
" Benar katamu Rajj, kalau bukan karna alasan itu sudah daridulu kulakukan pemberontakan besar- besaran."Kekeh Aris.
Kekehan itu terpaksa berhenti tatkala sepasang mata menatapnya dengan tajam dan horor." Pemberontakan kayak mana maksudmu,apa kau pernah ada niat menduakanku???" Tuding Adel dengan sorot membunuh.
" Bu...bukan." Jawab gugup Aris.
"'Terus apa maksudnya! " Bentak Adelia.
"Hanya bercanda kok sayang...Satu aja bang Aris sudah kewalahan,apalagi nambah.Ya kan Bang?"Sela Cinta tak mau melihat Adel seserius itu dengan kemarahannya.Adel akhirnya tersenyum tipis mendengar ucapan karibnya.
"Benar begitu?" Tanyanya kembali pada Aris,namun tatapannya tak semenakutkan yang tadi lagi.
" Tentu sayang...Satu aja sudah buat kepala puyeng tujuh keliling.Gimana berani nambah. Setengah aja mungkin kepalani udah tak bisa diangkat lagi."Balas Aris sembari menyugar rambutnya.
" Kalau nambah lagi,barkele bang sama kumisnya bakalan berdiri tegak tanpa bonding." Sambung Cinta terbahak membayangkan fantasinya.
Sekarang aku yang kesal,berani sekali istriku membayangkan wajah pria lain didepanku.Kutatap Cinta kelam sampai tawanya terhenti." Sory Daddy..." Ucapnya lirih sembari menunduk beralih menatap baby Sinta yang beberapa menit lalu kembali terlelap dipangkuannya.
"Baringkan lagi putri kita ta,kau harus istirahat sekarang,biar cepat pulih."Ujar Adel mengambil bayi itu,kemudian membaringkannya disebelah Cinta.Kulihat istriku kembali tersenyum menatap bayi cantik nan pulas itu." Pokoknya Sinta kalian harus jadi putriku!" Ucapnya kembali kemode pemaksanya.
" Kau buktikan saja kesungguhanmu jadi ibu dalam sebulan ini,kukorbankan waktuku dan suamiku yang berharga bersama disini,andai kau menang kau boleh memilikinya.Tapi sekali lagi kutegaskan,jangan sekali- kali kau buka gudang nutrisimu.Kita bersaing sehat!" Tantang Adelia serius sampai berani menunjuk- nunjuk dada besar milik istriku.
Cinta mengangguk patuh."Oke,biar kutahan sakit susu ini,kalau begitu persyaratanmu." Balas Cinta.
Aku dan Aris kembali menggeleng pusing dan setelah kami saling kode,kamipun berlalu dari ruangan itu."Wanita memang punya pemikiran yang aneh ya Rajj,aku ngak nyangka istriku tega melarang Cinta menyusui Sinta,padahal Cinta terlihat kesakitan karena airsusunya yang meledak banyak."Ujar Aris begitu kami sudah diluar.
"Memang pantas istrimu begitu RIS,istriku juga keterlaluan berani meminta sesuatu yang sangat berharga dari kalian,kau sendiri sebenarnya tidak rela bukan,bayi itu bersama kami."Balasku menatap menelisik pada Aris.
Ia mengangguk keras." Kalau boleh jujur aku memang tak mau memberikan anak yang sudah kuimpikan sejak lama walau kudapatkan dengan cuma- cuma,tapi tetap saja aku sudah merasa memiliki putri sejak hari itu." Ucap Aris menerawang.
"Bagaimana kau bisa diberi bayi secantik itu RIS?Siapa yang tega memberikan bayi yang baru dilahirkan pada orang lain.Sungguh keberuntungan yang tak disangka kau dapatkan hari itu." Balasku takjub.
"Bukan aku yang beruntung Rajj,tapi kaulah yang beruntung!" Serunya dengan bibir dimiringkan kesamping.
"Apa serius Adel akan memberikannya pada kami?tanyaku yang masih mengira semua drama itu adalah candaan dua sahabat saja.
"Istriku itu sekali bacot tak akan pernah ditarik lagi Rajj,kalau istrimu memenangkan hati babby Sinta kau harus siap jadi ayah yang sebenarnya.Namai dia Ranata Sinta Kudriman,dan buatlah hajatan besar menamainya bayi cantik itu.Berikan ia segenap kasih sayang yang kalian punya,karna kelahirannya sangat miris Rajj,ayahnya meninggal tragis dihari yang sama,disusul ibunya depresi.Jangan pernah mengungkit semua itu,sampai suatu hari takdir berkata lain." Ucap Aris panjang dengan mata berkaca- kaca.
