
Diao mo yg mendengar itu langsung kembali ke tempat duduknya.
ia sudah mendapatkan banyak luka, walaupun tidak parah dan hanya memar dan luka gores saja.
"kawan sepertinya kau bekerja sangat keras ya..?"
ucap Ling Tian sambil mengunyah biji teratai.
Diao mo yg mendengar itu hampir saja muntah darah, sudah dapat di lihat kondirinya tapi temannya satu ini masih sempat bertanya seperti itu.
"aku berbeda denganmu kawan, kau begitu hebat padahal rnahmu masih lebih rendah dariku"
ucap Diao mo.
"hah ini hanya keberuntungan saja kawan tidak lebih"
ucap Ling Tian yg masih mengunyah biji teratai.
"ini makan lah pil pemulihan ini, waktunya cukup singkat jadi segera manfaatkan untuk memulihkan dirimu"
ucap Ling Tian sambil melepas pil pemulihan.
"aku sudah memilikinya kawan"
ucap Diao mo.
"pil itu lebih baik daripada milikmu kawan, coba kau lihat dulu pil itu"
ucap Ling Tian sambil terus memakan biji teratainya.
Diao mo yg mendengar itu langsung melihat pil yg ada di tangannya, setelah beberapa saat mengamati ia langsung terkejut.
"i..in..ini pil pemulihat tingkat sembilan kualitas sempurna, bagaimana mungkin"
ucap Diao mo terkejut.
"sudah lah makan saja pil itu"
ucap Ling Tian santai.
"ini terlalu berharga kawan, aku tidak enak menerimanya"
ucap diao mo.
"aku masih memilikinya jadi itu untukmu saja"
ucap Ling Tian.
"kalau begitu aku tidak akan sungkan"
ucap Diao mo langsung memasukan pil itu ke mulutnya dan langsung mengambil sikap lotus.
*pil pemulihan sendiri bukan pil khusus, pil ini ada di tiap tingkatan semakin tinggi tingkatannya semakin tua bahan yg di gunakan, walaupun herbal yg di gunakan tidak langka tapi cukup sulit mencari yg cukup tua, paling hanya ada di alam, sedangkan yg di budidayakan herbal itu tidak memiliki umur yg cukup tua untuk di gunakan membuat pil pemulihat tingkat tinggi seperti tingkat 6 ke atas, paling yg ada pil pemulihan tingkat 5 ke bawah itupun tingkat lima sudah cukup sulit mendapatkannya walaupun tidak langka, karna herbal.yg di gunkan hanya berumur puluhan tahun saja, itulah mengapa pil pemulihan tingkat sembilan kulaitas sempurna sangat langka*
semua peserta yg masuk ke babak 2 memanfaatkan waktu mereka dengan memulihkan kondisi mereka.
waktu terus berjalan, tak terasa 15 menit sudah terpenuhi.
"baik kita akan melanjutka ke babak 2, semua peserta silahkan maju satu persatu dan mengambil nomor undian, siapapun yg mendapatkan nomor yg sama berarti peserta itu adalah lawannya, karna di sini jumlah pesertanya ganjil maka akan ada satu peserta yg akan langsung lolos ke babak 3, jadi bisa di bilang ini keberuntungan mereka, jadi jika ada yg mendapatkan nomor undian kosong maka peserta itu beruntung, sekarang silahkan maju dengan tertip dan ambil no undian kalian"
ucap Batai.
para peserta langsung berbaris rapi untuk mengambil nomor undian mereka yg sudah di siapkan di dalam kotak khusus.
setelah semua orang mengambil nomor undian, mereka langsung kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.
"baiklah silahkan di lihat nomor undian yg sudah kalian dapatkan, siapa yg mendapatkan nomor undian kosong silahkan berdiri dan sebutkan nama kalian"
__ADS_1
ucap Batai.
"eh..hahahahhaha ini keberuntunganku kawan"
ucap Diao mo, ia langsung menunjukan nomor undiannya kepada Ling Tian.
Ling Tian yg melihat itu langsung tersenyum.
"ini memang hari keberuntungan mu kawan, tapi aku lebih suka bertarung dari pada diam"
ucap Ling Tian sambil tersenyum tipis.
