Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta
bab 58.babak ke 3.


__ADS_3

"kau hebat saudara, istirahat masih satu jam lagi, apa kau ingin makan siang dulu saudara..?"


ucap Diao mo.


"heh tidak perlu, ini makan lah, aku membeli roti daging monster di restoran saat akan kemari tadi"


ucap Ling Tian.


"haa..kau terlihat seperti orang yg ingin bersantai daripada bertanding di turnamen saudara, kau membeli cemilan dan makanan, kau sudah menyiapkan semuanya"


ucap Diao mo heran.


"hahahahahaha aku hanya tidak ingin kebosanan saja saudara mo, ayo kita makan bersama"


ucap long Shan sambil menyerahkan roti isi daging monster ke Diao mo.


Diao mo langsung menerimanya dan memakannya.


"uhh ini pasti mahal saudara, dari dagingnya yg penuh energi pasti ini daging monster kelas tinggi, dan ini termasuk menu terbaik di restoran yg kau kunjungi ini"


ucap Diao mo.


"hahahhaha yg begitulah saudara mo, jika kau kurang aku masih memiliki beberapa lagi"


ucap Ling Tian sambil memakan rotinya.


"oh tidak saudara, roti ini cukup besar ukurannya, jelas makanan ini di masukan kedalam menu makanan berat jadi aku pasti sudah kenyang setelah menghabiskannya"


ucap Diao mo.


"hahahhahaha baiklah, ini teh ini katanya adalah teh terbaik di restoran itu jadi aku membeli 2 teko besar, di sana aku sudah mencobanya dan rasanya lumayan, tenang saja teko ini masih tersegel jadi pasti masih panas tehnya"


ucap Ling Tian sambil mengeluarkan satu teko teh cukup beasar.


"apa kau yakin kalau kau tinggal di luar tembok kota bulu emas saudar, kenapa kau tidak yakin ya, dari makanan. yg kau beli saja sudah sangat jelas kau seperti orang kaya, makanan seperti ini pasti mahal, mungkin satu porsinya berharga puluhan koin emas"


ucap Diao mo.


"yah memang kenyataannya begitu saudara mo, aku mendapatkan uang Karana aku memiliki koneksi bisnis di beberapa tempat hehehehehe"


ucap Ling Tian sambil tertawa ringan.


"wahh..kau hebat saudara, di umurmu yg baru 15 tahun kau sudah memiliki bisnismu sendiri dan lagi kau juga kuat hahahahaha aku jadi malu hahahaha"


ucap Diao mo sambil tertawa.


"ini hanya keberuntungan saja saudara mo hahahahahaha"


ucap Ling Tian.


"cih keberuntungan apanya, jelas dia ini monster"

__ADS_1


umpat Diao mo di dalam hati, temannya ini sangat misterius dan lagi terlalu rendah hati.


"kau selalu beruntung ya saudara mo hahahahha"


ucap Diao mo sambil tertawa.


"yah begitulah saudara mo, kau memiliki keberuntungan cukup baik"


ucap Ling Tian.


waktu kembali berlalu, tak terasa turnamen akan kembali di mulai.


"baik waktu istirahat sudah habis, para peserta di harapan masuk ke arena, babak ke tiga akan segera di mulai"


ucap Batai.


para peserta pun mulai naik satu persatu, hingga genap 31 peserta.


"baiklah babak ke tiga ini memiliki peraturan yg sudah saya beri tahukan di awal acara, kalian akan menerima tekannya ranah puncah prajurit, tekanan itu akan terus bertambah hingga ke ranah jendral beladiri tahap puncak.


nantinya hanya ada satu orang juara, dan 9 orang yg masuk peringkat, tentu para peserta yg paling terakhir tumbang akan menjadi pemenang"


jelas batai.


semua peserta yg mendengar itu langsung faham.


"baik sekarang silahkan berdiri di atas simbol Aray itu"


ucap Batai.


