Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 43.api bumi serikat alkemis.


__ADS_3

"apa kau dapat membuktikannya anak muda..?"


ucap orang tua itu sambil menyerahkan kartu itu kepada Ling Tian kembali.


"tentu saja"


ucap Ling Tian dengan tenang sambil menerima kartunya kembali.


setelah ia memegang kartunya, ia langsung mengalirkan energi qi nya ke kartu itu, dan tak lama kartu itu bersinar putih, dan menunjukan identitas Ling Tian berserta pantulan wajahnya, yg menandakan kartu itu memang asli dan di miliki oleh Ling Tian.


Semua orang langsung tercengang melihat itu, termasuk peng chu dan pengawalnya.


"baiklah ini memang kartu milikmu, dan kau sepertinya menginginkan api bumi dari serikatku, jika begitu lebih baik kita bicara di ruanganku anak muda"


ucap orang tua itu.


"baiklah tuan, silahkan anda tunjukan jalannya"


ucap Ling tian dengan nada tenangnya.


"sialan ternyata ia benar-benar pemilik dari kartu itu, dan sepertinya ia bukan manusia biasa tapi adalah kultivator yg menyembunyikan ranah kultivasinya, yg berarti sampah itu bukan orang biasa"


batin peng chu sambil mengepalkan tangannya.


kembali kepada Ling Tian.


setelah berjalan beberapa saat menaiki tangga, akhirnya ia tiba di ruangan manajer atau orang tua yg saat ini menuntun jalannya.


"ayo mari masuk anak muda"


ucap orang tua itu sambil membuka pintu dan mamesuki ruangan itu.


Ling Tian tidak menjawab dan hanya mengikuti saja.


"baiklah silahkan duduk, mari kita bahas transaksi ini"


ucap orang tua itu sambil mempersilahkan Ling Tian untuk duduk di kursi tamu.


"baiklah tuan langsung ke intinya saja, aku mendapatkan informasi dari kakek Han Li Jiak serikat alkemis anda memiliki api bumi yg telah di siapkan untu para alkemis serikat anda, jadi aku ingin membelinya"


ucap Ling Tian senang terus terang.

__ADS_1


"boleh saja, tapi sebelum itu sepertinya kau cukup akrab dengan pak tua Li itu, dan memang untuk apa api bumi itu, apa kau juga seorang alkemis."


ucap orang tua itu.


"aku memang cukup akrap dengannya, aku membutuhkan api bumi itu untuk memperkuat unsur apiku, dan soal alkemis aku memang memiliki sedikit kemampuan alkemis"


ucap Ling Tian datar.


"oh begitu lah, yah jika kau mampu membayarnya dan mampu menaklukannya maka aku akan memberikannya kepadamu, jika kau sanggup membayar tapi tidak mampu menaklukkannya aku tidak akan memberikannya kepadamu"


ucap orang tua itu.


"oh itu masalah sepele, jadi tuan berapa jumlah api bumi yg anda miliki..?"


ucap Ling Tian.


"tidak banyak, aku hanya memiliki 4 api bumi dan baru memiliki sedikit kesadaran, dan api itu sampai sekarang belum ada yg bisa menaklukannya , walaupun api bumi tergolong tingkat rendah di jajaran jenis api sepiritual alami tapi sudah cukup kuat jika di gunakan untuk meramu pil"


ucap orang tua itu.


"baiklah, itu akan lebih baik untuk perkembangan apiku, jadi berapa harga yg tuan tawarkan...?"


ucap Ling Tian dengan tenang.


ucap orang tua itu.


"baiklah jika kau menginginkannya aku akan memberikannya kepadamu dengan 1 miliar koin emas tiap 1 inti api bumi dan itupun jika kau mampu menaklukkannya"


ucap orang tua itu.


"tidak masalah, kita sepakat dengan harga 4 miliar koin emas untuk ke 4 api itu, jadi dimana anda menyimpan api itu..?"


ucap Ling Tian.


