Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 87.bertemu pangeran ke tiga.


__ADS_3

"yg tua ini hanya ingin menyapa tuan muda saja, aku mendengar keributan di sini karna ulah klan co, ku harap tuan muda tidak mengambil hati dan memusuhi kota teratai biru ini.


hah...klan co memang dari dulu selalu membuat masalah, jadi sebagai tuan kota aku sangat malu akan hal yg menimpa tuan muda Ling"


ucap tuan kota sambil menghela nafas.


"itu tidak masalah tuan kota, ini hanya lah masalah kecil, saudaraku sudah mengatasinya"


ucap Ling Tian ramah.


"trimakasi atas pengertian nya tuan muda Ling, memang klan co sering membuat ulah bagi bara pengunjung, untuk urusan kedepan nya, biarkan aku yg mengurus nya sebagai tuan kota, untuk manajer hoyu terimakasi karna telah bertindak tegas kepada kelompok klan co itu, dan sepertinya nanti klan co akan berganti Patriak"


ucap tuan kota.


"tidak masalah tuan kota, kebetulan pemuda klan co itu sudah sering membuat keributan di restoranku, dan juga beberapa ancaman pengerusakan tentunya, sebenarnya aku mengabaikan nya karna ia hanya pemuda bodoh yg bahkan tidak masuk kedalam pandanganku, tapi karna dia sering membuat para pelanggannya terganggu dan kali ini ayahnya yg datang sendiri dengan arogan, maka kau tidak tahan lagi dan menindak tegas mereka hari ini"


ucap hoyu.


"tuan kota, sepertinya leluhur klan co itu cukup berpengaruh di sini sehingga mereka sangat arogan dan berani"


ucap Ling Tian.


"yah begitulah tuan muda Ling, leluhur mereka sudah sampai di ranah half saint *1, sekarang mungkin sudah meningkat lagi, karna setau ku dia sudah melakukan kultivasi tertutup, dan ranah itu adalah ranah 50 tahun yg lalu"


ucap tuan kota.


"yah tidak heran, tapi di bandingkan dengan tetua hoyu sepertinya masih lah kalah"


ucap Ling Tian.


"aku sebagai manajer restoran tidak ingin ikut campur hal ini tuan muda, selama mereka tidak keterlaluan dan menggangu restoran ku, maka aku tidak akan bertindak, tapi karna hari ini mereka membuat masalah seperti ini maka aku turun tangan, yah walaupun pada akhirnya mereka di bereskan oleh saudara tuan muda"


ucap hoyu.


"itu hanya kebetulan saja mereka menggangu kami tuan hoyu, bagai manapun sekarang ini kami membawa dua adiku itu jadi aku tidak ingin mengambil resiko"


ucap Ling Tian ramah.


sedangkan ke dua gadis kecil itu sudah asik bermain bersama tanpa menghiraukan obrolan Ling Tian dan 3 long bersaudara yg sedang asik minum.


Mereka terus mengobrol, hingga setelah 2 jam tuan kota dan manajer hoyu pamit.


"saudara sebaiknya kita langsung mencari penginapan , hari sudah semakin sore"


ucap Ling Tian.


"baik tuan muda"


ucap mereka.


"kakak apa kita akan pergi lagi..?"


ucap miyi.

__ADS_1


"tidak kita akan mencari penginapan, apa miyi tidak ingin beristirahat tidur..?"


ucap Ling Tian.


"tentu saja miyi ingin tidur, miyi juga ingin mandi"


ucap gadis kecil itu.


"baik ayo kita cari penginapan, Meimei juga perlu mandi"


ucap Ling Tian.


akhirnya mereka keluar dari restoran dan mencari penginapan.


setelah berjalan menyusuri kota, mereka menemukan penginapan yg cukup besar, akhirnya mereka menyewa 4 kamar VVIP di sana.


"miyi, Meimei, kalian cepat mandi, setelah itu istirahat lah, nanti malam kita akan jalan-jalan"


ucap Ling Tian.


