Pilihan Cinta

Pilihan Cinta
Pengumuman Wisuda


__ADS_3

"Lulusan terbaik predikat cumlaude dengan nilai tertinggi IPK 4,0 jatuh pada FARHAN PRANAJA. Kepada saudara Farhan mohon dipersilahkan keatas panggung untuk penerimaan penghargaan juga pidato singkatnya, waktu dan tempat dipersilahkan". Pengumuman terdengar diacara Wisuda fakultas ekonomi keuangan di salah satu gedung Universitas ternama indonesia. Ya Farhan kuliah di Universitas no.1 yaitu Universitas Indonesia.


Farhan dengan bangga berdiri dan melangkah menuju panggung disertai tepuk tangan,sorak sorai dan dukungan orang sekitar mengiringi langkahnya.


Diatas panggung Farhan menerima selendang penghargaan,piagam juga piala. Ia terlihat sanat rapi juga sangat gagah dengan wajah tampan yang banyak dilirik kaum hawa juga perawakan tinggi membuat aura ketampananya terpancar. Terlihat sangat cerdas dan berwibawa Farhan berpidato diatas panggung dan tak lupa Farhan juga didampingi orang tuanya yang sangat bangga padanya yang telah mendapatkan predikat terbaik itu. Seusai acara penyerahan penghargaan oleh para dosen dan salam kepada orang tua Farhan juga mengabadikan momen di ponselnya dengan bangga akan di upload dimedia sosialnya.


"Akhirnya nak, kamu mendapatkan predikat terbaik. Semoga ilmu yang kau dapat selalu berguna di masa depanmu ya". Ucapan doa dari mamanya yang begitu terlihat bahagia dan bangga pada anaknya.


"Iya ma, terima kasih ma. Papa terima kasih juga pa selalu mendukung farhan. Mungkin ini yang baru yang bisa berikan pada mama dan papa. Semoga kedepanya Farhan bisa memberikan lebih. Amiin,,". Ucap Farhan yang diiringi Amiin oleh kedua orang tuanya. Pelukan haru dengan air mata kebahagian mengalir dipipi mereka. Juga rasa syukur yang sangat ia lontarkan pada nikmat sang pencipta atas jerih payah Farhan.


Usai acara pemberian penghargaan dan halal bialal dengan para dosen juga orang tua Farhan juga bergabung dengan beberapa teman kampusnya. Tentu Farhan banyak menerima karangan bunga juga hadiah kecil dari teman kampusnya. Tak hentinya haru dan kebahagian yang menghiasi setiap sudut ruangan itu.


"Selamat ya Farhan kamu lulus dengan predikat terbaik, ga salah kamu sudah menjadi yang terbaik. Kamu adalah mahasiswa yang sangat rajin dan disiplin. Aku bangga padamu Han." Ucap Nita memberikan karangan bunga dan hadiah kotak berwarna hitam.


"Iya Nita, terima kasih ya. Doa yang terbaik buat kita ya, semoga setelah kelulusan bisa diterima kerja ditempat yang diinginkan". Ucap Farhan.


"Sekali lagi makasi ya Nita atas hadiahnya juga." Sambung Farhan pada teman yang hanya dianggapnya sahabat itu.


"Iya, sama-sama Han. Baiklah aku permisi dulu ya mau menemui orang tuaku". Ucap Nita yang berlalu pergi dengan sedikit sedih seakan mau berpisah dengan Farhan.


'Kamu sangat bahagia diacara wisuda ini tapi tidak denganku Han, aku sangat menyukaimu bahkan mencintaimu. Aku ingin kamu jadi pendamping hidupku Han. Akan tetapi kenapa kamu terus menolakku untuk dekat denganku'. Batin Nita dalam hatinya setelah membelakangi Farhan juga menyeka air matanya yang terjatuh.


Farhan yang tidak menyadari itu berlalu pergi menyalami teman-teman yang lainya sebelum bergabung bersama keluarganya kembali.


Lama bersilahturahmi dengan banyak karangan bunga beserta kado yang beragam membuat Farhan sedikit kewalahan membawanya. Akhirnya semua ditumpuk di dekat orang tuanya duduk.


"Wah banyak banget kak, pasti dari penggemar kakak". Ucap Andin memuji kakaknya.


"Oo iya kak, selamat ya atas wisuda SE nya yang telah resmi ini. Aku bangga pada kak Farhan lulus dengan predikat terbaik". Ungkap Andin bangga pada kakaknya.

__ADS_1


Andin adalah adik perempuan satu-satunya Farhan yang cantik yang mewarisi kecantikan ibunya yang juga berpakaian tertutup yang baru menduduki bangku kelas 3 SMA.


"Makasi ya Ndin, kamu juga rajin belajar ya adikku sayang biar bisa kuliah disini juga". Ucap Farhan sambil memeluk adiknya itu.


Hari ini hari yang melelahkan juga membanggakan bagi keluarga Farhan. Seharian ia menyalami dan bergantian ucapan selamat juga doa bertubi-tubi menusuk gendang telinganya. Begitu juga dengan papa dan mamanya juga terlihat sibuk juga kecapean dengan acaranya.


Setelah usai dari acara itu Farhan dan keluarganya berhenti disalah satu rumah makan menuju kediamanya yang tak jauh dari kampusnya. Ia mau makan bersama keluarganya karena sudah merasa lapar.


