
Hari- hari berikutnya kami lalui dengan bahagia menjalani peran baru menjadi orangtua.Kadang aku harus terjaga dari tidur yang baru sekejap saja karna tangisan Arjuna sijagoan tampanku haus atau popoknya basah.Aku sudah mulai terbiasa menggantikan popok sekarang, walau pada awalnya sulit dan sempat bingung, namun setelah belajar pada mama mertua sambung kami, sekarang kami berdua sudah enteng saja melakukan itu, bahkan saat sama- sama jagain putra kecil sering rebutan melakukan itu dengan istri.
Mengetahui Arjun terbangun bukan karna basah popok,tapi karna haus, aku segera membangunkan Cinta dengan lembut.
"Sayang...Bangunlah...lihat mulut kecil jagoanmu sudah mutar- mutar- mencari kepala kembar yang dulu milik Daddynya." Ucapku begitu melihat Cinta membuka mata.
" Eistsss... Jangan bilang kau irihati pada putra sendiri ya Rajj! Selama dua tahun penuh kontrakmu diputus dengan pabrik ini." Sahut cinta sembari membuka gudang nutrisi untuk putra kami.
Aku mengangkat Arjuna kepangkuannya sembari mendegup Saliva." Iri sih ngak, ngiler ada."Ucapku jujur begitu mulut sikecil sudah menangkap kepala susu mommynya dan mulai mendecap dengan mata meram melek.
"He...he...Putraku sengaja manas- manasin Daddynya,kamu yang sabar ya sayang..." Ujar Cinta menyentuh bibirku dengan ujung telunjuk kanannya.
" Ilernya jangan sampai jatuh!" Imbuhnya mengusap air seleraku yang hampir menetes.
Bagaimana tidak ngiler sayang, ini yang dibawah sudah tegap dan berat,sudah 100 hari tidak bertemu dengan pawangnya." Ungkapku dengan tatapan memelas.
"Astaga Dragon! Aku sampe lupa sayang...Saking kalah pesonanya dirimu dengan putramu."Ucap Cinta balas menggodaku.
Aku memasang wajah cemberut."Sudah sakit kepala diledekin pula."Sungutku.
"Kamu tidur setelah ini ya sayang, ntar mom titip kekamar Oma,biar mommy obatin sakit kepala Daddymu."Ucap Cinta sembari mengusap rambut tebal jagoan tampan kami.
Bukannya tidur, malahan Arjuna melepas mimiknya lalu menatap sang mommy.
" Ngak kasihan sama Daddy ya?Kalau Daddy kenapa- kenapa karna sakit kepala bagaimana?" Ujar Sinta bicara pada jagoan kami seperti pada orang dewasa.
Juna kembali meraup ****** simontok yang sangat menggiurkan itu, lalu mengesap lahap seraya memejamkan mata.
__ADS_1
"Anak Daddy pengertian sekali." Sorak hatiku melihat Arjun kami sudah terlelap dan otomatis kunci pabriknya terlepas dari mulut mungil sijagoan kecil.
Cinta merapikan penutup dadanya,akupun kemudian membantunya mamasang kancing- kancing gaun tidur yang didesain khusus untuk ibu menyusui itu.
" Aku antar dia kekamar Oma- opanya, lagian sejak kemarin mereka minta karna katanya mereka ingin memanjakan putra kita jelang pergi haji." Ucap bisik istriku.
Deg.
Tiba- tiba jantugku berdegup tak karuan yang aku tak paham maknanya, entah karna memikirkan akan buka puasa tiga bulanku atau karna membayangkan banyaknya permintaan aneh papa Jhon akhir- akhir ini.
Sebelum sempat aku menyahut apapun, istriku sudah berangkat membawa bayi kami menuju ruangan Oma- opanya.
Aku memberikan tubuhku ditempat tidur tengadah menunggu bidadari hatiku menitipkan Arjuna kami.
"Kita tidak boleh bercinta didepan anak,meski ia masih bayi." Ucap Cinta mengagetkanku.
Cinta mengunci pintu,kemudian melempar semua pembungkus tubuhnya sembarangan.
Melihat istriku memoloskan diri sendiri, akupun duduk dan mulai melakukan hal yang sama, hingga ia bisa melihat senjata rahasia yang sudah lama tersimpan dibawah sana sekarang sudah menegang menantang.
