Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 13.kelompok pembunuh.


__ADS_3

"huh jangan sok mengelak bocah, kau baru berusia 15 tahun, di alam ini di usiamu sudah mencapai ranah senior beladiri sudah masuk jenius, tapi sayang sekali kau menyinggung orang yg salah"


ucap pemimpin 7 orang itu.


"oh..apa benar begitu, bukannya pengetahuanku itu masih dangkal, dan lagi sepertinya Li Wen sudah tidak sabar untuk mati ya..? sehingga menyuruh keroconya datang kemari membuat masalah denganku"


ucap Ling Tian santai sambil tersenyum.


"hahahahahahahha walaupun kau sudah tau siapa yg mngutus kami, tapi sayang sekali kau sebentar lagi akan mati hahhahaha"


ucap pemimpin kelompok itu.


"baiklah-baiklah jangan brisik, kau menganggu orang yg lagi tidur, jika kau ingin membunuhku maka majulah"


ucap Ling Tian dengan santai.


"sesuai keinginanmu bocah, kalian serang bocah itu l, usahakan jangan sampai ada keributan"


perintahnya kepada 6 anak buahnya.


tanpa menjawab ke 6 orang itu langsung menyerang Ling Tian, mereka menggunakan jarum untuk menyerang.


siiiuuttt...


suuuttt..


suara lesatan jarum mengarah kepada Ling Tian.


Ling Tian yg melihat itu masih dengan tenang duduk di tempatnya, setelah jarum-jarum itu hanya berjarak beberapa senti darinya, tibak-tiba jarum itu berhenti.


"oh racun ya, kalian licik juga ya, kalau begitu ini aku kembalikan kepada kalian lagi"


ucap Ling Tian sambil mengontrol kekuatan jiwanya untuk melempar jarum-jarum yg tadi mengarah kepadanya.


jarum-jarum itu melesat dengan sangat cepat, bahkan sangat sulit di lihat oleh mata, hanya butuh kurang dari 1 detik jarum-jarum itu sudah bersarang di dahi ke 6 orang itu, saking cepatnya mereka sampai tidak merasakan bahwa kepala mereka sudah tertembus oleh jarum milik mereka sendiri.


"eh..apa yg terjadi..?"


ucap pemimpin klompok itu.

__ADS_1


baru juga ia selesai bicara ke 6 anak buahnya sudah tumbang.


"huh kau hanya berada di ranah jendral tingkat menengah tapi sudah berlagak kuat, memang kau sudah cukup kuat di dalam suatu organisasi pembunuh, mungkin berada di kelas menengah tapi kau memilih lawan yg salah"


ucap Ling Tian sambil menyeruput tehnya.


pemimpin kelompok itu yg melihat semua anak buahnya mati hanya kurang dari satu detik dan lawannya bahkan tanpa bergerak.


sekarang ia tau bahwa anak muda di depannya ini tidak sesederhana kelihatannya.


"sialan, informasi yg aku dapatkan ternyata salah besar, bocah ini sangat kuat, aku harus kabur"


ucap pemimpin kelompok itu mencari celah untuk melarikan diri.


"heh jangan mencoba melarikan diri"


ucap Ling Tian sambil menatap mata pemimpin kelompok itu, mata Ling Tian langsung berkilau.


"eh kenapa dengan tubuhku, kenapa aku tidak bisa mengontrolnya"


ucap pemimpin kelompok itu bingung.


"sekarang kau bisa memberikan informasi untukku, maka aku akan berbaik hati kepadamu"


ucap Ling Tian dengan santai, karna lawannya sudah dalam Kendali tehnik jiwanya.


"cih tidak akan, aku lebih baik mati daripada memberikan informasi kepadamu"


ucap pemimpin kelompok itu.


"oh apa kau yakin..?"


ucap Ling Tian sambil menyeruput tehnya.


"cih aku adalah orang yg sudah di latih di bawah bimbingan leluhur klan Li langsung, lebih baik aku mati dengan terhormat daripada harus membocorkan informasi untukmu"


ucap pemimpin kelompok itu dengan tekat bulat.


