Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 95.tiba di desa kapas putih dan mineral bumi.


__ADS_3

waktu terus berlalu, tak terasa pagi sudah tiba, dan Ling Tian juga sudah bersiap-siap meninggalkan kota dan ke dua adik nya juga sudah siap, mereka keluar dari kamar dan langsung turun, di lantai bawah tepatnya di depan meja resepsionis long bersaudara dan fihon serta istrinya yuhi sudah menunggu.


"selamat pagi tuan muda, sapa mereka serempak setelah melihat Ling Tian.


ling Tian yg mendengar sapaan mereka langsung tersenyum dan balik menyapa dengan ramah, setelah itu Ling Tian langsung mengembalikan kunci kamar yg ia sewa dan mengajak semua orang untuk sarapan terlebih dahulu sebelum keluar dari kota teratai biru.


setelah semua persiapan selesai, mereka langsung keluar dari kota teratai biru, bahkan tuan kota yg selalu mendapat laporan dari para penjaga kota, langsung mengantar kelompok Ling Tian secara pribadi keluar dari kota nya, hal ini tentu menjadi berita heboh di dalam kota teratai biru, banyak yg bertannya tentang identitas kelompok Ling Tian.


Ling Tian dan kelompoknya menuju ke desa kapas putih, sesuai kata-kata Ling Tian, ia akan membantu desa kapas putih, bagai manapun yuhi dan fihon adalah orang yg baik.


"paman fihon dan bibi silahkan tunjukan jalannya"


ucap Ling Tian sambil tersenyum.


"desa kami memerlukan setengah hari perjalanan dari kota teratai biru tuan muda, tapatnya di belakang gunung itu"


ucap fihon sambil menunjuk ke arah gunung yg dapat di lihat dari posisi mereka.


"baik, jadi tidak terlalu jauh"


ucap Ling Tian.


"begitulah tuan muda, kami sering menjual hasil budidaya rempah kami ke kota teratai biru, tapi sepertinya saya ceritakan tadi malam, entah mengapa pelanggan kami menawar rempah kami dengan harga yg sangat murah"


ucap fihon.


"apa berita warga desa kapas putih yg terkena penyakit aneh sudah tersebar di dalam kota paman, karma hal itu mereka menjadi takut membeli rempah dari desa karna takut tertular penyakit itu"


ucap Ling Tian.


"entah lah tuan muda, kami tidak tau pasti, tapi selama kami ada di kota kami tidak mendengar ada yg membicarakan tentang warga desa kami"


ucap fihon.


"ku rasa ada yg mencoba mencelakai warga desa, tapi pasti ada alasan di belakang semua ini"


ucap Ling Tian.

__ADS_1


"sepertinya begitu tuan muda, paman fihon apa di desa kalian ada tambang atau tempat yg mencurigakan..?"


ucap Ling wu.


"setahu saya tidak ada tuan muda, karna di desa kami hanya ada sumberdaya yg berasal dari gunung, sedangkan wilayah sekitar desa kami cukup tandus jika di tanami tanaman lainnya, hanya pohon-pohon yg sama dengan yg hidup di gunung yg bisa hidup, walaupun terlihat subur tapi pada dasarnya hanya tanaman yg berasal dari wilayah gunung itu saja yg hidup, termasuk tanaman rempah wangi yg kami budidayakan sebagai sumber penghasilan yg cukup besar untuk kehidupan semua warga desa"


ucap fihon sambil terus berjalan.


"apa paman sudah pernah menjelajahi gunung itu..?"


ucap Ling Tian.


"tentu sudah tuan muda, bagai manapun saya tumbuh besar di desa kami, dan di gunung hanya ada hewan buas biasa dan hewan-hewan kecil lainnya yg biasanya kami buru sebulan sekali untuk menjaga populasinya"


ucap fihon.


