Pilihan Cinta

Pilihan Cinta
Chapter 41


__ADS_3

Sementara ditempat yang berbeda ternyata juga sedang berlangsung acara makan malam keluarga baru." Ambilkan makan untuk suamimu nak." Ucap Tuan Sycypin pada putrinya yang terlihat masih memaku dikursi makannya.


" Ngak usah Tuan...Biar Liam saja yang melayani istri dan papi mertua." Sahut Liam segera mengisi tiga piring dengan nasi.


Yana masih saja diam, entah apa yang sedang ia fikirkan.


" Yan...Sebaiknya mulai sekarang belajarlah jadi istri Sholehah, meskipun seorang wanita punya kareer besar, kalau dirumah ia tetaplah seorang istri dan seorang ibu.Sebagai perempuan hebat,kau mesti bisa menjalani keduanya sayang...Kalau tak sanggup utamakan yang dirumah, karna puncak karier seorang wanita adalah ketika ia sukses membina rumah tangganya dan berhasil dalam melahirkan, menjaga, mengasuh, mendidik dan membesarkan anak- anaknya dengan penuh kasih sayang hingga mereka mandiri, dewasa dengan berbekal iman dan takwa." Jelas panjang Tuan Sycypin membuat kedua bibir Yana menyunggingkan senyum.


Sedang Liam tetap fokus mengisi wadah makan dengan menu kesukaan dirinya dan kedua orang tercintanya.


" He...he...Papi sungguh mengejutkan, hanya dalam 72 Jam bisa berubah jadi apapun, lebih


menakjubkan dari supermen."


" Aku tahu kau sedang mengejek papimu ini sayang...Tapi papi tidak tersinggung sedikitpun, karna papi tahu papi bejad dan tak patut bicara seperti seorang penasehat.Tapi sebejad apapun papi,tidak pernah ada niat buruk dihati papi apalagi pada kalian anak- anak papi.Papi juga tahu kalian tidak suka nikah dadakan begini.Tapi kalian mesti tahu anak- anakku...Jika papi melakukan ini hanya untuk menjadikan anak- anak papi orang yang


bertanggung jawab atas perbuatannya, mau menerima konsekwensi dari setiap langkah yang sudah dilakukan baik sengaja atau tidak. Papi mau cucu papi kelak punya keluarga yang jelas dan bangga pada kedua orang tuanya." Ucap panjang tuan Scypin bernada sendu.


" Maaf Pi..." Lirih Yana melihat kedua mata papinya yang berkaca- kaca dan tidak urung matanyapun turut mengembun.


Liam mengambil tisu untuk mengusap bening


yang hendak mengembang dipipi ayah angkat yang sekarang jadi ayah mertuanya itu.


" Sedihnya nanti aja ya tuan...Kita makan dulu." Ujarnya setelah mengusap pipi tuan Scypin.


" Ih...Pria ini ternyata lebih memilih memperhatikan papi ketimbang istrinya." Umpat Yana dalam hati sembari mengusap mata sendiri.


" Kok aku cemburu gitu ya? Bahkan pada papi sendiri, ngak benar ini.Mana bisa aku move on secepat ini dari Rajj.Gila! Aku tak mungkin segila wanita itu yang bisa menyukai


dua pria dalam satu masa yang bersamaan." Gerutu Yana dalam Hatinya.


Lup


Satu sendok makanan lolos masuk melalui bibir mungil Yana yang baru saja membuka untuk mengolok suaminya yang ia sangka sok baik pada sang papi.

__ADS_1


" Itu baru rumah tangga Sweet." Sekarang papi yang malah iri." Ujar Tuan Scypin seperti tahu isi hati Yana.


Yana tersedak karna ucapan mengena sang Ayah, tapi cepat- cepat Liam menyodorkan minum kemulut istrinya, kemudian meletakkan gelas lalu menepuk- nepuk pelan pundak sang istri.


" Sakit?" tanyanya penuh perhatian.


"Ngak apa- apa kok...Udah baikan." Cegah Yana ketika suaminya terus mengusap pundaknya.


" Kalau mau ngak usah malu sayang..." Sela sang papi sudah seperti ikan Dihilir sungai tapian mandi orang sekabupaten, main sambar sembarangan.


Liam dan Scypin saling pandang dan melempar senyum.


Sedang Yana mencebikkan bibirnya." Benar- benar menyebalkan kalian berdua!" Ucapnya pura - pura sewot.


" Kok papi yang ngomong, Liam jadi ikutan menyebalkan?" Tuan Scypin membela Liam sembari menghentikan makannya.


" Pokoknya aku benci kalian berdua." Sungut Yana tanpa berani menatap Li disampingnya.


"Ha...ha...Sepertinya kau harus makan banyak Li! Karna setelah ini anak perempuan ini akan melahapmu hidup- hidup kayak semalam saking bencinya." Ujar Tawa tuan Scypin yang membuat kedua mata Yana melotot sempurna.


