
Taman dekat Landasan pesawat keluarga Smitt.
Dengan berat hati kujalani tugas ini, Agar lebih santai bekerja aku memilih bekerja di Gazebo. Setiap sejam sekali datang pelayan untuk mengurus makan dan minumku, entah itu atas perintah siapa aku terlalu sibuk untuk mempertanyakannya langsung.
Aku tersenyum puas setelah merasa tugas pertamaku berakhir menjelang Sore. Semua sudah siap kuatur, mulai dari jadwal pertemuan nona cinta dengan para kandidat, sampai pada rencana pesta yang akan digelar nanti bila Cinta sudah menentukanpilihannya.
Untuk tahap awal berjalan lancar, karna ternyata dugaanku benar, tak ada yangmau menolak untuk datang sendiri, begitu melihat frofil nona dan nama besar Jhon smitt.
Dengan antusias mereka membuat janji akan tiba kekediaman keluarga Smitt untuk menemui nona muda sesuai jadwal aturanku, walau sudah kujelaskan bahwa mereka akan mendapatkan tantangan fisik dan mental langsung dari yang bersangkutan. Tampaknya tak masalah bagi mereka.
Setengah hari aku sibuk telfon Vidio dan Chatt dengan mereka untuk ini, bahkan para pelayan sampai ada yang berani menggodaku sibuk pacaran, karna mereka tak tahu urusanku, sebelum janur kuning melengkung, tuan besar tak mau para pelayannyamembicarakan perihal cinta putri semata wayangnya, untuk itulah aku hanya mengangguk saja saat digoda.
Persis seperti para pangeran dinegri dongeng yang siap mengikuti sayembara demi mendapatkan putri sejati, mereka terdengar cukup antusias untuk berjuang mendapatkan hati Cintami putri Smitt.
" Cukup melelahkan juga hari ini. " Kuseka keringat yang sedikit membuat jidat lengket. " Sabar dan semangat Rajj, sebentar lagi kau akan bebas." ucapku lirih membujuk diri dengan kata- kata yang nadanya sangat tidak selaras.
Kututup Laptop Apel baru yang tadi pagi dihadiahi tuan padaku setelah shutdown dan memastikan layarya mati dengan sempurna. Katanya ini leptop sebagai bonus tambahan, itulah enaknya bekerja pada orang kaya yang royal, dapat fasilitas yang sekaligus jadi milik pribadi. Kalian apa ada yang punya bos kayak aku ngak? " Jangan Syirik ye 😃. Setiap mahluk sudah punya jalan hidup dan riskinya masing- masing. Hanya tempat dan tersebarnya berbeda,sebab itulah kadang langkah kaki menuntun kita bertemu dimana Rezki kita ditebar.
" Bagaimana, apa semua beres, kapan kandidat pertama mulai datang di hadapanku." Kudengar suara seksi yang sebenarnya tak ingin kudengar sore begini.
Tanpa kuminta bayangan peristiwa senja itu terlintas lagi dibenakku kala pandangan kami beradu.
" Kenapa nona kemari, bukankah aku sudah bilang jangan menemuiku lagi tanpa pendamping.." Ujarku mengingatkan permintaanku tadi pagi melalui pesan Chatt..
__ADS_1
Kulihat ia mencibir, hingga bibir merah
delima yang ia punya semakin menarik perhatianku.Untunglah aku berkulit manggis matang, hingga tak terlihat rona merah di pipi dan daun telingaku karna aku sudah merasakan tubuhku panas dan kepala bawahku yang botak berkali mengangguk dan mengences karna ransangan didepan mata.
" Apa kau mau lagi tuan Black? " Bisiknya sembari tanpa rasa bersalah duduk disampingku dan dengan lancang mengusap dan mengecup tengkukku.
" Jaga kesopananmu nona! Ini dilokasi rumahmu, bagaimana kalau tuan melihatnya melalui rekaman CCTV itu. " Ujarku sembari menepis tangan nakalnya kemudian bergegas berdiri menyimpan Telfon dan Leptopku.
" Semua sudah beres, besok dimulai dari tuanmuda Aslan dari Istambul, ia sudah memulai perjalanan sejak siang tadi. Aku memulai dari luar dan terjauh dulu, yang terakhir kalau masih belum bertemu baru yang lokal." Ucapku sambil mengatur langkah.
" Aku ingin mencoba menguji dan mengencani semua, baru terakhir memutuskan. " Ujarnya enteng.
" Tapi nona, bukankah sebaiknya jika sudah bertemu yang pas, sebaiknya acara dicut, agar yang lain tidak terlanjur merasa diPHP in dan buang waktu berharga saja." Ujarku mencoba menasehatinya.
