Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 135.yutein


__ADS_3

"kita akan memberantas nya besok saudara Ba, seperti yg aku rencana kan, kita akan bergerak cepat, selain agar cepat selesai juga untuk menekan korban menjadi lebih besar lagi"


ucap Ling Tian dengan tenang.


waktu terus berlalu, tak terasa pagi sudah menyambut.


Ling Tian dan long bersaudara sudah berada di restoran untuk menikmati makan pagi mereka sebelum keluar dari kota hoyu.


"tuan muda, kota ini sudah cukup dekat dengan sekte gunung emas jika kita terbang"


ucap long wu.


"jika begitu kita akan terbang saja saudara wu"


ucap Ling Tian dengan santai sambil menikmati teh hangat nya.


di sisi lain, sekarang ini dan cuo sudah berada di salah satu kedai yg cukup sepi di pagi hari, dia berniat mencari tau tentang ahli yg baru saja menerobos, dia berfikir jarak kota hoyu dan hutan tempat di mana terjadi nya petir kesengsaraan cukup lah dekat, jadi ke.ungkinan besar ahli itu pergi ke kota hoyu, itu yg dan cuo fikirkan.


tapi hingga saat ini hanya ada informasi dan banyak pertanyaan dari para warga kota atau pun pengunjung kota tentang siapa ahli yg menjalankan kesengsaraan perti di hutan dekat kota.


"apa kau tau siapa ahli itu, bahkan setelah kesengsaraan nya selesai kita sama sekali tidak pernah melihat ahli yg memasuki kota"


ucap salah satu pengunjung kedai.

__ADS_1


"kau benar saudara, seperti nya ahli itu tidak datang ke kota ini, atau dia terluka parah dan bersembunyi di sekitaran hutan, kita tidak tau pasti, tapi jika ahli itu mati, seharus nya pasti ada jasad nya, tidak mungkin kan tubuh seorang ahli dengan mudah nya hancur oleh petir kesengsaraan nya sendiri"


ucap pengunjung Lin.


"itu bisa saja terjadi saudara, bagai manapun kesengsaraan petir kemarin sangat mengerikan, bahkan banyak ahli yg tidak mengetahui tingkatan kesengsaraan petir itu, pasti ahli itu bukan setingkat ahli half sain, itu bisa lebih tinggi lagi karena melihat ke dahsyat an kesengsaraan petir itu"


ucap pengunjung itu.


dan cuo yg mendengar itu hanya, hanya bisa tersenyum masam, kata-kata yg di ucapkan oleh kedua pengunjung itu ada benar nya juga, bagai manapun kesengsaraan petir adalah peristiwa yg paling berbahaya saat berhasil naik ke tingkatan ahli tingkat atas dan mulai lepas dari belenggu fana.


"seperti nya aku terlalu berharap banyak dengan ahli itu"


batin dan cuo.


di sisi Ling Tian, saat ini dia dengan santai nya berjalan ke arah gerbang kota bersama dua saudara long.


."ibu..ibu...lihat itu, itu adalah kakak yg menolong banyak orang itu, saat aku besar nanti aku ingin menjadi seperti nya"


ucap seorang anak kecil.


Ling Tian tentu mendengar nya, dia menoleh ke arah anak laki-laki yg bersama ibu nya.


reaksi yg di tunjukan Ling Tian membuat ibu dari anak itu ketakutan, dia takut ucapan putra kecil nya menyinggung ahli tingkat tinggi seperti Ling Tian.

__ADS_1


"ma..maaf tuan muda, anak saya tidak bermaksud menyinggung tuan muda"


ucap wanita paruh baya itu dengan gugup dan juga takut.


Ling Tian yg melihat itu hanya tersenyum dan mendekati ke dua anak dan ibu itu, long ba dan long wu masih sangat tenang, mereka hanya melihat dan mengikuti Ling Tian saja tanpa berbicara.


"adik kecil siapa nama mu...?"


ucap Ling Tian lembut.


semua orang yg melihat itu menjadi ikut gugup, mereka kasihan kepada anak kecil di depan mereka, bagia manapun seorang ahli tingkat tinggi seperti Ling Tian memiliki harga diri dan kehormatan nya sendiri, mereka takut jika anak kecil itu menyinggung ahli tingkat tinggi seperti ling Tian.


anak kecil itu tidak taku, mata nya yg cerah hanya melihat Ling Tian dengan bingung, dia tidak tau harus menjawab apa.


"ka..kakak tampan dan gagah, aku bernama yutein teman-temanku biasa memanggil ku yu"


ucap anak kecil itu dengan polos nya.


"kau memiliki keberanian adik kecil, apa kau ingin menjadi seperti kakak...?"


ucap Ling Tian sambil tersenyum tipis.


"ya...aku ingin menjadi seperti kaka, yg sangat kuat dan bisa menghajar orang-orang jahat itu lalu menyelamatkan banyak sekali orang, Kaka terlihat sangat gagah waktu itu"

__ADS_1


ucap anak kecil itu dengan semangat.


melihat anak nya yg berbicara dengan penuh semangat, jantung sang ibu langsung berdetak lebih kencang.


__ADS_2