Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 48.kelahiran pedang ilahi naga emas ruang.


__ADS_3

"tuan sangat sepesial, hal yg mustahil dapat ia selesaikan dengan penuh perhitungan dan rencana yg matang, untuk tidak aku yg di tempa ulang jika Samapi itu terjadi maka aku akan binasa oleh naga itu karna rohku belum pulih"


ucap roh naga hitam.


"seharusnya kau di tempa ulang saja, agar penampilanmu tidak sejelek itu"


ucap jiyu dengan sinis.


"dasar kau nenek peyot kau ingin aku mati hah, kenapa tuan tidak membakar mu saja agar kau meleleh dan tidak muncul di depanku lagi dengan bentuk mu yg sok anggun itu"


ucap roh naga hitam dengan nada kesal.


sedangkan Ling Tian saat ini telah selesai memulihkan kekuatan jiwanya.


"sekarang tinggal satu langkah lagi, yaitu memasukan roh mutiara ruang ini ke dalam pedang"


ucap Ling Tian.


ia mulai membuat rune Aray kuno untuk proses penyatuan pedang dan roh mutiara ruang.


setelah beberapa saat akhirnya Aray itu selesai di buat.


ia mulai mengambil pedang yg baru saja ia tempa dan melemparkannya kedalam Aray penyatuan yg telah ia buat, setelah pedang itu sudah dalam posisi yg pas ia langsung mengeluarkan energi naga yg ada di dalam pedang itu menggunakan kekuatan jiwanya.


siluet naga emas kembali keluar dari pedang itu dan naik ke langit lalu meraung hebat.


Ling Tian yg melihat itu langsung mengontrol Aray pengurung roh yg di dalamnya ada roh mutiara ruang dan mengirimnya terbang di atas kepala naga emas itu, setelah ke berhadap-hadapan, Aray pengurung yg mengurung roh mutiara itu langsung hancur dan roh mutiara itu langung memasuki kepala siluet naga itu, setelah roh mutiara itu masuk siluet naga itu berubah semakin jelas seperti tubuh naga asli dan bersinar terang lalu memancarkan energi yg sangat kuat dan agung, bilahnya menjadi sangat tajam, warna pedang itu juga menjadi emas terang dan sangat halus, gagang pedang itu membentuk kepala naga setengah badan dan memiliki sisik yg halus.


tekanan kekuatan itu tersebar di dunia jiwa Ling Tian.


setalah menyatu sempurna, naga itu meliuk-liuk lalu turun mendekati pedang yg ada di dalam Aray itu, setelah mendekatinya lalu naga itu mulai melingkari pedang itu dan mulai memasuki pedang, setelah masuk sempurna timbul ukiran naga emas yg sangat indah dan agung di bilang pedang itu.


"hahahahhaha akhirnya pedang yg aku tempa pertama kali berhasil dan sempurna"


ucap Ling Tian sambil tertawa senang, lalu mengulurkan tangannya ke depan, Aray penyatuan itu hancur dan pedang berwarna emas berukir naga itu langung melayang ke arah Ling Tian.


"kau ku beri nama pedang naga emas ruang, meski Rohmu belum terbangun tapi kau sudah memiliki kekuatan yg sama dengan senjata ilahi"


ucap Ling Tian sambil mengelus bilah pedang itu dengan lembut.

__ADS_1


pedang itu langsung bergetar ringan.


"eh..kau bisa merespon ku, sepertinya tak lama lagi kau akan terlahir di dunia ini ya hahahahahaha"


ucap Ling Tian.


"selamat tuan, tuan telah berhasil menciptakan pedang ilahi pertama tuan, walaupun roh itu masih bayi tapi ia sudah mulai mendapatkan kesadarannya, tuan hanya perlu memberinya asupan energi jiwa agar roh itu terbangun sempurna tuan"


ucap roh pedang semesta yg ada di dalam tubuh Ling Tian.


