
" Menjauhlah! kau tak bisa mengeja apalagi mendikte hatiku, aku menikahi istriku bukan seperti yang kau tuduhkan, aku benar- benar mencintainya" Ujarku seraya mendorong kasar wanita yang dihadapanku sampai tersungkur.
" Aww...." Ringis wanita itu sembari meniupi lututnya yang lecet,tatapannya memelas terhadapku,tapi jangankan merasa bersalah aku malah melegos." Rasakan! Makanya jangan nekat mau mengambil apa yang sudah menjadi milik orang lain." Dengusku kasar.
" Kau benar- benar menjadi pria kejam sekarang ya Rajj?Wanita itu memandangku takpercaya aku bisa menolaknya sekeras ini.
" Apa? Kau kira aku bercanda Yana, kalau pria hitam ini sudah bicara, maka apa yang kuucapkan itulah yang kurasakan! Sekali
lagi jangan pernah berharap dudaku, terlalu bodoh gadis secantik kau mengharapkan dudanya seseorang yang memiliki kekayaan dan ketampanan standar lokal!" Tegasku.
" Tapi Cinta tak memandang harta dan SARA Rajj! Aku sudah suka padamu sejak pertemuan pertama kita dua tahun lalu, saat aku kau percayakan merawat Bibimu."Jelas Yana masih dengan wajah memelas.
" Aku lebih dahulu mengenal mencintaimu! Sekarang gadis pencuri itu yang memilikimu hanya karna ayahnya kaya dan berkuasa.Aku sakit Rajj, sangat sakit.Hik...hik..." Yana menangis pilu setelah mengungkapkan perasaannya.
Aku terdiam sejenak, lalu membuang nafas kasar."Wanita ini selalu bicara seolah aku menikahi Cinta hanya karna harta dan kekuasaan ayahnya. Aku harus bertindak tegas supaya ia tidak berfikir begitu lagi."
" Dia gadis pencuri yang sempurna, ia juga telah mencuri hatiku.Untuk apa kau mencintai ku yang sudah tak punya hati lagi.Pergilah temukan perjaka yang punya hati.Layaknya seorang gadis pasangannya adalah perjaka.Jangan mengharapkan duda kalau kau sadar punya kecantikan diatas rata- rata Miss Yana, Cari yang perjaka! " Ceramahku menyentak sembari mendorong gadis itu keluar dari pintu ruang priabadiku.
" Rajj...Kenapa kau teriak- teriak dan mendorong tubuhku sayang?" Sayup kudengar suara wanita yang sangat kukenal, terasa dekat.
" Cinta?"
" Ya sayang..."
" Aku dimana? Kenapa tubuhku polos?Bukan wanita itu yang melakukannya kan?"Tanyaku bingung ketika aku mendapatkan diriku tidur satu selimut dengan seorang gadis. Kuraba tubuhku yang polos, lalu beralih mengusap wajah wanita yang tersenyum sumbringah menatapku.
" Cintakan?" tanyaku sekali lagi yang membuat ia terbahak.
" Ha...ha...Kau sangat lucu sayang...Kau seperti gadis yang habis diperawani oleh pria tak dikenal seperti dalam novel yang kubaca diAplikasi biru." Ujarnya.
__ADS_1
" Jadi benar kau yang mengambil keperjakaanku? Bukan wanita itu kan?" Tanyaku sekali lagi.
" Tentu saja aku, Cinrami istrimu sayang.."Ucapnya dengan wajah serius, kali ini tak ada lagi nada ejekan dari bibirnya.
" Aku takkan membiarkan rencana wanita itu terjadi Rajj.Milikku tak boleh disentuh oleh siapapun. Aku bukanlah Rival yang mudah ditipu,apalagi urusan cinta." tegasnya sembari mendaratkan kecupan sekilas dibibirku.
Deg
Sesuatu yang dibawah langsung mengangguk dan mengeras walau hanya karna kecupan kilat saja.
" Cinta! Kau membangunkan siToni! " sorakku.
Dengan satu kali sintakan aku berhasil memutar tubuhnya. Sekarang wanitaku sudah berada dibawah kungkunganku.Kutatap lekat wajah itu.
" Apa kau merasakannya?
" Dia siToni, adik kecilku yang dibawah." Kenapa kau terlihat takut padanya sayang?Semalam kita sudah kan?Kok masih ketakutan?" tanya selidikku semakin mendekati wajah indah.
" Rajj...A...Aku boleh permisi pipis sebentar."