"api itu ada di bawah tanah gedung serikat ini, tentu saja di sana ada habitat khusu yg telah di buat oleh serikat alkemis, dan kau tenang saja kami memiliki tempat untuk mengembang biakan api bumi ini, tiap 1 tahun pasti akan lahir api bumi baru, dan kami bis amemanennya tiap 30 tahun, jadi Setok kami masih ada, apa kau menginginkannya..?"


ucap oran tua itu.


"heh tak heran jika banyak alkemis trampil setelah bergabung dengan serikat alkemis, sepertinya serikat alkemis memiliki banyak api bumi yg berumur cukup tua sehingga dapat berkembang biak di sarangnya, dan sepertinya ada juga api bumi yg di tinggal pemiliknya mati dan serikat alkemis merwatnya dan memberikan tempat habitat yg cocok untuk mereka, api bumi tidak melahirkan tapi dari hawa panas yg mereka hasilkan akan memunculkan benih api yg cukup panas dan kalian mengambil benih api itu untuk di rawat di tempat terpisah hingga mereka akan mendapatkan kesadarannya"


ucap Ling Tian dengan nada datarnya.

__ADS_1


"hohohohoho kau memang berpengetahuan luas ya anak muda, tak heran jika orang tua Li itu akrab denganmu"


ucap orang tua itu sambil tersenyum.


"tidak juga tuan, aku hanya sering mambqca buku dan mendapatkan sedikit pengetahuan, berbeda dengan tuan yg sudah berumur dan memiliki jam terbang yg lebih lama dari pada yg muda ini"


ucap Ling Tian sambil tersenyum.


"hohohohoho kau terlalu merendah anak muda"


ucap orang tua itu.


"lebih baik merendah Tuan dari pada mendongak ke atas tapi lupa siapa dirikita sendiri"


ucap Ling Tian sambil tersenyum tenang.


"anak muda ini bisa mengontrol emosi dengan baik, bahkan setelah berhadapan denganku dia masih sangat tenang, seakan ia sering menghadapi orang sepertiku"


batin orang tua itu.


"hohoho kata-katamu cukup dalam anak muda, baiklah lebih baik kita langsung pergi ke tempat api itu, ayo ikuti orang tua ini"


ucap pria tua itu, sambil beranjak dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangannya dan di ikuti oleh Ling tian.


setelah berjalan beberapa saat mereka sampai di pojok koridor, dan pria tua itu menekan salah satu dinding, dan tiba-tiba dinding itu terbuka dan terlihat jelas anak tangga yg menurun kebawah.


Ling Tian yg melihat itu biasa saja , seakan ia sudah bisa menebaknya.


orang tua itu juga melihat ke arah Ling Tian yg masih santai tanpa merasa terkejut, dia semakin kagum kepada Ling Tian.


"anak muda yg menarik, tak heran orang tua peot itu akrab dengannya"


ucap orang tua itu.


"ayo kita turun, tangga ini terhubung langsung dengan ruangan tempat api itu berada"


ucap orang tua itu sambil berjalan turun melewati tangga itu.


saat Ling Tian masuk dan menginjak tangga, dinding itu langsung tertutup kembali.


mereka terus berjalan menuruni tangga, setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai pada dinding batu.

__ADS_1


orang tua itu membuat segel tangan lalu menyentuh salah satu bagian dinding batu dan tangan satunya lagi mengambil sebuah token lalu menempelkannya ke dinding batu itu dan tak lama dinding batu itu bergetar lalu terangkat ke atas, saat dinding itu terangkat hawa panas menywngat langsung terasa membakar kulit.


Ling Tian yg merasakan itu hanya biasa saja, ia memiliki tubuh yg kuat, panas seperti ini bukan apa-apa untuknya, sedangkan orang tua itu melapisi tubuhnya dengan qi.


__ADS_2