Kugapai pundak pria dewasa sebaya denganku itu,lalu kucoba melembutkan tatapanku yang terkenal tajam ini."Kalau tak rela jangan lakukan Ris,aku memangmenginginkan anak itu,tapi aku tak mau egois merebut apa yang sudah milik saudaraku." Ujarku turut berkaca- kaca pula.
" Kalau kalian pantas seperti tantangan istriku,aku akan merelakan semua ini Rajj,lagian tigahari tiga malam Sinta bersama kami, bayi itu tiada pernah setenang sampai kami membawanya terbang kesini.Kufikir ini ada hubungannya dengan ibunya yang juga dibawa kekota ini untuk berobat,tapi nyatanya bertemu dengan Cintalah yang diimpikan bayi mungilku,terbukti dia langsung diam begitu dipangku oleh istrimu.Bukankah kau lihat juga begitu Rajj?"
__ADS_1
Aku mengangguk."Entahlah,aku belum bisa menyimpulkan karna baru beberapa jam mereka bersama.Sebaiknya kita lanjutkan obrolan sambil makan."Ajakku mengarahkan langkah menuju keluar dari bagunan serba putih warisan papa mertua itu dengan langkah tegas,karna semangatku benar- benar naik beberapa level membayangkan jika Sinta bayi jatuh ketangan kami pengasuhannya.
Kukira kepergian Fatimah adalah bagian dari karma istriku.Sekali lagi aku takjub pada keberuntungan Cintaku,setelah Allah menjemput putrinya sebagai bekal syurga.Allah mengirim putri yang lain menemaninya didunia." Andai ini kenyataan, sungguh Engkau Maha kasih pada Kami,aku takkan pernah berhenti bersyukur karna ini." Janjiku dalam hati dipenuhi rasa kagum akan Cinta Illahi.
Sore itu aku dan Aris makan dengan khidmat,seperti tengah upacara bendera.Kami larut dalam fikiran masing- masing.Setelah kenyang tak lupa kupesan makanan untuk dibawa kerumah sakit,untuk kedua wanita yang tengah sibuk mengurusi bayinya.Kupilihkan menu yang pas Untuk istriku yang siap operasi,sedang untuk Adel kuminta Aris yang memilihkan menunya.
*******
Tiga hari kami bermalam dirumah sakit,sampai istriku memutuskan ingin berobat dirumah dengan alasan kangen pada Arjuna.Padahal itu alasan saja,terbukti saat putra kami menyambutnya ia malah tetap sibuk pada bayi Sinta.Berbeda dengan Adelia yang sangat perhatian pada putraku itu.
" Tante...tolong berikan Adik cantik kepangkuanku." Rengek Arjuna pada Adelia.
"Kalau bang Juna mau panggil Tante mama, baru Tante kasih pangku adik Sinta."Balas Adel dengan tatapan menggoda putraku.
"Panggil Tante atau mama sama aja sih Tan,yang penting kasih sayang Arjuna tiada batasnya pada Tante Adelia." Rayu putraku yang bebar- benar seperti orang dewasa,apalagi ia sudah tak cadel lagi padahal usianya baru 6 tahun.
Adelia sangat gemas melihat Arjuna,maka dengan memaksa ia menarik Sinta dari pangkuan Cinta.
" Abangnya pengen berkenalan dengan adiknya." Ujar Adelia membuyarkan Cinta yang sedang terlena menatap kecantikan bayinya masih dalam posisi duduk dibangku ruang tamu,saking sayangnya pada bayi itu,istriku berhenti diruangan ini sejak tadi,untuk menimang dan mengagumi bayi mungil yang baru berumur 6 hari itu.
Perhatiannya benar- benar teralihkan pada Sinta semata,bahkan sejak tadi kubawa kedalam untuk istirahat ia hanya membalas dengan menggeleng.
Sekarang Bayi Sinta sudah dalam pangkuan Arjuna,tapi tatap mesra dan sayang Cinta tiada lekang dari sibabby.Kulihat Adel tersenyum tipis menyaksikan semua ini.Sedang Aris sejak tadi masuk untuk istirahat.
Ketika Arjuna putraku hendak mencium bibir adiknya, sontak sang mommy hendak menarik kuping Arjuna." Hey! Darimana kau belajar mesum pada putriku!"Cegah Cinta seperti Putranya orang asing.
"Jangan menyalahkan putraku! Itu karna putrimu yang tersenyum centil!" Ujar Adelia menepis tangan Cinta.
"Itulah makanya kularang kau menyusui putrimu,karna bila suatu hari putrimu kecentilan menggoda putraku,tak ada halangan untuk mereka."