"kita kan lihat apa sebenarnya motif orang yg menyebarkan racun ini, paman tenang saja racun ini memang sangat mematikan tapi memiliki jangka panjang"


ucap Ling Tian, ia telah menyembuhkan fihon dan yuhi sebelumnya jadi ia tau tentang racun itu dengan pasti.


waktu terus berlalu, tak terasa kelompok Ling Tian sudah sampai di desa kapas putih ,di depan gerbang desa di jaga 3 warga sedangkan di dalam desa tampak kecil, bagai manapun desa kapas putih adalah desa yg sangat kecil hanya ada sekitar 50 warga yg tinggal.


tapi di lihat dari rumah dan halaman, semua orang hidup dengan baik, rumah sederhana tapi terkesan rapi dan sangat layak di huni.


"tuan fihon dan nyonya yuhi sudah kembali, bagai mana dengan hasilnya, tadi malam sudah ada yg semakin gila, kami bertiga sudah menguncinya di dalam rumah mereka dan berberapa anak-anak juga sudah mulai kehilangan akal nya, dan baru saja 7 orang dari kami sudah tidak bisa bangun hanya tinggal kita berlima saja yg masih sehat"


ucap salah satu warga dengan raut waja sedih.


"hasilnya sangat baik, dan hasil rempah kita semuanya di beli oleh tuan muda Ling Tian ini, dan tuan muda Ling Tian adalah seorang alkemis yg bisa membantu kita untuk memulihkan warga yg sedang sakit"


ucap fihon.


sedangkan Ling Tian menggunakan kekuatan matanya untuk mengamati wilayah desa.


"energi di sini sangat unik, ini bukan berasal dari alam tapi sepertinya berasal dari tanah desa, sepertinya di bawah tanah ini ada harta atau tambang matrial yg memiliki energi"


batin Ling Tian.

__ADS_1


hal ini juga di rasakan oleh long bersaudara.


walaupun kekuatan mereka di tekan, tapi tetap saja mereka berada di ranah dewa bela diri tingkat puncak.


"tuan muda di bawah desa ini ada gua bawah tanah yg berisi tambang batu mineral bumi, batu ini hampir sama dengan kristal sepiritual, tapi bedanya ini adalah mineral yg memiliki energi alam yg lebih rendah dari keristal sepiritual, tapi memiliki jenis elemen, jadi mineral ini sangat baik untuk meningkatkan tingkatan elemen kultivator dari pada kristal sepiritual"


jelas long wi melalui telepati.


"sudah aku duga, aku merasakan energi unik, persis energi alam tapi memiliki perbedaan dan perbedaan ini tercampur dengan energi lain"


batin Ling Tian.


"mari masuk tuan muda, maaf desa kami sangat kecil dan sederhana"


ucap fihon.


"mari paman, dan kita akan langsung saja ke tempat sumber air yg ada di desa paman"


ucap Ling Tian.


sedangkan long wi merasakan ada yg mengintai mereka dari gunung yg jaraknya tidak terlalu jauh dari desa.


"saudara wi, kau saja yg urus keroco itu, aku yakin mereka mendirikan markas di gunung untuk mengawasi warga desa ini"


ucap Ling Tian dengan telepati.


"hehehehe serahkan kepadaku tuan muda"


ucap long wi, lalu ia langsung menghilang tanpa di rasakan oleh orang-orang selain kelompoknya.


long wu dan long ba tentu saja dapat merasakan nya jadi mereka tidak kaget dan dengan santainya berjalan masuk ke desa.


sedangkan di lereng gunung di atas pohon besar ada dua orang yg memakai jubah berwarna merah, mereka tidak menyadari jika salah satu orang di kelompok yg mereka awasi telah menghilang.


"kedua sampah itu ternyata meminta bantuan dari kota, mereka pikir bisa menyembuhkan warga desa yg sudah di ambang kematian itu"


ucap salah satu orang berjubah merah itu dengan sinis.

__ADS_1


__ADS_2