Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 35.tuan muda klan peng.


__ADS_3

"oh baiklah nona aku akan mengambil kuas ini, kebetulan aku juga ingin belajar Aray"


ucap Ling Tian berbohong, jika orang lain tau bahwa ia juga master Aray tingkat 9 akan sangat heboh.


"baiklah tuan muda saya akan menyiapkan kotak penyimpanannya dulu"


ucap pelayan itu sambil berlari ke arah estalase penyimpanan kotak.


"ini tuan muda, karna tuan muda adalah tamu VVIP jadi tuan muda mendapat diskon 30 %, jadi total yg harus tuan muda bayar adalah 42 JT koin emas tuan muda"


ucap pelayan itu.


"baiklah nona, ini di kantong ini ada 42 juta nona, harap di hitung dulu"


ucap Ling Tian sambil menyerahkan sekantong besar berisi koin emas.


"oh tidak perlu tuan muda pasti isinya sudah pas"


ucap pelayan itu yg langsung menyimpan kantong itu tanpa menghitung ulang.


"baiklah nona aku akan berkeliling lagi, siapa tau ada yg cocok denganku"


ucap Ling Tian.


"baik tuan muda mari saya dampingi"


ucap pelayan itu ramah.


Ling Tian pun mulai berkeliling kembali, di ruangan itu banyak sekali senjata sepiritual kelas tinggi karna tempat Ling Tian saat ini ada di lokasi kusus barang sepiritual tingkat tinggi.


hingga ia melihat satu pedang sepanjang 1 meter berwarna hitam dengan gagang terukir bentuk naga.


"sepertinya aku perlu pedang, akan sangat di sayangkan jika aku menggunakan pedang semesta hanya untuk mengurus hal-hal kecil, jika aku bertemu dengan orang yg lebih kuat dariku akan sangat berbahaya walaupun pedang itu sudah terikat denganku"


batin Ling Tian.


"sepertinya pedang ini memiliki bahan kusus nona"


ucap Ling Tian sambil menunjuk ke arah pedang berwarna hitam itu.

__ADS_1


"oh tuan muda sangat jeli, itu adalah pedang dengan kualitas terbaik yg ada di serikat kami tuan muda, walaupun pedang itu hanya berada di tingkat 8 tinggi tapi pedang itu bukan di buat oleh serikat kami, melainkan pedang temuan yg di temukan oleh ahli kami di reruntuhan, karna itu pedang ini sedikit tumpul, tapi ahli kami mengidentifikasi jika bahan dari pedang ini cukup istimewa karna bahan yg di gunakan tidak dapat di kenali dan memiliki kekerasan bahkan melebihi pedang tingkat sbilan rendah, tapi walaupun begitu karna pedang ini sedikit rusak maka pedang ini tingkatannya menurun setara pedang tingkat 8 tinggi, penempa kami ingin memperbaikinya tapi tidak ada bahan yg cocok untuk di gunakan"


jelas pelayan itu.


"menarik, berapa harga dari pedang ini nona..?"


"apa tuan muda yakin ingin pedang ini, kami masih memiliki koleksi pedang tingkat 9 rendah yg kami simpan di tempat kusus dan rahasia, walaupun pedang ini termasuk pedang terbaik di sini atas bahan yg di gunakan tapi pedang ini sudah sedikit rusak, karna tumpul dan auranya juga sedikit lebih lemah dari pedang tingkat 8 lainnya, pedang ini menjadi salah satu pedang terbaik di sini hanya karna bahanya yg lebih keras dari bahan yg di gunakan untuk pedang tingkat 9, jika tuan muda ingin memperbaikinya tuan muda memerlukan tambahan bahan yg sama atau cocok untuk pedang ini, dan lagi belum tentu ada penempa yg mampu menempa bahan ini jika tidak memiliki api kusus dalam menempa, karna ahli kami sudah mencoba untuk menempanya agar memperbaiki ketajamannya tapi tetap gagal karna keterbatasan kemampuan api yg di gunakan"


ucap pelayan itu memberi penjelasan karna Ling Tian adalah tamu VVIP jadi ia tidak mau membuat kesalahan sekecil apapun.


"tidak Maslah nona, walaupun tumpul tapi jika kita ahli dalam perpedang maka pedang itu akan sangat tajam"


ucap Ling Tian sambil tersenyum.


"tuan muda sungguh berpengetahuan luas"


ucap pelayan itu, karna ucapan Ling Tian juga benar, setiap senjata walaupun senjata itu tumpul tapi jika orang itu ahli pasti mampu mempertajam senjatanya saat bertarung.


hahahaha itu hanya pengetahuan umum nona"


ucap Ling Tian.


ucap pelayan itu.


tapi sebelum pelayan itu mengambil pedang yg di pilih oleh Ling Tian ada seorang tuan muda yg langsung menyerobotnya.


"hei pelayan, aku menginginkan pedang ini"


ucap pemuda itu kepada pelayan yg ada di dekatnya.


Ling Tian yg mendengar itu langsung memincibgkan matanya, apa pemuda ini mencoba mencari gara-gara kepadanya, jelas-jelas ia sudah ingin membelinya tapi pemuda ini ingin merebutnya.


"apa pedang hitam ini yg tuan muda maksud..?"


ucap pelayan itu sambil menunjuk pedang yg ada di estalase, tepatnya pedang hitam yg Ling Tian pilih.


"maaf tuan muda, pedang ini sudah di beli oleh tuan muda ini"


ucap pelayan yg mendampingi Ling Tian.

__ADS_1


"maaf tuan muda seperti ya pedang ini sudah di pilih oleh tuan muda yg di layani oleh teman saya ini, jadi tuan muda bisa memilih yg lain, bagaimana..?"


ucap pelayan yg di panggil pemuda itu.


"huh..berapa harga yg di tawar oleh sampah itu, lagipula ia hanya orang biasa mana mungkin bisa menggunakan senjata sepiritual tingkat tinggi seperti ini"


ucap pemuda itu sombong.


"maaf tuan muda bukan masalah hasil tawar menawarnya, tapi tuan muda itu sudah memilihnya terlebih dahulu dan sepertinya tuan muda itu sudah memutuskan harganya dengan teman saya"


ucap pelayan itu dengan sopan.


"huh..apa kau tidak tau siapa aku, aku salah tuan muda klan peng, salah satu klan besar di ibu kota, berapa harga yg sampah itu tawar aku akan membuatnya lebih"


ucap pemuda itu sombong dan angkuh.


"kenapa setiap aku jalan-jalan pasti ada tuan muda bodoh yg selalu menggangguku"


ucap Ling Tian datar.


"hei samapah apa kau bilang, kau itu hanya sampah dan aku ragu apa kau mampu membayar pedang ini, di lihat dari penampilanmu kau hanya rakyat jelata yg tidak berkuktivasi, jadi lebih baik kau jangan membuat masalah denganku"


ucap pemuda itu angkuh.


"maaf tuan muda, saya baru bisa menyusul karna penginapan di kota ini sudah sedikit yg kosong"


ucap seorang peria paruh baya yg baru saja datang.


"oh ku harap kau mendapatkan kamar di penginapan besar"


ucap pemuda itu.


"tenang saja tuan muda, dengan identitas tuan muda aku sudah mendapatkan kamar VVIP di restoran bulan, restoran itu termasuk restoran besar di kota ini"


ucap pengawal itu dengan bangga.


"baiklah aku percaya padamu"


ucap pemuda itu acuh.

__ADS_1


__ADS_2