Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 72.menuju kota teratai biru dan kera kecil.


__ADS_3

di jalan utama ini banyak berlalu lalang kereta kuda, kelompok orang dan para kultivator atau pemburu, karna jalan ini adalah jalan utama.


"kakak kita akan ke kota mana...?"


ucap miyi.


"kita akan ke ibu kota kekaisaran, tapi sebelum ke sana kita akan singgah ke kota-kota yg kita lewati, dan kita nanti akan singgah ke kota teratai biru, dari sini 3 hari berjalan kaki dan satu setengah hari naik kereta kuda"


ucap Ling Tian lembut.


"apa kita itu indah kakak..?"


ucap miyi.


"kakak juga tidak tau, kita lihat saja nanti"


ucap Ling Tian.


mereka terus mengobrol di sepanjang jalan hingga tak terasa hari sudah siang, Ling Tian memutuskan untu beristirahat di pinggir jalan, tepatnya di pinggi hutan, karna jalan utama ini melewati hutan.


"kita istirahat dulu di sini miyi, kakak akan memanggang daging untuk makan siang kita"


ucap Ling Tian sambil menurunkan miyi dari gendongannya.


"apa kakak bisa memanggang daging..?"


ucap miyi.


"hahahahahahahha tentu saja kakak bisa miyi, kakak ini handal jika hanya memanggang daging"


ucap Ling Tian dengan bangga.


"wah kalau begitu cepat panggang dagingnya kakak"


ucap miyi senang.


"hahahhaha baik, kakak siapkan dulu apinya"


ucap Ling Tian.


ia mencari kayu kering yg ada di sekitarnya dan mulai membuat api.


Ling tian mulai memanggang dagingnya.


akhirnya mereka beristirahat dan makan daging panggang.


waktu terus berlalu Ling Tian kembali melanjutkan perjalanannya.


saat hari sudah mulai sore, Ling Tian kembali istirahat, ia berjalan ke dalam hutan agar sedikit jauh dari jalan utama, setelah pas, ia langsung membuat rumah kecil dengan elemen tanahnya dan mengeluarkan alas tidur yg sudah ia beli dari kota, bagai manapun saat ini ia membawa anak kecil jadi hal seperti ini sangat di perlukan.


"sekarang tempat tidur sudah siap, kakak akan mencari kayu bakar dulu, miyi di sini saja, tenang saja di sini aman, kakak hanya mencari kayu bakar di sekitar tempat ini saja"

__ADS_1


ucap Ling Tian lembut.


"baik kakak"


ucap gadis kecil itu.


Ling Tian langsung bergegas keluar dan mencari kayu bakar, ia ingin membuat sup daging dan sayur, bagai manapun ia harus memikirkan pertumbuhan miyi.


"heh di sini ada jamur air, yah walaupun ini hanya herbal tingkat rendah dan mudah di temukan di kedalaman hutan tapi ini sangat berkhasiat dan baik untuk miyi, aku akan mencampurkannya ke dalam sup, apa masih ada herbal lain lagi yg bisa aku gunakan untuk membuat sub ya"


ucap Ling Tian sambil memetik jamur air yg ada di sekitar aliran sungai kecil.


ia terus mengamati sekelilingnya sambil mengambil kayu bakar yg agak besar supaya apinya bisa sampai pagi.


Ling Tian tiba di tepi aliran sungai kecil yg memiliki arus memutar.


"sepertinya sungai ini cukup dalam, dan dari bawah air juga memancarkan energi yg cukup terasa, apa ada herbal di dasar sungai ini, tapi herbal apa"


ucap Ling Tian sambil berfikir.


"jika di lihat dari tempatnya yg tidak terlalu jauh dari jalan, seharusnya hanya herbal tingkat rendah, ah..lebih baik aku mengecek ya saja"


ucap Ling Tian, ia langsung mengalirkan qi nya untuk melindungi dirinya agar tidak basah.


ia menyelam ke dasar sungai, sungai itu sendiri memiliki kedalaman sekitar 10 meter.