"kau dengar itu Mei, nanti malam kita jalan-jalan, jangan lupa meminta banyak mainan dari kakak"


ucap miyi bersemangat.


Ling Tian yg mendengar itu hanya tersenyum tipis saja sambil duduk di ranjang.


setelah ke dua gadis kecil itu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Lin Tian menyiapkan pakaian untuk mereka, karna mereka sudah terbiasa hidup keras, mereka berdua terkesan mandiri, hal ini juga memudahkan Ling Tian.


setelah semua keperluan dua gadis kecil itu siap, Ling Tian langsung mengambil sikap lotus untuk berkultivasi, sekarang ini ia mulai menyerap energi alam, ia sudah di ambang trobosan dengan begitu saat ia menggunakan pil untuk menerobos ia bisa langsung mencapai puncak ranah kecil.


waktu terus berlalu, tak terasa malam pun tiba, Ling Tian menyudahi kultivasinya, ia langsung membersihkan diri setelah melihat miyi dan Meimei tidur.


setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian, ia langsung membangunkan ke dua gadis kecil itu, hari sudah malam dan waktunya makan malam.


"miyi, Meimei saat nya makan malam, ayo turun, kita cari makan"


ucap Ling Tian.


sedangkan miyi dan Meimei masih berpose seperti baru bangun dari tidur.


"kakak apa kita akan makan manisan lagi"


ucap miyi.


"tidak, manisan tidak baik jika terlalu banyak, nanti kalian makan sayuran dan ikan"


ucap Ling Tian.


"kakak apa aku juga boleh minta bonekah seperti punya miyi..?"


ucap Mei.


"tentu saja boleh, apa Meimei ingin boneka yg besar atau kecil, atau keduanya...?"

__ADS_1


ucap Ling Tian sambil tersenyum tipis.


setelah mereka siap, mereka keluar dari kamar, di luar kamar long bersaudara sudah menunggu.


"tuan muda"


sapa mereka.


"saudara ayo kita cari makan malam dan setelah itu jalan-jalan sebentar"


ajak Ling Tian.


"baik tuan muda"


ucap mereka.


akhirnya mereka keluar dari penginapan dan mulai berjalan-jalan mencari restoran.


tapi belum juga menemukan restoran, mereka sudah di kejutkan oleh triakan seseorang dari belakang dan juga suara kuda.


"minggir..minggir, pangeran ke tiga ingin lewat...!"


ucap seorang kusir kereta kuda cukup mewah dan di ikuti oleh sekelompok perajurit berkuda dari belakang.


Ling Tian yg mendengar itu mendesah kesal.


"cih..sampah itu lagi, di manapun pasti akan membuat masalah, jalan kota cukup ramai, tapi mereka masih melaju cukup kencang"


ucap Ling Tian.


Ling Tian tidak perduli, dan terus berjalan santai, long bersaudara juga mengikuti tuan muda mereka.


"hei kalian cepat minggir, jika tidak aku akan menabrak kalian, apa kalian tidak tau jika aku sedang membawa pangeran dan juga penasehat.....!"


triak kusir itu dengan arogan, sombong dan juga bangga.


"dasar bajingan, apa kau tidak tau jalanan ini sedang ramai, seharusnya kalian berjalan pelan, tapi kalian berani mengancam kami terutama tuan mudaku, apa kau ingin mati..!"


triak long wi.


"kurang ajar, beraninya kau menghentikan kereta kuda pangeran, hei kalian cepat urus sampah itu, apa kalian ingin pangeran menunggu lama"


ucap kusir itu.


para prajurit yg mendengar triakan kusir, langung mendekat dan mengepung Ling Tian.


"bajingan rakyat jelata seperti kalian beraninya menghalangi kereta kuda pangeran ke 3..!"


ucap salah seorang prajurit dengan nada kasar.


"suruh turun pangeranmu, apa dia sudah lupa akan pelajaran yg aku berikan saat pelelangan"


ucap Ling Tian santai.

__ADS_1


sedangkan semua orang melihat dan mendengar ucapan Ling Tian langsung terkejut.


__ADS_2