Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 57.memberikan arahan pada Li Pian.


__ADS_3

"saya Li Pian ingin mengajukan duel persahabatan dengan peserta Ling Tian tetua..!"


ucap Li Pian dengan cukup keras.


semua orang langsung melihat ke Li Pian.


"itu Li Pian, dia menantang Ling Tian, apa ia yakin ingin melawan Ling Tian dari awal pertandingan Ling Tian sama sekali belum mengeluarkan kemampuan penuhnya"


ucap salah satu penonton.


"apa kau lupa, Li Pian juga hebat, ia dengan mudah mengalahkan lawannya tanpa terluka"


sahut penonton lainnya.


"heh..tak ku sangka ia akan menantang ku, ku kira aku tidak bisa bermain dengannya tapi ia malah ingin bermain denganku, yah walaupun tidak menantang tapi itu lebih baik dari pada melawan peserta lainnya"


batin Lin Tian sambil tersenyum tipis.


"baik Li Pian ingin menantang peserta Ling Tian, bagai mana nak apa.kau menerima tantangannya..?"


ucap Batai sambil melihat ke arah Ling Tian.


"tentu tetua, aku menerimanya"


ucap Ling Tian sambil tersenyum tipis.


"saudara Tian, Li Pian ini hebat ia juga yg memiliki ranah tertinggi tahun ini yg sudah mencapai ranah prajurit tingkat awal"


ucap Diao mo.


"tenang saja saudara mo, aku juga ingin bermain dengannya"


ucap Ling Tian sambil beranjak dari tempat duduknya.


"oh ya jangan habiskan biji teratai ku"


ucap Ling Tian sebelum melanjutkan berjalan naik ke arena.


"dia masih sempat memikirkan cemilannya"


ucap Diao mo heran sambil menepuk dahinya.


"baiklah mari kita mulai, ingat peraturannya masih sama seperti tadi dan ini tidak mempengaruhi posisi kalian di turnamen, baik silahkan di mulai"


ucap Batai.


"aku Li pian dari klan Li kota bintang, mohon bimbingannya"


ucap Li Pian datar tapi masih terlihat hormat.


Ling Tian yg melihat itu cukup senang.


"aku Ling Tian dari pinggiran kota bulu emas"


ucap Ling Tian sambil menangkupkan tangannya.


"silahkan keluarkan tombakmu, aku tidak ingin bertarung secara tidak adil"


ucap Li Pian.


"aku menghargainya, tapi karna lawanku menggunakan pedang maka aku juga akan menggunakan pedang, silahkan maju"


ucap Ling Tian sambil mengeluarkan pedangnya, pedang yg di keluarkan Ling Tian juga berada di tingkat kaisar, pedang itu berwarna putih dan gagang pedang berwarna biru, jika di lihat pedang itu sangat indah.


"apa kau juga bisa menggunakan pedang..?"


ucap Li Pian heran, karna di pertandingan sebelumnya ia jelas melihat Ling Tian adalah pengguna tombak.


"yah aku sedikit bisa menggunakan pedang"


ucap Ling Tian sambil tersenyum.


"hei bukannya Ling Tian pengguna tombak, kenapa sekarang ia menggunakan pedang..?"


ucap salah satu penonton.


semua penonton riuh karna kejadian itu, sangat jarang seorang pendekar menggunakan banyak jenis senjata sebagai senjata utama mereka.


"baik kalau begitu, aku tidak akan menahan diri"


ucap Li Pian.


ia langsung melesat sangat cepat ke arah Ling Tian.


ia menghunuskan pedangnya ke arah Ling Tian tanpa ragu.


Ling Tian yg melihat itu hanya tersenyum tanpa berniat menghindarinya, saat ujung pedang itu hanya berjarak 20 cm dari tubuhnya Ling Tian langsung bergeser ke kiri dan mengayunkan pedangnya ke arah tangan Li Pian, gerakan itu sangatlah cepat bahkan para penonton tidak dapat melihatnya.


dakk...


saring...


suara benturan terdengar, tangan Li Pian terkena pedang Ling Tian tapi karna Ling Tian memutar pedangnya tepat mengenai samping bilah tangan Li Pian tidak terluka, tapi cukup memberikan rasa sakit.


"gerakanmu memang cukup cepat, dan serangan pedangmu cukup baik, tapi kau harus ingat lihatlah posisi tubuh kawanmu dan pedang kawanmu dulu, prediksi dengan cepat kemungkinan gerakan kawanmu"


ucap Ling Tian sambil tersenyum

__ADS_1


Li Pian merasakan tangannya terasa panas.


