Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 63.gadis kecil, miyi.


__ADS_3

"baiklah nona, terimakasi atas informasinya, ini untuk nona"


ucap long wu sambil menyerahkan satu koin emas.


"itu hanya informasi umum tuan muda"


ucap pelayan itu sambil menerima koin emas itu.


"kalau begitu saya permisi tuan muda"


ucap pelayan itu lagi.


setelah pelayan itu pergi, long wu kembali meminum araknya.


"saudara wu, ternyata tempat ini cukup luas juga, pasti penguasa sudah mulai petualangannya dan tujuannya pasti adalah kota besar, karna bagaimanapun juga kultivator memerlukan informasi yg cukup banyak dan untuk mencari informasi yg cukup pasti penguasa akan pergi ke kota besar terlebih dahulu sebelum ke tempat-tempat yg membuatnya tertarik"


ucap long wi.


"kau benar saudara wi, bagaimana pun jarak dari fenomena itu belum terlalu lama"


sahut long ba.


"baiklah tujuan selanjutnya adalah kota bulu hitam"


ucap long wu.


karna kota itu adalah salah satu kota besar di wilayah ini.


"tapi apa kita tidak mampir ke kota wilow dulu saudara wu..?"


ucap long ba.


"tidak perlu saudara Ba, jarah dari kota ini ke kota wilow cukup dekat jika penguasa berada di kota itu seharusnya mutiara ini akan bersinar lebih terang, tapi tidak ada reaksi yg di tunukan oleh mutiara ini selain bertambah terang saat kita sampai di alam rendah ini"


ucap long wu.


"benar saudara Ba, kita harus segera menemukan penguasa, jika sudah pasti penguasa tidak berada di sana kita lewatkan saja"


ucap long wi.


"baiklah lebih baik seperti itu"


ucap long ba.


Ling Tian sendiri saat ini sedang berada di taman kota, ia hanya merenungi kejadian demi kejadian yg ia alami.


"hahahaha tak kurasa semua berubah secepat ini"


batinnya.


saat ia sedang menikmati angin semilirnya tiba-tiba Ling Tian mendengar suara anak kecil yg memanggilnya.


"kakak, apa kakak punya makanan, miyi belum makan apa-apa sejak kemarin jika punya boleh kah miyi minta sedikit, satu suapan saja tidak apa-apa kakak"


ucap gadis kecil berumur lima tahunan dengan pakaian compang camping.

__ADS_1


Ling Tian yg mendengar itu langsung menoleh, Dan ia melihat seorang gadis kecil berdiri di sampingnya.


Ling Tian yg melihat itu, hatinya langsung sakit, ia teringat masalalunya dulu.


tanpa pikir panjang Ling Tian langsung merah tangan gadis kecil itu dan mulai bertanya dengan lembut.


"gadis manis kakak tidak punya makanan tapi kakak akan membelikan mu makanan yg enak, tapi sebelum itu kakak boleh bertanya..?"


ucap Ling Tian lembut.


"boleh kakak"


ucap gadis kecil itu dengan polosnya.


"dimana orang tuamu manis...?*


ucap Ling Tian.


"itu...miyi hanya tinggal dengan ibu, tapi ibu sudah meninggal seminggu yg lalu karna sakit dan para tetangga miyi membantu miyi mengkremasi nya, sekarang miyi hanya tinggal sendiri, kemarin 2 hari yg lalu miyi masih di beri makan oleh para tetangga miyi tapi sekarang mereka sedang tidak punya banyak makanan dan hanya cukup untuk keluarga mereka jadi miyi tidak mau menerima pemberian mereka kakak"


ucap gadis kecil itu sambil menunduk dengan air mata yg sudah jatuh.


Ling Tian tanpa pikir panjang langsung memeluknya.


"sudah tidak apa-apa sekarang miyi ikut bersama kakak, dan miyi mulai saat ini tinggal bersama kakak ya, nanti kakak akan membelikan makanan, pakaian dan apapun ke inginan miyi"


ucap Ling Tian dengan lembut.


