Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 70.tiga keroco.


__ADS_3

setelah mengurus pembayaran dan mengambil barang, Ling Tian langsung kembali ke penginapan bersama miyi.


"ayo kita beli boneka untuk teman bermainmu dulu miyi"


ucap Ling Tian.


"baik kakak, aku mau boneka yg tidak terlalu besar saja"


ucap miyi.


"kenapa tidak yg besar saja..?"


ucap ling Tian.


"jika terlalu besar, miyi tidak bisa membawanya nanti kakak"


ucap miyi cemberut.


"hahahhahahahaha baik-baik, nanti miyi pilih saja"


ucap Ling Tian.


mereka ber dua akhirnya berbelanja hingga tengah malam mereka baru sampai di penginapan, miyi juga sudah tertidur di gendongan Ling Tian.


"sepertinya aku terlalu larut sampai-sampai miyi tertidur pulas.


"ada tikus yg mencoba memata-matai ku sejak keluar dari serikat perdaganagan, kalian pikir aku tidak tau, hanya keroco tingkat kaisar *1 berani mengusikku"


batin Lin Tian.


"demi ke amanan miyi, Ling Tian langsung membuat Aray pelindung dan Aray kedap suara di dalam kamar penginapannya.


Setelah membuat Aray, Ling Tian langsung membersihkan dirinya sebelum membereskan penguntit itu.


di luar kamar penginapan Ling Tian, tepatnya di atas rumah warga, ada 3 orang pria yg mengintai tempat Ling Tian.


"kenapa kamarnya menjadi sunyi..?"


ucap salah satu pria.


"apa dia sudah tertidur"


sahut pria lain.


"jika benar maka kita bisa dengan mudah membunuhnya"


ucap salah satu pria.


"kita memiliki misi yg sama, jadi kita harus membagi hasilnya, aku hanya ingin kalung itu, ke dua barang lainnya milik kalian"


ucap seorang pria dengan jubah hitam.


"sepertinya kalung itu cukup penting untukmu tetua..?"


ucap salah satu pria sambil tersenyum di balik topeng nya.

__ADS_1


"kalung itu memiliki aura panas yg samar, dan aku yakin kalung itu memiliki energi api yg baik untuk kultivasiku"


ucap tetua itu, yg ternyata adalah tetua agung sekte gunung api.


"apa kalian ber dua tidak takut dengan identitas anak itu yg misterius..?"


ucap salah satu pria.


"heh...walaupun dia kuat, tapi dengan bersatunya kita yg di ranah kaisar ini, apa dia punya kesempatan, dan lagi dengan kita menyandra anak kecil yg dia bawa maka kita akan mudah menekannya"


sahut pria lainnya.


"kau benar, jadi sesuai rencana kita di awal, aku hanya ingin gulungan itu, walaupun gadis suci sekte es abadi tidak bisa mengolahnya, tapi pasti Patriak sekte es abadi akan senang dan aku bisa menukarnya dengan barang yg aku cari, sebagai kultivator elmen es pasti dia sangat tertarik walaupun tidak bisa menggunakannya tapi dia pasti akan mencari caranya sendiri"


ucap pria lainnya.


"heh kau licik jua rupanya, yah bagai manapun aku tidak tertarik dengan barang yg tidak bisa aku gunakan, aku hanya ingin membunuhnya saat tau pangeran di lukai oleh nya, dengan begitu jika aku berhasil maka yg mulia akan memberiku hadiah yg cukup berharga"


ucap seorang pria lain.


"kita memang memerlukan ke untungan, jadi kita harus kerja sama"


ucap tetua agung sekte gunung api.


"tetua agung, di antara kita, kultivasimu yg tertinggi, kau sudah mencapai ranah kaisar bela diri *6 sedangkan kami hanya berada di *1, tapi jangan beraninya kau mempermainkan kami, bagaimanapun aku terhubung dengan jendral besar, jika aku celaka maka dia bisa melacakmu"


sahut pria lain.


