Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 44.melahap 4 api bumi.


__ADS_3

orang tua itu sekilas melirik ke arah Ling Tian, ia sungguh kaget karna Ling Tian tidak terpengaruh dengan hawa panas di ruangan ini.


"api bumi yg kau inginkan ada di altar itu nak, di atas altar itu ada 4 api bumi yg akan mendapatkan kesadarannya sebentar lagi karna umur mereka sudah mencapai 100 tahun lebih, tapi karna itu hanya api. bumi maka kesadarannya hanya seperti hewan buas"


ucap orang tua itu.


di atas altar itu ada 1 api bumi berwarna biru.


dan di sana ada 4 altar yg sama, di atasnya juga ada api bumi.


"baiklah aku hanya perlu menjinakkan mereka kan tuan..?"


ucap Ling Tian sambil tersenyum.


"benar walaupun mereka belum mendapatkan kesadaran penuhnya tapi mereka sudah sangat ganas.


"tak masalah"


ucap Ling Tian sambil tersenyum tipis.


"baiklah silahkan kau taklukan, aku akan menunggu di sini jika ada apa-apa aku bisa membantu"


ucap orang tua itu.


"baiklah kalau begitu aku tidak akan sungkan"


ucap Ling Tian.


Ling Tian mulai mendekat ke arah salah satu api bumi itu, setelah sampai di depan api bumi yg pertama ia langsung mengulurkan tangannya, tiba-tiba muncul api berwarna biru keputihan dan memiliki suhu di atas api bumi itu.


sedangan ke 4 api bumi itu langsung bergetar hebat saat merasakan suhu api dari api semesta milik Ling Tian.


"baiklah lahap api kecil itu jadikan api itu sebagai nutrisimu supaya kau bisa bertambah lebih kuat lagi"


ucap Ling Tian.


seakan mengeri, api itu langsung melahap api bumi itu dengan sekali lahap an tak butuh waktu lama api bumi itu langsung menghilang, begitupun dari ke 3 api bumi yg tersisa.


sedangkan orang tua itu langsung terbelalak, dia tidak percaya semua yg Ia lihat, api bumi langsung habis di lahap api milik pemuda yg ada di depannya itu.


"bagaimana mungkin, sebenarnya api apa yg di miliki pemuda itu, sekilas warnanya sama dengan api bumi tapi warnanya sedikit keputihan"


ucap orang tua itu.


tak lama api milik Ling Tian semakin pudar warna birunya dan warna putih itu semakin menebal dan panas nya juga meningkat pesat.


"hahahhaha tak ku sangka hanya dengan melahap 4 api bumi saja apiku sudah meningkat pesat"


bati Ling Tian sambil tersenyum tipis.


"jenis api apa yg kau miliki tadi nak..?"


ucap orang tua itu.


"oh apiku hanya api elemen biasa, karna aku sering melatihnya tingkatan elemen apiku juga terus meningkat tuan"

__ADS_1


ucap Ling Tian sambil tersenyum.


"sungguh luar biasa, bahkan api inti bumi saja tidak sanggup melawan apimu, betapa kerasnya latihan yg telah kau jalani hingga elemen apimu bisa sekuat itu"


ucap orang tua itu.


"jika ingin berusaha pasti bisa tuan"


ucap Ling Tian masih dengan senyuman tipisnya.


"baiklah tuan karna ke 4 api bumi milik serikat tuan sudah aku lahap, jadi bagai mana kita akan menghitung harganya..?"


ucap Ling Tian.


"hah..baiklah karna kau berhasil menaklukan api bumi itu maka kita akan tetap pada kesepakatan awal, tapi sebelum itu ayo kembali dulu ke kantorku"


ucap pria tua itu.


setelah beberapa saat akhirnya mereka ber 2 sudah berada di kantor manajer, di sana Ling tian mulai membayar sesuai kesepakatan awal yaitu 4 miliar koin emas.


bagi Ling Tian koin emas dengan jumlah itu bukan apa-apa, di cincin ruang ya koin emas menggunung seperti gunung besar jadi koin emas itu bukan apa-apa untuknya.


