
Hari yang dinantikan telah tiba, pesta Tri in One itu digelar setelah akad nikah kedua pasangan pengantin.Karna perut istriku yang sudah sangat serat, kami akhirnya meminta Jonatan yang baru menikah yang menjadi PW.
Pesta meriah ini dihadiri juga oleh Yana dan Liam.Yana juga sama dengan istriku kedua nampak sudah susah berjalan.
"Busung lapar ni para wanita cantik! " Goda Bro Bujang kelana pada istriku dan sohipnya.
Sebenarnya ingin marah juga istri dikatai begitu,tapi melihat yang bersangkutan saja tetap tersenyum dan melangkah penuh percaya diri membawa perut besarnya tanpa peduli sedikitpun godaan kawan, akhirnya membuatku juga tenang.
Pesta berlangsung selama sehari semalam,
tak ada cacat dan cela dalam penyelenggaraan pesta.Aku dan istriku cukup lelah juga walau hanya menyapa dan menerima salam dan hadiah dari para tamu saja.
Setelah Acara itu keluarga kami semakin lengkap.Semua harapan Cinta tercapai, tinggal hanya menunggu kelahiran putra kami saja.
Semakin dekat hari kelahirannya, semakin rajin aku menemani istriku periksa kandungan.Apalagi aku sangat suka melihat bayi kami dari monitor USG, membuatku tak sabar menanti kelahirannya didunia ini.
Aktifitas diranjangpun tidak terhalang,apalagi Cinta berencana melahirkan normal,jadi sengaja kami tetap melakukannya minimal sekali sehari semalam untuk melancarkan pembukaan jalan lahir.
Dipertigaan malam, ringisan cinta membangunkanku.
__ADS_1
" Uissssst...
Begitu kubuka mata, kulihat wajah istriku sudah dipenuhi peluh."Ya Tuhan...Sepertinya ini bukan kontraksi palsu lagi sayang.Kurasa ini sudah waktunya." Ucapku seraya mengusap peluhnya.
" Bukan Rajj...Aku hanya pengen BAB, tapi pinggangku sakit sekali, bantu aku kekamar mandi ya.." Ucapnya menahan sakit.
Aku tahu ia sebenarnya tidak ingin buang Air, dari cahaya wajahnya aku sudah mengerti dari dalam sana bayi kami sedang meronta ingin keluar kedunia.
Aku menggendong istriku dengan hati- hati kekamar mandi. Membantunya duduk dicloset." Ini mau lahiran sayang, bukan mau buang Air." Jelasku saat melihat kedua alisnya mengernyit disusul ringisnya yang kembali tak tertahan.
Tanpa fikir panjang lagi kugendong ia kembali
Dalam sepuluh menit,dokter beserta perawat Sampai dikamar kami.Begitu sampai dokter langsung memeriksa jalan lahir.Lalu meminta istriku berjalan- jalan dalam kamar kami.
" Lihatlah dokter Me, betapa kelelahannya dia sampe keringatan gitu, kok masih disuruh jalan, bantu suntik saja biar bayinya mendesak gimana?"
" Sekarang tak boleh lagi menggunakan suntik pendesak begitu tuan Rajj.Kalau tuan tak tega nyonya sendiri, Kawani saja jalannya biar nyonya lebih semangat." Sahut dokter perempuan dengan kareer dan usia yang cukup matang itu.
Aku mengangguk dan segera menemani istriku mondar- mandir seperti setrikaan.
__ADS_1
Setiap istriku kesakitan aku mencubit sendiri anuku."Kalau bukan karna kerakusanmu takkan mungkin istriku busunglapar dan mengalami kesakitan begitu."Bisikku sembari mencubit siJono yang lagi bobok dalam sangkarnya.
Akhirnya aku meringis barengan dengan Cintaku.Walau dokter, perawat, mama dan papa mertua heran aku cuek saja, pokoknya aku tidak mau tersenyum sebelum istriku tersenyum setelah melihat jagoan kami.
Hampir setengah jam mondar- mandir dikamar juga bolak- balik keKamar mandi, akhirnya istriku disuruh berbaring oleh dokter.
Entah apa yang dilakukan dokter pada punya istriku, hingga keluarlah air dari sana, setelahnya Cinta kembali mengedan.
Tepat setelah dorongan ketiga, terdengarlah suara tangis kencang seorang bayi,disusul kumandang suara azan Subuh.
"Alhamdulillah...Bayi lelaki kalian sehat dan selamat dengan bobot yang lumayan."Seru sang dokter sembari mengangkat tubuh kecil yang barusan ia potong tali pusarnya.
Setelah dihangatkan sebentar diperut ibunya,
Bayi tampan itupun dibersihkan lalu dibedong.
Senyum dokter mengembang saat memberikan bayi Arjuna yang sudah dibedong itu pada papa Jhon.
"Ha.. ha..Selamat datang cucuku Arjuna sayang...Sepertinya waktu opa tidak akan banyak lagi, karna Cita- cita opa nyaris tercapai semua."Ucap senang papa Jhon sembari membawa Arjuna kepangkuanku untuk diazankan.
__ADS_1