"cih kau tenang saja, lagian sekte gunung api ku juga tidak takut untuk berurusan dengan kekaisaran, kau fikir leluhur sekte ku dapat dengan mudah di singgung"


"jangan berdebat lagi, ayo kita bergerak"


tegur pria lainnya.


"heh kalian mau kemana, apa kalian sudah selesai mengobrol ya..?"


ucap Ling Tian yg sudah berada di belakang ke 3 pria itu.


ke tiga pria itu langsung terkejut, karna merek tidak merasakan kehadiran Ling Tian dan lagi mereka juga tidak melihat Ling Tian keluar dari penginapan.


*flashback on"


Ling Tian melihat ke arah 3 orang pria setelah selesai membersihkan dirinya.


"dasar hanya ranah kaisar beladiri *1 dan *6 saja kalian mencoba membunuhku, pria tua itu adalah tetua agung sekte gunung api, beraninya dia mengincarku.


karna ini yg kalian inginkan, maka aku tidak akan sungkan"


batin Ling Tian.


ia menggunakan langkah sunyi dan memanfaatkan kondisi malam hari untuk mendekat ke arah tiga orang itu.


"dasar sampah"


ucap Ling Tian dalam hati setelah sampai di belakang 3 orang itu.

__ADS_1


tapi mereka tidak menyadari sama sekali kehadiran Ling Tian.


*flashback off*


ke tiga pria itu langsung menjauh dan berpencar ke tiga sisi yg berbeda dan menatap.ke arah Ling Tian yg sudah duduk santai di atas rumah yg sebelumya mereka pijak.


"sejak kapan kau berada di situ bocah..?"


ucap tetua agung sekte gunung api.


"apa aku perlu menjawab pertanya an orang yg akan mati, tetua gaung sekte gunung api..?"


ucap Ling Tian dengan santai nya.


"hahahahahahahha apa kau pikir kau mampu membunuhku bocah, sebaiknya kau serahkan kalung yg kau dapatkan di pelelangan itu dengan begitu aku akan pergi dan mengampuni nyawamu"


ucap tetua agung sekte gunung api.


"kalung itu di sukai oleh adikku, jadi aku tidak akan memberikannya kepadamu, dan lagi apa kau mampu untuk membunuh ku pak tua..?"


ucap Ling Tian sambil tersenyum menghina.


"kalian bertiga yg hanya ranah kaisar *1 juga berani mengusikku, sepertinya kalian perlu bertemu dengan dewa neraka.


ke tiga orang itu kembali terkejut.


mereka baru sadar jika merek tidak bisa melihat ranah kultivasi Ling Tian, itu artinya hanya ada 2 kemungkinan, dia menyembunyikan ranah nya atau memang kultivasinya jauh lebih tinggi dari mereka.


"kau hebat juga bisa menebak ranah kami bocah"


ucap tetua agung sekte gunung emas, ia tidak percaya kepada Ling Tian, bagai mana pun usianya masih sangat lah muda, tidak.mingkin ia sudah berada di atas mereka.


"heh menebak ya, terserah jika kau fikir begitu, tapi karna kalian sudah datang ke sini, seharus nya di dalam cincin kalian, pasti kalian memiliki harta kan..?"


ucap Ling Tian.


"cih kami datang ke sini untuk merampok.u.bocah, tapi kau malah berani merampok kami, kau cari mati rupanya"


ucap salah satu pria.


"terserah apa katamu, kalian mati saja karna aku harus tidur"


ucap Ling Tian, lalu tubuhnya menghilang dan langung muncul di belakang salah satu pria.


slaaasss...


tanpa banyak kata Ling Tian langsung memenggal kepala pria itu tanpa bisa menghindarinya.


buk...


suara benda jatuh terdengar.


satu pria tersisa dengan tetua agung sekte gunung api hanya bengong melihat kejadian yg terjadi.


"cih bahkan dia tidak bisa menangkis serangan kecilku"

__ADS_1


ucap Ling Tian.


__ADS_2