"apa tuan memiliki api bumi lagi...?"


ucap Ling Tian.


"hah sayang sekali, aku tidak memilikinya lagi, paling beberapa hari akan ada yg mengantar api bumi dari markas pusat, itupun hanya bibit api yg masih sangat muda dan belum memiliki kesadarannya sendiri"


ucap orang tua itu.


"ya sudah kalau begitu tuan, urusanku di sini sudah selesai aku pamit dulu"


"tunggu anak muda dari tadi kita belum berkenalan, orang tua ini bernama sui Hong, jadi siapa namamu nak..?*


ucap sui Hong.


"yg muda ini bernama xiao Ling Tian taun Hong"


ucap Ling Tian sambil tersenyum.


"baiklah nak Ling, akau akan memanggilmu begitu mulai sekarang"


ucap sui Hong.


"tidak masalah tuan Hong"


ucap Ling Tian.


"jangan panggil aku tuan, cukup panggil saja aku kakek Hong seperti kau memanggil orang tua Li itu"


ucap sui Hong.


"baiklah kakek Hong"


ucap.ling Tian sambil tersenyum.

__ADS_1


"ini adalah token kehormatan serikat alkemis, dengan token ini jika kau ingin membeli herbal atau pil, kau akan mendapatkan diskon 30 %"


ucap.sui Hong sambil menyerahkan token berwarna hitam berukirkan menara dan satu kata "pil"


di bawah menara itu.


"apa ini sama dengan kartu VVIP serikat perdagangan kakek Hong...?"


ucap Ling Tian.


"benar sekali nak Ling, jika di serikat alkemis itu adalah kartu kehormatan tertinggi untuk tamu atau rekan bisnis kami"


ucap sui Hong.


"baiklah aku akan menerimanya kakek Hong, terimakasi"


ucap Ling Tian sambil tersenyum dan memasukan token itu kedalam cincin ruangnya.


oh ada yg aku lupakan, bisa minta kertas dan kuas tulis kakek Hong..?"


ucap Ling Tian.


"oh tentu saja, ini pakai saja kertas dan kuas tulis ini"


ucap sui Hong sambil menunjuk kertas kosong dan kuas tulis yg ada di mejanya.


"terimakasi kakek Hong"


ucap Ling Tian, lalu ia langsung menulis di atas kertas itu.


setelah beberapa saat akhirnya tuliasan itu selesai.


"kakek Hong, ini untukmu anggap saja sebagai hadiah pertemuan kita"


ucap Ling Tian sambil menyerahkan kertas yg sudah ia isi dengan tulisan .


"oh..api ini nak Ling"


ucap.sui Hong.


"itu hanya catatan biasa, itu akan berguna untuk kakek Hong*


ucap ling Tian.


setelah sui Hong menerima kertas itu , ia langsung memasukan kertas itu kedalam cincin ruangnya tanpa di periksa isinya.


"baiklah kakek Hong aku pamit dulu, masih ada sedikit urusan dengan keroco-kroco yg megangguku tadi"


ucap ling Tian.


lalu ia langsung keluar dari ruangan sui Hong, sedangkan sui Hong sendiri hanya mengantar sampai Pitu ruangannya saja.


setelah Ling Tian sudah tak terlihat, sui Hong masuk kembali ke ruangannya karna ia penasara tentang apa yg di tulis oleh Ling Tian.


setelah mengeluarkannya dan ia langsung membacanya.

__ADS_1


betapa terkejutnya setelah ia tau tentang isi dari catatan yg baru di buat oleh Ling Tian.


di dalam catatan itu Ling Tian telah menuliskan langkah-langkah pemurnian pil tulang baja tingkat 9, pil ini adalah pil penempaan tulang tingkat tinggi dan sangat langka di alam rendah.


__ADS_2