"oh baiklah kalau begitu, biar aku lihat sendiri saja"

__ADS_1


ucap Ling Tian sambil menatap mata pemimpin kelompok itu, ia mulai menggunakan jurus pembaca pikiran yg ia pelajari, jurus ini termasuk jurus jiwa, karna jiwa lawanya lebih lemah dari jiwanya dengan begitu akan sangat mudah baginya untuk memakai jurusnya itu.


pemimpin kelompok itu tiba-tiba diam tak bergerak, matanya melotot dan tubuhnya bergetar hebat, dirinya ingin berteriak tapi tidak bisa karna tubuh ya sudah di kendalikan oleh Ling Tian.


"oh jadi begitu, Patrik klan Li itu sudah menembus ranah raja beladiri *7 dan leluhur mereka ada di ranah kaisar bela diri * 4


memang cukup kuat, tak heran klan Li termasuk klan tingkat menengah di kekaisaran Han, di klan besar tingkat atas leluhur ya sudah mencapai kaisar beladiri *7 atau *8, di alam rendah ini sekarang tingkat tertinggi yg di ketahui hanya tingkat saint itupun adalah orang-orang tua yg sudah tidak pernah keluar dari sarangnya lagi, hehe menarik mungkin aku akan berkunjung ke klan Li"


ucap Ling Tian.


sedangkan untuk pemimpin kelompok itu sendiri masih dalam kondisi linglung, semua ingatanya kacau dan jiwanya terguncang hebat karna ingatannya di buka paksa oleh Ling Tian.


"kau sudah tidak berguna lagi, jadi kau bisa mati"


ucap Ling Tian lalu memenggal k pala pemimpin kelompok itu dengan pedang yg di bawa oleh pemimpin kelompok itu.


"kurasa kepala orang ini akan menjadi hadiah istimewa untuk Li Wen, dan mayat-mayat itu sudah tidak berguna lagi, tapi cicin penyimpanan mereka masih berguna"


ucap Ling Tian, lalu mengontrol kekuatan jiwanya untuk mengambil cicin-cicin milik kemopok itu, setelah mengambilnya Ling Tian langsung membakar mayat itu sampai menjadi Ambu dan terhempas oleh angin malam.


"mungkin aku akan mengirimkan bingkisan ini ke pada Li Wen dulu" ucap Ling Tian, berbekal ingatan dari pemimpin kelompok itu ia sudah mengetahui letak klan Li, walaupun Ling Tian sering masuk ke kota ini tapi ia tidak mengetahui kediaman-kediaman klan besar, itu semua karna ia fokus untuk berjualan.


Ling Tian pun menghilang dari tempatnya, dengan jurus langkah bayangannya ia bergerak sangat cepat, ia tidak ingin terbang karna jika di lihat oleh para penjaga yg sedang berpatroli bisa menjadi masalah untuknya.


setelah beberapa saat akhirnya Ling Tian sampai di jalan yg mengarah langsung ke kediaman klan Li.


"klan ini di jaga dengan cukup ketat, tapi jangan panggil aku Ling Tian jika tidak bisa menembusnya"


ucap Ling Tian sambil menyeringai, ia mulai mengeksekusi jurus langkah sunyinya, jurus ini sangat efektif untuk menyelinap, karna dengan mengunakan jurus ini ia bisa. menyatu dengan alam dan auranya tidak akan terdeteksi sama sekali selain itu jurus langkah sunyi ini juga memiliki kecepatan yg hampir sama dengan jurus langkah bayangan.


hanya butuh beberapa detik, Ling Tian sudah berhasil menerobos ke dalam klan Li.


dengan ingatan pemimpin kelompok itu ia dapat mengetahui di mana kediaman Patriak klan Li, dan ia mulai melesat ke sana dengan langkah sunyi, tak perlu waktu lama ia sampai di kediaman Patriak klan Li, ia langsung mencari kamar Li Wen, walaupun di jaga dengan ketat ia masih bisa menerobosnya dengan mudah.


sesampainya di kamar Li wen ia langsung menggantung bingkisan yg berisi kepala pemimpin kelompok itu di atas pintu kamar Li Wen.


"semoga hadiah ini dapat membuatmu senang Li Wen"


ucap Ling Tian sambil menyeringai sebelum menghilang dari sana tanpa di sadari oleh para penjaga.

__ADS_1


__ADS_2