Dengan sigap tuan Scypin menangkup apel merah itu dengan kedua tangannya, hingga tak jadi mengenai dadanya." Bahkan melempar saja pakai buah Cinta."Ucap tuan Scypin makin cengengesan.


" Sudahlah Tuan....Nanti istriku kurusan pula jika makannya tuan ganggu terus." Sela Liam Cung yang dari tadi hanya mengamati.


Deg.


Tiba- tiba dada Yana berdegup lagi.


" OMG ...Ada apa ini? Apa aku benar- benar sudah sama sintingnya dengan wanita yang kata papi sudah melahirkan ku itu?" Cerca Yana pada dirinya sendiri sembari memegangi dada. Tidak mungkin rasanya ia jatuh cinta pada Liam secepat ini, belum lebih dari 24 jam.


Tuan Scypin tersenyum lebar." Sepertinya papa udah kenyang." Ucapnya memengangi perut.


"Sekarang tinggal pengantin baru mau meneruskan makan apa.Papi permisi duluan kekamar." Pamitnya tanpa merasa berdosa membuat parutri baru itu saling tertunduk malu.Kemudian tuan Cypin benar- benar pergi.


" Perasaan sekarang papi makin lincah bahkan licik, padahal kemaren seperti terong habis dipanggang.Apa kebahagiaanku lebih berarti bagi papi ketimbang perempuan penghangat ranjangnya itu ya?Sampai ia melupakan patah hatinya karna senang bisa menikahkanku dengan Liam." Batin Yana kembali teringat Dian.

__ADS_1


Cukup lama keduanya saling menunduk, sembari mengaduk- aduk makanan yang masih tersisa dipiring mereka.


" Apa makannya masih pengen dilanjut tuan dan nyonya muda?" Tanya Bi Cici memberanikan diri, melihat Yana dan Liam hanya mengaduk- aduk saja dari tadi.


" I...Iya bi.." Ucap gagap keduanya bersamaan.


Keduanya lalu menghabisi makanan mereka, bahkan Liam dan Yana sampai nambah. Saat perut keduanya sudah sesak barulah aktifitas makan tanpa suara itu berakhir.


" Aku gendong ya...Tuh masih perih kan?." Tawar Liam begitu melihat langkah Yana yang tertatih ketika mereka hendak meninggalkan ruang makan.


Yana menunduk dengan kedua pipi yang merona.Liam tersenyum melihat ekspresi malu- malu wanita yang semalam sudah memakannya tanpa ampun itu.Bahkan perempuan itu tidak tahu, kalau ia sendirilah yang akan kesakitan karna itu.


Tanpa minta persetujuan sekali lagi, iapun menggendong Yana dan membawa wanitanya itu hati- hati menuju kamar mereka yang entah kapan sudah dihias layaknya kamar pengantin, padahal tadi sebelum makan masih biasa saja.


Liam membaringkan istrinya diperaduan yang bertabur mawar itu, tatapan keduanya tanpa sengaja saling berpaut mesra,apalagi wangi aroma terapi dari lilin yang entah siapa yang diperintahkan papi lucnut mereka menghidupkannya dalam ruangan.Aroma yang membangkitkan gairah ingin bercinta.Dada keduanya mulai berdegup tak beraturan.Sesuatu yang keras dibawah sana dirasakan oleh Liam mendesak ingin segera dibebaskan, sampai pria itu memejam agar bisa menahan godaan yang menyakitkan kepala atas dan bawahnya.


" Kenapa kau menutup matamu? Tidak Sudi melihatku?" Tanya menantang Yana.


" Bu...Bukan begitu nona..A...Aku takut masih sakit disitu."Jawab gagap Liam.


" Kalau sakit kau akan menganggurinya?" Ujar Yana bak seorang penggoda.


"Tidak tega menyakiti istri sendiri."Sahut polos Liam.


Deg.


Seluruh jiwa raga Yana bergetar mendapat tatapan dan jawaban polos dan tulus suaminya.


Melihat istrinya gemetaran, Liam dengan cemas menindih dan memeluk Yana, hingga Yana merasakan seseuatu yang keras dari diri Liam.


" Aku ingin menghapus rasa sakit jiwa dan ragaku dengan larut bersamamu Li...Tolong sentuh aku." Ucap Yana kemudian, sembari menyentuh benda sesak dibalik celana Liam.


Liam menatap istrinya sejenak, sebelum melabuhkan sebuah ciuman yang lembut, yang dibalas dengan sesapan panas dari sang istri.


Malam itu dengan kesadaran penuh Yana mengarahkan Liam untuk menyatu.

__ADS_1


Percintaan dimulai dengan sangat indah, diiringi alunan musik yang entah distel oleh siapa pula.Keduanya tak bertanya lagi tatkala jiwa mereka sama- sama tenggelam bersama aktivitas fisik yang memabukkan ini.


__ADS_2