
"Kenapa lagi?Bukankah kalian sudah mendapatkan semua? Mengapa menahan kami lagi,kami rindu bau sawah dan ladang kami."Ujar Adelia menatapku nyalang.
Aku terkekeh menatap Sorot yang sengaja ia tajam- tajamkan itu.Bahkan untuk menantang mata tajamku nampak ia begitu sangat kesulitan,entah silau karna siluet tajamku atau horor dengan kulit gelapku hingga sorotnya jadi seram- seram lucu.
"Jangan sampai sahabatku cemburu kalau kau menatapku begitu Del,kalau sudah kalah ngaku saja." Godaku tersenyum pada Aris.
" Tak ada yang berani menantang Awan gelap yang disertai kilat petir,Cinta saja cewek pemaksa sampai tersungkur." Imbuh Aris membuatku akhirnya tersenyum malu.
"Kenapa kau menahan kami?Ada perlu apa lagi?tanya Ulang Adelia saat aku terdiam.
"Kita adakan dulu hajatan menamai Putri kita,baru kalian balik."Putusku kemudian.
"Oke! Siapa takut makan besar gratisan!" Sorak girang mereka nyaris bersamaan.
*****
Tiga hari kemudian acara hajatan menamakan babby Sinta kami adakan.
Dengan pesta yang terbilang sederhana untuk
kalangan pengusaha hajatan ini dilangsungkan.Aku sengaja mendatangkan pesanji dari daerah asal bundaku untuk mengayun bayi kami.
Bayi Sinta terlihat senang dan menikmati saat diayunkan.Bahkan Arjuna dan Zaki sangat semangat turut menyanyi dengan duduk manis disamping para pesanji itu.Para pesanji itu berkali- kali mengusap kepala putraku kagum mendengar Arjuna dengan mudahnya menangkap dan mengikuti nyanyian salawat itu.
Zaki sepupunya dengan kalemnya turut komat- Kamit pula,belum jelas nyanyi yang diucapkan oleh anak kecil itu,tapi ia sepertinya tidak mau kalah.Aku Jini, bro Roni,Jini Adel dan Aris tak hentinya menatap kagum pada kedua bocah itu.Hanya Cinta yang menatap waspada,terlihat cemas setiap Arjuna dan Zaki menyentuh ayunan sang Adek.Berkali ia menyeringai seram setiap kali kedua bocah itu menyentuh Ayunan Sinta tanpa sengaja.
"Anak Emas,kami hanya mengaguminya kok mom, curi sentuh saat mommy lengah saja." Celetuk Arjuna begitu acara mengayun itu berakhir.
Semua yang mendengar menahan tawa dengan celoteh anak lelaki kecil yang sudah berlagak dewasa itu.Semua tamu dan keluarga besar bergembira dalam acara ini.
Itu tergambar dari wajah- wajah kita.
Kulihat Adel dan Aris juga tersenyum senang sedari tadi.Apalagi saat Imam memfatihakan nama Putri kami.Ketika ditambahi nama besar keluarga diujung nama Sinta, keduanya terlihat tersenyum puas.
Berbagai jamuan tradisional menamakan bayi juga disediakan,tanpa terkecuali hidangan modern nan halal dan bergizi.
__ADS_1
Setidaknya 500 ekor ayam,5 ekor kambing dan satu pasar sayur dikorbankan untuk menyiapkan hidangan acara memberi nama ini karna acara ini sekalian untuk memberi makan anak Yatim piatu satu panti sebagai wujud Syukur akan kebesaran Rahmat Illahi.Istriku ingin berbagi dengan anak- anak itu.Aku sengaja Memanggil Tim memasak kepercayaan kami untuk mengolah semuanya agar bisa tersaji cepat,tepat dan sedap.
**********
"Aku tak mengira kau benar akan memenuhi semua permohonanku yang sebenarnya sembari bergurau itu Rajj." Ujar Aris malam hari sehabis Acara.
Aku tersenyum menatapnya dengan tulus." Bagaimana bisa aku mengabaikan permohonan seorang sahabat yang lebih dari saudara.Saudara saja belum tentu mau berkorban sepertimu RIS,kapan saja kau mau kesini dan rindu pada Sinta atau Arjuna silahkan kontak,atau datang semaumu dan Adelia,karna pintu rumah ini selalu terbuka untuk kita semua.Kalau ada waktu,kami juga akan kesana untuk kita berkumpul,keduanya adalah putri- putra kita,kita semua berhak mengasihi kedua anak itu." Ujarku dari lubuk hati yang terdalam.
" Kalau bisa tinggallah di isini saja Del,RIS." Timpal Cinta.
Keduanya menggeleng.
"Tidak! Kami biasa tinggal dikawasan bebas polusi,bagaimana bisa kami tinggal lebih lama lagi,aku rindu anyir sawah dan bau wangi padi kami yang kami tinggal sedang mengayun bunga."Ujar Adelia sembari mengendus.
"Aku juga kangen market mini milikku.
Aroma sate buatan tetangga."Tambah Aris
membuat Adelia melotot.
