tehnik pedangnya, dia juga pendiam dan tidak banyak bicara, katanya dia sudah mencapai ranah prajurit beladiri di usianya yg ke 25 tahun, dia sudah menolak masuk ke sekte gunung pedang 4 tahun yg lalu, kemudian brita yg aku dengar, mulai saat itu ia berlatih sendiri di suatu tempat yg cukup tersembunyi untuk menghindari klannya yg ingin menjodohkannya dengan putri dari klan besar di ibu kota, karna orang tuanya tewas saat dia masih kecil jadi ia sempat di kucilkan oleh klannya, bahkan yg ku dengar ia tinggal di gubuk tua di wilayah pinggiran milik klan Li"
ucap salah satu penonton.
__ADS_1
"sepertinya kau tau banyak ya tentang pemuda itu..?"
sahut seorang pria paruh baya yg ada di sampingnya.
"aku cukup tau karna aku berasal dari kota yg sama dengannya, klan Li adalah klan menengah di kota bintang dan aku juga berasal dari kota itu, kesini hanya untuk berdagang barang"
ucap penonton itu yg ternyata seorang pedagang.
"siapa nama pemuda itu saudara..?"
ucap pria paruh baya itu.
"namanya Li Pian saudara"
ucap orang itu.
Ling Tian yg mendengar itu langsung sedikit tertarik, kebetulan tempat duduknya di paling pojok depan hanya di dekat satu tangga masuk dari tempat duduk penonton, sedangkan peria yg mengobrol itu ada di pojok tempat duduk penonton jadi Ling Tian dapat mendengar obrolan mereka walaupun kondisinya cukup ramai tapi dengan kemampuan Ling Tian tentu tidak sulit untuk mendengarnya.
"heh menarik, sepertinya ia berlatih cukup keras, dan lagi dari ucapan orang itu dia tidak memiliki dukungan klannya, jadi dia berusaha mencari sumberdaya sendiri untuk bertambah kuat, hehehehehehe semoga aku dapat sedikit bermain dengannya nanti"
ucap Ling Tian dalam hati sambil tersenyum tipis.
"wah lihat itu, di arena 3 juga sudah hampir selesai, pemuda itu menjadi yg terkuat di sana"
ucap salah satu wanita yg menjadi penonton.
"heh tidak heran, kultivasinya paling tinggi di arena itu"
sahut penonton lainnya.
"pemuda itu adalah Li Pian, berasal dari klan Li kota bintang"
sahut orang yg mengenalnya.
"di arena 2 juga hampir selesai, tingga 12 orang yg ada di arena"
ucap penonton lain.
Ling Tian yg mendengar itu langsung menoleh ke arena 2, ia dapat melihat Diao mo masih bertahan di sana, walaupun napasnya sudah tidak setabil lagi.
"heh bocah itu masih bertahan rupanya, walaupun ia bertarung sambil menahan tekanan ranah prajurit yg akan menguras setaminanya dengan cepat tapi ia masih bisa bertahan ya, fisiknya cukup baik"
ucap Ling Tian.
sedangakn di arena 4 juga sudah selesai, para peserta banyak yg langsung terduduk karna kelelahan, selain harus bertarung mereka juga menahan tekanan yg setara ranah prajurit, tentu setamina mereka terkuras cukup cepat yg di untungkan adalah peserta yg memiliki ranah lebih tinggi karna tekanan yg mereka dapatkan tidak seberat yg memiliki ranah lebih rendah.
"heh jadi yg terkuat di sini adalah pemuda Li Pian itu, dengan ranah prajurit di umur 25 tahun, dia hampir tidak bisa mengikuti turnamen ini karna batas maksimal umurnya itu, selain itu rata-rata pemuda yg berumur 18 tahun ke atas sudah mencapai ranah senior beladiri tahap awal dan puncak"
ucap Ling Tian mengamati.
__ADS_1
"baik pertandingan babak pertama telah selesai, di sini kita mendapatkan 31 peserta yg lolos ke babak 2, sebelum di mulai ke babak 2 kalian boleh istirahat selama 15 menit, boleh memakan pil penambah energi atau pemulihan selama pil itu tidak termasuk pil terlarang itu tidak akan melanggar aturan dan hanya boleh di konsumsi di luar arena"
ucap Batai.