"baik kita mulai babak ke tiga ini"


ucap Batai.


setelah ucapan Batai, muncul Aray yg mengurung para peserta dan mulai memberikan tekanan setara denga ranah prajurit menengah.


para peserta mulai merasakan tubuh mereka mendapatkan tekanan yg lumayan berat, karna ranah mereka yg hanya pada ranah senior beladiri tahap awal dan puncak, tentu saja mereka merasakan tekanan itu.


semakin lama tekanan juga semakin berat, para peserta sudah ada yg hampir jatuh berlutut.


waktu terus berlalu tak terasa 1 jam sudah mereka menahan tekanan itu, dan sudah ada 8 orang yg tumbang dan tinggal 23 orang yg rata-rata memiliki ranah senior tahap puncak.


"heh Aray ini hanya Aray tingkat tiga"


bati Ling Tian sambil berdiri santai, melipat tangannya di depan dadanya dan memejamkan mata, bahkan tubuhnya tidak berkeringat sedikit pun, padahal peserta lain sudah penuh dengan keringat, bahkan tubuh mereka sudah bergetar cukup hebat.


waktu terus berlalu, sudah hampir dua jam terlewati dan para peserta tumbang lagi 6 orang, sekarang tinggal 17 orang yg tersisa.


Diao mo sendiri kakinya sudah bergetar, bagaimanapun ia masih berada di ranah senior tingkat awal, menghadapi tekanan ranah prajurit beladiri tahap puncak, sudah sangat hebat.


setengah jam kembali berlalu, tekanan meningkat ke ranah jendral tahap awal.

__ADS_1


di sini banyak peserta yg langsung tumbang karna bertambahnya tekanan, berbeda ranah besar bagaikan langit dan bumi.


Diao mo juga langsung tumbang, sekarang tinggal 7 orang yg tersisa.


"lihat lah anak itu, bahkan ia sangat santai dan bisa di lihat dia tidak berkeringat sama sekali"


ucap utusan sekte pedang langit.


"wahh..lihatlah itu Ling Tian, sepertinya ia tidak tertekan sama sekali"


ucap salah satu penonton.


"wah benar, apa Ling Tian memakai artefak..?"


sahut penonton lain.


"dasar bodoh, di dalam Aray itu kemampuan artefak di blokir"


sahut lainnya.


"jadi apa Ling Tian itu sebenarnya menyembunyikan kultivasinya..?"


penonton itu langsung menduga-duga.


"sepertinya begitu, tapi di umurnya itu bukannya para jenius pun masih berada di ranah senior, bagaimanapun juga menembus ranah bukanlah hal yg gampang"


sahut yg lain.


diskusi penonton terus berlanjut.


"heh sudah tinggal 7 orang ya, heh berapa lama kalian akan bertahan, eh..Li Pian masih bertahan juga rupanya"


ucap Ling Tian sambil menoleh ke arah Li Pian, tubuhnya sudah mulai gemetar.


waktu terus berlalu tak terasa 4 jam terlewati, di arena juga tinggal 3 orang yg tersisa termasuk Ling Tian.


di arena itu tinggal junli, Li Pian dan Ling Tian yg bertahan, sedangkan junli sudah mulai mencapai batas karna tekanan sudah mencapai jendral tahap puncak, walaupun tubuhnya kuat bagaimanapun juga ranahnya masih rendah.


"lihatlah ke dua pemuda itu sangat hebat, mereka mampu menahan tekanan sampai ranah jendral tingkat puncak, sedangkan dengan pemuda Ling Tian itu, ia terlihat sekali tidak seperti mendapatkan tekanan"


ucap utusan sekte tombak awan.


"kau benar saudara, apa pemuda itu menyembunyikan ranah aslinya...?"


sahut rekannya.


"sepertinya begitu, tai aku yakin usia tulangnya tidak dapat di ubah, usia tulang ya masih 15 tahun, apa bila.ia sudah mencapai ranah jendral, itu berarti ia bukan hanya jenius tapi melainkan monster, ia juga hebat menggunakan tombak, kita harus merekrut nya bagaimanapun caranya"


sahut rekannya.


"heh kalian tidak.perlu terburu-buru saudara, bagaimanapun pemuda itu juga hebat menggunakan pedang jadi sekte yg cocok untuknya adalah sekte pedang langit kami"

__ADS_1


sahut utusan sekte pedang langit.


__ADS_2