Pilihan Cinta

Pilihan Cinta
Chapter 31


__ADS_3

Sekali lagi ia tak menjawabku,tetapi kedua tangannya melingkar erat dipinggangku, sedang kedua kaki yang tadi berhimpit sekarang membuka. Kupandangi gundungi tebal dibalik kain penutup berbentuk segitiga dengan warna merah muda berenda.Kuremas lembut gundukan itu, membuat yang punya menggelinjang.


" Kirain tebal bulu, eh nyatanya asli." batinku setelah merasakan sesuatu dibalik sana.


Merasa mendapat sambutan dan persetujuan penuh akupun kembali bergerak, kali ini dengan mengusap seluruh sisi wajah sempurnanya. Melihat masih ada sisa ketegangan diwajah itu, akupun kembali menjilati lehernya. Menatap buah paling manis didunia itu lagi sejenak,lalu melahapnya bagai duahari dua malam tak makan dan minum.Siapa yang tidak akan terpesona disuguhi pemandangan seindah ini.


Dengan lembut kuturunkan kain segitiga itu, sembari mengecup setiap inci paha mulus sampai pada betis jenjang dengan rona putih kemerah- merahan miliknya.


Aku masih betah menyisir tubuh elok itu sampai kebawah, seiring mentari yang mulai mengintip malu- malu dari balik jendela kaca.


Sekarang Wajah dan seluruh tubuh istriku sudah kemerah- merahan, belum lagi akibat bekas cukuran jambang baru numbuhku bergesekan dengan kulit halusnya.


Tak ingin berlama- lama lagi, akupun berhenti dipusat kota.


" Rajj....Rengeknya sembari meremas pundak dan rambutku berganti- ganti, kala lidahku bermain lembah wangi nan indah yang hanya ditumbuhi rumput- rumput kecil berwarna kecoklatan.


Lembah lembab itu tambah basah saat tanganku bermain disana.Kujengkal dan kubelai lembut bagian itu, lalu kembali menunduk, menjilat dan memainkan sebintil daging kecil yang ada disana.


" Aghhh...darling..." Rengeknya dengan tatapan sayu mencengkram pundakku. Sementara lembah ini benar- benar sudah basah sekarang. Istriku menjerit manja ketika cairan putih keluar dari dasar lembah ajaib miliknya, spontan tangan indahnya menjambak rambutku, untung cukup pendek dan strong, jadi aku hanya meringis lirih karenanya.


Detik berikutnya, aku sudah tidak mau menunggu lagi, segera kusiapkan pedang panjangku untuk dimasukkan kesarungnya.


" Tunggu Rajj...Ucapnya menutup miliknya dengan telapak tangan.


" Mana boleh main tutup- tutup setelah dapat pelepasan sendiri." Sungutku, tapi itu hanya kusampaikan dalam hati saja.


" Jangan begini dong sayang...Nanti Rajjmu pening ****** beliung tega y?..."tanya rengekku sembari menyingkirkan tangannya.


Ia menggeleng pasti.


" Anu Rajj...Ucapnya gagap.


" Anu apa sayang?" Balas tanyaku semanis mungkin.


" Anu..."


" Oke...Ini baru mau mulai nganu."


" Maksudnya, kalau ini sudah rusak apa kau akan mengembalikan ku pada papa?" Tanyanya sembari menunjuk miliknya.


Aku tersenyum smirk, lalu segera mengarahkan pedangku agar dapat menancapkan kedalam sana.


Satu kali.


Dua kali

__ADS_1


Pada hentakan ketiga barulah senjataku dapat masuk, itupun baru sepertiga, sedang keringatku sudah mulai merembes dikening.


Kulihat istri sudah menggigit bibir, sedang nentra coklat dengan bulu panjang dan indah miliknya mulai mengembun.


" Tahan ya sayang..Rajjmu akan melakukannya dengan lembut." Bujukku dengan seringai penuhkemenangan.Kucium sekilas kelopak matanya, lalu kuremas dan kuhisap lagi buah syurganya, agar ia lebih rileks, Baru pelan- pelan kugerakkan pinggul agar pedang panjang menancap sempurna.


" Uissdss..." Ia kembali meringis, air matanya sudah tak terbendung lagi.


" Tahan ya sayang..Rajj akan bergerak pelan sampai nantinya udah enakan." Ucapku lembut sembari mengusap bening yang luruh dipipi mulusnya.


Ia mengangguk sembari mengusap rahangku.


Kembali kuraup cery manisku beberapa saat barukemudian bergerak yang awalnya dengan sangat lembut.


" Sitt...Berapa legit dan menggigitnya milikmu sayang..." Racauku dalam gelombang kenikmatan yang luar biasa membuatku mabuk kepayang.


Sekarang penyatuan ini telah sempurna, gerakanku juga tak dapat ditahan lagi.Aroma percintaan yang kental memanaskan ruangan yang mulai terang karna mentari pagi.Seiring dengan ringisnya yang berganti dengan *******, senjataku makin menancap dalam kedasar sana.Pijitan dan jepitan dari sarung baru yang sangat sempit dan hangat membuatku tidak tahan lama, apalagi sesekali ia menggerakkan pinggulnya dari bawah.Aku makin menaikkan kecepatan seiring deru nafas yang makin memburu.


Pedang ini ketancapkan kian dalam disusul leguhan kami berdua yang hampir bersamaan.


