
"huh..belum tentu, pemuda Ling Tian itu juga pengguna tombak, biarkan pemuda itu memlih sendiri di antara kita"
sahut utusan tombak awan.
"baiklah kita lihat saja nanti"
ucap utusan pedang langit.
kembali ke MC.
junli sekarang sudah tidak kuat lagi, dia sudah mencapai batasnya dan akhirnya ia tumbang juga.
sekarang hanya tinggal Li Pian dan Ling Tian.
Li Pian mulai mengeratkan giginya menahan tekanan.
ia melihat ke arah Ling Tian yg masih berdiri kokoh dan tidak terlihat tertekan sedikitpun.
ia hanya bisa tersenyum kecut, walaupun ia yakin kalau Ling Tian jauh lebih kuat dari nya, tapi ia tidak menyangka kalau dia bisa bertahan sejauh ini.
walaupun begitu Li Pian tidak ingin menyerah begitu saja, ia langsung meluapkan energi qi nya agar mengurangi tekanan yg ia rasakan.
wuss...
energi qi keluar dari tubuh Li Pian.
Ling Tian tentu nya merasakannya, walaupun matanya terpejam ia masih bisa merasakan apa yg terjadi di sekitarnya.
"dasar apa dia pikir dengan begitu tekannya akan sedikit ber kurang, ia tidak tau dengan caranya itu ia tidak akan bertahan lebih lama lagi.
Waktu terus berjalan tak terasa 1 jam sudah terlewati.
Li Pian sudah mencapai batasnya, tak lama ia langsung jatuh dan tak sadarkan diri akibat terlalu memaksakan dirinya.
Ling Tian yg melihat itu langsung berjalan ke arahnya, ia langsung memeriksanya.
"heh untuk kau tidak terluka serius, kau akan membutuhkan sekitar 3 hari untuk pulih"
ucap Ling Tian.
Batai yg melihat itu langsung mendekat dan menghilangkan araynya.
"bagaimana keadaannya..?"
ucap batai.
"dia hanya kehabisan energi qi nya saja tetua"
ucap Ling Tian.
__ADS_1
Batai yg mendengar itu hanya menganggukan kepalanya.
"baiklah pemenang turnamen ini adalah Ling Tian..!"
ucap Batai memberi pengumuman.
sorak Sorai penonton bergema di lokasi area turnamen itu.
"baiklah akan saya umumkan hadiahnya untuk peringkat 10 besar dalam waktu 2 jam lagi, tepatnya nanti malam"
ucap Batai.
sedangkan Ling Tian sudah kembali ke tempat duduknya.
"bagai mana keadaan mu saudara mo..?"
ucap Ling Tian.
"aku sudah cukup pulih saudara, selamat kau menjadi juara pertama di turnamen ini"
ucap Diao mo tulus.
"ini hanya beruntung saja saudara mo hahahhaha"
ucap Ling Tian sambil tertawa.
"cih beruntung apanya, bahkan kau tidak berkeringat sedikitpun"
"sayang sekali aku berada di urutan ke 12 saudara, jadi aku tidak masuk ke 10 besar"
ucap Diao mo.
"hahahahha dengan ranahmu yg berada di senior beladiri tingkat awal, itu sudah hal yg cukup luar biasa saudara mo, bagai manapun kau sudah mengalahkan peserta lain yg ranahnya lebih tinggi darimu"
ucap Ling Tian, ia tidak berbohong, Diao mo termasuk anak berbakat karna di ranahnya ini ia mampu bertahan di dalam tekanan ranah jendral beladiri dan mampu sampai 12 besar.
"hahaha ini semua karna kerja kerasku yg memperkuat tubuh saudara"
ucap Diao mo senang.
"yah kerja kerasmu membuahkan hasil saudara mo hahahahaha"
ucap Ling Tian.
sedangkan para utusan saat ini sedang berdiskusi untuk memilih peserta yg akan mereka rekrut.
waktu terus berlalu tak terasa saat ini sudah waktunya memberikan hadiah.