"hehehehehehe aku tidak sekuat dirimu kawan, setidaknya aku bisa menghemat energiku untuk babak 3 nanti"
ucap Diao mo.
"sudahlah sekarang cepat laporkan nomor yg sudah kau dapatkan itu"
ucap Ling Tian.
Diao mo langsung menganggukan kepalanya.
setelah itu ia langsung berdiri dan mengangkat kepalanya.
"tetua saya mendapatkan nomor kosong, nama saya Diao mo dari klan Diao kota teratai biru"
ucap Diao mo.
"sialan anak itu beruntung sekali"
ucap salah satu peserta.
"baiklah nak, ini keberuntunganku, kau akan langsung lolos ke babak final"
ucap Batai.
ucap Batai.
"eh kawan berapa nomor undianmu....?"
ucap Diao mo.
"yah ini memang keberuntunganku karna dapat bertanding lebih awal"
ucap Ling Tian sambil berdiri dan berjalan santai menuju arena.
"yah semangat kawan, aku akan selalu mendukungmu"
ucap Diao mo.
"wah lihat itu bukannya itu Ling Tian, ternyata ia bertanding di awal pertandingan, siapa lawannya"
ucap salah satu penonton.
sedangkan lawan Ling Tian adalah seorang pemuda pengguna tombak yg berusia 18 tahun dan berada di ranah senior beladiri *6 dan tubuh nya cukup kekar, dapat di lihat pemuda itu sering latihan fisik.
"junli dari desa bambu"
ucap pemuda itu memperkenalkan diri.
"Ling Tian dari pinggiran kota bulu emas"
ucap Ling Tian.
"dimana senjatamu..?"
ucap junli.
__ADS_1
"karna kau adalah pengguna tombak dan sepertinya kau sudah berlatih cukup keras untuk sampai di sini maka aku akan menghargaimu, aku akan menggunakan tombak sepertimu, ingatlah kalah menang sudah biasa jika penampilanmu menarik mungki kau akan di tawari masuk ke sekte yg kau inginkan"
ucap Ling Tian, lalu mengeluarkan tombak berwarna perak dari cincin ruangnya.
tombak yg di keluarkan Ling Tian adalah tombak tingkat kaisar yg ada di cincin penyimpanan pemberian orang tuanya.
utusan sekte tombak awan langsung menilai tombak perak yg ada di tangan Ling Tian.
"saudara tombak itu tidak memiliki aura yg kuat tapi juga memancarkan energi yg sangat menindas"
ucap utusan itu.
"kau benar saudara, aku tidak bisa menilai tombak itu berada di tingkat apa"
sahut rekannya.
sebagai pendekat tombak mereka tentu dapat menilai tombak dengan cukup baik.
kembali ke MC kita.
"tunjukan hasil latihanmu kepadaku kawan"
ucap Ling Tian sambil tersenyum.
"baik, mohon bimbingannya"
ucap junli.
"hiyaa..
teriak junli yg langsung melesat dengan kecepatan yg cukup cepat.
wuss..
ia mengayunkan tombaknya ke arah Ling Tian.
Ling Tian yg melihat itu hanya tersenyum, ia langsung memainkan tombaknya menggunakan jurus dasar pengguna tombak, ia memainkannya dengan sangat lihai dan terlihat seperti orang menari.
"traaang..
traakk...
suara benturan tombak terdengar cukup nyaring.
Trang..
Trak..
Trak..
Trang...
suara benturan terus terdengar, tusukan, ayunan, sabetan dapat di lihat dari pertarungan itu.
junli dan Ling Tian belum menggunakan qi sama sekali, mereka berdua murni menggunakan kekuatan fisik.
"wah mereka berdua sangat hebat"
ucap salah satu penonton.
"saudara junli ini cukup berbakat, di usianya yg masih 18 tahun ia sudah sampai ranah senior beladiri tingakt menengah dan lagi penggunaan tombaknya sangat bagus dan mendekati sempurna untuk ukuran jurus dasar menggunakan tombak, dan fisiknya juga bagus"
komentar utusan sekte tombak awan.
"kau benar saudara, Ling Tian itu juga sangat baik, ia masih dengan tenang dan santai menghadapi gerakan tombak junli itu"
sahut rekannya.
__ADS_1