
" Apa yang kamu fikirkan Rajj?" tanya cinta melihatku terdiam menatap hidangan yang disuguhkan oleh pelayan restoran masakan Minang tempat kami sarapan pagi ini.
" Eh..tidak, aku hanya sedang membayangkan aktifitas subuh kita tadi." Ujarku sembari tersenyum semanis mungkin.
" Masak membayangkan yang begituan sampe termenung, apa tidak bahagia?" tanyanya menelisik, sejenak ia menjeda makannya untuk menatapku dalam.
" Bagaimana boleh berasumsi begitu sayang..Tentu aku sangat bahagia." Jawabku mantap.
Kedua alisnya kembali mengernyit." Emang ada orang senang dengan kening berlipat?"Tanyanya lagi, sudah seperti wartawan gosip saja menurutku. Wanita memang susah diprediksi, adakalanya pendiam dan pemalu, dan dikala lain berubah jadi super cerewet, saat yang berbeda bisa menjadi bringas tak terduga.
" Tentu ada orang yang senang dengan jidat berlipat, bahkan pipi keriting." Ucapku seraya tersenyum misterius.
" Siapa ya?" tanyanya meletakkan telunjuk kanannya pelipis.
" Orang tua!!!" Serunya memindahkan arah telunjuknya dari kening sendiri kejidatku.
" Sudah tahu kok masih nanya." sahutku dengan bibir mengerucut.
" Darling...Plis jangan dimonyongin tu bibir." Sekarang ia protes balik.
" Emang kenapa, orang tuakan suka gitu, mudah tersinggung dan sensitif." Ucapku makin mengerucut.
" Orang tua yang ini sangat maco, makanya aku tak tahan, tiap lihat rasanya mau gigit, apalagi pas makan gini." Ucapnya dengan menaik turunkan alisnya.
" Cik, ngak nyangka juga ada anak milyarder kenal sama ikan asin paling merakyat." Ujarku setelah paham makna candaannya.
" Aku pernah memakannya sekali saat liburan bersama anak- anak kekampung Adelia." Jelasnya sembari menerawang.
" Who is Adelia?" tanyaku mengingat belum pernah mendengar ia mengucapkan nama ini sebelumnya.
" Tak usah kepoin, ia itu teman satu asramaku,sudah menikah kok dia." Kali ia lagi yang cemberut.
" Kan cuma nanya, lagian kalaupun temanmu itu masih jomblo kurasa pesonanya takkan sebanding dengan Cintamiku.Rajj adalah pria paling beruntung sedunia, udah tua dan dianggap seperti ikan maco tetap saja dinikahi bidadari." Jelasku sarkas.
Lup..
Satu sendok sup berhasil membungkam mulutku." Makan yang banyak biar kuat naik delman istimewa." pangkasnya tersenyum jenaka.
" Oke, Jangan sampai ada yang ngeluh kalau kuda sembrani menarik delmannya kencang dan berulang kali ya." Balasku dengan berbisik.
" Rajj...Kau kedengarannya sangat rakus dan mesum sekali." Ujarnya dengan pipi kembali merona, jangan ditanya kupingnya lebih menyala lagi.
" Siapa yang ngak pandai kalau sudah dimulai sayang?" tanya godaku membuatnya kian tertunduk malu.
__ADS_1
Tentu aku takkan membiarkan Cintaku terdiam lama seperti ini." Sekarang giliran Mr Black yang nyuapin bintang hatinya." Ucapku seraya menyodorkan sesendok nasi dan randang.
" Eis, Raja gombal sekali!" Soraknya degan mencibir.
" Istri penurut begini bakalan disayang Tuhan dan digilai suami." bisikku seraya menjilat pinggir bibirnya saat ia baru selesai mengunyah.
" Rajj.." Jeritnya tertahan dengan pipi merona.
" Nanti saja mend*esahnya kalau kita sudah dikamar lagi sayang." Godaku menatap cery manis yang ada didepan mata.
" Ihhh menyebalkan ..." keluhnya lalu mengalihkan maniknya dari sorot tajamku.
" Menyebalkan tapi bisa bikin merem melek juga kan cantik?" Godaku lagi.
Akhirnya sebuah cubitan mendarat dipinggangku.
" Sakit tapi nikmat." Ucapku membuat manik cantik miliknya melotot lagi.Tapi kali ini tanpa
kata protes,karna suapan demi suapan dariku membuatnya tak punya kesempatan lagi untuk mengoceh manja. Sebutan terbaru untuknya, karna kurasa sekarang tingkat ketajaman cercaan istriku sudah jauh turun level
*****
Sedangkan Yana terdiam cukup lama mendengar penuturan absurt pengantin baru.
Tadinya ia masih berharap dudanya pria berkulit manis eksotis seperti Rajj, mengigat mereka hanya nikah kontrak. Tapi ternyata diluar dugaan, keduanya terlihat menikmati pernikahan kontrak mereka dengan secepat itu. Padahal dicerita- cerita yang pernah ia baca mana ada pasangan nikah kontrak yang langsung bucin dalam sehari semalam, hati Yana sungguh pedih mendapatkan kenyataan yang benar- benar diluar ekspektasi begini.
" Saat aku jatuh hati, bukan sekedar patah saja kondisi hatiku, tapi semuanya hancur berkeping." Gumamnya sembari menekan dadanya dengan telapak tangannya.
Sebentar kemudian datanglah seorang wanita muda berseragam pelayan." Sory nona, sepertinya pria itu sengaja tidak memakan
sarapan pagi mereka, nampaknya karna peristiwa semalam tidak mudah lagi menjebak mereka dengan makanan, walau ini hotel keluarga sendiri, nampaknya pria incaran nona cukup waspada dan teliti."