"Aku hampir saja mengira kau sudah lupa jalan menuju kesini karna kelamaan semedi Baru kelintingku sayang."Ucapnya berbisik sembari mengusap lembut pahaku lalu berakhir dikepala botak yang sedang mengangguk dan mulai mengences itu.
" Agghhghhbbh..."Aku tak sanggup menahan suara laknatku karna sentuhan erotisnya dibagian paling sensitif pada tubuhku itu.
Dengan pandangan mulai berkabut kutarik tubuhnya kepangkuanku,lalu ******* cery manis kesukanku.
Tidak berapa lama aku tahan bermain mulut, aku segera turun keleher,meninggalkan beberapa stempel kepemilikan, lalu turun menjilati sekitar bukit kembar yang bulat dan padat.Tidak butuh waktu lama, barukelinting kata istriku telah menggeliat tak karuan ingin dilepaskan Manuju sarangnya.Apalagi Cinta begitu lembut mengusapnya dibawah sana, aku makin tak kuat, ditambah suara erotisnya setiap esapanku, membuat aku tak tahan untuk lebih lama lagi memasuki istriku.
__ADS_1
Walau tak sabar, aku tetap masukinya dengan hati- hati.Setelah beberapa kali angukan, barulah kepala botak masuk dan meleset kedalam seiring Ringis manja istriku.
" Rajj...Oh...I Miss you My love..." Racaunya mencengkram pinggangku.
Kubelai pipinya lembut,kutatap ia denganmesra beberapa detik."Aku juga sangat menginginkanmu sayang...Tapi takut menyakitimu, makanya kutahan dan tidak kuminta."Ucapku sembari melabuhkan kecupan dibibirnya.
"Cemon bergeraklah Rajj...Jangan selalu membuatku terus seperti wanita penggoda." Ujarnya begitu tautan bibir kami kulepas.
Kututup bibirnya dengan ujung telunjukkananku,lalu mulai bergerak menghujamnya sesuai permintaan tubuh kami berdua.
Seterusnya suara- suara Racau, lenguh dan bunyi penyatuan memenuhi ruangan Tidur penuh kenangan ini.
" Faster Rajj...Paster...Sayang....Racau Cintaku saat ia sudah ingin mencapai puncaknya.
Cengkeramannya makin kuat dan goyangannya kian dahsyat, akupun tak tahan untuk tidak meleleh bersama, apalagi sudah lama tidak, kuhujam dengan cepat sampai kedasar terdalam yang dapat terjangkau oleh kepala botak didalam sana baru semua tumpah ruah seiring suara jerit senang kami seirama, disusul gerakan kami yang kian melemas.
"Nikmat yang mana lagi yang dapat kamu dustakan manusia?"Saat Tuhan telah menganugerahkan pasangan halal seindah ini,maka jangan coba menoleh pada apapun selain menatap kagum pada kekuasaan Sang Pencipta jagat raya yang menganugerahkan semua serba berpasang- pasangan.
Ada duka nanti akan berganti dengan bahagia.Ada sakit yang sudah disediakan obatnya tinggal hanya manusia perlu usaha mencari kesesuaian.Juga ada lelaki dan ada perempuan dipertemukan dengan jodoh, tinggal hanya pasangan itu saja mencari titik temu dua hati agar tidak bertentangan dalam menuju arah bahtera rumah tangga akan berlayar.
Aku tenggelam dalam rasa syukur yang kuat diatas tubuh molek yang sudah dihalalkan Untukku.
Teringat pada putraku,aku segera melepas penyatuan yang sudah membuatku melayang kesyurga dunia terindah ini dengan mengucap syukur.Sekarang aku sudah memiliki putra yang akan meneruskan keturunanku dari kepunahan, menggantikan diriku kelak bila Penguasa memanggilku.Seperti papa Jhon yang tidak khawatir lagi akan generational extinction,( Kepunahan generasi) akupunsama.Rasa senangku akan kelahiran penerus membuat Cita- citaku makin bertambah, semangat hidupku makin kuat, saat ini aku tidak sebatang kara lagi, aku sudah bisa menyanyikan lagu Penyanyi lama
Tommy Jepisa dipadu semangat juang Penulis puisi Chairil Anwar." Demi Kau dan sibuah Hati aku ingin hidup seribu tahun lagi."
Senyum manisku mengembang,cepat kubantu istriku agar kami segera membersihkan diri untuk kami bersih lahir batin saat menyentuh Bayi kami.Tuhanku menganjurkan untuk segera membersihkan diri ketika kita berhadas.
__ADS_1