Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 89.ketakutan pangeran ke tiga dan kedatangan tuan kota.


__ADS_3

"beraninya kau, apa kau ingin di cap sebagai penghianat dan di jatuhi hukuman mati oleh kekaisaran..!"


ucap para prajurit itu.


"aku tidak Suka di provokasi, pangeran sombong dan suka menindas rakyatnya sendiri tidak pantas menjadi pangeran, miyi, Meimei tutup mata kalian, kakak ingin menghajar para orang bodoh ini yg mengganggu kita"


ucap Ling Tian.


"baik kakak"


ucap ke dua gadis kecil itu.


"saudara aku ingin bermain sebentar, tolong jaga miyi dan meimei"


ucap Ling Tian, lalu ia melesat cepat dengan elemen anginnya dan melumpuhkan para prajurit.


bom..


aaarrkkgg..


corak...


ahhhhh...


bom...


bom ...


Lin Tian bergerak semakin cepat, para prajurit yg berjumlah 50 orang itu langsung berjatuhan tanpa bisa melawan.


semua orang yg menonton ini langsung tercengang.


aaarrhhkkk...


bom...


kkrrak...


uhuk..


bom.


suara terikan pilu dan tulang patah dapat di dengar semua orang.


semua orang yg melihat ini langsung bergetar ketakutan.


setelah satu menit, semua prajurit terkapar tidak bisa bangun lagi.


kusir kereta kuda pangeran ke tiga yg melihat itu langsung gemetar ketakutan.


"kau...kau akan mendapat masalah jika menyentuhku dan pangeran, kekaisaran Han tidak akan melepaskanmu"


ucap kusir itu.


"dasar sampah"


ucap Ling Tian yg langsung menghilang dari tempatnya dan muncul di depan kusir.


plak...


bom...


aaarrrgggggkkkkkk...


triakan melengking kusir kuda yg menabrak tembok, tulangnya beberapa ada yg patah dan retak, dia langsung tidak sadarkan diri.


setelah menghajar sang kusir, Ling Tian langsung merusak kereta kuda itu.


semua orang dapat melihat seberapa agresifnya Ling Tian.


kraaaakk...

__ADS_1


bom..


atap kereta kuda itu langsung hancur.


terlihat seorang pemuda dan pria paruh baya cukup tuan.


terlihat ke dua orang itu mengucurkan keringat dingin dari kening mereka.


"ah..tuan muda, kami tidak memprovokasiku, itu semua Muni tindakan para kusir dan prajurit, pangeran ke tiga juga tidak memberikan printah sama sekali.


bagai manapun kondisi pangeran masih cukup lemah setelah kejadian di pelelangan itu"


ucap sang penasehat dengan tubuh gemetar, dia masih ingat dengan suara Ling Tian.


"cih apa seperti ini prilaku semua orang yg berasal dari istana kekaisaran Han, sepertinya kekaisaran ini perlu di bersihkan dan juga kaisar nya perlu di ganti ya"


ucap Ling Tian mencibir.


"maaf kan kami jika kami menyinggung tuan muda, kami benar-benar tidak memberi printah"


ucap penasehat itu.


"teman, aku tidak memberi printah apapun, jadi tolong beri aku sedikit saja wajah"


ucap pangeran ke tiga dengan tubuh gemetar, dia masih bisa membayangkan kekuatan Ling Tian.


"baiklah aku akan melepaskan kalian saat ini, tapi jika kelak di masa depan kalian berani membuat masalah lagi, aku tidak akan berbaik hati, walaupun di belakang kalian ada kekaisaran sekalipun, tau ada seorang ahli ranah saint sekalipun"


ucap Ling Tian santai dan dingin.


lalu ia melompat turun dari kereta kuda dan kembali ke kelompok nya.


"apa tuan muda tidak ingin membunuh mereka semua..?"


ucap long wu.


"tidak perlu, mereka hanya sampah yg suka menindas orang lain dengan latar belakang mereka, nanti jika mereka berulah lagi kita akan menghancurkan mereka"


"gila..ini benar-benar gila, pemuda itu berani sekali berurusan dengan kekaisaran"


ucap salah satu orang yg menonton.


"dasar bodoh, entah dosa apa aku, sehingga bisa memiliki teman yg otak nya tidak encer seperti mu.


pemuda itu pasti memiliki dukungan yg cukup kuat untuk berurusan dengan kekaisaran"


ucap teman nya.