"anak itu sengaja memutar pedangnya agar tidak melukai pemuda Li Pian itu, jika ia berniat melukai maka tangan pemuda Li Pian itu akan langsung terpotong"


ucap utusan sekte pedang langit.


"gerakan pemuda Li Pian itu terlihat sangat cepat dengan ranahnya yg masih di ranah prajurit, dia memainkan pedangnya tanpa ragu dan sangat tegas"


sahut rekannya.


kembali ke MC.


"ayo maju lagi keluarkan kemampuan berpedangmu"


ucap Ling Tian.


ia sudah berlatih menggunakan beberapa senjata selama di dunia kecil long yu, termasuk senjata pedang, ia bahkan menguasai niat pedang dengan cukup baik, bakatnya sangat tinggi karna memiliki tubuh semesta, pemahamannya tentang jurus atau tehnik sangat tinggi di banding orang lain, kelebihan inilah yg ia miliki, jadi tak heran jika ia bisa menguasai beberapa senjata dan niat senjata dengan mudah.


Li Pian yg mendengar itu langsung terkejut, ia sudah berlatih bertahun-tahun menggunakan pedangnya, dan geraka nya ia sempurnakan bahkan tehnik pedangnya bisa di bilang cukup tinggi, intuisinya juga ia latih menjadi sangat tajam, ia bisa memprediksi setiap gerakan pedang lawan tapi ia masih bisa di serang dengan mudah oleh lawannya saat ini, dan bahkan ia masih sempat di beri tahu celahnya, jika orang biasa dengan kecepatannya pasti tidak akan menemukan celah ini, karna celah pada gerakanya tadi ia tutupi dengan gerakannya yg cepat.


"gerakan cepat tidak akan menjamin serangan mu berhasil jika yg kau lawan juga memiliki mata tajam dan intuisi yg tajam pula, ia dapat menangkis serangan mu dengan cukup mudah, kadang melihat dan mengidentifikasi lawan lebih baik dari pada menyerangnya langsung dengan tehnik yg menurut mu mudah kau tutupi celahnya dengan gerakan cepatmu"


ucap Ling Tian.


Li Pian kembali terkejut, lawannya dapat melihat kelemahan dan cara menutupi kelemahan jurusnya.


"mohon bimbingannya"


ucap Li Pian menangkupkan tangannya memberi hormat, ia sadar lawan di depannya ini memiliki kemampuan pesan pemahaman pedang jauh lebih tinggi di bandingan dengannya.


"majulah gunakan seluruh kemampuan pedangmu Jagan pernah ragu"


ucap Ling Tian sambil mengangkat pedangnya lurus kedepan.


Li Pian yg mendengar itu langsung mengangguk dan melesat cepat maju menyerang lagi.


Ling Tian yg melihat itu hanya tersenyum, matanya menahan.


traang...


tring..


Ting..


suara dentingan pedang terdengar menggema di arena.


para penonton kagum melihat gerakan mereka yg sangat cepat.


Ling Tian tidak menyerang tapi ia hanya menangkis serangan Li Pian.


tringg..


Ting..


buk..


aarrhh...


Li Pian terkena serangan gagang pedang milik Ling Tian, ia langsung terhuyung ke kanan.


"jangan hanya fokus menyerang tapi juga perhatian posisi pertahananmu, kadang posisi pedang lawanmu saat menahan seranganmu dapat dengan mudah menyerang mu tanpa di duga"


ucap Ling Tian sambil tersenyum tipis.


"jika kau ada di dalam pertarungan hidup dan mati, kau sudah mati dua kali karna kehilangan pedangmu"


ucap Ling Tian lagi.


Li Pian mengibaskan tangannya yg terkena gagang pedang Ling Tian, setelah rasa sakitnya berkurang ia langsung melesat lagi menyerang Ling Tian.


adu pedang kembali terjadi, seperti tadi Ling Tian hanya menangkis saja.


gerakan Li Pian semakin cepat, ia menebas ke arah dada Ling Tian, tapi dengan mudah Ling Tian menahnya dengan pedangnya.


Li Pian tak kehabisan akal, ia menghunuskan pedangnya setelah melihat celah kecil dari Ling Tian.


tapi dengan mudahnya Ling Tian, memutar pedangnya ke bawah dan bilah pedangnya menabrak bilah pedang Li Pian hingga berbelok kekiri sedangkan bubuh Ling Tian bergerak menyamping dan pedang Ling Tian yg semula menghadap ke bawah langsung memutar lurus terhunus ke depan tepat di tenggorokan Li Pian.


reflek gerakan Li Pian berhenti karna ada ujung pedang di depan tenggorokannya.


semua orang tercengang, gerakan pedang Li Pian sangat lincah dan cepat, sangat sulit mencari celah untuk menangkisnya, tubuh Li Pian juga berkelok-kelok tak beraturan dan dengan mudahnya serangan itu di patahkan oleh Ling Tian dengan gerakan sederhana dan halus tapi cepat.