"sungai ini cukup dalam dan air di bawah sini juga agak lebih dingin, aku harus cepat karna miyi menungguku"


ia terus menyelam hingga ke dasar sungai, ia melihat banyak sekali gingseng air yg sudah tua, bahkan umurnya sudah mencapai ribuan tahun.


"hahahha ternyata gingseng air, kenapa herbal tingkat tinggi seperti ini tidak ada yg menemukannya, bagai manapun ini berada tidak jauh dari jalan dan sering di jelajahi atau di lewati orang, hehehehehe aku akan memanen semuanya dan aku akan menanam nya di dunia jiwaku, walaupun aku memiliki kebun herbal, tapi aku juga membutuhkan gingseng air ini sebagai pelengkap jika aku membutuhkannya"


batin Ling Tian senang, ia langsung mengambil semua gingseng air yg ada dia sungai itu.


"hahahahhaha sungguh panen yg tak terduga, yah walaupun ini hanya herbal kelas atas tapi ini tetaplah berharga, nanti aku akan mencampurkannya dengan sub"


batin Ling Tian yg sudah kembali ke pinggir sungai.


ia langsung kembali ke tempat miyi berada.


"kakak sudah kembali, kenapa lama sekali..?"


ucap gadis kecil itu.


"hahahahha maaf, kakak tadi mencari bahan tambahan untuk membuat sup daging untuk makan malam kita hahahahha"


ucap Ling Tian sambil menyalakan api.


Ling Tian langsung meracik bumbu dan bahan yg di butuhkan.


waktu terus berlalu, sup buatan Ling Tian sudah jadi.

__ADS_1


tapi tiba-tiba ada pergerakan dari semak-semak yg tak jauh dari mereka.


Ling Tian langsung menggunakan tehnik matanya.


ia melihat se ekor anak monyet yg memiliki bulu berwarna abu-abu, dan ia juga terluka, banyak darah yg mengering di sekitar lukanya dan bukunya juga penuh dengan darah.


"keluarlah, aku tidak akan menyakitimu"


ucap Ling Tian santai.


seperti mengerti ucapan Ling Tian, monyet itu perlahan-lahan keluar dari semak-semak, ia berjalan dengan tertatih-tatih.


Ling Tian yg melihat itu, langsung menggunakan energi sepiritualnya dan di tambah energi jiwanya untuk membawa monyet itu kepadanya.


"kakak monyet ini terluka"


ucap miyi.


"kau benar miyi, sepertinya ini akibat serangan hewan buas, dari luka nya ini adalah bekas cakaran dan cukup dalam, tangan nya juga patah"


ucap Ling Tian.


"apa kakak bisa menyembuhkannya..?"


ucap miyi.


"tentu bisa miyi"


ucap Ling Tian sambil mengelus rambut gadis kecil itu.


"aku akan membantu menyembuhkan lukamu dulu, telan lah pil ini, ini adalah pil pemulihan tingkat 9, kau adalah hewan sepiritual seharusnya kau bisa menyerap pil ini, aku akan membantumu"


ucap Ling Tian sambil menaruh pil pemulih ke dalam mulut kera kecil itu.


Ling Tian mulai membantu mengelola energi dan kasiat pil.


setelah beberapa saat akhirnya kera itu sudah pulih 80%, lukanya juga sudah memudar.


"makanlah sup ini, sup ini akan membantumu untuk pulih"


ucap Ling Tian sambil menyodorkan semangkuk sup kepada kera itu.


seakan mengerti dan kera itu juga kelaparan, kera itu langsung mengambil daging dan sayuran, herbal yg ada di sub dan memakan nya dengan sangat lahap.


Ling Tian yg melihat itu hanya tersenyum.


begitu pula dengan miyi, ia senang melihat kera itu baik-baik saja.


"miyi ayo makan sup mu, nanti akan dingin jika tidak segera memakannya"


ucap Ling Tian.

__ADS_1


ia juga menyodorkan roti kering sebagai pelengkap sup kepada miyi dan kera itu.


__ADS_2