"benar juga, kenapa aku tidak berfikir begitu"


sahut nya kepada ucapan teman nya itu.


"dasar, kau memang bodoh"


ucap teman nya kesal.


tapi tak lama, dari arah lain datang tuan kota dan di temani oleh 10 penjaga kota, ia mendapat laporan dari salah satu penjaga tentang masalah yg terjadi.


"tuan muda Ling, tolong maafkan pangeran ke tiga, pangeran sepertinya akan berkunjung ke tempat orang tua ini, jika pangeran menyinggungmu mohon Jagan di masukan ke dalam hati, bagai manapun sifat nya memang seperti itu"


ucap tuan kota sambil menangkupkan kedua tangan nya.


"ayah aku masih memberikan satu kesempatan lagi tuan, sebelum nya dia juga pernah menyinggungmu di acara pelelangan di kota teratai putih dan juga sudah aku beri pelajaran, tapi sepertinya kali ini para pengikutnya ini yg memulai tanpa ada printah dari kedua orang itu"


ucap Ling Tian sambil menunjuk ke arah pangeran dan penasehat.


"jika begitu orang tua ini hanya bisa berterimakasi kepada tuan muda"


ucap tuan kota dengan ramah.


tapi di dalam hati ia mengumpat keras atas kebodohan pangeran ke tiga.

__ADS_1


"dasar sampah, kenapa dari sekian banyak orang, kau malah menyinggung para ahli ini, mereka dari alam atas, kekuatan mereka pasti di tekan hingga puncak ranah dewa bela diri.


bahkan leluhur kekaisaran tidak akan mampu Manahan mereka jika mereka berkeinginan memusnahkan kekaisaran"


ucap tuan kota dalam hati dengan kesal.


"baik tuan kota, aku juga minta maaf kaena selalu membuat keributan di kotamu"


ucap Ling Tian ramah.


"tak apa tuan muda Ling, bagai manapun tuan muda hanya membela diri,. itu hak wajar"


ucap tuan kota sambil tersenyum.


dia juga lega karna tidak ada yg mati di sini, walaupun banyak yg terluka parah, tapi itu lebih baik dari pada mati.


"tuan kota, aku menyerahkan pembersihan sampah itu kepada tuan kota, aku ingin jalan-jalan dengan saudara dan ke dua adik ku ini"


ucap Ling Tian.


"tentu saja tuan muda Ling, ini sudah menjadi tugas kami"


ucap tuan kota.


"ah iya, aku lupa, ini adalah hantu rugi akan tempok yg di hancurkan para sampah tadi"


ucap Ling Tian sambil menyerahkan satu kantong berisi jutaan koin emas.


"sebenarnya ini tidak perlu tuan muda Ling, kota ini memiliki dana khas, dana ini bisa di gunakan untuk perbaikan seperti ini"


ucap tuan kota.


"tidak masalah tuan kota, ini juga sudah menjadi kewajibanku karna bagai manapun juga hal ini terjadi karna ku"


ucap Ling Tian.


"ah..baik jika begitu tuan muda Ling, terimakasi"


tuan kota.


"kalau begitu aku akan melanjutkan jalan-jalan lagi tuan kota"


ucap Ling Tian pamit.


"baik tuan muda"


ucap tuan kota.


"huh jika saja tuan muda ku ingin membunuh kalian, maka ia akan sangat mudah melakukan nya, hanya identitas sebagai pangeran kekaisaran kecil seperti ini saja sudah sangat sombong dan tidak mencerminkan seorang pangeran sama sekali"


ucap long wi sambil sedikit mengeluarkan aura membunuhnya.


semua orang dapat merasakan nya, mereka langsung ketakutan.


"sudah lah saudara, biarkan mereka tenang, walaupun itu hanya sedikit auramu, sudah cukup membuat mereka tidak tenang, ayo cepat kita lanjutkan lagi jalan-jalan kita"


ucap Ling Tian sambil tersenyum.


"baik tuan muda"


ucap long wi patuh.


semua orang lega setelah aura itu menghilang.


setelah kepergian kelompok Ling Tian, mereka semua menjadi lega.


"pangeran ke tiga, penasehat, bagai mana kondisi kalian..?"


ucap tuan kota.


"kami baik-baik saja"

__ADS_1


ucap penasehat.


__ADS_2