Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 80.meimei.


__ADS_3

setelah melewati pemeriksaan akhirnya kelompok Lin Tian bisa masuk ke dalam kota teratai biru.


"kakak kota ini sama dengan kota teratai putih"


ucap miyi.


"yah kau benar miyi, karna bagai manapun kota ini bertetangga walaupun agak jauh"


balas Ling Tian.


"tuan muda hari masih pagi, apa kita akan lama berada di kota ini...?"


ucap long ba.


"sebenarnya tujuanku adalah kota kekaisaran Han, jadi mungkin kita akan di kota ini selama 3 hari, tapi sebelum itu aku merasa akan menerobos ranah half saint dan sebelum saudara datang aku ingin menemukan seorang teman untuk miyi tinggal di dunia jiwaku, jadi aku bisa melakukan latihan tertutup dengan tenang, bagai manapun beberapa hari yg lalu aku sudah membuat pangeran ke tiga kekaisaran Han terluka parah di pelelangan, untuk berjaga-jaga aku ingin menaikan ranahku dulu"


ucap Ling Tian pelan.


"siapa yg berani menyinggung tuan muda, hanya kekaisaran kecil seperti mereka, sangat berani menyinggung mu, biarkan aku menghancurkannya tuan muda"


ucap long wu dengan nada marah.


sifat klan naga yg selalu menjaga martabat dan kehormatannya sangat terlihat.


"Jagan di hancurkan, jika di hancurkan banyak orang yg tidak bersalah menjadi korban, cukup petingginya saja yg di beri peringatan, lagian kita juga tidak tau sifat kaisar, entah dia baik atau buruk kita tidak tau, jika buruk kita akan memberinya pelajaran"


ucap Ling Tian.


long bersaudara yg mendengar itu langsung faham dengan maksud tuan muda mereka.


"tuan muda memang penuh perhitungan, kami akan siap jika tuan muda memerintahkan kami menghancurkan ataupun memberi pelajaran kepada kaisar itu"


ucap long wu.


"yah tidak semua hal bisa di selesaikan dengan kekerasan, tapi jika itu perlu kekerasan maka tidak perlu ragu untuk memusnahkan sampai akarnya"


ucap Ling Tian, ia tidak mau menjadi naif di dunia yg kejam ini.


"lalu kemana tujuan kita di kota ini tuan muda...?"


ucap long wi.


"kita akan mencari penginapan dulu, setelah itu kita akan berkeliling, hitung-hitung kita liburan sekalian mengumpulkan informasi menarik"


ucap Ling Tian.


"kakak itu ada manisan besar sekali, itu terlihat enak"


ucap miyi sambil menunjuk manisan.


"oh miyi ingin manisan itu, baik ayo kita beli"


ucap.ling Tian sambil tersenyum.


sedangkan kera kecil yg sedang berada di pundak Ling Tian juga langsung berbinar melihat manisan yg di tunjuk miyi.


"hei kera kecil, apa kau juga ingin manisan itu bukannya kau lebih suka buah"


ucap long wi.


kera kecil yg mengerti ucapan long wi, langsung memalingkan wajahnya dengan kesal.


Ling Tian yg melihat ini hanya menggelengkan kepala nya, keranya itu sangat cerdas.


"kau juga akan mendapatkan nya nanti"


ucap Ling Tian.


kera kecil yg mendengar itu langsung melompat-lompat kecil di pundak Lin Tian.


"dia bisa senang juga rupanya"


ucap long wi.


"a a a a...


seakan mengerti kera itu langsung protes kepada long wi.


"hei kera jelek, aku mengerti bahasamu dasar"


ucap long wi.

__ADS_1


"hei saudara wi, dia itu masihlah sangat kecil, jangan menganggu nya terus"


ucap long wu.


"kau beruntung kera jelek ada yg membelamu"


ucap long wi.


xiao yg sudah kesal langsung mencoba melompat ke arah long wi untuk mencakarnya tapi dengan cepat di tahan oleh Ling Tian.


"a a a a...!"


ucap xiao.


"sudahlah, apa kau tidak ingin manisan itu"


ucap Ling Tian.


"a a a a...


kera kecil xiao itu langsung duduk dengan santai lagi setelah mendengar ucapan Ling Tian.


"paman, berapa harga manisan ini..?"


ucap Ling Tian.


"ini murah tuan muda, hanya 1 koin perak untuk manisan yg besar ini"


ucap penjual manisan itu.


"berikan aku empat paman"


ucap Ling Tian.


"baik tuan muda, ini 4 manisan besar, tuan muda tenang saja, manisan ini terbuat dari madu jadi sangat baik untuk adik tuan muda"


ucap penjual manisan itu sambil menyerahkan 4 biji manisan besar.


"baik paman, ini..ambil saja sisanya paman"


ucap Ling Tian sambil menyerahkan 1 koin emas.


"ah..terimakasi banyak tuan muda, SE.oga perjalanan tuan muda menyenangkan"


Ling Tian hanya tersenyum.


