
Ling Tian terus menikmati jalan-jalan malamnya hingga ia di tabrak dari belakang oleh seorang pemuda.
"hei bocah apa kau tidak memiliki mata"
ucap pemuda itu.
Ling Tian yg mendengar ucapan pemuda itu langsung berbalik berhadap-hadapan dengan pemuda yg baru bicara itu.
"kau yg menabrakku, seharusnya kau yg tidak memiliki mata"
ucap Ling Tian acuh, ia dapat melihat pemuda yg menabraknya adalah pendatang di kota ini, dan lagi di lihat dari seragam yg ia pakai, Ling Tian sudah menduga kalau pemuda di depannya ini adalah murid salah satu sekte.
"huh dasar sampah manusia biasa, nyalimu besar juga rupanya, jika kau tidakemghalangi jalanku maka aku tidak mungkin menabrakmu"
ucap pemuda itu yg memiliki umur kisaran 17 tahunan.
"hei jalan di sini masih sangat lebar, dan bagaimana aku bisa tau kalau kau ingin lewat sedangkan aku berada di belakangku dan lagi aku menghadap ke depan, dasar bodoh"
cibir Ling Tian, ia tau pemuda di depannya ini hanya ingin membuat masalah dengannya.
"hahahahahahahaha aku ini adalah murid jenius dari sekte gunung pedang, dan ke 3 temanku ini juga murid jenius sekte gunung pedang, jadi karna kau hanya manusia biasa makanya kau tidak aku anggap, kau hanya sampah yg menghalangi jalanku"
ucap pemuda itu dan di ikuti gelak tawa ke 3 temannya.
"hei bocah lebih baik kau sekarang berlutut dan meminta maaf kepada teman kami, kalau tidak kau akan menerima akibatnya"
ancam salah satu teman pemuda itu.
"benar, kami ini sekarang sedang di tunggu oleh tetua sekte kami jadi kami tidak ada waktu meladeni sampah sepertimu*
sahut teman yg lain.
Ling Tian yg mendengar itu hanya bisa menghela nafas.
"hah sungguh para keroco yg tidak tau luasnya dunia"
ucap Ling Tian pelan tapi masih dapat di dengar oleh ke 4 pemuda yg ada di depannya itu.
"sialan, bocah kau berani menghina kami, sepertinya kau perlu di beri pelajaran"
ucap pemuda itu dengan nada marah.
"oh apa kalian lupa sedang berada di mana, aku yakin kalian akan mendapat masalah jika membuat keributan di sini"
ucap Ling Tian dengan nada santainya.
"heh apa kami perduli, tuan kota di sini tidak akan berani bertindak keterlaluan kepada kami hehehe"
ucap pemuda itu.
"oh baiklah, sepertinya aku akan sedikit memberikan pelajaran untuk kalian, oh ya satu lagi aku juga ingin menemui tetua kalian, apa memang kelakuan murid sekte aliran putih seperti ini"
ucap Ling Tian masih dengan nada santainya.
"hahahahahahahha sampah sepertimu ingin memberikan pelajaran kepada kami, apa kau sedang mimpi bocah hahahhaha"
ucap pemuda itu bersamaan dengan gelak tawa dari temannnya.
semua orang yg sedang lewat mulai tertarik dengan konflik kecil itu, mulai banyak yg menonton hal yg menurut mereka menarik untuk di tonton.
"baiklah bocah, biar tuan muda ini memberikan sedikit pukulan untuk mngajarimu apa itu kekuatan"
ucap pemuda itu sambil maju ke arah Ling Tian.
"terima tinjuku ini bocah, ku harap kau tidak akan langsung mati"
ucapnya sambil mngayunkan tinjunya dengan cepat setelah sampai di depan Ling Tian, pemuda itu masih meremehkan Ling Tian hanya karna ia tidak memiliki basis kultivasi yg terpancar dari tubuhnya.
__ADS_1
tinju itu melaju dengan cepat, walaupun tinju itu tidak menggunakan qi tapi dengan basis kultivasinya yg sudah mencapai ranah senior beladiri tingkat puncak maka kekuatan fisiknya sudah cukup untuk membunuh orang biasa tanpa kultivasi.
Ling Tian dengan santainya menangkap tinju itu dengan telapak tangannya, semua orang langsung terdiam.
"kau menyombongkan kekuatanmu yg hanya segini"
ucap Ling Tian sambil meremas tinju pemuda itu.
kkkrrrraaccckkk...
suara tulang patah terdengar nyaring.
aarrrggghhhhhhkkk...
"bajiang lepaskan tanganku bangsat...!"
ucap pemuda itu sambil menahan rasa sakit.
