Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 14.kegemparan di klan Li.


__ADS_3

waktu terus berlalu, pagipun tiba semua orang di kota sudah mulai beraktivitas, sedangkan Ling Tian sendiri masih dengan santainya tidur nyeyak di pagi hari.


sedangkan di klan Li sendiri sekarang ini terjadi kegemparan karna salah satu pelayan yg lewat di depan kamar Li Wen membuka bungkusan yg tergantung di atas pintu kamar Li Wen yg ternyata isinya adalah kepala pemimpin kelompok pasukan elit klan Li.


sedangkan Li Wen sendiri yg mendengar keributan di depan kamarnya mulai terganggu, ia pun keluar dan betapa terkejutnya saat ia melihat kepala pemimpin kelompok yg ia suruh untuk menghabisi Ling Tian.


kejadian ini sampai di telinga Patrik klan Li atau ayah dari Li Wen.


semua tetua di kumpulkan termasuk li Wen.


"baiklah ada yg bisa menjelaskan kejadian ini"


ucap Patriak klan Li, Li wuhin.


"lapor Patriak, dari informasi yg aku dapatkan dari penjaga yg bertugas tadi malam, tidak ada yg melihat gerak gerik aneh atau kejadian janggal dan tanda-tanda penyusup Patriak"


ucap tetua ke 3.


"bagaimana dengan tetua yg lain"


ucap Li wuhin.


"informasi yg kami dapat juga sama patri, tapi ada tambahan informasi dari anggota kelompok itu yg tidak mengikuti pemimpin kelompok, informasi itu pemimpin kelompok elit kita ini sedang menjalankan tugas dari tuan muda Li Wen dan ia membawa 6 anggota yg di bawah komandonya Patriak"


ucap tetua ke 6.


"jadi apa kau memiliki penjelasan Li Wen..?"


ucap Li wuhin kepada putranya itu.


Li Wen yg mendapat pertanyaan dari ayahnya punhanya bisa menceritakan semuanya.


"jadi kau menyuruh kelompok elit itu untuk membunuh anak muda yg menyinggungmu tanpa tau latar belakang atau kekuatan anak muda itu..?"


ucap Li wuhin sambil menyipitkan matanya.


"benar ayah, bocah itu tidak memancarkan energi apapun, bahkan basis kultivasinya tidak ada, jadi bisa di ketahui jika bocah itu hanya manusia biasa"

__ADS_1


ucap Li Wen.


"dasar bodohjika ia hanya bocah biasa apa mungkin berani menyinggungmu, dasar otak udang, tidak semua orang yg tidak terdeteksi ranah kultivasinya adalah manusia biasa, bisa jadi orang itu menyembunyikan ranahnya, dan lagi apa mungkin seorang gelandangan tanpa kekuatan di belakangnya dan lagi umur masih 15 tahun memiliki uang untuk membeli pakaian di serikat perdagangan"


ucap Li wuhin dengan nada tinggi karna kebodohan putranya itu.


Li Wen yg mendengan ucapan ayahnya menjadi tertegun, benar apa yg di katakan ayahnya.


"sial kenapa aku tidak kepikiran sampai situ"


gerutu Li Wen dalam hati atas tindakan gegabah yg ia lakukan.


"dan lagi, penjagaan kalan kita termasuk sangat ketat, dan orang itu bisa menerobosnya tanpa di ketahui penjaga yg sedang berpatroli, bahkan hawa keberadaannya tidak dapat di rasakan oleh penjaga, kalau orang itu ingin membunuhmu maka kau sudah tinggal nama hari ini, dasar bocah bodoh, pasti anak kuda itu berasal dari kalan besar yg sedang mencari pengalaman seperti rakyat biasa, tapi tetap saja dia akan mendapatkan pengawalan seorang ahli, klan kita adalah klan tingkat menengah di kekaisaran bagaimana jika yg kau singgung adalah klan besar tingkat atas dasar bocah bodoh..!"


ucap li wuhin.


semua tetua yg mendengar ucapan Patriak mereka langsung setuju, mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya atas kebodohan tuan muda mereka itu.