"terkadang celah dapat di buat oleh lawanmu untuk menjebakmu, perhatikan lagi postur pedang dan sikap tubuh lawanmu, tubuhku lebih condong ke kiri dan pedangku menyilang ke kanan mengarah bawah, dengan begitu bagian kiri dadaku terbuka dan dengan pengamatanmu posisi pedangku akan sulit bergerak, tapi kau salah dengan aku menggeser tubuhku ke kanan bersamaan memutar pedangku dengan mudah aku bisa menyingkirkan pedangmu ke kanan sedangkan tubuh ku sudah beralih ke kanan dengan begitu pedangmu yg seharusnya masih mengenai tubuhku tapi tetap gagal karna tubuhku sudah berpindah dan posisi pedangmu juga bergeser dan bersamaan dengan itu pedangku sudah berbalik arah putaran menuju lehermu"


ucap Ling Tian.


semua orang yg mendengar ini menjadi terdiam, gerakan yg di pake oleh Ling Tian sangat unik dan halus, seakan-akan semuanya sudah diprediksi.


"pemuda Ling Tian itu sulit di tebak, jika di perhatikan lagi semua gerakan yg di peragakan oleh Li Pian mengikuti semua gerakan pemuda Ling Tian itu, walaupun hanya terlihat menangkis tapi pada dasarnya semua celah Li Pian telah terlihat olehnya, dengan begitu semua gerakan Li Pian sudah bisa di lihat dan Li Pian lama-kelamaan akan mengikuti tempo gerakan tangkisan Ling Tian"


ucap salah satu utusan sekte pedang langit.


kembali ke MC.


"pada dasarnya pertarungan ini sudah aku kendalikan, dan setiap gerakanmu aku juga sudah mengetahui celahnya dengan begitu aku dapat dengan mudah menangkisnya, gerakanmu cepat dan seni pedangmu juga lincah dan sangat baik tapi semua itu tetap ada celah yg berusaha kau tutupi dengan kecepatanmu, tapi di depan lawan yg memiliki kecepatan celahmu itu dapat dengan mudah di temukan dan di serang, apa lagi kau menyerang tanpa henti untuk membuat aku membuka celah, dengan begitu aku dapat dengan mudah mengatur ritme seranganmu dan membuka celahmu, bukan aku yg kau desak tapi kau yg membuka kesempatan untukku, itulah kelemahanmu"


ucap Ling Tian sambil tersenyum.

__ADS_1


Li Pian yg mendengar itu langsung terkejut, ia sudah berlatih keras dan menyempurnakan tehnik pedangnya dan menutup setiap celah yg ada padanya, tapi di depan seorang ahli pedang celah itu dapat dengan mudahnya di bongkar.


"terimakasi atas bimbingannya, aku akan memperbaiki setiap celah dan tehniku lagi"


ucap Li Pian.


"kau tidak perlu memperbaiki tehnikmu itu, tehnikmu itu sebenarnya tehnik yg tidak bagus atau bisa di bilang tidak sempurna, jika kau ingin memperbaikinya maka kau perlu mencari kelanjutan dari tehnikmu itu, pada dasarnya tehnikmu itu memiliki jurus yg bisa menutup tiap celah yg ada, tapi aku sudah cukup terkesan karna kau mencoba menutup celahmu itu dengan kecepatanmu, dengan begitu celahmu tidak akan mudah di tembus, tapi sayang tehnikmu ini adalah tehnik dasar pedang yg tidak berpangku dengan kecepatan jadi serangan yg kau timbulkan kurang efektif"


ucap Ling Tian sambil tersenyum.


"apa kau mengenali tehniku ini, walaupun tehniku ini tehnik tingkat dasar, tapi tehniku ini adalah tehnik kuno yg aku temukan"


ucap Li Pian.


"aku tidak mengenalinya, tapi aku bisa melihat tehnik dan kelemahannya, aku dapat membongkar tehnikmu melalui gerakan yg kau peragakan, memang jika kau peragakan menggunakan energi qi atau elemen tehnik ini akan sangat hebat, tapi kau akan menguras tenagamu lebih cepat karna harus menutup celahmu dengan kecepatan, sedangkan tehnik ini memiliki banyak sekali gerakan, tehnik pedangmu ini tergolong tehnik dasar karna bertumpu pada serangan jarak dekat bukan jarak jauh, dengan kau menggunakan energi qi mu maka energi mu akan cepat terkuras dan kurang efektif"


ucap Ling Tian lagi.


