Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 29. sampai di kota teratai putih.


__ADS_3

waktu terus berlalu setelah 3 hari Ling Tian melakukan perjalanan, akhirnya ia tiba di depan pintu masuk kota teratai putih.


"identitasnya anak muda"


ucap salah satu penjaga.


Ling Tian yg di mintai tanda pengenal ia langsung menunjukan lencana klan xiao.


penjaga yg menerima lencana itu langsung mengerutkan keningnya, ia baru kali ini melihat lencana klan xiao, seingatnya tidak ada klan xiao di kekaisaran ini, dan ia juga yakin tidak ada klan xiao di kekaisaran tetangga.


"apa lencana ini asli anak muda..?"


ucap Ling Tian.


"tentu asli tuan"


ucap Ling Tian.


"lalu siapa namamu anak muda..?"


ucap penjaga itu.


"namaku xiao Ling Tian tuan"


ucap penjaga itu.


"oh baiklah, walaupun aku tidak pernah mendengar klan xiao, tapi karna identitasmu jelas maka aku akan mengijinkan kau masuk, ku harap kau tidak membuat keributan di dalam kota"


ucap penjaga itu sambil menyerahkan lencana Ling Tian.


"baiklah tuan, selama aku tidak di ganggu melewati batas maka aku tidak akan bertindak, aku jqnnji tentang hal itu"


ucap Ling Tian meyakinkan.


"baiklah anak muda silahkan masuk"


ucap penjaga itu.


"terimakasi tuan"


ucap Ling Tian.


setelah masuk, Ling Tian mulai memandang sekitarnya.


"kota ini sama dengan kota bulu emas"


ucap Ling Tian sambil berkeliling mencari penginapan.


setelah beberapa saat akhirnya Ling Tian menemukan restoran yg cukup besar dan merangkap sebagai penginapan.


"selamat datang di restoran bulan tuan muda, silakan masuk, tuan ingin pesan apa .?"

__ADS_1


ucap sang pelayan yg melihat Ling Tian memasuki restoran.


"aku pesan makanan terbaik di sini nona, dan satu lagi apa masih ada kamar kosong..?"


ucap Ling Tian.


"oh kalau soal kamar silahkan tuan muda mendaftar di resepsionis kami"


ucap pelayan itu sambil menunjuk meja pendaftaran sekaligus sebagai kasir.


"oh baiklah nona, dan tolong segera siapkan pesananku, aku akan mendaftar dulu"


ucap Ling Tian.


"baiklah tuan muda"


ucap pelayan itu lalu pergi ke belakang untuk menyiapkan pesanan Ling Tian.


"tuan apa tuan ingin memesan kamar..?"


ucap resepsionis.


"benar nona, aku ingin kamar terbaik di sini"


ucap Ling Tian.


"oh tentu tuan, di penginapan kami ada 3 jenis kamar yg kami sewakan, yg pertama adalah kamar biasa, kamar VIP dan kamar VVIP, tentu setiap kamar memiliki harga yg berbeda, jika tuan ingin kamar yg terbaik maka tuan akan mendapatkan kamar VVIP dengan harga 20 koin emas permalamnya, jadi tuan ingin menyewa berapa lama..?"


ucap resepsionis itu.


ucap Ling Tian.


"kalau informasi umum, tidak banyak tuan muda, untuk 6 hari dari hari ini akan di adakan kompetisi tahunan di kota teratai putih ini, juara pertama sampai ke tiga akan mendapatkan hadiah 1 JT koin emas untuk juara 3, 2 JT untuk juara 2 dan 3 juta untuk juara pertama, selain itu ke 3 juara akan mendapatkan pil kondensasi darah tingkat 6 kualitas tinggi dan dapat berkultivasi di kolam sepiritual selama seminggu, dan kompetisi ini juga di hadiri 2 sekte besar siapa yg mendapat juara atau yg bisa menarik minat para perwakilan sekte akan langsung di terima sebagai murid dari sekte itu, batas umur yg di perbolehkan untuk ikut adalah 25 th ke bawah tuan muda, hanya itu informasi umum yg menarik, selain itu tidak ada"


jelas resepsionis itu.