"hah sudahlah semua sudah terlanjur, dan kau anak bodoh jangan keluar dari kediaman dulu jika tak ingin mati, mungkin ini hanya peringatan ringan yg di berikan oleh ahli yg mengawal bocah itu, walaupun ahli itu bisa kita atasai tapi kita tidak tau kekuatan apa yg ada di belakangnya, jadi sebelum mendapatkan informasi detail tentang bocah itu jangan pernah bertindak gegabah"


"baik ayah"


ucap Li Wen sambil menundukkan kepalanya.


"tetua ke 4 tolong kau selidiki tentang bocah itu, jangan bergerak secara gegabah hingga dapat memancing ahli yg menjaganya"


ucap Li wuhin memberi perintah kepada tetua ke 4 klan nya.


"baik Patrik"


uacp tetua ke 4.


"Hem, hati-hati lah jika tak ingin celaka"


ucap Li Wuhen dan di angguki oleh tetua ke 4 sebelum ia pergi.


"baiklah kita lanjut ke topik selanjutnya, aku mndapat kabar tentang pelelangan yg akan di adakan 3 hari dari sekarang, di antara daftar barang yg di lelang itu ada pil penempa tulang tingkat 8 kualitas sempurna dan pil pembersih racun tingkat 9 kualitas sempurna, dengan pil pembersih racun itu kita dapat membersihkan sisa racun dari pil yg kita konsumsi dan akan meningkatkan kecepatan kultivasi kita dalam menyerap energi alam, pil itu sangat bermanfaat untuk leluhur yg sekarang berusaha menerobos ke ranah kaisar beladiri *5, dan untuk pil penempa tulang kita dapat memberikannya kepada jenius klan kita, dengan begitu perkembangannya akan semakin pesat karna memiliki tulang yg lebih kuat"

__ADS_1


ucap li wuhin.


"jadi Patriak apa kita akan mencoba bersaing di sini..?"


ucap.tetua ke 2.


"tentu saja, pil itu sangat penting untuk kekuatan leluhur, dengan adanya oil itu leluhur akan semakin mudah menerobos ranahnya dengan begitu kekuatannya akan bertambah dan akan berdampak baik bagi klan kita, kalian tau sendiri ke 3 klan di kota bulu emas ini memiliki kekuatan yg setara hingga sekarang, siapa yg memiliki kekuatan lebih besar maka ia kan berkuasa jadi pil itu sangat penting untuk kita"


ucap Li wuhin.


"tapi Patriak, pasti banyak orang yg menginginkan pil itu, bahkan klan-klan besar pasti juga akan ikut bersaing untuk pil itu, apa pembendaharaan klan kuat mampu untuk bersaing dengan mereka..?"


ucap tetua ke 7.


"kita coba dulu sebaik mungkin, jika kita tidak berhasil mendapatkannya kita bisa mencari tau tentang alkemis yg membuatnya, dengan begitu kita dapat memesannya secara pribadi, dengan mengumpulkan herbal sendiri aku rasa biaya yg akan kita keluarkan akan semakin murah"


ucap Li wuhin.


para tetua yg mendengar penjelasan Li wuhin mengangguk setuju.


"tetua ke 5 tolong kau berikan laporan keuangan klan kita kepadaku nanti"


ucap Li wuhin.


"baik Patriak"


ucap tetua ke 5 yg memegang catatan keuangan klan.


"baiklah pertemuannya cukup sampai di sini saja, sekarang para tetua bisa melanjutkan aktivitas kalian kembali"


ucap Li Wuhen menutup pertemuan.


"baik Patriak"


ucap semua tetua yg ada di aula pertemuan itu.


sedangkan di sisi Ling Tian sendiri, sekarang ini ia telah selesai membersihkan diri dan sarapan di lantai satu, ia berencana untuk jalan-jalan menikmati makanan di pinggir jalan yg sudah menjadi keinginan terpendamnya sejak dulu.

__ADS_1


__ADS_2