Pilihan Cinta

Pilihan Cinta
Chapter 66


__ADS_3

" Positif! " Sambung Cinta girang membuat Roni dan Jini turut terlonjak karnanya.


"Akhirnya Juna dan Zaki bakalan punya adek juga!!!" Sorak Jini tak kuat menyimpan kesenangannya dalam hati saja.


" Amiin...Sahut Roni.


" Hole....Juna bakalan puna adik pelempuan!!!" Arjuna kecil yang baru tiba mendengar penuturan bibi dan Omnya loncat - loncat senang diikuti Zaki yang baru pandai jalan walau mungkin belum apa yang diserukan oleh abangnya.


Aku memeluk istriku dan menghadiahi kecupan bertubi- tubi dikeningnya,tanpa bisa mengucapkan kata- kata indah apapun saking haru bercampur syukur atas kepercayaan ketiga Allah beri padaku.


"Semoga aku dapat menjaga kesemua anugrah indah hidupku ini,hingga dapat menjadi jalan amal yang akan membawaku kelak keSisi Allah dengan bekal yang baik."


Istri yang cantik yang dapat menjaga marwanya,anak lelaki yang bertanggung jawab,dan anak perempuan yang Sholeha.


Andai ketiga anugrah ini bisa aku jaga dan kubimbing,niscaya inilah ladang Amal yang terbaik bagiku.


Jini menghampiri kami,sementara Roni menggendong kedua jagoan keluarga Smitt,kemudian mereka mendekat."Selamat Ya Bro bos!Semoga Allah melancarkan semua prosesnya." Ucap Bro Roni.


"Ya,mulai hari ini aku akan lebih ekstra menjaga Cinta."Imbuh Jini seraya mengembangkan kedua tangannya,hingga Cinta istriku menenggelamkan diri kedalam pelukan saudaranya itu.


Rasa cinta yang besar anggota keluarga kami,membuat rumah ini menjadi tempat kembali yang lebih indah dari apapun.


________________________________


Hari berganti cukup begitu melelahkan bagi istriku,karna kehamilan kali ini tidaklah sama


dengan saat Arjuna.Istriku mengalami morning siknes yang berat,dan daya penciumannya jadi sangatberbeda.Menghirup aroma makanan saja ia sudah mual dan akan muntah berkali- kali sampai seluruh tubuhnya dibanjiri keringat panas dingin.Setiap pagi aku selalu menemaninya dikamar mandi dan memijiti punggungnya hingga mualnya hilang dengan sendirinya.Untung aroma tubuhku tidak bermasalah baginya,sedang aroma yang


lain katanya pada busuk semua.


Tak ada yang dapat dimakan istriku selain air hangat dan buah- buahan saja,meski sudah diberi obat mual oleh dokter,hasilnya tetap sama,perut Cinta hanya mau menerima buahan saja sampai usia kandungannya mencapai 16 Minggu.Hingga sampai usia ini tubuh istriku masihterlihat kurus,walau wajahnya malah tampak makin berseri karna selalu mengkonsumsi buah segar dan suka dandan tiap hari.


"Sepertinya memang anak perempuan!" Seru Jini suatu pagi saat aku membawa Cinta keruang makan dengan digendong atau permintaannya.


Aku membalas dengan tersenyum saja,sedang istriku menyerukan kata Amiin bersama Bro Roni,biSumi,koki dan para pelayan yang lain.


Aku senang mendapat doa dari semua orang untuk istriku,didalam hatiku aku juga meminta agar semua baik- baik dan lancar sampai kelahiran bayi kami.


Arjuna kami juga terlihat berupaya memberi ruang dan waktu banyak pada mommynya untuk bermanja pada Daddynya.Ia menyibukkan diri dengan bermain dengan Zaki." Napa Aban tidak dong ma Dad Uda?" tanya Zaki yang baru belajar bicara,melihat sekarang mommy mereka sering minta digendong.

__ADS_1


"Anak lelaki harus dewasa dek,harus banyak ngalah sama dedek perempuan,karna perempuan itu perlu kasih yang banyak,badan mereka akan tidak sekuat kita."Balas Arjuna yang sudah lurus dalam berkata diusianya menjelang Enam tahun.Begitu juga alasan yang putra kami berikan setiap ada yang menghasudnya untuk minta perhatian lebih dari Aku atau mommynya.Ia sudah memperlihatkan sisi dirinya yang tidak mudah


dipengaruhi diusia dini." Putramu benar- benar Calon lelaki sejati.Kalau jadi pemimpin suatu saat kuyakin ia bakalan lebih hebat darimu Bro!"Puji Bro Kelana mengaku angkat tangan mengalah karna tak sanggup memanas- manasi Arjuna kami.


" Makasih atas Doanya Bro." Sahutku membuat Bro kelana sempat mengernyit namun didetik berikutnya ia tersenyum kembali." Aku lupa tadinya,sudah sewajarnya hanya kata- kata terbaik yang bisa diungkapkan untuk putramu Arjuna,karna ia memang anak baik."Kata terbaik sebagai doa terbaik untuk anak Sholeh seperti dia.


Kuyakin para malaikat turut mengaminkannya."Imbuhnya lagi seraya menatap kagum pada Arjuna yang sekarang sudah asyik pula bermain dihalaman dengan Zaki.


" Amiin..."Balasku kemudian.


***


Tanpa terasa usia kandungan Cinta sudah mencapai Usia 30 Minggu.Ia tidak lagi kurus sekarang, karna tiap harinya ia menghabiskan


banyak waktu didapur bersama para koki dalam membuat berbagai menu yang ia suka.


Hidupnya terlihat penuh semangat.Bangunnya sangat cepat,baru bangun akan langsung mandi dan berdandan.