" Eh,jelas- jelas putramu yang mesum menciumi putriku sampai seluruh wajahnya merah,gimana bisa kau menuduh putriku yang centil!"Balas Cinta membela Bayi Sinta.
"Lihatlah, bayimu yang masih merah sudah pandai tersenyum menggoda putraku."Debat Adel lagi menunjuk wajah Bayi Sinta.
Sementara kedua ibu sibuk berdebat,Arjuna melancarkan aksinya mengesap bibir mungil Debai.
" Ya Tuhan....Jauhkan putramu dari putraku Adel! Aku taksudi putriku sekecil ini sudah dinodai!" Pekik Cinta mengejutkan bayi Sinta, hingga membuat Bayi itu menangis keras.
Cinta segera mengambil Sinta dari pangkuan Arjuna,dan memelototi anak itu.
Ajaib memang,dalam pangkuan Cinta Sinta langsung tenang.Tatkala Cinta ingin berdiri menggendong Sinta,Arjuna langsung berkata.
__ADS_1
sembari menahan tubuh sang mommy."Mom...Baru operasi tak boleh angkat berat, mom duduk saja dengan dedek cantik,kalau mau kedalam biar Daddy yang bawa dedek!"Ujar Cegat Arjuna mencengangkan kami semua.
" Tuhkan...Berapa sayangnya putraku pada dirimu Cinta." Ujar Adelia makin memusingkan kepalaku.
" Benarkah putraku akan ditukar?Sebagai ayah aku merasa terjajah andai ini terjadi." Batinku meringis pedih.
Suatu Sore.
"Esok kami akan pulang." Ujar Aris membuat degup jantungku memompa main kencang.
Aris menatapku dengan tersenyum lembut.
"Jangan khawatir Rajj,aku dan istriku memutuskan tidak perlu mengadopsi Arjuna secara resmi."Ujar Aris membuat kepala dan dadaku langsung ringan melayang senang.
Plong...plong ...
Apa yang kutakutkan ternyata tidak terjadi.Sekali lagi Aku bersyukur dalam hati telah dianugerahi keberuntungan yang besar." Adel dan Aris merelakan putri Sinta untuk kami tanpa syarat? Apakah ini bukan mimpi?" Batinku nyaris tak percaya.
" Ya Rajj...Terbukti Cinta lebih dipilih jadi ibu ketimbang Aku." Imbuh Adel.
" Seius Del? Apa kau tak jadi mau putraku???" Tanya Istriku tanpa dosa seperti ringan tanpa dosa menukar putra kami.
" Seperti kata putra kita,tak perlu panggilan Tante atau Mama,yang penting kasih sayangnya begitu besar padaku dan Aris suamiku,itu telah ia buktikan beberapa Minggu ini.Andai sedikit saja kalian merasa bermasalah dengannya,kirim saja ia pada kami,karna kedua tangan kami terbuka lebar untuknya,dan harta kami yang tidak seberapa suatu hari akan kami wariskan pada Arjuna." Tambah Adel.
" Ya,tak perlu surat adopsi untuk mengikat hatinya Arjuna pada kami.Kami juga ikhlas memberikan Sinta pada kalian dengan satu syarat saja___
" Syarat Apa?tanyaku kembali berdegup.
"Kalian harus menjaganya sepenuh hati,kasihi ia seperti ia lahir dari hati kalian."Imbuh Aris berkaca- kaca.
" Pasti Sobat! Kami akan menjaga dan mencintainya seperti anak sendiri.Tenanglah sobat, aku takkan menyia- nyiakan anugrah dan hadiah yang tak ternilai ini." Balasku mengungkapkan isi hatiku yang sesungguhnya sembari menyentuh pundak suami sahabat istriku itu.Ia balas memelukku erat.Kami saling peluk dalam tangis.
Adel dan Cinta istriku juga saling memeluk dengan perasaan masing- masing.Sampai Arjuna tiba memangkas keharuan itu.
" Bang Juna dan adek Zaki barusan berantam berebut kecup bibir dedek cantik." Celetuk Arjuna.
" Apa???Jini membiarkan kalian mencium putriku sembarangan!" Sorak Cinta dengan tangan mengepal,ia berdiri dan melangkah besar pergi.
" Lihatlah betapa posesifnya istrimu pada Sinta,sebab itulah kami memutuskan mengikhlaskannya." Ujar Aris beralih menggendong Arjuna.
" Om RIS besok balik kedesa,Juna sini jangan nakalin adik ya."Ujar Aris diangguki oleh putraku.
__ADS_1
" Belum! Kalian belum boleh kembali!" Ujarku Mengernyitkan dahi kedua suami istri itu.