"sekarang kau serang aku menggunakan energi qi mu jangan pernah kau tahan yakinlah dengan ranahku ini kau belum tentu bisa menggores ku"


ucap Ling Tian.


"baik, mohon bimbingannya"


ucap Li Pian, lalu ia melesat dengan lebih cepat karna menggunakan energi qi nya, pedangnya ia aliri dengan qi unsur angin supaya lebih kuat dan tajam, daya jangkau nya juga akan melebar.


Ling Tian yg melihat itu hanya tersenyum.


Trang...


tring...


Ting...


Ting...


tring..


suara benturan antar pedang kembali terdengar bedanya kali ini terdengar lebih nyaring.


di arena Li Pian bergerak sangat cepat bahkan yg terlihat hanya bayangannya saja, tapi Ling Tian masih dengan mudahnya menangkis serangan Li Pian dengan mudah, bahkan ia belum pindah dari tempatnya berdiri.


gerakan menangkis Ling Tian sangat cepat bahkan gerakan tangannya tidak dapat di lihat dan hanya terlihat seperti bayangan saja.


Trang...


tring..


"jurus tebasan angin suci...!"


teriak Li Pian, mengeksekusi jurus pedangnya.


wusss....


bilah angin besar dan tajam melesat dengan sangat cepat, bahkan bilah angin itu sampai menimbulkan suatu gemuruh angin.


Ling Tian yg melihat itu hanya tersenyum.


"ia mengangkat pedangnya dan mengaliri pedangnya dengan elemen angin, setelah itu ia langsung menebas ke arah bawah.


wusss....


bom..


tebasan Ling Tian menghasilkan celah besar pada lantai arena dan bilah angin yg lebih kecil tapi panjang melaju dan bertabrakan dengan bilah angi Li Pian.


Sring....


bilah angin Li Pian langsung terbelah menjadi dua lalu menghilang, sedangkan bilah angin Ling Tian masih melaju tanpa sedikitpun melemah.


Li Pian membelalak tak percaya, ia langsung menghindar secepat mungkin, tapi sebelum bilah angin itu mengenai Li Pian, bilah angin itu langsung pecah dan menghilang.


semua orang kembali tertegun.


"jurus mu cukup kuat, tapi sayang jurus mu itu belum sempurna, jurus yg aku gunakan tadi sama dengan jurus yg kau keluarkan, aku menirunya dan mengubah sedikit gerakannya"


ucap Ling Tian sambil tersenyum.


Li Pian langsung terkejut, ia mempelajari jurus itu selama 2 tahun hingga sampai pada tahap itu tapi lawannya itu hanya memerlukan sekali lirikan untuk menirunya.


"cara memegang pedangmu masih salah, kau harus menebaskan pedangmu dengan ayunan agak lembut dan tenang, tapi ayunan mu penuh dengan tenaga dan berakibat kaku, bilah angin yg tercipta tidak akan sempurna, dan ketajamannya akan berkurang pesat, pada dasarnya dengan kararistik jurus ini, bilah angin yg keluar akan mampu memotong baja dengan sangat rapi karna terpusat di ketajaman bilah itu, tapi bilahmu tadi tidak akan memotong dengan halus dan sempurna, tapi hasil potongannya akan lebih kasar dan bisa saja meledak saat berbenturan.


dan minusnya energi yg kau keluarkan akan semakin banyak untuk sekali eksekusi jurus ini, berlatihlah lagi, pertama ayunkanlah pedangmu dengan lembut tapi juga penuh kekuatan, kontrol aturan pedangmu, jangan terburu-buru, tidak perlu terlalu cepat, buat sepanjang mungkin bilah anginmu dan setipis mungkin maka kau akanemilikimhasil.yg lebih sempurna"


ucap Ling Tian.


Li Pian yg mendengar itu langsung memasukan pedangnya ke dalam cicin ruang lalu menangkupkan tangannya dan sedikit membungkuk.


terimakasi atas bimbingannya, aku pasti akan berlatih lebih keras lagi"


ucap Li Pian.


Batai yg melihat ini, langsung mengakhiri pertandingan.


"pemenang dari duel ini adalah Ling Tian"


ucap Batai

__ADS_1


Ling Tian langsung kembali ke tempat duduknya setelah menyimpan pedangnya.


__ADS_2