
"jadi tuan muda yg membunuh tetua agung sekte sampah itu, mereka sepertinya ingin di musnahkan tuan muda"
ucap long wu.
"yah memang sepertinya begitu, tapi saat aku menghadapi tetua agung sekte Gung api itu, dia dalam keadaan terluka, sepertinya kultivasinya turun ke ranah kaisar *6, walaupun sekte gunung api tidak masuk kejajaran sekte besar dan hanya berada di jajaran sekte tingkat menengah, tapi sebagai tetua agung sekte seharusnya ranahnya sudah berada di ranah half saint, entah itu tingkat awal maupun tingkat menengah, dia ingin bulu yg aku dapatkan untuk memulihkan kekuatannya, jadi aku bunuh saja"
ucap Ling Tian dengan santai.
setelah obat yg Lin Tian siapkan selesai, para warga yg tersisa langsung membantu memberikan pengobatan dengan air yg sudah di larutkan oleh pil penawar racun yg di buat Lin Tian.
setelah selesai, para warga langsung tertidur dan mulai membaik secara perlahan, kondisi mereka mulai pulih walaupun masih cukup lemah karna tidak makan.
waktu terus berlalu, tak terasa malam pun tiba, sebagian warga yg keracunan tapi tidak terlalu parah mulai sadar, fihon dan yuhi mulai memberikan beberapa makanan yg mereka beli dari kota, sebenrnya dia ingin memasak makanan dari bahan yg tersisa di desa tapi karna kondisinya tidak memungkinkan akhirnya dia mengurungkan niatnya.
"tuan muda, apa tidak sebaiknya kita kesana dan memusnahkan kelompok keroco itu secara langsung"
ucap long wu.
"sebenarnya itu ide bagus saudara wu, tapi kita tidak tau kartu truf apa yg mereka siapkan untuk penduduk desa ini, begini saja, saudara Ba akan ke sana untuk memantau situasi tentang apa yg di lakukan oleh mereka, sedangkan Kita akan tetap berada di desa, setelah mereka menyerang maka kita akan meratakan mereka dalam sekejap, dan jika ada yg ingin kembali melarikan diri ataupun ada pemimpin mereka yg mengawasi di pegunungan maka saudara Ba dapat menghabisinya"
ucap Ling Tian.
"tuan muda benar untuk melenyapkan sampah seperti mereka, kita tidak perlu repot-repot menyerang, biarkan saja para kelinci masuk ke dalam wilayah harimau, ini akan menjadi sangat mudah untuk memastikan kelompok mereka"
ucap long wi.
"membasmi kelompok itu saat mereka semua berkumpul akan jauh lebih mudah dari pada harus mencari mereka di kedalaman gunung, itu sedikit merepotkan karna kita harus menghabisinya satu persatu dan di lokasi berbeda"
ucap Ling Tian.
"tuan muda benar, saat aku mengintai mereka, ternyata kelompok mereka masih berpencar di beberapa titik di gunung, dan rencana mereka tepat di tengah malam nanti mereka akan menyerang dengan kekuatan penuh, mungkin jumlah mereka lebih dari 70 orang"
ucap long wi.
"karna hari sudah malam dan masih ada waktu hingga tengah malam, lebih baik kita memanggang daging sebentar, aku sudah membeli daging di kota tadi"
ucap Lin Tian sambil mengeluarkan banyak daging.
"baik tuan muda, biarkan aku dan istriku yg memanggang nya, aku akan mengambil peralatan dan bumbu di kediaman kami dulu"
ucap fihon lalu berjalan ke arah rumahnya untuk mengambil bumbu dan alat panggangan.
sedangkan long bersaudara sudah memperluas presepsi jiwa mereka agar tidak ada hal yg tidak di inginkan.
beberapa penduduk yg sudah sadar juga ikut membantu memanggang daging, walaupun sebagian besar dari mereka belum mampu memakan daging karna pencernaan mereka belum setabil dan hanya bisa memakan roti Gandum dan juga ubi-ubi an.
setelah selesai makan, dan mengobrol, hari sudah hampir tengah malam dan Ling Tian mulai melihat ke arah gunung, di belakang nya juga berdiri para warga yg sudah mulai pulih, Ling Tian sudah melarang mereka untuk ikut melawan kelompok sekte gunung api, tapi mereka tetap bertekad ikut membantu.
tepat di tengah malam, Ling Tian mendapat pesan telepati dari long ba jika kelompok itu sudah bergerak dengan kelompok besar.
"heh dasar orang-orang bodoh, mereka terlalu meremehkan situasi"
ucap Ling Tian.
"mereka kira dengan jumlah kelompok mereka yg lebih banyak bisa melawan Kita tuan muda"
ucap long wi.