"ayo sekarang kita beli makanan dulu"


gadis kecil itu hanya diam dan menangis tanpa suara.


Ling Tian langsung bergerak cepat menuju restoran besar.


"selamat datang tuan muda, apa tuan muda ingin memesan makanan..?"


ucap pelayan yg menyambut Ling Tian yg baru datang.


"beri aku ruang privasi dan siapkan menu terbaik kalian"


ucap Ling Tian.


"baik tuan muda, mari ikuti saya"


ucap pelayan itu sambil menuntun arah.


setelah berjalan sebentar Ling Tian Samapai di salah satu ruangan khusus.


"silahkan tuan muda, ini ruangan terbaik kami*


ucap pelayan itu.


"baiklah nona, cepat siapkan pesananku dan satu lagi, harus cepat aku tidak mau tau, aku ingin secepatnya karna adiku ini sedang lapar, jika tidak cepat aku akan meratakan restoran ini dengan tanah"


ucap Ling Tian, saat ini suasana hatinya sedang tidak baik, rasa sedih atas apa yg menimpa gadis kecil yg ada di pelukannya ini masih membekas di hatinya.

__ADS_1


"ba..baik tuan muda, saya akan menyuruh para koki kami melayani pesanan tuan muda terlebih dahulu"


ucap pelayan itu gugup dan takut, ia samar-samar bisa merasakan aura dari Ling Tian.


"cepat"


ucap Ling Tian dingin.


pelayan itu langsung berlari ke arah dapur.


"setibanya di dapur pelayan itu langsung menyuruh semua koki di dapur itu untuk membuatkan pesanan Ling Tian terlebih dahulu.


"cepat buatkan menu terbaik di restoran kita, ini ke adaan darurat, ada salah satu pelanggan yg memesan kamar khusus dan membawa gadis kecil saat ini gadis kecil itu sedang kelaparan, pemuda itu mengancam akan meratakan restoran kita jika kita tidak cepat, pemuda itu bukan pemuda sembarangan aku dapat merasakan aura yg sangat mengerikan darinya jadi jangan banyak tanya lagi"


ucap pelayan itu dengan nada gugup dan takut.


para koki dan pelayan yg ada di sana hanya diam dan bengong.


"kenapa kalian diam, apa kalian ingin mati oleh pemuda itu, auranya saja semengerikan itu bahkan jika tuan kota turun tangan kurasa ia tidak akan mampu menang darinya, cepat...!"


ucap pelayan itu sambil berteriak.


semua orang langsung merespon dan bergerak cepat, bahkan menu yg sebelumya ingin mereka buat, mereka tinggal semuanya tanpa terkecuali.


kembali ke Ling Tian.


"miyi apa miyi punya saudara..?"


ucap Ling Tian.


"miyi anak satu-satunya ibu dan ayah miyi kakak"


ucap miyi sambil sebggukan setelah berhenti menangis.


"jadi miyi tinggal di mana...?"


ucap Ling Tian.


"miyi tinggal di perumahan kumuh di bagian pinggir kota kakak*


ucap miyi.


"baik setelah ini kita akan membeli pakaian untukmu dan kita akan pergi ke sana, kakak akan membantu para tetangga miyi"


ucap Ling Tian.


ia menduga bahwa tetangga miyi ini adalah orang yg serba kekurangan, walau begitu mereka masih mau membagi makanan mereka kepada gadis kecil ini.


"baik kakak, terimakasi"


ucap miyi.


"hahahahha nanti miyi akan pergi bersama kakak, kemanapun kakak pergi miyi akan ikut, tapi tidak di samping kakak melainkan di tempat yg indah, tempat itu adalah tempat tinggal kakak, nanti miyi akan tinggal di sana, miyi tenang saja nanti kakak akan mencarikan teman untuk miyi, bagai mana apa miyi mau..?"


ucap Ling Tian lembut.

__ADS_1


__ADS_2