Yana memicing mendengar penjelasan rinci wanita yang sudah ia percayakan.
Setelah kuperiksa alas kasur mereka ada bercak darah juga, ternyata kegagalan kita menjadi keuntungan bagi wanita itu.Sepertinya setelah ini akan sulit mencapai impianmu nona, karna perawan dan Bujang sudah menyatu sempurna.Jelas wanita berseragam birumuda itu lagi.
Yana tidak menjawab lagi, kepalanya terlalu pusing hingga pandangannya jadi kabur, detik berikutnya ia merasakan tubuhnya melayang.
" Syukurlah anda datang disaat yang tepat tuan." Samar masih terdengar oleh Yana suara perempuan suruhannya bicara entah pada siapa, karna detik berikutnya Yana sudah tak tahu apa- apa lagi.
*****
Yana membuka matanya yang terasa silau oleh lampu ruangan.Sejenak netra hazelnya menatap sekeliling.Ternyata ia sedang berada diruangan serba putih."Aku ketiduran ya? padahal aku ada jadwal operasi siang ini." Ucapnya teringat jadwal pastinya hari ini.
__ADS_1
" Operasinya sudah selesai nona, anda digantikan oleh dokter senior nyonya Diandra. Ini sudah pukul 19: 20 malam hari."Jelas pria tampan persi timur yang ia perkirakan sejak tadi menungguinya.
" Aku tidur selama hampir sebelas jam! " Pekik Yana tak yakin dengan penjelasan Asisten ayahnya itu.
" Ini pasti bukan pingsan biasa." Ujarnya curiga.
" Pasti dia lagi, ia selalu merebut apa yang seharusnya aku punya." Sungut Yana dengan gigi gemerutuk karna marah.
" Tenang nona...Dokter Dian melakukan ini karna anda belum sadarkan diri sampai jam operasi."Pria muda itu berfikir Yana marah karna operasinya digantikan oleh sang mami. Ditatapnya teduh wanita yang tengah berbaring hospital bed sembari memberanikan diri meremas tangan wanita itu untuk menenangkannya.
"Aku tak percaya kalau aku pingsan karna sakit.Selama ini daya tahan tubuhku sangat kuat." Yana menatap Pria itu hendak mencari jawaban dari pria yang sudah menjaganya.
" Sarapan pagimu sudah terkontaminasi obat bius nona." Ujar sang pria membuat Yana memicing geram.
" Obat! ngak lucu sekali ini, aku yang meminta seseorang untuk mencekoli pengantin baru itu dengan makanan yang dibubuhi Obat tidur, malah makanan yang kumakan sendiri telah lebih dahulu dibubuhi Obat bius.Siapa lagi pelakunya kalau bukan orang suruhan wanita tua itu, kalau ini terbukti aku takkan pernah memaafkan wanita itu." Geram Yana sampai kedua tangannya mencengkram erat alas kasurnya.
" Jangan menuduh sembarangan nona, setelah kufikir- fikir nona salah melawan detektif tampan itu." Ujar sang pria meluruskan pandangan seorang anak terhadap ibu durhakanya. Ini semua ia lakukan seperti yang sering dilakukan tuannya.
" Tahu apa kau! Rajjku tak mungkin begitu, ia barusaja menikmati malam pertama dengan istrinya, mana sempat ia memberi perintah pada seseorang mencampur sarapan pagi kita." Sangkal Yana.
" Kalau begitu pasti tuan Jhon yang berusaha melindungi pernikahan putrinya." Pria muda itu masih mencari kambing hitam untuk melindungi hubungan anak dan ibu ini.
" Sudahlah! Mulutmu Brisik seperti kaset kusut.Sekarang bawa aku ke Clap malam, malam ini aku ingin melupakan kehancuran hatiku.Kau harus membantuku untuk itu." Ujar Yana mengubah posisi menjadi duduk, yang tentusaja tidak dibiarkan oleh pria itu melakukannya sendiri.
" Apa nona yakin ingin Clup?" tanyanya setelah memastikan duduk sang gadis bersandar nyaman.
" Kau fikir aku akan memintamu kepanti asuhan untuk menyumbang malam- malam begini liam? Aku tidak sebaik gadis dalam impianmu!" Hardik Yana.
" Ma..maksudku bukan begitu nona, aku hanya sedang memikirkan kondisi fisikmu saat ini."
" Sakit fisikku takseberapa dibanding sakit jiwaku."
" Sakit Jiwa? Jangan sampai nona.He..he..."
Liam terkekeh dan terpaksa berhenti karna mendapat sorotan tajam dari Yana.
" Baiklah...lima menit lagi Beauty akan datang meriasmu, setelah segar dan cantik baru kita pergi happy." Ujar Lelaki itu cuek sembari mengetikkan pesan pada seorang pria gemulai. Cara seperti itu kerap ia lakukan untuk mengontrol suasana.
Detik berikutnya, Liam kembali terkejut mendengar rengek manja gadis yang lagi mengaku patah hati didepannya."Gendong aku Li...Ucap manja Yana mengulurkankedua tangannya pada Liam.
" Oke! Kekamar mandikan?" Tanya Liam tapi setelah Yana diangkat olehnya seperti karung beras.
Gadis itu mengangguk seraya tersenyum sangat manis Dimata Li.
__ADS_1
" Ya Tuhan... semoga nasipku tidak berakhir seperti tuan Scypin." Teriak hati Liam karna sekarang wanita dalam gendongannya tengah menatap maniknya dengan inten, sedang kedua tangan wanita itu melingkar sempurna dilehernya.