
mereka terus mengobrol hingga waktu kembali berlalu, mereka melanjutkan perjalanan lagi.
"kakak miyi capek"
ucap miyi setelah berjalan selama 2 jam.
"biar kakak gendong, karna sebentar lagi memasuki sore hari jadi sekalian kita mencari tempat yg cocok untuk istirahat malam ini"
ucap Ling Tian.
miyi langsung memeluk punggung Ling Tian dan tak lama langsung tertidur.
"dasar anak ini, yah bagai manapun dia masih sangat kecil"
ucap Ling Tian sambil tersenyum tipis.
"hei xiao, apa kau tidak ingin bermain dengan burung- burung kecil itu lagi"
ucap Ling Tian kepada kera kecilnya yg sudah duduk manis di pundak nya.
kera kecil itu hanya menggeleng malas saja.
"dasar kau ini"
ucap Ling Tian.
setelah berjalan beberapa jam akhirnya Ling Tian memutuskan untuk beristirahat.
ia membuat rumah dari elemen tanah nya seperti biasa, setelah menata tempat tidur di dalamnya ia langsung membaringkan miyi yg masih tertidur lelap, lalu ia mulai mencari kayu bakar di sekitarnya, sedangkan kera kecil itu sudah melesat ke dalam hutan, tapi Lin Tian tidak kawatir karna ia bisa merasakan keberadaan kera itu melalui presepsi jiwanya.
setelah Ling Tian menyalakan api dan menyiapkan bahan makanan, kera kecil itu kembali dengan membawa jamur berwarna kuning di ke dua tangannya.
"heh kau mendapatkan herbal jamu kuning rupanya, herbal ini bagus untuk memulihkan setamina dan energi yg terkuras, kau tidak mencurinya kan..?"
ucap Ling Tian.
seakan mengerti ucapan Ling Tian kera kecil itu langsung menggeleng kan kepalanya dengan cepat.
"baiklah, kita akan membuat sup dengan campuran jamur ini, kau tunggu lah di dekat miyi"
ucap Ling Tian.
kera kecil itu langsung berjalan dan duduk manis di samping miyi yg sedang tidur.
Ling Tian menyiapkan makanan dengan sangat cepat, setelah selesai ia langsung membangunkan miyi.
__ADS_1
"kakak apa kita sudah sampai..?"
ucap miyi sambil mengucek matanya.
"belum, kita sedang istirahat, sekarang miyi makan dulu, kakak sudah membuat sup untuk makan malam, nanti miyi bisa lanjut tidur lagi"
ucap Ling Tian lembut sambil menyerahkan semangkuk sup penuh daging dan beberapa herbal.
jika orang lain tau pasti mereka akan langsung ingin ikut makan, bagai manapun sup yg di buat Ling Tian termasuk makanan yg mewah karna memakai bahan herbal yg memiliki manfaat yg sangat baik.
kera kecil juga memakan sup itu dengan lahap, miyi yg melihat kera kecil itu makan dengan lahap menjadi tidak mau kalah, ia juga ikut makan dengan lahap.
"hei kalian pelan-pelan saja makan nya, di sana masih banyak sup nya"
ucap Ling Tian yg melihat tingkah miyi dan kera kecil itu.
Setelah mereka selesai makan, miyi melanjutkan tidurnya di temani kera kecil yg sudah kekenyangan.
sedangkan Ling Tian seperti biasa hanya duduk santai di depan api yg ia buat sekaligus menjaga miyi.
tapi ketenangan nya terganggu dengan keributan dan benturan senjata yg berasal dari dalam hutan.
"siapa yg sedang bertarung di sekitar sini, apa mereka tidak dapat melihat terangnya api ini yg menandakan jika ada yg beristirahat di sini, dasar"
ucap Ling Tian kesal, kemudian ia membuat Aray untuk melindungi miyi sekaligus agar gadis kecil itu tidak terganggu dengan keributan yg di buat oleh pertarungan itu.
setelah ia sampai di dekat pertempuran itu ia dapat melihat seorang gadis berusia sekitar 15 tahunan dan seorang pria paruh baya dengan pakaian biru seperti seragam sekte sedang bertarung dengan 8 orang dengan jubah hitam dan tutup kepala.
"kalian berani menyerang murid sekte gunung agung, apa kalian ingin di basmi..!"
ucap pria paruh baya itu yg sudah berada di ranah kaisar bela diri *7.
"hahahahahahaha kami tidak takut, kalian fikir sekte lembah iblis takut dengan sekte gunung agung kalian,
walaupun kau sudah berada di ranah kaisar *7 tapi dengan jumlah kami dan racun di dalam tubuhmu, kau fikir kau bisa lolos dan selamat dari kami, apa lagi muridmu yg cantik itu kami akan jadikan dia tuan putri untuk malam ini hahahahahaha"
ucap seorang pria yg ada dalam kelompok berjubah hitam itu.
"cik sekte lembah iblis seperti kalian memang licik, menggunakan racun untuk melwan ku, jika tidak ada racun ini kalian sudah mati dari tadi, hanya berada di ranah raja tingkat puncak saja berani menyerang kami"
umpat pria paruh baya itu dengan nada geram.
"dasar pak tua, di pertempuran cara apapun dapat di gunakan untuk memperoleh kemenangan dasar bodoh"
ucap salah satu kelompok jubah hitam itu.
__ADS_1
Ling Tian yg mendengar dan melihat itu hanya tersenyum tipis.
"bukannya sekte gunung agung adalah sekte nomor satu di alam rendah ini, sekte ini memiliki banyak ahli yg memiliki berbagai kemampuan, sepertinya pria paru baya itu adalah salah satu tetua di sana, ini menarik"
ucap Ling Tian dalam hati.
"dasar para iblis, tindakan kalian sudah terendus oleh sekte kami, kalian fikir sekte kami tidak memiliki cara untuk menghancurkan sekte sesat seperti kalian, jika pun aku mati aku lebih baik mati terhormat"
ucap gadis itu.
"hehehehehe gadis kecil sebaiknya kau menurut kepada kami dan kami tidak akan membunuhmu, hanya gurumu ini saja yg akan kami habisi hahahahahha"
ucap salah satu orang jubah hitam.
"kalian serang mereka, mereka sudah terkena racun pelumpuh energi, mereka tidak akan bisa menggunakan energinya"
ucap seorang kelompok jubah hitam itu.
"heh sungguh memalukan, bermain racun dan keroyokan, sekte lembah iblis memang seperti namanya, anggotanya memang seperti iblis yg tidak tau malu"
ucap Ling Tian santai sambil turun perlahan ke tanah.
semua orang melihat tindakan Ling Tian langsung waspada, pihak lain mampu terbang yg artinya pihak lain itu adalah seorang ahli ranah kaisar.
"siapa kau bocah, jangan ikut campur urusan kami"
ucap salah satu orang jubah hitam.
"kalian tidak perlu tau siapa aku, karna kalian menggangu istirahat ku maka kalian perlu di bereskan, apa lagi kalian dari sekte iblis"
ucap Ling Tian sambil tersenyum tipis.
"cih dasar anak ingusan, kau ingin mati"
ucap salah satu orang jubah hitam lagi.
"aku tidak ingin mati, lebih tepatnya aku ingin kalian mati, lumayan untuk mengurangi hama seperti kalian"
ucap Ling Tian.
"nak sebaiknya kau pergi, mereka terlalu banyak dan aku tidak dapat menggunakan energi qi ku karna racun dari mereka"
ucap pria paruh baya itu.
"senior tidak perlu kawatir, itu hanya racun rendahan"
__ADS_1
ucap Ling Tian.