" Disini masih aku bosnya, aku memutuskan tidak menerima permintaanmu yang melarangku menemui asistenku, sebelum resmi berhenti, kau harus tetap menatapku dan menerima aku kapan saja mendatangimu! " Ujarnya marah sembari mengejar langkahku.
Aku berhenti sejenak, tak mau sampai ada pelayan yang mendengar pertengkaran kami.
" Aku yang mengatur, walau nona bosku, tapi aku manager event mu selama sepekan ini. Jadi kau harus patuh dengan perintahku, kalau tidak mau kobongkar semua tingkahmu selama diluarnegri pada papamu nona!" Ancamku begitu langkahnya sudah mendekat.
" Ha...ha..., sudah berani rupanya Mr Black melawanku ya? Baiklah..Aku akan bersabar, dan menganggap ini jadi testimoni mengalah pada suami." Ucapnya setelah terbahak bak kesetanan. Kalau nenekku dari bunda masih ada, pasti ia sudah mengira wanita ini bukan gadis lagi karna katanya nenek wanita yang suka terbahak berlebihan atau menangis takkaruan adalah wanita yang sudah ditinggal suami. Sebenarnya untuk ini aku kurang setuju, karna semua yang kita ekspresikan berhubungan dengan hati bukan status.
Entah mengapa aku sering sekali mengingat nenek kala berurusan dengan nona Cinta, karna nenek juga dulu sering menggoda dan mengetesku, seperti ia yang begitu nagih menjadikan aku testimoni. Tapi nenek mengujiku karna ia sayang, sedang nona melakukannya karna lancang kali ya? Sekali lagi kucuri pandang sedikit padanya. Walau ia pasang wajah sebal membalas tatapanku, tetapsaja bibir itu menggodaku." Sudahlah Rajj, ikuti aja arusnya biar tak tenggelam begitu dalam. " Batinku mengingatkan diri kala bayangan itu muncul lagi dikepala.Kutundukkan kepala atas yang terasa berat. Sialnya kepala bawah malah makin menantang, takut matanya tertuju ke sana, akupun dan tanpa basa basi beranjak, tak peduli ocehannya kemudian. Aku bergegas melangkah menuju kamar, dan mengunci diri di sana, aku berniat takkan keluar sampai esok, karna dikamar tamu ini juga lengkap.Untuk makan aku rasanya sudah tak lapar, kalaupun masih lapar disini ada dispencser dan tersedia juga Bakmi didalam kulkas. Aku tinggal sedu, tiriskan dan bumbui, amanlah mulut atas. Yang susah diatur sekarang adalah mulut bawah, walau sangat kecil ia ngences Mulu. Sepertinya ia dengan terpaksa meski booking Tante shinzui dikamar mandi, agar aman ni kepala duanya.
__ADS_1
*
*
*
Usai menunaikan empat rakaat malam ini, aku bermaksud ingin secepatnya istirahat untuk menyiapkan fisik dan mental esok hari. Baru saja aku ingin merebahkan tubuhku dikasur, mataku membelak tatkala netraku menangkap sesosok tubuh dibalik selimut.
Dengan perasaan berbagai, kusingkap selimut itu. " A..Apa yang kau lakukan disini nona! dan bagaimana kau bisa masuk?" tanyaku dengan perasaan marah bercampur galau.
" Jangan galak gitu dong...Aku hanya ingin mencoba saja, bagaimana rasanya tidur disisi priamuda. " ditariknya tanganku dengan kuat hingga aku terjungkal diatas kasur.
Malang lagi bagiku yang tidak waspada, jatuhku tepat diatas tubuh moleknya yang hanya mengenakan gaun tidur tipis.
Seperti anak perawan yang takut digagahi oleh brandal, aku cepat- cepat melepas tangannya yang sudah dikalungkan dipinggangku.
" Ampun nenek...betapa nakalnya perempuan ini.." Jeritku dalam hati ketika ia tak mau melepasku begitu saja.
" To...tolong keluar nona...Walau ini rumah nona, tetaplah tak sopan anak gadis mendatangi pria asing." Ucapku dalam keputus asaan.
Iapun melepaskanku, dan turun dengan tergesa dari tempat tidur. Kulihat sekilas wajahnya sangat pasi. " Maaf...Gadis asing, pencuri dan penyelinap sepertiku sudah mengganggumu MR . " Ucapnya lirih kali ini tanpa nama belakang.
" Nona,maaf! " Panggilku tak enak hati begitu sadar sudah melukainya. Begitu melihat ia sudah tak ada, bergegas kuturuni anak tangga untuk mencari keberadaannya. Entah mengapa tak enak rasanya jika sampai ia salah faham dengan maksudku tadi.
__ADS_1
Bersambung