"ini manisanmu miyi, dan ini untukmu xiao"


ucap Ling Tian.


"hehehehe trimakasi kakak"


ucap miyi sambil menerima 2 manisan besar, sekarang di kedua tangannya memegang manisan besar.


"apa nona bisa menghabiskan manisan sebesar itu"


ucap long ba heran.


"biarkan saja, toh itu hanya manisan"


ucap long wi.


setelah berjalan cukup lama di jalan kota, tiba-tiba miyi melihat seorang anak gadis kecil yg selalu memandangi manisan yg ada di tangan nya.


Ling Tian yg menyadari itu langsung melihat gadis kecil itu.


tapi sebelum Ling Tian mendekati gadis kecil itu, miyi sudah berlari mendekatinya.


"apa kau ingin manisan ini"


ucap nya polos kepada gadis kecil itu.


tapi gadis kecil itu tidak menjawab dan hanya menunduk diam.


"ini ambilah, aku satu dan kau satu"


ucap miyi.


Ling Tian yg melihat itu hanya tersenyum.


"ambilah, adikku ini memberikan nya untukmu, apa kau sudah makan adik manis"

__ADS_1


ucap Ling Tian sambil berjongkok agar tingginya setara dengan ke dua gadis kecil itu.


gadis kecil itu hanya terdiam sambil menggeleng kan kepalanya.


"apa kau tinggal di kota ini..?"


ucap Ling Tian.


gadis kecil itu hanya menganggukan kepalanya.


"gadis kecil ini cukup pemalu, dan dari pakaian nya sepertinya dia sama dengan nasib miyi sebelum bertemu denganku"


batin Ling Tian.


sedangkan long bersaudara yg melihat tuan muda mereka hanya diam saja, di dalam hati mereka bersyukur bahwa tuan muda mereka memiliki hati yg baik.


"apa orang tuamu tinggal di rumah..?"


ucap Ling Tian.


"tidak, aku sudah tidak memiliki orang tua sejak kecil tuan, dan aku hanya tinggal bersama nenekku, tapi nenekku sudah meninggal beberapa hari yg lalu"


ucap gadis kecil itu dengan pelan tapi masih dapat di dengar oleh Ling Tian.


"apa kau ingin ikut dengan kakak, nanti kalian berdua bisa bermain bersama"


ucap Ling Tian.


ia sangat sedih karna ia melihat gadis kecil yg senasib dengan miyi, dan juga dirinya.


"apa boleh, apa aku tidak menjadi beban"


ucap gadis kecil itu.


"tentu saja tidak, siapa namamu gadis manis"


ucap Ling Tian.


"namaku Meimei kakak"


ucap gadis kecil itu.


"baik lah Meimei, nama kakak xiao Ling Tian, sekarang Meimei ikut dengan kakak, apa masih ada barang Meimei yg perlu di ambil di rumah, nanti Meimei akan ikut kemanapun kakak pergi"


ucap Ling Tian.


"tidak kakak, tapi ijinkan Meimei untuk berpamitan kepada nenek"


ucap Meimei.


"baiklah, ayo tunjukan kepada kakak di mana nenek Meimei"


ucap Ling Tian.


"baik kakak, ayo ikuti Meimei"


ucap Meimei.


akhirnya mereka semua mengikuti Meimei.


mereka terus berjalan mengikuti gadis kecil itu, hingga mereka tiba di pinggiran kota, tapi bedanya di sini tidak berada di tempat yg kumuh, rumah gadis kecil itu masih layak di huni, walaupun tidak besar dan sederhana tapi masih layak, sedangkan di halaman rumah itu ada gundukan tanah, Ling Tian sudah menebak jika gundukan tanah itu adalah mahkam nenek Meimei.


setelah sampai, Meimei langsung berlutut di dekat gundukan tanah itu dan mulai berdo'a.


Ling Tian juga ikut berdo'a, bagai manapun semua mahluk di ciptakan oleh sang pencipta dan dia percaya akan hal itu setelah dia mendapatkan pencerahan tentang luas nya alam semesta.


setelah selesai Meimei langsung masuk ke dalam rumah dan mengambil barang-barang nya.


Ling Tian juga ikut masuk dan melihat di dalam rumah yg sangat sederhana dan hanya ada dua kamar dan perkakas yg sudah usang.


"baik kakak, aku sudah siap pergi"


ucap Meimei sambil membawa buntalan kain.


Ling Tian yg melihat itu hanya tersenyum.


"biarkan kakak yg menyimpan nya"


ucap Ling Tian sambil mengambil bungkusan kain itu dari tangan Meimei dan memasukan nya ke dalam cincin ruang nya.


"baik ayo kita pergi ke toko pakaian dulu membeli pakaian untuk Meimei, miyi juga boleh memilih pakaian yg miyi suka nanti"

__ADS_1


ucap Ling Tian sambil tersenyum.


__ADS_2