Saat pertarungan sulit ini berakhir, Cahya mentari sudah benar- benar menerangi bumi, secerah perasaanku saat ini. Sejenak aku berteduh diceruk lehernya sembari mengumpulkan nafas. Beberapa detik hanya suara nafas kami yang terdengar.


Aku hendak melabuhkan kecupan terhangat dikeningnya tatkala istriku bertanya dengan konyolnya. " Apa aku sudah tak perawan Rajj?" Tanyanya dengan raut serius.


Aku spontan menggeleng.


" Ya...kau tidak perawan lagi." Ujarku.


" Rajj...Lirihnya memelas.


Aku mencium matanya dengan gemas, lalu kembali mengesap bibir itu agar tak berkata lagi. Seterusnya aku menunduk untuk menghisap buah kecanduan ku.


" Rajj.....Aughh...Ia kembali meracau.


" Kembali ya sayang...Tapi untuk Rajj seorang Ucapku sebelum menusuk kelembutan wanitaku kembali. Lalu bergerak dengan kecepatan standar, tahu masih tersisa perih dibawah sana.


" Rajj...kau nakal juga." Ucapnya pelan disela aku menghujamnya.


" Lebih nakal dirimu sayang..Tega merenggut keperjakaanku tanpa mengorbankan diri." Bisikku sembari mengecap bibir bawahnya.


Tatapan kami beradu, lalu saling melempar senyum.


" Masih perih?


" Sakit tapi sangat nikmat." Jawabnya sembari mengangkat bokongnya sehingga tubuhkami makin benar- benar lengket.

__ADS_1


" O...Mulutku membulat mendengar pengakuan jujurnya, ditambah gelombang kenikmatan dari bawah sana.


Kemudian kecepatan hujamanku bertambah, seiring liukan dari bawah, sebagai bukti ia menikmati tusukan jarum ajaib ini.


Peluh ditubuh kami bercucuran, deru nafas makin membesar, hati kian terpaut satu sama lain, seirama dengan gerakan tubuh yang senada berpacu dalam gelora cinta dan hasrat yang membara.


Tidak berapa lama, jiwa kian tenggelam dalam fantasi bercinta yang luar biasa. Raga dan jiwa mengetat bersatu padu seiring tumpahnya lahar panas dari inti tubuhku.


Aku mengerang panjang dan menghujam ya makin dalam, agar tak setitikpun benihku ada yang tumpah dari keluar. Aku masih menggerakkan tubuhnya lemah diatasnya sampai terdengar desah panjang dari bibir indahnya.


"Sekarang kau benar- benar tidak perawan lagi sayang..." Ucapku sembari mengecup keningnya.


Kulihat ia hanya mengernyit saja, sebenarnya aku gemes juga ada gadis usia 23tahun yang mengaku pernah menonton film dewasa sebingung dia.


Aku tersenyum bahagia setelah mendapatkan junk food ku. Aku sudah bertekad menerima ia apa adanya.Nyatanya aku sendiri yang membuka segelnya.


Karna ia diam sembari mengusap punggungku, akupun merebahkan tubuhku yang sudah melemasdisisi kanannya.Selang beberapa menit kemudian kubelai dan ciumi puncuk kepalanya beberapa kali sebelum terdengar ketukan dipintu.


Mendengar ketukan itu, kami berdua saling pandang." Aku yang buka." Katanya sembari merobah posisi menjadi duduk yang tentu saja aku tak mau ketinggalan.


" Auw..." ringisnya ketika mencoba untuk melangkah, dengan sigap kutangkap tubuhnya yang hampir jatuh, pandangan kami kembali beradu.


" Diperjakai itu enak sayang...tapi kalau diperawani begitulah rasanya, sakit- sakit yahui." Ucapku sembari mencium bibirnya yang baru saja hendak entah berkata apa lagi.


" Bobok cantik dulu lagi ya, setelah ini baru Rajj bantu mandi." Ucapku lembut begitu membaringkan Cintaku lagi ditempat tidur.


Ketukan dipintu masih terdengar, tapi aku tak mau buru- buru membukanya, setelah memastikan Cinta nyaman dengan mengecup dan membelai pipinya, barulah aku memunguti pakaianku dan memakainya.


" Pengantar makanan untuk pengantin baru." Ujar seorang pelayan wanita memakai masker.


" Ini pesanan dari Tuan Jhon." Ujarnya melihat aku menatapnya dengan menelisik.


" Mhem...Silahkan diatur dimeja." Sahutku kemudian.


Pelayan wanita itu mendorong


Trolinya, lalu mulai menyusun makanan dimeja makan presidensial room kami.


" Kalau sudah siap silahkan nona." Ujarku melihat wanita itu masih berdiri setelah makanan tersusun rapi dimeja.


" Ba..Baik tuan." Jawab gagap pelayan itu sebelum keluar.


" Aku sudah sangat lapar Rajj, cepatlah kita pergi mandi." Ujar Cinta yang daritadi hanya terbaring diam meneliti.


" Mandi oke sayang...Kalau makan kita cari tempat makan diluar saja, atau kita cek Out lalu kembali kerumah."Ujarku sembari membopong tubuh molek istriku menuju kamar mandi.

__ADS_1


" Makanan itu?" tanyanya seraya mengalungkan kedua tangannya dileherku.


" Biarkan saja disitu, setelah peristiwa semalam kita tak boleh lagi makan dan minum sembarangan." Ujarku yang diangguki olehnya.


__ADS_2