"yah mereka terlalu percaya diri"
ucap Ling Tian.
__ADS_1
tak lama pergerakan besar dapat di lihat menuruni Gunung menuju ke desa kapas putih.
" mereka ada sekitar 84 orang tuan muda, ranah rata-rata ada di ranah raja dan kaisar awal, sepertinya sekte gunung api cukup serius menanggapi krista bumi ini"
ucap long wu.
"bagai manapun kristal bumi adalah sumberdaya yg cukup berharga, walaupun tidak sebaik batu sepiritual tapi kandungan elemennya sangat baik untuk kultivator, dan di pasaran harga ya cukup mahal"
ucap Ling Tian.
tak lama kelompok sekte gunung api sampai dan mulai mengepung desa kecil itu.
"ternyata masih ada yg mampu berdiri setelah terkena racun dari kami"
ucap seorang pria paruh baya kelompok sekte gunung api dengan nada sinis.
"apa kau kira racun kecil seperti itu mampu membunuh warga desa di sini, kalian sekte gunung api sepertinya ingin di musnahkan ya, demi menambang krista bumi kalian ingin membantai satu desa"
ucap Ling Tian dengan santai.
"hahahahahahaha ini lah dunia bocah, di dunia ini yg kuat yg berkuasa, jika yg lemah tidak mau tunduk maka hanya satu kata untuk mereka "mati" hahahahahaha"
ucap pria paruh baya itu.
"hanya dengan ranah kalian yg masih di ranah kaisar kalian sudah sangat sombong, sungguh lucu"
ucap long wi dengan nada sinis dan meremehkan.
pria paruh baya itu langsung terdiam setelah mendengar ucapan long wi.
"sepertinya pemuda itu bukan pemuda biasa, bagai mana dia tau tentang ranahku, apa mungkin ranhnya sudah sama dengan ranahku atau malah lebih tinggi dariku, tapi di lihat dari usianya seharusnya itu tidak mungkin"
"cih...kau terlalu sombong anak muda, karna kalian ingin ikut campur urusan kami, maka kalian tidak pantas hidup"
ucap pria paruh baya itu.
"tetua jangan banyak bicara kepada sampah itu, ayo kita bantai saja, setelah itu kita bisa kembali ke sekte"
ucap seorang pemuda.
"kau benar, baik serang mereka, jangan sisakan satupun yg hidup"
ucap pria paruh baya itu.
"baik tetua, kalian dengar serang mereka..!"
ucap pemuda itu dengan teriakan yg menggema.
"serang"
ucap mereka serempak dan mulai melesat cepat.
"cih sampah"
ucap Ling Tian yg langsung menghilang dari tempatnya.
sring...
wusss..
aaarrrrgghh...
__ADS_1
sllaassss...
aaarrrggkk
...
...
suara terikan langsung terdengar sebelum mereka berhasil memasuki gerbang desa.
sontak hal itu langsung membuat kelompok sekte gunung api yg sedang melesat ke arah gerbang desa langsung berhenti.
"apa yg terjadi"
ucap salah satu pemuda yg berada di ranah raja.
wuss..
sringg..
aarrgg...
slaass..
buk..
plukk..
suara benda jatuh terdengar nyaring,.
"sialan kita di serang..!"
ucap salah satu murid sekte gunung api yg melihat kepala temannya jatuh.
"sialan bagai mana mungkin, gerakan anak muda itu sangat cepat, aku tidak bisa melihat nya"
ucap yg lain.
Ling Tian terus bergerak dengan sangat cepat menggunakan konsep ruang nya, banyak anggota sekte gunung api yg berjatuhan dalam waktu beberapa detik.
sedangkan long bersaudara dan para warga masih diam di tempat.
"tuan muda sungguh hebat, di usianya dia bisa menggunakan konsep ruang dengan sangat baik"
ucap long wi.
sedangkan para anggota sekte gunung api, mencoba melihat pergerakan Ling Tian, tapi sebanyak apapun mereka mencoba mencari tau di mana lokasi Ling Tian, mereka tetap saja tidak mampu menemukannya, mereka hanya merasakan pergerakan energi di satu tempat sebelum lenyap tanpa jejak.
aarrrkk...
aarrrkkkgg...tanganku..
aarrrhhhkk...tetua cepat cari cara...!"
ucap salah satu murid sekte sambil memegangi tangannya yg sudah putus.
sedangkan murid yg lain mulai mundur mencari jarak aman dengan tubuh yg gemetar.
"sialan dimana kau, jangan bersembunyi, ayo kita bertarung secara adil..!"
ucap pria paruh baya itu.
__ADS_1