" Jangan bilang kau kangen sama Miss satenya juga ya!"
" Benar Rajj,Cinta,sate itu emang paling top sebumi ini,kalian harus kesana untuk mencobanya nanti." Imbuh Adelia.
"Benarkah? Emang yang masak orang mana to? Jadi turut ngiler."Ucap Cinta mendegup Saliva.
"Gadis belasan tahun!Tapi kemampuannya memasak luar biasa,entah gimana dulu ibunya mengandungnya hingga punya skill masak sehebat itu."Tambah Adelia merekomendasikan sarapan Faforitnya dan Aris.
" Sepertinya kami akan kesana kalau Sinta sudah genap setahun.Rasanya pengen pergi sekarang,tapi tak tega juga anak kita yang masih merah bolak- balik." Ucap Cinta menatap putri yang terlelap diayunan.
Begitulah waktu akhirnya berlalu dengan manisnya.Sekarang tanpa terasa setahun sudah usia Sinta.Aku tak lupa dengan janjiku pada istri dan Bestie kami.
Menjelang akhir tahun pesawat pribadi keluarga Smit mengudara menuju kampung halaman kota yang mengarah kekampung halaman Adelia. Senyum Sinta tiada habisnya sepanjang perjalanan udara.Apalagi abangnya Juna terus menggoda balita cantik itu.Tawa ruangnya berkali- kali pecah,bahkan didalam pesawat ia tak ada terlihat mengantuk sedikitpun Hanya sesekali anak perempuan baru belajar jalan itu terkejut dan memasang wajah memelas karna terkejut oleh suara mommynya yang berkali- kali memperingatkan Arjuna agar tidakmelakukan tindakan Berlebihan pada sidedek.
" Mommy akan mengantarmu kesekolah asrama kalau kedapatan cium- cium tak senonoh lagi sama adekmu!" Ancam Cinta tak
__ADS_1
peduli putra kami mengerti atau tidak.
" Tak masalah mom,Juna mau sekolah dimana saja,yang penting besarnya nanti bisa jadi pencuri." Jawab Arjuna santai tapi tidak untuk kami yang mendengar.
" Ja...jangan...Jangan sampai kau jadi pen__" Gugup istriku keringat dingin.
"Jangan takut mom...Jun hanya ingin jadi pencuri hati kok " Celetuk anak itu kemudian.
" Ya ampun Daddy...Bikin copot jantung aja putramu ini." Ujar Cinta setelan mengusap dadanya beekali- kali.
" Lupakan fikiran tentang karma buruk itu sayang...Allah hanya akan memberikan kebaikan saja pada orang yang dikehendaki sesuai apa yang mereka minta."Ucapku sembari membelai pipi mulusnya.
"Aku sudah berupaya melupakannya dan memikirkan yang baik saja Rajj." Gumamnya lirih,kemudian perhatiannya teralihkan lagi melihat Sinta yang berjalan beberapa langkah menuju Arjuna.
"Wow.... Sayang mommy sudah bisa jalan Ya!" Pekiknya girang.
" Bersamaku ia sudah sering jalan kok mom." Celetuk Arjuna lagi,tapi itu tak jadi perhatian sang mommy karna sekarang cinta sudah menggendong Sinta dan membawanya ke peraduan.
" Saatnya bobok dulu." Ajaknya pada sikecil.
" Sampai kapan dia akan lincah dengan mommy,baru berjalan beberapa langkah sudah diajak tidur." Cibir Arjuna.
" Iya Boy, dia yang ngantuk adikmu yang diajak bobok." Sahutku membenarkan putraku.
Pesawat kami mendarat selamat dibandara.
Kami disambut oleh senyum pasangan tulus itu dan membawa kami dengan rombongan menuju mobil Inova mereka yang masih nampak mengkilat.
" Beru nih RIS?Tanyaku menyentuh pintu mobil.
"Apa yang ngak untuk menyambut orang- orang istimewa." Balas Aris membuat bibirku tak mampu berkutik lagi.
" Semoga setiap perkataan baik adalah doa yang diijabah oleh Allah,dan mulai hari ini berkata dan berfikirlah yang baik- baik saja Rajj." Batinku mengingatkan diri.
Tamat.
__ADS_1
Hallo pembacaku yang baik, maaf bangat ceritanya sampai disini saja Endingnya ya.Tak sempat banyak yang baca sih,tapi aku ucapkan salam thank you buat yang udah mampir.Mungkin belum rezeki lali ya bagi yang lain singgah.Mampir juga dikaryaku Sinta disebelah dan Juga karya lamaku Yang Berjudul Possesif Daddy dan Genius Boy dengan nama Pena NILDA,akun itu terpaksa aku tinggal karna HPku kecurian dan lupa kata sandi,walau tak dapat lagi meraih keuntungan dari sana aku senang aja kalau karya terpopulerku sepanjang menulis dinoveltoon dibaca terus.walau aku hanya bisa mengintip saja lewat profil.
Salam pamit dari pilihan Cinta By penulis NILDA Mak Adiba Fajri.