"aku akan menaruhnya di dalam kolam sepiritual ilahi, di kolam itu memiliki energi yg baik untuk jiwa, dan aku akan membuat Aray waktu di sana agar mempercepat prosesnya, dan pedang naga ruang ini akan menjadi pengantin untuk mengurus masalah-masalah kecil yg tidak perlu kau tangani"


ucap Ling Tian sambil tersenyum.


"yah itu akan lebih baik tuan, aku juga malas mengotori bilahku dengan darah para kroco itu, kecuali dalam keadaan tertentu atau tuan menginginkannya"


ucap roh pedang semesta itu.


"yah kau benar, bagaimanapun kekuatanmu terlalu besar jika aku gunakan untuk membereskan masalah kecil yg akan menghalangiku, sebenarnya ke 2 juniormu ini saja sudah terlampau kuat untuk membereskan kroco-kroco itu"


ucap Ling Tian sambil tersenyum.


ucap Ling Tian lalu ia menghilang dan muncul di dekat kolam sepiritual ilahi.


"selamat tuan, tuan telah berhasil melahirkan senjata ilahi"


ucap roh naga hitam kepada Ling Tian.


"selamat tuan"


ucap jiyu.


"yah terimakasi untuk kalian berdua, aku kan menempatkannya di sini bersama kalian agar di cepat memiliki kesadaran penuhnya"


ucap Ling Tian sambil meletakan pedang naga emas ruang itu di dekat kolam air sepiritual ilahi.


"hei lihatlah, pedang baru itu setidaknya masih lebih menawan dari pada kau ular jelek"


ucap jiyu.

__ADS_1


"dasar nenek peyot, aku ini terlihat gagah, kejam dan sangat tajam sedangkan dia terlihat agung dan menindas, tentu berbeda dasar bodoh"


ucap roh naga hitam dengan sinis.


"semoga saja saat dia terbangun tidak akan memiliki sifat cerewet sepertimu ular jelek"


ucap jiyu.


"huh bagaimanapun dia memiliki bentuk dan energi naga sepertiku, pasti sifatnya tidak jauh berbeda denganku dasar nenek peyot"


ucap roh naga hitam itu.


Ling Tian yg mendengar dan melihat perdebatan ke dua roh pedang itu hanya bisa menghela nafas dan megelengkan kepalanya saja.


"yah setidaknya mereka tidak berkelahi dengan fisik mereka"


batin Ling Tian, lalu ia membuat Aray untuk mempercepat waktu di kolam itu.


roh naga hitam dan jiyu yg melihat itu langsung senang, setidaknya mereka akan lebih cepat pulih walaupun waktu yg akan mereka habiskan masih sama di dalam Aray tapi setidaknya di dunia luar mereka hanya membutuhkan waktu tidak terlalu lama.


"hehehehehe tuan memang sangat mengerti aku"


ucap roh naga hitam sambil tertawa senang.


"sudah lah aku membuat Aray ini bukan demi kalian saja tapi juga untuk roh pedang naga emas ruang itu agar cepat memiliki kesadaran penuhnya"


ucap Ling Tian.


"baiklah tuan, aku sebagai seniornya akan mengawasinya, jika ia sudah memiliki kesadaran penuhnya aku akan memberikan arahan untuknya, jadi tuan tenang saja"


ucap roh naga hitam itu.


"dasar bodoh, kita ini berada di dalam dunia jiwa tuan Ling Tian, pasti ia kan mengetahuinya kalau pedang itu sudah memiliki kesadaran penuhnya"


ucap jiyu.


"yah aku akan menyerahkan dia kepada kalian, walaupun aku bisa mengetahuinya tapi aku kadang tidak sempat masuk ke dunia jiwa saat keadaan di luar tidak memungkinkan, kalau begitu aku pergi dulu, aku ingin membuat pil di kediamanku, di dunia luar sudah 4 hari berlalu, mungkin aku akan membuat pil untuk beberapa jam lagi sebelum keluar untuk mengikuti turnamen kota"


ucap Ling Tian lalu menghilang.

__ADS_1


__ADS_2