"oh maaf aku tidak sengaja"
ucap Ling tian sambil melepaskan tangan pemuda itu.
setelah tangannya di lepaskan oleh Ling Tian ia langsung mundur ke arah kelompoknya sambil memegangi tangannya yg sudah tak berbentuk karna tulangnya patah.
"sialan aku meremehkanmu bocah, tidak mungkin kau hanya manusia biasa"
ucapnya kepada Ling Tian.
"heh...siapa bilang aku manusia biasa dasar keroco bodoh"
ucap Ling Tian sambil mencibir pemuda bodoh yg ada di depannya.
"sialan kau berani melukai teman kami, apa kau berani menyinggung sekte gunung pedang..!"
ucap temannya dengan bertriak marah.
ucap Ling Tian santai.
"kurang ajar, ayo kita balaskan perbuatanya kepada sudara kita"
ajak temannya itu kepada ke 2 rekannya, dan di angguki oleh rekannya itu.
mereka pun mulai menyerang dengan pedang yg sudah ada di tangan mereka.
semua orang yg melihat itu langsung menjauh memberikan ruang untuk pertarungan itu.
salah satu pemuda itu langsung mengayukan pedangnya mengincar kepala Ling Tian.
"trraanggg...
suara pedang yg di tangkis dengan jari oleh Ling Tian.
pemuda itu langsung kaget karna pedangnya berhasil di tangkis hanya menggunakan satu jari saja.
belum pulih dari keterkejutannya tiba-tiba ia merasakan perutnya di hantam oleh palu besar dan membuat dirinya langsung melesat jauh menabrak bangunan di samping jalan.
bomm....
uuuhhuukk...
seteguk darah keluar dari mulut pemuda itu sebelum ia tak sadarkan diri.
ke 2 rekannya yg melihat itu menjadi sangat marah, mereka secara bersamaan langsung melesat menyerang Ling tian.
salah satu dari mereka langsung mengayunkan pedangnya yg di lapisi qi ke arah dada Ling Tian, ia tidak ingin ceroboh lagi seperti temannya jadi ia langsung serius menyerang Ling Tian.
sedangkan dari arah samping ada pedang yg siap menebas pundaknya.
__ADS_1
saat pedang itu hanya berjarak beberapa senti dari tubuhnya, Ling Tian sudah menghilang dari tempatnya.
alhasil pedang ke dua pemuda itu hanya mengenai udara kosong.
"sial kemana perginya bocah itu, cepat sekali gerakannya"
ucap salah satu pemuda itu yg langsung waspada pada area di sekitarnya.
"serangan sangat lambat seperti itu tidak pantas di sebut dengan serangan"
ucap Ling Tian yg muncul di belakang salah satu pemuda itu.
merasakan keberadaan Ling Tian di belakangnya, ia langsung mengayukan pedangnya ke arah belakang.
baru juga pedangnya Ter ayun dadanya sudah di hantam oleh tinju Ling Tian.
kkkrrrraaccckkk....
ssiiyyuutt...
bommm...
suara tulang patah terdengar sebelum tubuh pemuda itu terpental dan menabrak bangunan di samping jalan.
"untuk..uhuk..
huueekkk..
suara batuk dan muntah darah terdengar dari pemuda itu..
belum juga temannya sadar ia juga mendapat pukulan tepat di bahu kirinya.
krracckk...
syyuuutt..
bommm..
dirinya terpelanting jauh mendabrak tembok dengan pundak yg sudah patah..
"aaarrhggggkk...
uhuk..
uhuk..
suara terikan memilukan terdengar sebelum suara batuk dari teman pemuda yg terakhir.
"heh dasar sampah, sekarang tinggal kau saja yg belum mendapatkan sedikit pelajaran dariku"
ucap Ling Tian sambil berbalik menghadap ke arah pemuda yg menabraknya tadi.
pemuda itu yg melihat ke 3 temannya tumbang hanya dengan beberapa detik langsung gemetar ketakutan.
"sial dia kuat sekali, siapa sebenarnya bocah ini"
ucap nya dalam hati sambil mengeratkan giginya.
Ling Tian terus mendekat ke arah pemuda itu yg sedang gemetar ketakutan.
semua orang yg menonton itu hanya diam, mereka kira Ling Tian akan babak belur karna melawan kelompok murid sekte gunung pedang, tapi yg terjadi malah sebaliknya.
banyak yg menonton, bahkan ada beberapa murid dan tetua sekte lain yg juga ikut menonton.
setelah Ling Tian sampai di depan pemuda itu, ia ingin memukul pemuda itu sebagai pelajaran seperti ke 3 temannya, tapi ada suara yg langsung menghentikannya.
"berhenti..."
__ADS_1