"pantas saat aku memasuki kota, antrian sudah sangat panjang, dan lagi banyak kelompok anak muda atau tuan muda yg mengantri tadi"


ucap Ling Tian.


"tuan muda beruntung karna datang sebelum 3 hari di mulainya kompetisi, jadi tuan muda masih bisa mendapatkan penginapan, mungkin jika tuan muda datang 3 hari sebelum kompetisi berlangsung tuan muda tidak akan mendapatkan penginapan"


ucap resepsionis itu.


"baiklah nona, aku akan memesan kamar VVIP selama 12 hari, jadi berapa yg harus aku bayar..?"


ucap Ling Tian.


"oh tentu tuan muda, sebelum itu bisa saya lihat tanda pengenal tuan muda, kalau tidak punya tuan muda dapat menyebutkan nama, umur dan asal tuan muda sebagai syarat mendaftar sewa kamar"


ucap resepsionis itu.

__ADS_1


"ini tanda pengenalku nona"


ucap Ling Tian sambil menyerahkan lencana klan xiao miliknya.


setelah resepsionis itu menerima lencana Ling Tian dan mencatatnya ia langsung mengembalikan lencana itu dan menyebutka total biaya sewa kamar VVIP.


"mari saya antar ke kamar tuan muda"


ucap seorang pelayan yg biasanya mengantar tamu.


"oh tidak perlu nona, nanti saya akan mencarinya sendiri, di konci ini sudah tertulis lantai dan nomo kamar saya jadi akan mudah dan lagi aku sudah memesan makanan nona"


ucap Ling Tian.


"baik kalau begitu tuan muda, silahkan tuan muda mencari tempat duduk yg nyaman sambil menunggu pesanan tuan muda"


ucap pelayan itu.


Ling Tian langsung mencari tempat meja yg dekat dengan jendela.


"mungkin aku besok akan mendaftar turnamen itu, aku masih belum tau kekuatan pemuda yg se usia denganku, hitung-hitung mencari pengalaman dan hiburan, aku tidak menyangka jika aku bisa mengikuti sebuah turnamen, aku duduk tidak ada harapan untuk mengikuti acara seperti ini walaupun aku menginginkannya"


batin Ling Tian.


"tuan muda, shilakan ini pesanan tuan muda menu terbaik di penginapan kami"


ucap pelayan yg mengantar pesanan Ling Tian.


"nona apakah ini daging monster sepiritual..?"


ucap Ling Tian.


"tepat sekali tuan muda, pengelihatan tuan muda begitu tajam, ini memang daging monster sepiritual tingkat tiga, para kultivator sangat menggemari menu andalan penginapan kami ini karna kasiatnya , dan hanya para bangsawan atau kultivator yg memiliki uang lebih saja yg bisa memesannya, untuk orang biasa juga ada tapai sangat jarang"


ucap pelayan itu dengan ramah.


"hahahhaha nona bisa saja, aku sudah sering memanggang daging monster jika berburu bersama kakekku, walaupun aku hanya orang biasa tapi aku bisa mengenalinya karna kebiasaanku"


ucap Ling Tian berbohong karna ia menyembunyikan ranah kultivasinya, jadi orang hanya bisa melihat dia sebagai orang biasa tanpa kultivasi.


"hahahahha saya terkesan tuan muda, semua itu karna pengalaman, kalau begitu silahkan di nikmati tuan muda, saya akan melanjutkan pekerjaan saya dulu"


ucap pelayan itu ramah.


"baik nona terima kasih"


ucap Li g Tian.


setelah itu Ling Tian mulai menikmati pesanannya.


setelah selesai makan, lalu Ling Tian membayar dan langsung masuk ke kamar yg sudah ia sewa.

__ADS_1


__ADS_2