
roh pedang itu langsung keluar dari pondok yg ia tempati, sesampainya di luar ia dapat melihat seorang anak mudah yg masih berumur belasan tahun.
"kau siapa anak muda, kenapa kau bisa berada di sini"
ucap roh pedang itu.
"namaku adalah Ling Tian, aku yg membantumu mwmulihkan sedikit lukamu nona"
ucap Ling Tian dengan tenang.
"kekuatan jiwamu cukup kuat untuk anak muda seusiamu hingga dapat masuk ke dalam tempat tinggalnya ini, terimakasi karnah telah membantuku untuk memulihkan luka yg aku derita, sungguh sangat sulit bagiku untuk memulihkan diri karna aku hanyalah roh pedang saja, jika ada sumberdaya mungkin aku bisa memulihkan diriku tanpa menggunakan banyak waktu"
ucap roh pedang itu
"baiklah nona, seharusnya kau memiliki nama kan..?"
ucap Ling Tian masih dengan tenang.
"oh maafkan saya yg tidak sopan ini, namaku jiyu aku adalah roh pedang teratai es ini, namaku adalah pemberian tuanku tapi tuanku sudah gugur saat perang besar dahulu jadi jika aku memiliki tuan baru lagi maka tuanku yg baru itu berhak memberikan nama baru untuk"
ucap jiyu.
"pasti perang itu cukup dahsyat hingga pedang tingkat surgawi seperti nona bisa rusak hingga menurun menjadi pedang tingkat dewa"
ucap Ling Tian.
jiyu menjadi tertegun, bagaimana pemuda di depannya ini bisa tau jika dirinya adalah pedang tingkat surgawi, di lihat dari ranahnya memang pemuda di depannya ini sangat jenius tapi untuk memiliki pengetahuan ini berapa banyak buku yg ia pelajari.
"anak muda memang hebat, bisa mengetahui tingkatanku yg sebenarnya, dan lagi di luar memiliki energi alam yg sangat tipis, bolehkan aku tau kita ini sedang berada di mana"
ucap jiyu.
"kita ada di alam rendah, di kota bulu emas kekaisaran Han, tak heran jika energi di sini sangat tipis karna nona terbiasa hidup dialam atas"
ucap Ling Tian dengan nada santainya.
"baiklah anak muda, karna anda sudah mambantu dan berhasil menyadarkan saya maka saya akan melayani anda"
__ADS_1
ucap jiyu.
"tidak perlu nona, aku hanya membantumu saja, nona sudah memiliki takdir sendiri dan lagi nona tidak cocok denganku walaupun aku memiliki elemen es dan air tapi dengan model pedang nona, sangat tidak cocok untuk seorang pria sepertiku dan lagi aku sudah memiliki pedangku sendiri, bagimana jika nona mengikuti ku hingga nona menemukan tuan yg cocok untuk nona, dan nona nanti akan tinggal di dunia jiwa miliki, di dunia jiwa miliki itu memiliki energi yg puluhan kali lebih padat dari dunia atas di sana nona dapat pulih dengan cepat dan lagi di sana ada suberdaya yg bisa nona gunakan untuk memulihkan diri nona"
ucap Ling Tian, dia cukup kesepian jika masuk ke dunia jiwa karna tidak ada penguninya di sana paling tidak jika ada roh pedang ini ia bisa menhmgajaknya berbincang-bincang.
jiyu sekali lagi terkejut, pemuda di depannya ini memiliki dunia jiwa dan lagi ranahnya juga hanya ranah kaisar bela diri yg menurutnya masih sangat lemah.
"apa tuan muda sudah membangkitkan dunia jiwa..?"
ucap jiyu yg kurang percaya.
"walaupun aku masih berada di ranah kaisar bela diri tapi aku memiliki guru yg bisa membibingku untuk membangkitkan dunia jiwaku nona, di dunia ini tidak ada yg tidak mungkin"
ucap Ling Tian dengan tenang.
"hah baiklah tuan muda jika tuan muda tidak bisa menerima saya sebagai partner tuan muda maka saya akan menunggu orang yg tepat untuk saya sambil mengikuti tuan muda, jadi terimakasi karna tuan muda sudah mengijinkan saya tinggal di dunia jiwa tuan muda"
ucap jiyu.
ucap Ling Tian.
"baiklah tuan muda jiyu ini akan menurut dengan pengaturan tuan kuda"
ucap jiyu.
"baiklah nona jiyu, aku keluar dulu"
ucap Ling Tian.
"baik tuan muda"
ucap jiyu yg sudah mulai sopan kepada Ling Tian, dengan kemampuan Ling Tian ia sangat yakin jika ia bukan orang biasa, di usianya yg masih sangat muda ia sudah menembus ranah kaisar beladiri, jika di alam atas anak seusia Ling Tian paling hanya sampai ranah raja, dan itu sudah jenius.
Setwlah Ling tai menarik kesadaran jiwanya ia langsung memasukan pedang itu ke dalam dunia jiwanya dan ia juga mengaturnya untuk menempati romah pondok miliknya.
setelah memasukan pedang itu, Ling Tian mulai mengamati cermin yg ia dapatkan.
__ADS_1
"cermin ini bukan hanya barang antik, ini adalah cermin sepiritual, simbol yg ada di bingkai cermin ini lebih kuno daripada yg ada di pedang teratai suci tadi"
ucap Ling Tian.
ia erus mengamati cermin itu sambil mencari informasi tentang cermin sepiritual dari ingatnnya.
setelah mencari akhirnya ia tau cermin apa yg ia dapatkan ini.
"hahahahhaha aku sangat beruntung, ini adalah cermin abadi, cermin ini bisa di gunakan untuk melihat seseorang atau mencari seseorang bahkan dapat mencarinya walaupun berada di dunia yg berbeda"
ucap Ling Tian.
"jika aku memang ya di dunia jiwaku maka dengan kehendakku orang yg berada di dalam dunia jiwaku bisa melihat dunia luar seperti apa yg aku lihat"
ucap Ling Tian.
"hahahaha lebih baik aku langsung membuat kontrak dengan cermin ini"
ucap Ling Tian sambil melukai jarinya dan meneteskan darnya ke cermin itu, tak lama cermin itu bersinar putih dan Ling Tian merasakan ikatan dengan cermin itu.
"selesai, aku akan menyimpannya di dunia jiwa.
ucap Ling Tian lalu memasukan cermin itu ke dalam dunia jiwanya.
"sekarang giliran 2 mutiara ini, aku bisa saja menyerapnya dan meningkatkan kekuatan elemenku bahkan aku juga bisa menerobos ke ranah half saint bahkan mungkin langsung ke ranah saint, tapi jika aku menyerapnya sekarang waktuku tidak tepat"
ucap Ling Tian.
ia sudah terlalu lama berada di kota bulu emas, ia ingin segera melanjutkan berpetualangnya.
"kalau batu ini bisa di gunakan untuk bahan tambahan dari keristal elemen dewa yg waktu itu aku dapatkan di gua itu"
ucap Ling Tian lalu menyimpan kembali batu itu di cicin ruangnya, ia mulai melihat telur yg ia dapatkan.
"aku tidak tau telur binatang suci apa kau, tapi karna kita berjodoh dan aku juga memiliki telur temanmu maka lebih baik kau ku masukan kedalam dunia jiwaku saja, di sana kau bisa bersama dengan temanmu yg sedang berjuang untuk menetas"
ucap Ling Tian lalu memasukan telur itu ke dunia jiwanya, mutiara itu ia simpan kembali ke cicin ruang ya.
__ADS_1