Setelah berdandan ala- ala wanita Arab dipagi hari, Cintaku akan merengek minta dicium,dipeluk lalu digendong olehku,walau tubuhnya jelas sudah tidak enteng lagi.Kalau saja aku terlambat sedikit saja memenuhi kemauannya itu,akan berderai- derai airmata mengalir dipipi mulusnya.Modenya memang sangat mudah berubah dan sangat sensitif sekali.Kesabaran dan kesiagaanku mesti kutingkatkan beberapa level lagi agar urusan perkasuran tidak mau dapat masalah.


"Hari ini ngak usah kerja ya Rajj...Temani Cinta masak soto Padang."Rengeknya yang tentu saja akan kujawab dengan Ok, my Angel!"


Sebenarnya ada sederetan meeting yang akan kulakukan hari ini,tapi dengan terpaksa Bro Kelanalah yang akhirnya menghendelnya bersama Bintang sekretaris pribadiku.


Mereka akan berjuang sekuat mungkin untuk melakukan presentasi tanpaku,karna sudah tahu kalau tugasku sekarang dirumah jauh lebih banyak dan berat dari mereka.Mereka tidak bertanya lagi bagaimana Manja dan sensinya Cinta saat ini karna mereka melihatnya sendiri tiap pagi.


Sekali lagi aku bersyukur memiliki orang- orang kepercayaan yang bersikap apa adanya,tidak ada kemunafikan dan penjilatan dalam sistem perusahaanku,yang ada adalah saling bahu membahu mencapai kesuksesan dan kejayaan perusahaan.Akupun juga berusaha keras untuk mengenali siapa,bagaimana dan apa yang karyawanku butuhkan,hingga mereka tidak perlu merengek apalagi harus menjilat untuk mendapatkan keuntungan.


Walau tiada manusia yang sempurna,tapi setidaknya aku berusaha mengerahkan segala yang kumampu untuk mengayomi,melindungi dan membahagiakan orang- orang kusayang.


" Rajj...Sehabis Minggu ini kita jalan- jalan kekampung sohibku Aulia ya." Rengeknya lagi setelah kami selesai membungkus soto buatannya untuk di dikirim dan dibagikan pada anak- anak Yatim piatu dipanti RC kasih.


"Untuk yang ini jangan memaksa sayang..Aku tak berani membawamu dengan kondisi sesarat Ini, tunggu bayi kita lahir dulu ya." Ucapku lembut agar ia mau menerima.


Bibir manis istriku mengerucut,dengan perlahan pasti cepat kupagut bibir itu.


Pagutan tipis itu berganti jadi dalam ketika ia sengaja membuka cery manis itu Lebih merekah.Kutekan tengkuknya dengan tanganku sebelah untuk memperdalam ciuman,sedang tangan yang satu menggenggam jemarinya dibawah sana.


"Jangan disitu aja Rajj...Disini juga."Rengeknya menggeser tanganku kedadanya begitu pagutan bibir kami terurai untuk memasok oksigen lagi.

__ADS_1


" Ya kita kekamar saja kalau mau."Balasku seraya mengaturnya untuk kugendong model Koala.


" Mr Sun...Sampaikan pada Roni untuk segera mengirim makanan ini ya." Titahku pada kepala koki yang tertunduk malu karna tak sengaja memergoki kami bercumbu diruang makan.


" Baik Tuan." Sahutnya pendek.


Akupun membawa cintaku kekamar kami.Memberikan servis cinta terbaik ditempat tidur sesuai kemauan dan kenyamanan sang bidadari.


Akhirnya aku berhasil mengalihkan kemauannya melakukan perjalanan jauh.


Mendekati bulan kelahiran hatiku makin deg- degan saja.Entah karna ini rasanya menyambut bayi anak perempuan aku tak tahu juga.


Sampai suatu siang telfonku berdering menyintak keasyikanku yang sedang berkutat di komputer dikantor.


"Telfon dari Jini?Ada apa ya?" Batinku tiba-tiba mendadak cemas.


Dengan tangan bergetar kusambungkan panggilan." Ma...maaf tuan...A...anu...Cinta...


Hiks...hiks..." Terdengar ucapan gagap dan Isak tangis Jini dari sebrang membuat jantungku berdegup makin kencang.


" A..Ada apa dengan istri dan Calon anakku,katakan cepat Jini..."Balasku tak kalah gelagapan.


Hening sejenak membuatku makin tak karuan.


"Cinta kepeleset didapur Rajj, sekarang kami sedang membawanya kerumah sakit." Ungkap Bro Roni membuat dadaku sekarang berganti rasa dengan pedih.


" Cepatlah kerumah sakit Cahaya Cinta Rajj,karna kami hampir tiba." Tambah Roni.


" Apa ia tak sadarkan diri?"Akhirnya aku berhasil membuka mulut lagi menyadari tiada terdengar suara istriku disebrang,yang terdengar hanya Isak Jini dan bi Sumi.


" Ya Rajj,tak ada luka apa- apa,tapi entah mengapa Cinta sampai tak sadarkan diri." Sahutnya lirih.


Aku tak membalas lagi,segera melangkah keluar dan berteriak keras memanggil Bro kelana didepan ruangan asistenku itu.


Untunglah ia tidak secewet biasa, langsung saja membawa kunci mobil dan mengikutiku turun.


" Kita kerumah sakit,istriku jatuh didapur,entah apa yang terjadi setelah ini."ucapku sendu setelah kami dalam mobil.


"Baiklah... Kita berdoa saja ya Kawan,jangan berfikiran buruk ya." Balasnya mulai melaju.

__ADS_1


Aku mengangguk,walau dihatiku tak yakin bagaimana bisa berfikiran baik setelah mendengar kabar tak baik itu.


__ADS_2