" Ntar aja pipisnya ya,dipipisi dulu." Ucapku sebelum meraup cery manis itu.
Pagutan itu makin mendalam jadi sesapan, lilitan.Apalagi wanitaku pasrah, seluruh isi didalam mulutnya kuapsen tanpa terkecuali,satu tanganku menahan tengkuknya dari bawah, sedangkan sikanan sibuk berkelana meremas buah syurga yang masih terbalut pakaian lengkap.Tubuh istriku menggigil menahan remasanku disana.Iapun alih kendali mengabsen mukutku. Nafas kami menyatu,gelora jiwa kian menggebu.Hawa tubuh menjadi panas. Meminta lebih dan lebih.
" Rajj... apa kau tidak dengar panggilan Azan." Ucapnya begitu pagutan bibirnya terlepas untuk mengisi pasokan oksigen diparu- paru kami..
Tubuhku melemas, hatiku patah ditengah gairah yang membuncah.Tak percaya dengan ucapannya kutajamkan Indra pendengaranku.
Ternyata benar, akupun mendengar seruan azan itu. Aku bermaksud ingin membebaskan dia dari kungkunganku,mataku membola menyadari sesuatu.
__ADS_1
" Cinta...Kenapa tubuhku polos, sedangkan kamu berpakaian lengkap?Semalam apa yang sebenarnya terjadi?" Tanyaku beruntun begitu sadar dengan kejanggalan ini.
" Rajj..Nanti saja kujelaskan setelah shalat ya, apa kau ingin masuk neraka will hanya karna penasaran dengan percintaan." Ujarnya berlagak seperti ustazah baru.
" Oke, kita mandi junub dulu, habis itu kita tuntaskan." Ucapku dengan berbisik dikuping merahnya.
" Kau aja yang junub, aku mandi biasa." Ujarnya begitu aku sudah mengganti selimut pembalut tubuhku dengan handuk hendak kekamar mandi.
" Berarti kau sudah mengambil keperjakaanku dengan curang semalam ya!" Ujarku setelah mencerna makna ucapannya.Aku sampai menahan langkah untuk mengingat- ingat peristiwa semalam, tapi entah mengapa yang kurasakan hanya rasa sakit dikepala.
Selama ini aku memang termasuk kategori buruk dengan obat.Bahkan Bodrek saja bisa membuatku mengantuk. Terakhir yang kuingat Jona menyebutkan kalau minumanku telah dicampur obat oleh seseorang.
Aku bersyukur tidak berakhir dikamar wanita itu, kalau sampai itu terjadi aku takkan bisa menyangkal apapun, karna aku takkan ingat apapun juga. Selama hidup aku takbiasa dengan obat karna aku hampir bisa dikatakan tak pernah sakit, paling aku flu dikit dicekoli Bodrek langsung bobok trus Alhamdulillah sehat.
Lain dengan Cinta, istriku ini tidak asing lagi dengan dunia malam,obat- obatan,minuman keras dan rokok.Bahkan akulah yang memaksanya melepas semua kebiasaan jelek itu setahun yang lalu.Tapi sekali lagi kutegaskan kalau urusan 17 rakaat ia memang tak pernah telat, aku sendiri sempat bingung dan heran awalnya. Nemu ada gadis seunik inilah aku makin tak kuasa jauh darinya sejak itu.
" Aku akan mencari jawaban sendiri setelah ini, awas kalau menghindar! " Ucapku sembari
meremas jemarinya kuat,sebelum memutuskan kembali menuju kamar mandi.
Cepat kubasuh seluruh tubuhku dibawah shower dengan niat mandi dalam hati.Setelah memastikan semua basah, barulah aku memakai sampo dan menyemprotkan sabun cair kedada kotak- kotakku. Lanjut menggosok semua dan membilas tubuh sampai bersih.
Beru saja aku selesai sudah terdengar ketukan dipintu." Cepat lah Rajj...aku tak mau subuh kesiangan." Ujarnya dari balik pintu.
Aku bergegas memakai handuk lalu berudhu.
" Ya, cepatlah masuk. " Sahutku setelah membukakan pintu. Kulihat ia menunduk saja , entah apa yang sedang ia fikirkan dan takutkan.Meski ia sangat menggoda dalam keadaan apapun, aku berusaha sekuat hati untuk tidak mengganggunya, karna akupun sepertinya, tak mau Jamaah pertama kami terlambat.
Nex...
__ADS_1