"baiklah mari kita mulai acara penerimaan hadiahnya, untuk juara pertama adalah, Ling Tian...silahkan naik ke panggung"
__ADS_1
ucap batai.
Ling Tian yg di panggil langsung naik ke atas panggung.
"selamat nak, ini adalah hadiahmu 3 JT koin emas, pil kondensasi darah, dan kau juga bisa berkultivasi di kolam sepiritual milik kota teratai putih, besok berkumpulah di tempat tuan kota"
ucap batai.
"baik tuan, terimakasi"
ucap Ling Tian sambil tersenyum dan menerima hadiahnya, walaupun hadiah itu bukan apa-apa baginya.
batai hanya tersenyum tipis dang menganggukan kepalanya.
"baik selanjutnya, apa para utusan yg terhormat tertarik dengan peserta ini..?"
ucap Batai dengan hormat.
"hei nak bagaimana jika kau masuk ke sekte pedang langit, kau akan langsung menjadi murid inti bahkan murid peribadi salah satu tetua tingkat tinggi di sekte kami, mereka pasti akan tertarik dengan bakatnya, soal sumberdaya kau tenang saja, jika kau masuk ke sekte kami, maka kami akanemberikan sumber daya terbaik untukmu"
ucap utusan sekte pedang langit sambil tersenyum.
"masuk saja ke sekte tombak awan kami nak, kau menggunkan tombak dengan sangat hebat, bakatmu ini akan sia-sia jika kau masuk ke sekte pedang langit, dan jika kau masuk ke sekte kami, kau akan langsung menjadi murid inti dan aku akan merekomendasikan mu kepada Patriak sekte kami langsung untuk menjadi muridnya, dengan begitu kau akan menerima sumberdaya yg melimpah, yakinlah setelah Patriak kami tau tentang bakatmu, beliau pasti akan sangat senang"
sahut utusan sekte tombak awan.
"apa kau mengira sekte pedang langit tidak pantas untuknya dan sekte tombak awanmu yg lebih pantas dasar pria bau tanah, pemuda itu juga pengguna pedang yg sangat hebat jika dia masuk ke sektemu bakat pedangnya yg luar biasa akan terbuang sia-sia.
nak jangan dengarkan pria tua Bai tanah itu, masuklah ke sekte pedang langit kami, yakinlah kau akan langsung menjadi murid Patriak kami"
ucap utusan sekte pedang langit.
"hei pria tua bau tanah, siapa yg kau maksud pria tua bau tanah haaa..apa kau tidak berkaca kau juga sudah tua dasar orang tua bodoh..
nak jika kau masuk ke sekte kami, kau akan kami berikan sejanta tombak sepiritual tingkat 8 langsung sebagai senjatamu"
ucap utusan tombak langit.
"wah Ling Tian benar-benar hebat, ia sampai di jadikan rebutan oleh dua utusan sekte besar"
bisik salah satu penonton.
"dia memang pantas mendapatkannya"
sahu penonton lain.
"bagai mana nak, kau bisa memilih salah satu sekte besar, jangan di sia-sia kan, di sana sumber dayamu paling tidak bisa di jamin"
ucap Batai.
__ADS_1
"maaf sebelumnya para tetua utusan, bukan yang muda ini ingin menyinggung para tetua utusan sekalian, tapi niat yg muda ini mengikuti turnamen hanya untuk mencari pengalaman saj dengan anak seuia yg muda ini, dari awal yg muda ini tidak ingin memasuki sekte untuk saat ini, sejujurnya yg muda ini sudah memiliki guru dan kebetulan yg muda ini sedang menjalankan misi berpergian antar kekaisaran, misi ini harus saya selesaikan dalam beberapa bulan ke depan, karna yg muda ini di minta untuk menyelesaikannya dan melakukan pelatihan lagi, jadi sekali lagi yg muda ini menolak tawaran para tetua utusan yg terhormat sekalian"
ucap Ling Tian sambil menangkupkan tangannya.