"Ini rumah makan yang Papa paling suka Han. Papa dan Mama sering makan disini dari dulu. Sekarang saja yang jarang ya kan ma?". Ucap Papa Farhan yang hendak duduk dimeja yang telah dipilihnya.


"Iya Pa, terakhir setahun yang lalu ya pa. Karena 2 jam jarak dari rumah". Ucap Mama Farhan.


"Lumayan lama juga ya Ma, Tapi aku baru kali ini mampir kesini". Ujar Farhan sedikit heran karena pertama kesini.


"Restoran ini sudah lebih 15 tahun berdiri, dulu waktu kecil kamu dan Andin pernah Papa dan mama ajak kesini. Mungkin kamu sudah lupa. Karena sudah lama, tapi restorannya tidak terlihat berubah". Ujar Mama Farhan.


"Selamat Sore bapak ibuk. Silahkan pesan terlebih dahulu menu yang ingin dipesan". Ujar salah satu pelayan yang menyodorkan Daftar menu.


Tak sengaja Farhan melihat kearah pelayan itu yang berpakaian serba tertutup serta bercadar. Farhan cuma bisa melihat mata dan keningnya yang sangat indah. Bahkan Farhan tak berhenti memandang walaupun tak disambut pandangan oleh wanita pelayan itu.


"Kak, kak,,". Tepok Andin yang duduk sebelah Farhan.


"Eeh iya,,, apa Ndin?". Ucap Farhan kaget.


"Kakak minumnya apa? Kakak belum pesan minum lho". Jelas Andin.


"Mmm aku orange jus saja. Ini kak daftar menunya, sudah ditandai disitu apa yang kami pesan". Ujar Farhan dan berusaha fokus lagi dengan acara makan keluarganya.


Setelah pelayan itu pergi Farhan tetap melihat kepergian pelayan wanita itu. Disini Farhan merasakan detak jantungnya berdebar kencang saat mengingat kelopak mata yang begitu lentik beserta kulit kening yang begitu halus. Farhan juga sedikit penasaran dengan wajah yang dibalik cadar itu. 'Heiiii kenapa aku ini. Kok dadaku berdegup kencang saat memandang wanita itu. Ahhh.. munkin karena terlalu lapar saja'. Batin Farhan sedikit hening dengan fikiranya.

__ADS_1


"Han, kamu kenapa. Papa perhatikan kamu memperhatikan pelayan itu." Ucap Papa Farhan pada Farhan.


"Ah ga lah pa. Aku cuma memperhatikan sekeliling restoran ini. Mana tau aku masih ingat dikala Papa dan Mama bawa aku kesini". Ujar Farhan mengelak dan sambil melihat disekitar restoran.


"Oooh begitu, tapi wajar kamu lupa sudah sangat lama Han". Ucap Papa Farhan.


"Han, jika kamu memperhatikan wanita bercadar itu hilangkan dari pikiranmu. Dia hanya cuma seorang pelayan nak, sedangkan kamu sekarang seorang sarjana terbaik dari kampus no.1". Ujar Mama Farhan yang menyela disaat pembicaraan dengan papanya terdengar olehnya.


"Ga kok ma, siapa yang memperhatikanya". Balas Farhan dengan raut wajah sedikit mengelak.


"Apaan sih Mama, kok mandang fisik dan profesi. Siapapun jodoh farhan nanti yang penting baik juga bisa menghargai kita sebagai mertuanya". Sanggah Papa Farhan.


"Tapi kurang cocok saja seorang pelayan Pa." Jawab Mamanya tak mau kalah.


" Tadi Mama lama berbincang dengan Nita tadi. Kelihatanya ia sangat cantik juga berpendidikan tinggi juga seperti dari keluarga berada". Jelas Mama Farhan yang membuat Farhan tersendak.


"Apa, Nita bicara sama mama? Apa saja yang mama bicarakan?". Ujar Farhan yang tersendak dengan air putih yang diminumnya.


"Ga ngomong apa-apa kok. Dia cuma bilang sudah lama berteman denganmu bahkan dari semester awal kamu kuliah. Mama liat dia orang baik juga, lihatlah ia memberikanmu jam tangan mahal yang mama tarok dimobil". Jelas Mama Farhan.


"Kok mama membuka kado Farhan, tidak baik Ma melihat pemberian orang lain walaupun pada anak kita." Sanggah Papa Farhan.


"Apaan sih Papa kan ga sengaja liat. Karena ada tulisan Namanya diatas jadi Mama penasaran saja." Ujar Mama farhan membela dirinya sendiri.


"Tapi tetap saja tidak boleh Ma. Besok-besok jangan diulangi lagi seperti itu ya". Tekan Papa Farhan.


"Iya pa." Balas Mama Farhan melunak.


"Dia cuma sahabat aku Ma ga lebih kok. Aku ga punya perasaan sama Nita Ma. Lagian Farhan mau memikirkan tawaran kerja mana yang harus diterima dari beberapa tawaran pekerjaan. Belum terpikir untuk menikah". Jelas Farhan agar Orang tuanya tidak berbicara menurutnya sedikit ngaur.

__ADS_1


Tak lama kemudian pelayan bercadar itu datang mengantar pesanan Farhan dan keluarganya. Terlihat lembut dan lentik tangannya meletakkan pesanan diatas meja. Farhan yang memperhatikanya Semakin merasakan berdebar tak menentu sehingga matanya tak mampu berkedip akan pesona wanita bercadar itu.


__ADS_2